TAKDIR ILLAHI : Kebahagiaan, Kesedihan dan Kesempurnaan
(BELUM DI REVISI!!)
Takdir hidup setiap manusia, sudah pasti tidak ada yang bisa menebak bagaimana jalan alur ceritanya. Begitupun dengan seorang gadis cantik nan sholehah, anak perempuan satu-satunya keluarga Muhammad. Jizah Nurreen Ahmad, itulah namanya.
Takdir Illahi membawanya kedalam kehidupan yang berbelok. Kebahagiaan berganti kesedihan, sampai datanglah kesempurnaan. Ia percaya, inilah ketetapan terindah dari-Nya.
"Terimalah takdirmu dengan lapang dada sebab Allah Maha Tahu sedangkan kamu tidak."
_
Karya Pertamaku dimasa pandemi dan ini membawaku kedalam dunia yang baru.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurfaizah Jiza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
(25) Berubah
Siangnya Jizah menelpon Riska untuk datang kerumahnya dan tak butuh waktu lama Riska datang menggunakan motor kesayangannya.
(Ting nong Ting nong)
"Ada tamu Ann" ucap Aldi sedikit berteriak karena Jizah sedang ada dikamar mandi
"Iya mas, Anna turun dulu" kata Jizah setelah keluar dari kamar mandi
"Hmmm" Aldi hanya berdehem karena fokus pada game perang di handphonenya
"Assalamualaikum...(Ting nong Ting nong)" ucap Riska dari luar
"Waalaikumsalam iya sebentar"
ceklek (pintu terbuka)
"Maaf ya Kaa udh nunggu lama, ayo masuk" ucap Jizah
"Santai aja kali Zah, udh biasa nunggu" kata Riska
"Penantian cinta tak kunjung tiba, sampai kapan ku harus menanti, munajat hamba sepenuh hatiiiiiiii" Jizah bernyanyi sambil menuangkan minuman untuk Riska
"Jangan nyanyi Zah kalo cuma ngeledek mah" ucap Riska kesal
"Hehehe itu kan lagu favorit kita Kaa"
"Iya itu dulu sebelum kamu nikah, lah sekarang kamu udh nikah sedangkan aku masih menanti" ucap Riska sedih
"Kita sama-sama masih menanti" kata Jizah duduk di samping Riska setelah meletakkan minuman di atas meja
"GK lama dia akan hadir kok di tengah-tengah kalian" ucap Riska yang melihat raut kesedihan di wajah sahabatnya
"Aamiin" ucap Jizah
"Owh yaa, kamu manggil aku kesini mau ngasih oleh-oleh yaa"
"Salah satunya, tapi ada yang lebih penting. Yang mau aku kasih tau ke kamu"
"Apa?"
"Aku tau menjahit bukan fashion kamu, tapi seenggaknya bantuin aku yaa buat ngawas ke sana dua hari sekali"
"Iya lah Zah jahit celana robek aja ku GK bisa, gimana baju pengantin."
"Ehh tumben kita ke sananya dua hari sekali, biasanya kan Sabtu Minggu aja" lanjut Riska
"Hufftt (Jizah membuang nafas dengan kasar) Aku GK di izinin mas Aldi buat bolak-balik ke butik Ris" ucap Jizah pelan karena takut Aldi mendengarnya
"Loh kenapa Zah?" tanya Riska pemasaran
"Ku harus jaga kesehatan GK boleh sering kecapean"
"Yang dibilang kak Aldi benar, yaudah aku ke butik pas pulang kuliah aja gpp kan?" tanya Riska
"Iya gpp sebisanya kamu aja, tapi bener kamu mau?" tanya Jizah dan di jawab dengan anggukan
"Tapi gimana sama fitting baju pernikahan kak Riandi? dia kan maunya sama kamu" tanya Riska
"Kalau dia GK mau kamu yang ukur suruh aja cari butik yang lain, GK rugi" itu bukan jawaban dari Jizah melainkan Aldi yang turun ketika mendengar pertanyaan Riska
"Eh Kak Aldi, i-iyaa nanti Riska aja yang ukur terus hasilnya Riska kasih Jizah" ucap Riska gugup ketika melihat Aldi menatap tajam ke arah sahabatnya
"Hhmm" Aldi berdehem membuat suasana menjadi hening
"Kalo perlu cari penjahit yang bisa segalanya GK cuma pasang Payet aja" ucap Aldi
"Insyaallah kak, yaudah kalo gitu Riska pamit ya Zah kak Aldi" ucap Riska yang merasa tak nyaman dengan sikap Aldi ingin buru-buru pulang
"Ini Kaa oleh-oleh nya cuma sedikit dan maaf yaa ngerepotin" ucap Jizah memberikan bungkusan oleh-oleh
"Iya gpp yaudah aku buru-buru, Assalamualaikum" ucap Riska langsung berlari keluar
"Waalaikumsalam warahmatullahi" jawab Jizah dan Aldi
"Kita kerumah Abah sekarang" ucap Aldi dan Jizah mengiyakan. Dan mereka langsung menuju rumah Abah, disepanjang perjalanan hanya ada keheningan didalam mobil tapi hati mereka berbicara
