NovelToon NovelToon
Gabriels Mine

Gabriels Mine

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:511.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: Qieqizie

Aluna Deviatia seorang gadis semester akhir jurusan perancang busana. Pendek dan penakut. Mendapatkan nasib sial dihari ia mendapatkan gajinya sebagai penjaga toko bunga. Dengan sialnya ia dikejar para pemalak, jatuh dalam tumpukan daun dan luka di lututnya.

Seharusnya bisa lebih baik dari pada di pandangi seperti orang gila sepanjang perjalanan ke mini market.

Namun sayang, para pemalak yang ia kira ingin memalaknya malah berniat menculiknya. Membawa Aluna kembali kepada sosok yang tidak pernah ingin dia lihat lagi setelah masa sekolah menengahnya.

Gabriel Ivanovich, pemilik sah Enterlace Corp, sebuah perusahan besar yang menaungi segala kekayaannya. Psycho gila dengan obsesi besar hanya kepada Aluna.

Menculik gadis itu, membakar hangus segala milik gadis itu. Mengikat seorang Aluna didalam hubungan gila penuh siksaan dan kelembutan.

Membawa gadis itu kepada fakta besar yang terkubur jauh didasar tanah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Qieqizie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

25 : Bad Dream

Satu ... Dua ... Tiga ... Empat ....

Pria kecil itu menghitung detik demi detik jarum jam, tubuhnya terikat, air mata menggenang bercampur dengan keringat dan darah. Berpegangan dengan hitungan detik yang ia ulang-ulang sedari tadi untuk mempertahankan kesadarannya.

Ibu ....

Bibir pria kecil itu kering, Ibunya disana sudah hampir kehilangan kesadaran. Akhirnya bagun setelah hampir seharian tertidur dipinggir meja.

Tiga puluh ... Tiga puluh satu .... Tiga puluh dua ....

Pria kecil itu mulai bergantung pada angka-angka yang terus ia ucapkan.

Satu goresan, satu potongan, satu jeritan, ribuan isak tangis terdengar di telinganya ....

"Ibu ...! Ibu ...!" pria kecil itu tidak tahan, menangis memanggil sosok yang menahan isakannya didepan sana. Tubuhnya berlumur darah.

Berkali-kali hampir kehilangan kedaran. Namun tetap pertahan.

Goresan kedua, potongan kedua, jeritan kedua.

"IBU! IBU! IBU!"

"TETAP BERHITUNG!" tubuh pria kecil tersentak, daging penuh darah dilemparkan kearah tubuhnya. Dia menjerit, si pria kecil itu bahkan hampir kehabisan suaranya.

Empat puluh satu ... Empat puluh dua ...

Kulit-kulit itu di iris didepan matanya, darah mengalir kembali, entah sudah berapa banyak hingga aliran darah itu bergerak membasahi kaki si pria kecil.

"Alihkan pandanganmu Gabriel!!" Pria kecil itu kaku, bahkan hanya untuk menutup matanya ia tidak sanggup. Daging-dagin lengan sang ibu mulai terlihat.

"Biarkan dia menonton, agar dia tidak akan pernah melupakan dirimu." suara serak itu menggema di telinga Gabriel, keringat dinginnya terus menetes tanpa henti.

Pria itu bergerak, mendekati Gabriel kecil yang sudah lemas tak berdaya. "Hey, pria kecil."

Satu tusukan dibetis Gabriel membuat mau tidak mau membuatnya memaksakan mulutnya menjerit. Darah mengalir membasahi kaus kaki pendek berwarna putih.

Rambutnya ditarik, memaksanya menatap sang ibu yang juga menatapnya dengan manik penuh penyesalan.

°^°^°^°^°^

Gabriel tersentak suara panggilan telepon memanggilnya dari mimpi buruk yang menghantuinya. Di atas tempat tidur dengan Aluna disampingnya.

Suara panggilan itu tidak berhenti, dengan tangan bergetar Gabriel meraih ponselnya.

"Selamat malam pria kecil."

Mata Gabriel membelalak lebar, melempar ponselnya ke dinding dengan kuat. Menghancurkan benda pipih itu disana.

Aluna tersentak, terbangun dengan panik. "Gabriel?" bibir pria itu bergetar dengan pandangan mata kosong.

Menjambak rambutnya dengan seluruh tubuh bergetar.

"Empat belas ... Lima belas ... Enam belas ..."

Suara berbisik Gabriel masih dapat Aluna dengar, pria itu menghitung, dia kehilangan kesadarannya.

Lagi-lagi-lagi.

Ini yang tiga kalinya, Aluna menatap Gabriel dengan pandangan mata khawatir.

Apa yang harus ia lakukan, pria itu terus-menerus menjambaki rambutnya. Berhitung sampai enam puluh kemudian memulai lagi dari awal.

"Gabriel, sayang. Kau kenapa." Aluna menyusupkan tangannya dia yang ada tubuh Gabriel. Mendekatkanmu menenggelamkan wajah pria itu di dadanya.

Mata Aluna berair, ia ketakutan. Bagaimana jika gabriel yang lama kembali lagi. Bagaimana jika Gabriel kehilangan kontrolnya?

"Tidak apa-apa, tidak apa-apa." Aluna mengusap punggung lebar pria itu, menenangkan Gabriel dengan elusan-elusan halus di punggung.

"Kau baik-baik saja."

Pria itu demam, setelah tenang dan tertidur sebentar. Paginya dia bangun dengan keringat dan tubuh panas.

"Gabriel, bangun. Kau harus makan meski cuma sedikit." Aluna mengguncang tubuh hangat itu lembut.

Gabriel mengerjap, wajahnya pucat dengan bibir kering.

