NovelToon NovelToon
Takdir Celine & Levin

Takdir Celine & Levin

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta / Keluarga & Kasih Sayang / Romansa / Tamat
Popularitas:157.2k
Nilai: 5
Nama Author: Jiriana

Ini kisah anak-anak dari Novel "Berbagi Cinta : Cinta Sesungguhnya" yang akan menceritakan kisah anak-anak dari pemeran novel tersebut. Disarankan untuk membaca novel itu terlebih dahulu.

Kepergian Celine 10 tahun yang lalu masih membekas dengan jelas diingatan Levin. Perasaan bersalah, marah, kecewa, dan rindu bercampur jadi satu. Levin tidak pernah berhenti mencari keberadaan Celine, meskipun tidak pernah menemukan jejak apapun. Hingga suatu hari dia bertemu dengan wanita yang dia yakini adalah Celine, tapi sayangnya wanita itu mengatakan tidak mengenal Levin.

"Aku tidak punya kakak sepertimu." -Celine

"Kau boleh melupakanku, tapi kau tidak boleh lupa di mana rumahmu. Kau harus tetap ikut pulang bersamaku." -Levin

"Dia adalah kekasihku. Kau tidak bisa membawanya pergi begitu saja tanpa seijinku." -Jefry

Sebenarnya apa yang terjadi dengan Celine? Kenapa Celine tiba-tiba menghilang setelah kepergiannya ke Swiss?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jiriana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Membuat Sarapan

"Apa yang sedang kalian lakukan?" Erzio datang dari arah ruangan keluarga.

Levin dan Celine menoleh bersamaan. "Kau tidak lihat aku sedang apa?" tanya Levin dengan ketus.

Erzio duduk dengan wajah acuh tak acuh. "Sedang memeluk Celine."

Celine yang menyadari posisinya sedang menempel dengan Levin setika menggeser tubuhnya ke samping dengan wajah memerah. "Kau salah paham, Kak. Tadi Kak Levin hanya membantuku mengambil piring dan mangkok," ujar Celine dengan wajah malu.

Erzio nampak tersenyum tipis. "Kau tidak perlu malu denganku, Celine. Seperti baru kenal saja."

Levin mengabaikan Erzio dan meletakkan piring dan mangkok di atas meja. "Aku akan membantumu." Akhirnya Levin membuka suara setelah terdiam selama beberapa detik.

"Tidak perlu, Kakak duduknya di samping Kak Zio, aku akan menyelesaikannya dengan cepat." Celine kembali mencuci sayuran sambil menunduk. Dia masih merasa berdebar akibat terlalu dekat dengan Levin tadi.

"Biar cepat selesai. Katakan saja apa yang harus aku lakukan," ujar Levin memaksa.

Akhirnya, Celine membiarkan Levin membantunya. Dia meminta Levin mencuci bersih sayuran, sementara dia memotong sayurannya. Mereka terlihat berdiri berdampingan. Erzio hanya diam sambil memperhatikan mereka berdua dari belakang.

"Kalian seperti pengantin baru saja membuat sarapan bersama," celetuk Erzio sambil tersenyum.

Wajah Celine semakin memerah. "Lebih baik tutup mulutmu, Zio," ujar Levin.

Karena bosan hanya diam, Erzio memutuskan untuk membangunkan Alea, setelah itu Erzio menuju kamar Jeniffer, tetapi ternyata dia tidak ada. Erzio kembali ke dapur untuk bertanya pada Levin, tetapi yang menjawab justru Celine.

"Jen, tidur denganmu?" tanya Levin setelah Erzio pergi.

"Iyaa, kami mengobrol hingga tengah malam."

Setelah tiba di depan kamar Levin, Erzio mengetuk berkali-kali, tetapi tidak ada jawaban. Dia akhirnya membuka pintunya dan berjalan masuk. Ternyata Jen tidak ada, Erzio menduga kalau Jeniffer ada di kamar mandi. Saat dia akan berbalik, pintu kamar mandi terbuka dan benar saja, Jeniffer keluar dari sana setelah mencuci wajahnya.

"Kak, sedang apa kau di sini?" Jeniffer menghampiri Erzio sambil menyeka wajahnya dengan handuk kecil.

"Membangunkanmu," jawab Erzio, "mandilah, setelah ini kita sarapan bersama."

Jeniffer menghentikan Erzio saat dia akan melangkah. "Kak, hari ini kau libur, bukan?" tanya Jeniffer antusias.

"Ya, kenapa?"

