“Dia mantan terindahku, separuh ku ada bersamanya. Sedangkan kekasihku dia orang yang selama ini menjagaku, memberiku semangat, mengangkatku dari keterpurukan. Apa iya aku harus meninggalkan dia demi belahan jiwa ku, atau aku harus memilih dia dan meninggalkan belahan jiwaku untuk kedua kalinya , tapi rasanya sakit jika harus berpisah lagi dengannya” Dafa sangat dilema akan pilihannya.
“Ikutin saja apa kata hatimu” seseorang yang menghampirinya dan merangkul bahunya.
“Jika kamu mau bersama dia pergilah tinggalkan aku, aku sudah ikhlas dengan semua ini. Bukankah aku yang salah dalam hal ini? Aku yang telah meninggalkan kamu dan menyuruh kamu untuk bersama wanita lain.” Air matanya berjatuhan hati tak kuasa menahan rasa bersalah.
“Aku gak bisa ninggalin kamu aku juga gak bisa ninggalin dia, kamu belahan jiwa aku, separuh aku ada bersamamu. Aku ini memang egois aku gak bisa menentukan pilihanku aku gak bisa ninggalin kalian berdua, kalian berdua orang terpenting dalam hidupku setelah orang tua ku.” Menangis tersendak-tersendal dan memeluk mantannya
Dafa akhirnya memilih untuk menikah dengan Amanda.Dad
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Safa Cantika humaira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25
“Kan emang iya kamu cantik” ucap Dafa memberi alasan.
“Kamu sudah gak cape lagi kan, kita berangkat ke sana yuk” ajak Manda.
“Kamu di sana ngekost sama siapa” tanya Dafa memastikan kekasihnya akan aman di kostan.
“Ada Rara, nanti aku sekalian ngenalin kamu sama dia ya, dia baik banget tahu orangnya” jelas Manda kepada kekasihnya itu.
“Oke deh” meneguk minumannya. “Ayo pergi” menaruh gelasnya.
“Oke, sebentar ya” manda masuk ke dalam rumah membawa gelasnya lalu keluar.
“Yuk bucin”
Dafa dan Manda masuk ke dalam mobil bersiap untuk berangkat ke rumah kost manda. Sesampainya di sana Rara sudah menunggu kedatangannya.
“Manda akhirnya kamu datang” memeluk manda “kamu sama siapa ke sini”
“Sama tunangan aku dia lagi buka bagasi mobil tu”
Rara dan manda masuk ke dalam rumah. Dafa membawa koper dari mobil masuk ke dalam rumah
“Manda” Dafa menanggil amanda
“Itu tunangan aku, kita keluar yuk aku kenalin dia sama kamu” ajak manda, menarik pelan tangan Rara.
Rara dan manda keluar. Rara melihat seorang lelaki yang berdiri ke arah depan dari belakang Rara seperti mengenali sosok itu
“Bucin” panggil manda. Dafa membalikkan badannya
“Ini tunangan aku nama dia Dafa”
Dafa melihat Rara di samping Manda. Hatinya syok. Kenapa bisa Rara dan Manda bersama, batinnya
Dafa, jadi Dafa yang menjadi tunangan Manda orang yang paling aku sayang, batinnya ia menahan air mata keluar dari matanya.
“Eh kok pada bengong sih. Daf kenalin ini Rara dia yang aku ceritain sama kamu” manda memeluk Rara “ayo salaman”
Dafa mengulurkan tangannya ke Rara
“Dafa”
“Rara”
“Nah sudah pada kenal kan, sekarang ayo kita berberes, kita sapu aja kali ya” manda masuk ke dalam mencari sapu
Rara dan Dafa masih di luar “kok bisa kamu jadi sahabatnya manda”
“Aku juga gak tahu kalau dia manda tunangan kamu”
“Kita harus bagaimana”
“Aku juga gak tahu, kamu pura - pura gak kenal saja sama aku” Rara masuk ke dalam rumah
“Tapi” kenapa jadi gini sih, batinnya
“Aku lapin jendela aja deh” mengambil kertas bekas
“Manda aku bantuin kamu ya” melihat manda ya lagi menyapu
“Kamu bantuin Rara aja, kasian dia jendelanya juga banyak tu”
“Aku mau bantuin kamu aja” Dafa menolaknya karena merasa tidak enak dengan amanda kalau harus membantuin Rara
“Udah gak apa”
“Iya deh” Dafa mengambil kertas bekas, berjalan ke arah Rara
“Cantik aku bantuin kamu ya”
“Gak usah kece, nanti Manda lihat kamu di sini”
“Dia yang nyuruh aku bantuin kamu”
“Oh”
Dafa dan Rara membersihkan jendela
Manda telah selesai menyapu. “Aku pasang hordeng dulu kali ya, duh gak nyampe” manda ngedumel karena ia tidak sampai memasang hordeng
“Daf” memanggil Dafa yang masih bersama Rara
“Iya manda, aku ke sana bentar ya cantik” jalan menemui manda
“Bantuin aku pasang ini dong aku gak nyampek” tangannya memegang hordeng
“Naik ke pundak aku aja” Dafa jongkok di depan manda
Manda naik ke pundaknya Dafa. Di luar jendela Rara melihat itu semua. Hatinya sakit tapi Dafa tidak mengerti akan perasaannya ia malah bermesraan dengan tunangannya.