"Kenapa sikap mas Aldi setelah pulang dari Yogya lebih sering marah sih, kan Anna takut" ucap Jizah dalam hati
"Maafin mas Ann, harus sedikit tegas sama kamu. Mungkin benar yang dikatakan Bunda kalau kamu sedikit mengurangi pekerjaan kamu bisa cepat hamil" gumam Aldi dalam hati
Tak lama mereka sudah sampai di Rumah Abah, setelah memarkirkan mobilnya Aldi dan Jizah turun membawa oleh-oleh
"Assalamualaikum" ucap keduanya masuk kedalam rumah yang terbuka
"Waalaikumsalam warahmatullahi" ucap Nabilah yang ternyata ada dirumah Abah
"MasyaAllah kak Nabilah ada disini?"tanya Jizah langsung memeluk kakak iparnya
"Iya ayo masuk, ada kabar gembira" ucap Nabilah
Mereka pun masuk ternyata di ruang keluarga sedang berkumpul keluarga besar yang membuat rumah biasanya sepi jadi ramai
Jizah dan Aldi menyalami Abah dan Ummi
"Ummi Anna kangen banget ummi sama masakan Ummi juga" ucap Jizah manja memeluk Ummi
"Iyaa ummi juga kangen sama putri ummi, nanti kita makan yaa"
"Owhh Yaa, ini ada sedikit oleh-oleh" ucap Aldi menaruh oleh-oleh yang dibawa ke atas meja
"Terimakasih Al, kalian sehai GK perlu repot-repot beli" ucap Hadi
"GK kok bang"
"Yasudah yuk kita makan siang, pasti kalian sudah pada laper kan?" kata ummi
Mereka makan siang dengan hening
"Loh Buu kok GK dimakan?" tanya Hadian pada istrinya
"Ibu GK nafsu Yah" jawabnya
"Itu biasa Hadi, kalau awal kehamilan nafsu makan berkurang tapi harus dipaksa Rifka, janin yang ada di rahimmu butuh asupan" ucap Ummi dengan segera Rifka memakannya
"Kak Rifka hamil?" tanya Jizah
"Iya Ann Alhamdulillahi, udh masuk bulan ketiga"
"MasyaAllah selamat ya kak" ucap Jizah langsung memeluk kakak iparnya
"Iya terimakasih Ann, tapi kamu juga harus kasih selamat ke kak Shindy"
"Kak Shindy juga lagi hamil?" tanya Jizah tak percaya pada istri Rabbani
"Alhamdulillah Ann, sudah jalan lima bulan" ucapnya
"Kok GK bilang? tiba-tiba udh lima bulan aja"
"Hehehe kakak aja GK sadar kalau lagi hamil"
"Kamu juga lagi Ann, jangan-jangan lagi hamil" ucap Hamzah
(uhuk uhuk) Aldi yang mendengar itu langsung terbatuk
"Mas minum" ucap Jizah memberikan air minum ke Aldi
"Terimakasih" ucap Aldi dengan wajah datarnya
"Iya Ann, coba kamu tes siapa tau bener yang di bilang Bang Hamzah, jangan kayak Abang sama Shindy, yang GK sadar kalo Shindy lagi hamil, bahaya buat bayinya" ucap Bani
"Ann kita pulang yuk" bisik Aldi
"Iya mas"
"Abah, ummi, semuanya kita pamit yaa" ucap Aldi
"Loh kok buru-buru Al?" tanya Abah
"Ada yang harus kita cari, keburu tokonya tutup Bahh" ucap Aldi
Dan mereka pun langsung pulang.
Setelah kepergian Aldi dan Jizah, Abah berbicara membuat yang lain terdiam
"Kalian jangan membahas perihal kehamilan sama mereka, itu beban untuk Anna" ucap Abah berhenti karena air matanya menetes begitu saja
"Anna dituntut untuk segera hamil sama ibu mertuanya, dan itu membuat Abah dan ummi khawatir" ucap ummi sesenggukan dan langsung memeluk Abah
"Sikap mertua berbeda-beda, dan kalian tau? Anna lebih sering melamun bahkan terkadang menangis, terlihat jelas dari matanya begitu banyak tuntutan" ucap Abah yang tak tega melihat putri satu-satunya seperti itu
"Apa Aldi menyakiti Anna?" tanya Bani dengan emosi
"Jangan campuri rumah tangga mereka" ucap Awwal
"Yah, kita berdo'a saja yang terbaik untuk mereka" ucap Abah langsung meninggalkan meja makan
Sedangkan Aldi dan Jizah tak langsung pulang melainkan singgah ke apotek untuk membeli sesuatu
makasih untuk ceritanya.
menjadi seorang istri yang dikhianati suami , memilih berpisah, membuka lembaran baru dengan orang yg lebih baik dr suami pertama.bisa dijadikan pelajaran untuk kita bahwa kebahagiaan akan datang setelah badai dlm rumah tangga.menemukan orang yg benar2 beriman membimbing istri menuju jannah
mau donk yg ky ustad khoirul
bukan salah abah, mungkin takdirnya berliku-liku