Jeniffer tersenyum lebar. "Bagaimana kalau kita kencan hari ini?" ujar Jeniffer sembari mengapit lengan Erzio dengan wajah bahagia.

"Kau bukan pacarku untuk apa aku berkencan denganmu?" Erzio lalu melepaskan tangan Jeniffer dari lengannya, "dengar Jen, aku sudah menganggapmu seperti adikku sendiri jadi jangan pernah berharap lebih padaku. Aku tidak akan menyukaimu." Selesai mengatakan itu, Erzio keluar dari kamar Levin tanpa menoleh pada Jeniffer.

Setelah semuanya selesai mandi dan berganti pakaian, mereka berlima sarapan bersama sambil berbincang. Seperti biasa, Levin lebih banyak diam.

"Celine saat Jerman kau tinggal di mana?" tanya Erzio di sela-sela obrolan mereka.

"Berlin, Kak. Orang tua angkatku berasal dari sana."

Erzio nampak antusias. "Kami juga memiliki sahabat yang tinggal di Berlin, tapi saat ini sudah pindah ke Indonesia, tapi masih ada satu lagi yang masih di sana. Namanya Friska Ellenia Agisti."

"Ternyata kalian juga mengenal Frsika?" tanya Celine dengan wajah terkejut.

"Memangnya kau kenal dengannya?" Erzio tidak kalah terkejut mendengar pertanyaan Celine.

Celine mengangguk pelan. "Tentu saja, orang tua angkatku kenal dengan orang tua Friska, tapi kami sudah lama tidak berkomunikasi."

Levin yang sedari tadi diam, seketika menoleh pada Celine. "Kalau dengan Rendy Sapta Wijaya kau kenal?" Erzio kembali bertanya dengan wajah antusias.

"Tidak. Hanya beberapa kali aku bertemu dengannya saat dia sedang ke rumah Friska. Dia sangat dingin dan pendiam. Kami tidak pernah mengobrol sama sekali."

"Lebih dingin siapa, Levin atau Rendy? Mereka adalah sahabat dekat saat kami kuliah di Inggris."

Mendengar ucapan dari Erzio, Levin seketika melayangkan tatapan tajam padanya. "Tutup mulutmu Erzio."

Celine nampak melirik Levin sejenak lalu tersenyum kaku pada Erzio. "Tentu saja Kak Rendy yang lebih dingin. Bahkan denganku saja, dia hanya bicara seperlunya. Aku sampai tidak berkutik jika berada di dekatnya. Rasanya tubuhku langsung membeku hanya dengan melihat tatapannya saja," sahut Jeniffer.

Erzio terkekeh melihat bagaimana ekspresi wajah Jeniffer saat membicarakan Rendy. "Jangankan kau Jen dengan Friska saja yang temannya dari kecil, sikapnya sangat dingin. Aku tidak menyangka ada wanita yang bisa meluluhkan hatinya, bahkan membuat Rendy buru-buru menikahinya. Dulu aku pikir dialah yang akan melajang dalam waktu lama jika melihat dari sikap dinginnya itu, tapi ternyata dia lebih dulu menikah dari kami."

Levin nampak terdiam. Dia sedang memikirkan perkataan Celine yang bilang mengenal Frsika. Selama ini, Friska juga tahu kalau dia sedang mencari Celine, tapi dia tidak pernah menunjukkan foto kecil Celine pada Friska, jika saja waktu itu dia menujukkan fotonya, sudah pasti Levin bisa menemukan keberadaan Celine lebih awal. Seketika ada penyesalan di dalam hatinya.

Selesai sarapan, mereka berkumpul di ruangan keluarga, melanjutkan obrolan mereka. Saat sedang sibuk mengobrol, ponsel Celine berbunyi. Ternyata Jefry yang menghubunginya. Setelah selesai menerima telpon Jefry, Celine berpamitan pulang karena Jefry bilang ingin bertemu dengannya.

"Aku akan mengantarmu," ucap Levin sembari berdiri.

"Tidak usah, Kak. Jefry akan menjemputku ke sini."

Seketika suasana menjadi hening. "Aku antar sampai loby."

"Aku juga akan mengantarmu," timpal Erzio cepat. Dia tidak mungkin membiarkan Levin bertemu sendirian dengan Jefry. Dia takut mereka akan bersitegang saat bertemu nanti.

Setelah Jefry mengabarkan pada Celine bahwa dia sudah berada di loby, Erzio, Celine dan Levin bergegas turun ke bawah. Terlihat Jefry sedang menunggu di samping mobilnya yang terpakir tidak jauh dari pintu loby.