Aluna membantu pria itu duduk, menyandar dengan bantal. Tidak apa-apa. Hari ini Aluna akan membukanya tokonya sedikit lebih lambat dari yang ia targetkan.

Menyuapi pria itu dengan sabar hingga bibirnya hanya tersisa setengah.

"Aku sudah kenyang." Gabriel menolak suapan Aluna  lemas. Aluna tidak memaksanya, gadis itu mengangguk membantu Gabriel minum air dan obatnya.

"Aku akan membuka toko, kau istirahatlah." Gabriel mengangguk, kembali berbaring untuk istirahat.

"Kau tidak perlu khawatir, aku tidak selemah itu."

°^°^°^°^°^°^

Aluna menghela nafas, dia khawatir akan keadaan Gabriel. Setelah lebih dari lima jam membuka tokonya, Aluna putuskan untuk pulang saja karena khawatir.

"Kau mau tutup?" Aluna menoleh, Draco masuk menatapnya bingung.

"Iya, Gabriel sedang sakit. Draco, apa aku boleh bertanya?" Aluna duduk di mejanya dengan lelah.

Draco menyusul duduk dikursi didepan meja Aluna.

"Apa yang ingin kau tanyakan?" Draco duduk, wajahnya berubah serius mengikuti ekspresi Aluna.

"Ini mengenai Gabriel, akhir-akhir ini dia aneh. Apa, dia punya trauma atau semacamnya ketika tinggal bersamamu?" Aluan bertanya hati-hati. Aluna sebenarnya sedikit curiga, kenapa Gabriel bisa memiliki ayah angkat. Apa dia pernah dipungut sebelum menemukan keluarga kandungnya?

"Tidak, dia tidak punya." Aluna mengerutkan dahinya bingung. Antara tidak percaya namun tidak memiliki argumen untuk membantah.

"Tapi, lain cerita setelah ia bertemu keluarga kandungnya." Draco menatap Aluan lurus, nadanya serius.

"Apa maksudmu?"

"Aku dengar, Gabriel masuk rumah sakit jiwa selama 4 tahun. Orang tua kandungnya menemukan Gabriel dalan keadaan hampir gila." Aluna tersentak, matanya mengerjap dengan terkejut.

"Hampir gila?" Aluan berujar tanpa sadar. Menatap Draco dengan raut terkejut.

"Dia menyaksikan ibu angkatnya dimutilasi secara langsung. Lagi, dia juga ikut disiksa." mata Aluna membelalak tidak percaya. Mutilasi?

Aluna kehabisan kata-kata. Kata Draco dia sudah tidak bertemu Gabriel ketika usia pria itu 5 tahun. Yang artinya Gabriel menyaksikan adegan mutilasi secara langsung saat usia pria itu 5 tahun.

"Ke-kemudian kau? Kau berada dimana?"

Senyum Draco berubah, pria itu menunjukan senyum keji, membuat Aluna bangkut mundur beberapa langkah.

"Aku? Aku disana. Kenapa? Kau mencurigaiku?"

Aluan memepetkan tubuhnya ke dinding toko dengan waspada.

Draco maju, menatap Aluna dengan senyum gila

Mengurung Aluna diantar kedua lengannya.

"Aku disana, menyiksa Gabriel mu dan me bunuh ibunya." Nafas Aluna tersentak, rambutnya ditarik hingga gadis itu mendongak.

Matanya melebar ketika ia rasa ******* kasar di bibirnya.

Aluan memberontak memukul-mukul dada pria itu.

Sebuah hantaman keras menghantam tubuh Draco, pria itu terdorong keras dibelakang dengan sudut bibir sobek.

Aluna terduduk lemas, nafasnya terengah.

"MATI !MATI! MATI! MATI!" Gabriel menggila, menendang memukul tubuh Draco dengan sadis.

Baku hantam tidak dapat dihindari.

Draco berhasil kabur, dengan luka disekujur tubuhnya.

"Kau tahu Aluna, aku kecewa. Aku berubah untuk mu dan kau malah berciuman. Dengan pembunuh!"

Aluan mundur merapatkan diri ke ujung dinding. Menatap wajah Gabriel yang yang menatapnya dengan pandangan kosong.

"Kau ... harus dihukum."

1
sakura
...
sannieee
udah 2024 nii😭😭
sannieee
wehh ini kemana authornyaa?
sannieee
ini udah tamat?? atau masih berlanjut ya thorr??
sannieee
Luar biasa
tiur hutabarat
kok gak ada sambungannya yah? hari ini tgl 30/9/23
tiur hutabarat
ini Part yg membuat haru biru.. 😭
scene dansa denga mama.. 😭
whneiiharuu•°° ઇଓ °°•
bagusssss kerennn hehe
Himmi Nadhifatin
salah satu cerita yang sudah aku baca 3 kali tapi gak pernah bosen,,
Iin Zera
banyakin komennya
briella (ig: ribkaabll)
ditunggu kelanjutannya Thor, keep spirit 💪
Yusrina Wisdan
thor kemanaaaa😭😭😭😭 ayo lanjut kangen merekaaaa
Anisa Fitria
gabriel antar ego
Tisti Salas
sehat selalu ka ditunggu kelanjutannya 😘😘😘😘
🍇Annoranaura🍇
tengkyu i love y
🍇Annoranaura🍇
semangat....
akak ini pny cerita bgs2, g mgkn kan copy
🍇Annoranaura🍇
aku mmg egois
🍇Annoranaura🍇
whohoho tidak semudah itu pulgoso
🍇Annoranaura🍇
wha.. demi. peri penyihir jadilah draco abu
🍇Annoranaura🍇
dracola... pergilah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!