Daf, kenapa harus di depan aku, sakit tahu gak ngelihat kamu sama cewek lain, batinnya air matanya keluar
Dafa menyadari kedekatannya dengan manda duh guwe lupa kalau ada cantik di sini, pasti dia nyesek sama kelakuan guwe, batinnya
“Udah siap kan, kamu turun ya” menurunkan Manda
“Udah, makasih ya” memeluk Dafa
Lagi - lagi Rara melihat kemesraan Dafa dan Manda. Dafa melihat Rara yang melihat ke arahnya.
Maafin aku cantik, gak seharusnya aku ngelakuin ini semua di depan kamu. Ya allah kenapa love stori aku kaya gini, aku menyakiti 2 perempuan yang aku sayang sekaligus, batinnya
“Enak ya jadi Dafa bisa bermesraan gitu di depan aku, sedangkan aku aku malah terluka kaya gini”
“Kamu lepasin ya, gak enak Rara ngelihat kita” bisik Dafa ke Manda yang masih memeluk dia
Manda kembali beres - beres. Ia mengambil koper lalu memasukkan bajunya satu - persatu ke dalam lemari.
Dafa menghampiri Rara yang juga merapikan barang bawaannya
“Hai, aku bantuin ya”
“Gak usah, kamu bantuin Manda aja”
Tanpa sengaja Rara mengambil foto kecilnya bersama Dafa
“Kamu bawa ini” Dafa melihat fotonya
“Eh sorry sorry”
“Kamu simpan ya” meletakkan di dalam lemari . Melihat tangan Rara yang masih memakai cincinnya
“Kamu masih pakai cincinnya ya” memegang tangannya
“Iya” melepas pegangannya “sekarang gak ada artinya lagi aku memakai cincin ini, karena kamu sudah tunangan. Kemaren aku masih berharap aku bisa bersama kamu lagi”
“Kamu pakai saja, kita belum tahu ke depannya”
“Iya Daf, kamu kesana lagi nanti manda curiga sama kita”
“Iya” Dafa mengangguk pelan jalannya lemas tidak bersemangat
“Sudah siap manda, kita pergi makan siang dulu yuk, aku sudah lapar ini”
“Ayo, aku ajak Rara sekalian ya”
Kalau dia pergi pasti bakalan nyesek lagi, tapi kalau gak diajak nanti kasian dia, batinnya
“Ajak aja”
Amanda menghampiri Rara “Ra kita makan siang dulu yuk”
“Gak ah aku di sini saja” Rara menolaknya karena hatinya tidak kuat kalau harus melihat Dafa bermesraan lagi di depannya
“Ayolah biar kita lebih dekat terus kamu juga makin akrab sama tunangan aku”
Sebelum kamu kenal, aku sudah duluan akrab sama Dafa manda, batinya
“Oke lah” terpaksa Rara mengiyakan kemauan Manda
“Kamu mau pesan apa”
“Aku mie goreng aja”
Dafa hanya menanyakan Manda, batin Rara. Dia menahan air matanya agar tidak turun. Aku benar - benar sudah tidak berarti lagi bagi dia, batinnya lagi
“Kamu mau makan apa Ra”
“Hah” Suara Rara seakan tidak bisa keluar untuk menjawab pertanyaan Manda.
“Kamu kenapa, sakit”
“Enggak kok aku baik - baik saja, oh aku mau makan mie goreng aja kaya kamu”
Ya allah aku lupa menanyakan cantik, maafin aku cantik, batin Dafa.
Rara melihat Dafa sekilas.
Pesanan mereka sampai
“Daf ambilin aku minum dong, aku gak sampai”
“Duh manja banget” mengambilkan minuman untuk Amanda.
“Ini buat kamu ya” menaruh minuman di depan Rara
“Makasih” makasih Daf atas perhatian kecil kamu itu sangat berarti buat aku, batinnya
Setelah selesai makan Dafa mengantar Rara dan Manda kembali ke kost. Setelah itu Dafa kembali ke rumahnya.
Keesokan harinya Rara berangkat ke kampus untuk mendaftar, dia tidak bersama Manda karena Manda menunggu jemputan Dafa.
Di kampus
Rara mendaftar di jurusan Ekonomi manajemen. Setelah mendaftar Rara berkeliling kampus untuk melihat - lihat keadaan kampus.