Dua sahabat antara Davit dan Ari ,mereka dari SMA dan kuliah selalu bersama,tapi saat mereka sudah bekerja dan menikah keduanya tidak saling berkomunikasi lagi,karena kesibukan masing masing.
Sampai suatu hari Ari bertemu Davit di mal,Davit lalu mengajaknya main ke rumahnya,Davit pun mengenalkan Desi istrinya.
Karena Ari sering main ke rumah Davit,terjadilah hal yang tidak baik,rupanya Ari menyukai Desi istri Davit.
Akan kah Desi juga menyukai Ari ,dan Ari apa akan tega menghancurkan rumah tangga Davit sahabatnya sendiri,,kita lanjut baca ajak yukk...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tuti yuningsih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bau Nya Beda
Ari cukup pintar bermainya,Ari juga tidak meninggalkan tanda atau bekas yang bisa membuat Davit curiga.
Ari hanya bermain di bagian atas,Ari juga belum berani ke bawah,karena Ari tau kalau Desi masih istri temanya sendiri.
Desi hanya di mainkan bagian atas,bagian bawah sudah ikut basah,tapi Ari tidak tau,Desi tidak bilang karena malu.
"Maass,,,sudah yahhh,,"sambil mengusap kepala Ari.
"Tunggu yah,,sebentar lagi,,"jawab Ari yang di lanjutkan menciumi pipi Desi.
Ari rupanya juga sudah ingin keluar,setelah 5 menit Ari bangun dari atas badan Desi dan langsung ke kamar mandi,Ari rupanya mau bersolo ria.
Desi setelah Ari pergi langsung merapikan pakaiannya,Desi memakai bajunya sendiri lagi.
Setelah rapih Desi keluar dari kamar Ari dan menunggu Ari di ruang depan.
Ari di kamar mandi baru saja selesai ,Ari sudah merasa lega,Ari lalu keluar dari kamar mandi,melihat Desi ngga ada di kamar,Ari keluar untuk mencarinya.
"Mau pulang sekarang apa nanti,,?"tanya Ari saat sudah di depan Desi.
"Sekarang aja yuk Mas,keburu sore nanti,"
"Ya udah ayok,,"keduanya keluar dari kontrakan dan langsung ke mobil,di mobil Desi menyandarkan kepalanya di pundak Ari,keduanya sama sama diam dan menikmati musik.
Sampai rumah Mobil Davit rupanya sudah ada,"Mas,,Mas Davit sudah pulang,"
"Iya,,"jawab Ari yang langsung memarkirkan mobilnya .
Keduanya turun,Desi dan Ari langsung masuk,dan Desi mencari Davit.
"Mba,,mas Davit di mana,,?"
"Bapa baru pulang non,Bapak naik ke atas,"
"Oh iya Mba makasih,"
"Mas,,Desi tinggal ke atas dulun yah,"Ari menjawab iya.
Desi masuk kamar,ternyata Davit lagi di kamar mandi,Desi lalu mengetuk pintu kamar mandi dan Davit membukanya.
"Sudah pulang,,?"tanya Davit.
"Iya Mas,,"Desi yang melihat suaminya polos langsung gimana gitu,Davit yang tau lalu menarik Desi untuk masuk ke kamar mandi.
Desi diam saja memang dia sangat menginginkan di jamah suaminya.
Davit tanpa bicara langsung melepaskan baju Desi,Davit juga rupanya sudah sangat menginginkannya.
Desi sudah polos,dan Davit langsung saja menciuminya,Davit mencium kulit Desi tidak seharum biasanya,lebih bau aneh,tapi Davit tidak bertanya karena sudah terbakar gairah.
Desi dan Davit bermain di kamar mandi ,cukup lama mereka bermain,Davit dan Desi sama sama menikmati dan Davit juga meninggalkan tanda di leher Desi.
Ari di bawah menunggu cukup lama,sampai kopi satu cangkir sudah habis,dan Ari juga sampai mengantuk,Ari tiduran di sofa dan lama lama mata terpejam.
