Terbiasa hidup dijaga oleh pengawal pribadinya yang tampan, membuat Ellena diam-diam menaruh hati pada pria itu. Namanya Marco, dan usianya jauh lebih matang dari Ellena.
Saat tahu pengawalnya sudah dijodohkan, Ellena menyusun rencana licik untuk menjebak Marco agar menikahinya. Akankah Ellena berhasil menjerat Marco dengan tali pernikahan impiannya itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Itta Haruka07, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MSP # Bab 25
Vincent mulai membabi buta karena amarah. Laki-laki itu sudah mulai menjaamah tubuh Ellena yang terus memakinya dengan kata-kata kasar.
Ellena terus menghindar saat Vincent ingin menciumnya. Alhasil, laki-laki itu hanya mampu mendaratkan kecupan di kepala atau pipi Ellena saja.
“Lebih baik aku mati daripada menjadi budakmu!” maki Ellena saat Vincent berusaha menarik bajunya.
“Kamu akan mati tapi nanti setelah melahirkan putraku!”
Prang!
Tiba-tiba saja suara serpihan kaca membuat Ellena ketakutan. Dia pikir Vincent sedang merusak sesuatu dan hendak melukainya. Namun, ternyata yang terjadi malah sebaliknya.
Marco tiba-tiba muncul dan berhasil memecahkan kaca besar di kamar itu. Laki-laki itu masih memegangi tali yang dipakainya untuk bergelantung saat memecahkan kaca.
“Siapa kamu?” teriak Vincent yang kemudian bersiap mengambil senjata di nakas.
Marco dengan sigap melepaskan tali di tubuhnya dan menyerang Vincent dengan tendangannya. Laki-laki itu menyerbu Vincent dengan keahlian bela dirinya yang sudah tidak diragukan lagi.
“Kak Marco.” Suara Ellena tertahan, tetapi air matanya mengucur deras membasahi wajah. Dia merasa tenang karena Marco berhasil menemukannya.
Marco sendiri sempat melirik Ellena dan merasa lega karena istrinya itu belum ampai ternoda. Jika saja dia terlambat, entah penyesalan seperti apa yang akan menghantuinya.
Tidak berapa lama, Jackson menyusul dan langsung menyelamatkan Ellena. Dia sudah berjanji untuk membawa istri Marco itu keluar apa pun yang terjadi. Sementara Marco masih berhadapan dengan Vincent.
“Kak Jack,” panggil Ellena saat Jackson buru-buru melepaskan ikatan di tangan dan kakinya.
“Nona Ellena! Ayo kita keluar sebelum anak buah Vincent menyadari kehadiran kita!” ajak Jackson setelah berhasil melepaskan ikatan yang membelenggu Ellena.
Ellena menatap suaminya yang masih berkelahi dengan Vincent, dia tidak mungkin meninggalkan Marco sendirian dan mengikuti Jackson. Sementara itu, pintu kamar yang sebelumnya telah dikunci oleh Vincent, kini sedang coba dibuka paksa dari luar.
Ellena kian panik, sedangkan Jackson semakin mendesaknya untuk cepat keluar.
“Kak Marco bagaimana?” tanya Ellena dengan panik saat Jackson terpaksa menyeretnya pergi.
“Bawa dia pergi dari sini, Jack!” Marco memberi aba-aba yang membuat Ellena semakin tidak tega meninggalkan suaminya itu.
Sementara pintu kini berhasil didobrak dan mereka tidak punya banyak waktu. Karena posisi Marco dan Vincent lebih dekat dengan pintu, beberapa pengawal itu akhirnya berhasil menyergap Marco.
Melihat hal itu, Jackson semakin tega menyeret Ellena bahkan tidak peduli lagi jika tenaganya bisa melukai Ellena, karena yang terpenting saat ini adalah pergi sebelum tertangkap.
Marco yang sudah ditahan oleh anak buah Vincent akhirnya tidak bisa bergerak lagi. Hal itu membuat Vincent leluasa. Banndit itu mengambil senjata anak buahnya dan akhirnya dia menembak Ellena yang kebetulan sedang melihat ke arah Marco.
Melihat istrinya tertembak di depan matanya, amarah Marco kembali memuncak. Kekuatannya bertambah berkali-kali lipat.
“Jack selamatkan istriku!” seru Marco yang kemudian mengerahkan seluruh tenaganya untuk lepas dari cengkeraman para anak buah Vincent.
Vincent menatap Marco dengan bingung. Dia sama sekali tidak tahu jika Marco adalah suami dari Ellena karena memang Ellena belum pernah menggelar pernikahan.
Dengan gerakan cepat, Marco berhasil mengalahkan para anak buah Vincent dan bersamaan dengan serangan dari para pengawal Tuan Aland. Marco yang memiliki kesempatan tidak mau menyia-nyiakan waktu. Dia langsung menghajar Vincent dengan membabi buta.
Marco benar-benar menghajar Vincent sampai laki-laki itu babak belur. Tiba-tiba ada anak buah Vincent yang diam-diam ingin menembak Marco, tapi beruntungnya Marco berhasil membaca pergerakannya dan ujungnya malah tembakan itu mengenai tubuh Vincent yang sudah babak belur tidak berdaya. Marco membiarkan Vincent tergeletak di lantai dan ikut menghajar para anak buahnya itu sampai tuntas.
Sementara itu, Ellena yang tertembak memegangi perutnya yang mengeluarkan banyak darah.
“Nona tahan ya! Kita akan ke rumah sakit! Tetap terjaga sampai tertidur, Nona!” Jackson berhasil membawa Ellena keluar dari rumah Vincent.
Wanita itu mengalami luka tembak yang cukup serius di perutnya yang membuat Jackson begitu khawatir.
“Ellena! Jackson ! Ada apa dengan Ellena?” tanya Tuan Aland yang baru tiba.
“Vincent menembak Nona Ellena!” jawab Jackson sambil membawa Ellena masuk ke mobil Tuan Aland.
Tuan Aland masih kebingungan dengan apa yang sebenarnya terjadi. Dia membiarkan Jackson mengurus Ellena di kursi penumpang belakang.
“Ki-kita ke rumah sakit sekarang! Cepat!” perintah Tuan Aland pada anak buahnya yang bertugas menyetir mobil.
Mobil sudah hampir berjalan, tapi tiba-tiba Marco yang menghentikan mobil. Laki-laki itu juga terluka parah tapi masih bisa berlari dengan kencang.
Dia masuk ke mobil Tuan Aland dan melihat keadaan Ellena.
“Ellena! Kamu harus selamat!”
Setelah Marco masuk, mobil pun mulai berjalan menuju rumah sakit.
“Kak Marco! A-ku senang ka-mu berhasil menye-lamatkan aku!”
Suara Ellena begitu lirih dan terbata-bata. Dia mulai merasakan kesadarannya yang mulai hilang perlahan.
“Ellena! Kamu harus bertahan. Tetap sadar, Ellena! Jangan tinggalkan aku!”
Hati Ellena berbunga saat suaminya merasa takut kehilangannya. Dia yakin suaminya mulai menaruh rasa cinta untuk dirinya. Sayangnya, kesadaran Ellena sudah semakin hilang. Wanita itu perlahan memejamkan mata di pangkuan suaminya.
***
Kembang kopinya jangan lupa 💋💋
sana sama Otor aja... pasti mau dia...