"Tuan Levin, terima kasih karena sudah menjaga kekasihku selama dia menginap di apartemenmu."

Tentu saja Celine sudah bilang pada Jefry kalau dirinya menginap di apartemen Levin. Dia tidak mau kalau sampai Jefry salah paham padanya, meskipun dia tahu kalau dulunya Levin adalah kakak angkat.

"Kau tidak perlu berterima kasih karena dia adalah keluargaku. Hubunganku lebih dekat dengannya dari pada dirimu, meskipun kami sudah lama terpisah."

Celine segera membuka suaranya, sebelum mereka berdebar. "Kak, aku pulang dulu," pamit Celine pada Levin dan Erzio.

Mereka berdua mengangguk. Jefry terlihat membukakan pintu untuk Celine lalu menutupnya setelah Celine masuk ke dalam mobilnya. Sebelum masuk ke dalam mobil, Jefry terlihat tersenyum ke arah Levin. Senyuman tipis dengan bibir kiri sedikit terangkat.

"Aku benci sekali melihat senyumannya itu," ujar Erzio setelah mobil Jefry meninggalkan loby.

Levin tidak menimpali dan hanya berdiri sembari menatap mobil Jefry yang mulai menjauh dengan tatapan tidak terbaca. "Vin, aku tidak sengaja mendengar percakapan Celine dengan Jefry tadi di telpon. Aku mendengar Celine mengucapkan soal cincin, pesta dan gaun. Apa mereka berencana menikah dalam waktu dekat?"

Ketika Jefry menelpon tadi, Celine memang menjauh dari semua orang, dia mengangkat telponnya di ruangan makan, kebetulan Erzio ingin ke dapur mengambil air minum dan tidak sengaja mendengar ucapan Celine.

"Kalau kau begitu penasaran, kenapa tidak kau tanya lansung pada Celine?" Sorot mata Levin terlihat sangat dingin dan tajam.

"Memangnya kau tidak penasaran?"

"Aku tidak peduli, itu bukan urusanku." Levin berbalik lalu meninggalkan Erzio dengan wajah dinginnya.

Bersambung..

1
Dyah Oktina
aduhhh...kasihan... baru mau belah duren.. bel berbunyi.. kok jd ikut kesel.. 🤭😁😁
Dyah Oktina
iya betul itu..
Dyah Oktina
iya betul jeslyn... jangan paksakan keinginan mu dave..kasihan levin
Dyah Oktina
jeni...kamu emang ngeselin..d bilang pelan ngak nurut.. d kasih suara keras sedih ngak terima.. duh..
Dyah Oktina
justru godaan setelah menikah lama itu yg sangat besar..
Dyah Oktina
cinta bertepuk sebelah tangan emang menyakitkan...apa lagi sempat merasakan indahnya bersama..😭😭😭
Dyah Oktina
sofi????????🤭😁😁terbawa dgn cerita sebelah ya thor
Dyah Oktina
kla cinta ngak terus terang jdnya saling menyakiti...hah...pusing..bacanya gemana yg menjalankan tambah mumet..
Dyah Oktina
sejak kapan ada sofi thor.. bukannya jen yg ada.. 🤭
Dyah Oktina
kalungnya dah d ambil...apa belum..pasti belum.. lupa semua krn terbawa emosi.. 🤭
Dyah Oktina
kerasa kan ... kla suka terus d abaikan..gemana rasanya. .. sedap ya zio..🤭
Dyah Oktina
zio...kamu tuh ngak jelas banget sih... ngak mau ngaku suka ke jen.. tp mengabaikan..giliran d abaikan jeni ngak terima ...marah..
Dyah Oktina
josep ....bukan jefry thor.. kla jepry kan tunangan celine
Dyah Oktina
bisa nasehatin celine..lah dia sendiri minum alkohol berbotol2..😠
Dyah Oktina
Luar biasa
Dyah Oktina
wah... masa iya masih inget jeni.. dgn kalung mamanya yg sdh 10thn lalu.. ck..ck.. ingatan yg hebat✌️😁😁
Shewid Lestari
Luar biasa
Dyah Oktina
berarti umur celine 18thn ya saat d cerita ini
Ida S
kok jenifer agresif bngt jd cewek yaa🙏
🪱ᵘᵄᵟᵘᵎᵓᵄᵓ𝕵𝖊𝖒𝖚𝖙𝓰ₐ𝒸ₒᵣ❀∂я
Celia itu pasti Celine yg udh operasi wajah cs luka bakar
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!