Davit dan Desi hampir satu jam di kamar mandi,mereka sekalian mandi bersama.
Selesai mandi keduanya pakai baju,"Tadi Ari langsung pulang apa ikut masuk sayang,?"tanya Davit saat keduanya pakai baju.
"Ikut masuk Mas,,tapi ngga tau sekarang sudah pulang belum ya Mas,,"Desi baru ingat ada Ari.
"Ya udah yuk kita turun,kita makan siang ,kamu udah makan belum Yang,,,?"
"Mas belum makan,,?Desi tadi udah makan Mas,,"
"Belum,,ya udah ayo temani Mas makan,,"Desi menjawab Iya.
Keduanya turun,dan melihat Ari yang tidur di sofa.
"Ya Tuhan Mas Ari sampai ketiduran,,"kata Desi dalam hatinya.
"Ari,,RI,,bangun,,kenapa kamu tidur di sini,kamar tamu kan ada,,"Ari bangun saat Davit menepuk pundaknya.
"Iya,,Aku menunggumu mau pamit,tapi kalian ngga turun turun,"Ari sambil mengusap matanya.
"Maaf,,tadi kita main dulu,,"Davit bicaranya sangat jujur,Ari langsung melirik ke Desi dan ternyata keduanya rambutnya basah,dan leher Desi juga banyak tanda.
Ari sedikit menggenggam tanganya tanda kesal,tapi Ari juga ngga bisa marah.
"Aku mau makan,kamu mau ikut makan apa mau tidur lagi,kalau mau tidur di kamar tamu Sanah,,"
"Aku pulang aja,,mau istirahat di rumah,"
"Oh gitu ya udah,,bawa mobil aja Sanah biar ngga naik ojek,,"
"Ngga usah,Aku naik ojek aja,,aku masih ngantuk soalnya,"
"Ya udah terserah kamu,,"
Ari sebelum pergi menatap Desi,dan Desi terus menunduk dan merangkul tangan Davit.
Ari berjalan keluar dari rumah Davit dengan perasaan yang sakit,"Ya Tuhan hatiku kenapa sakit banget,ingat Ari itu memang istrinya Davit,,"kata Ari di dalam hatinya,sambil mengusap dada nya.
Ari pulang naik ojek,sedang Davit dan Ari menuju meja makan,Desi hanya menemani Davit makan karena tadi sudah makan banyak.
Selesai makan Davit dan Desi kembali ke kamar,keduanya mau istirahat karena merasa lelah.
"Yang,,minyak wangi kamu habis yah,apa henbody kamu yang habis ,,?"keduanya sudah tiduran di kasur dan saling peluk.
"Ngga habis kok,semuanya masih,kenapa emangnya Mas,,"sambil mendongak.
"Tapi kok tumben badan kamu baunya ngga enak,,"Desi langsung kaget dan menciumi tanganya.
"Masa sih,,kayanya wangi kok Mas,"
"Sekarang wangi,tadi saat di kamar mandi Mas mencu*mbumu kamu bau ngga enak gitu,"Desi langsung kaget,Desi langsung berfikir kenapa bau ngga enak,Desi lalu teringat tadi badanya habis di jila*ti Ari.
Desi langsung diam dan tidak mau membahasnya,"Desi ngantuk Mas,kita tidur yuk,,"Desi memejamkan matanya.
jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...
kelihatan sekali dari novel buatannya
"kan novel lain banyak juga yang istri selingkuh, jadi authornya semua tukang selingkuh dink"?
makai pakai otak
ini aku jelaskan
*novelis sejati saat membuat konflik istri atau pemeran utama wanita selingkuh, dia akan melaknat perselingkuhan itu, membuat istri dapat balasan setimpal, menyesal, menderita, berjuang dapat kesempatan, dan suami tegas tidak mudah memaafkan
dan ini
*novelis tukang selingkuh, tidak bermoral, dia membuat novel pemeran utama atau istri selingkuh tapi dia membela dan membenarkan perbuatan itu dan semudah itu dimaafkan, ini jelas karya wanita murahan tidak bermoral