NovelToon NovelToon
Kontrak Cinta Sang Kepala Pelayan

Kontrak Cinta Sang Kepala Pelayan

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author:

Punya ijazah S1 Akuntansi dengan predikat Cum Laude ternyata tidak berguna di hadapan tagihan rumah sakit yang mencapai ratusan juta. Demi menyelamatkan nyawa ibunya, Arini terpaksa membuang gengsinya dalam-dalam dan melamar menjadi kepala pelayan di penthouse mewah milik Adrian—seorang CEO muda kaya raya yang terkenal sedingin es kutub utara.Kerja keras Arini yang super rapi dan cerdas perlahan menarik perhatian sang Kakek pemilik takhta konglomerasi. Salah paham pun terjadi. Demi mempertahankan posisinya sebagai pewaris tunggal, Adrian terpaksa berbohong dan mengenalkan pelayannya itu sebagai calon istri.Sebuah kontrak pernikahan satu tahun akhirnya disodorkan di atas meja marmer.Gaji ratusan juta, seluruh utang lunas, dengan satu syarat mutlak: Dilarang saling jatuh cinta.Mampukah Arini bertahan menghadapi sikap dingin sang konglomerat di bawah satu atap yang sama? Ataukah pernikahan pura-pura ini justru akan mencairkan hati sang es kutub utara yang selama ini membeku?

Bab 2 (Aturan No 14)

Matahari bahkan belum sepenuhnya terbit saat Arini sudah berdiri di dapur bersih berlapis marmer hitam milik Adrian. Di tangannya, buku catatan berisi 150 aturan pemberian Adrian sudah terbuka.

Aturan Nomor 14 : Kopi hitam harus disajikan tepat pukul 06.00 WIB. Suhu air saat penyeduhan wajib berada di angka 92 derajat celsius. menggunakan biji kopi arabica single-origin gayo, digiling dengan tingkat kehalusan medium. Terlambat satu menit atau suhu tidak akurat, kopi dibuang.

Arini menatap termometer digital yang sengaja ia bawa dari rumah. Logika akuntansinya yang terbiasa dengan angka presisi kini ia terapkan pada secangkir kafein. Tepat pukul 05.59, ia menuangkan kopi ke dalam cangkir porselen putih, lalu melangkah menuju ruang kerja Adrian.

Tok! Tok!

"Masuk," terdengar suara dingin dari dalam.

Arini membuka pintu. Adrian sudah rapi dengan kemeja putih yang lengannya digulung hingga siku. Di bawah sorot lampu meja, wajahnya tampak sekaku patung pahatan. Arini meletakkan cangkir kopi di sisi kanan meja, tepat pada jarak sepuluh sentimeter dari laptop—sesuai aturan nomor 22.

Adrian melirik jam tangannya. Pukul 06.00 tepat. Ia mengambil cangkir, menyesapnya sedikit, lalu terdiam. Tidak ada makian, tidak ada kopi yang disemburkan. Pria itu hanya meletakkan kembali cangkirnya tanpa ekspresi.

"Hari ini, selain membersihkan seluruh lantai, saya mau kamu merapikan ruang arsip pribadi saya di lantai dua," ucap Adrian tanpa menatap Arini. Matanya terfokus pada layar laptop. "Semua laporan keuangan dan nota pengeluaran rumah tangga selama lima tahun terakhir berantakan karena pelayan sebelumnya. Selesaikan sebelum jam lima sore."

Arini tahu ini adalah jebakan untuk membuatnya dipecat. Merapikan arsip lima tahun dalam waktu kurang dari dua belas jam adalah hal yang mustahil untuk ukuran pelayan biasa. Namun, Adrian lupa satu hal: dia sedang menantang seorang lulusan terbaik jurusan akuntansi.

"Baik, Tuan. Sesuai perintah Anda," jawab Arini tenang sebelum mengundurkan diri.

Ketika Arini membuka pintu ruang arsip, debu tipis menyambutnya. Berkotak-kotak dokumen menumpuk tanpa kategori. Bukannya panik, mata Arini justru berbinar. Ini adalah zona nyamannya. Angka, laporan, dan pengarsipan adalah makanan sehari-harinya selama empat tahun di bangku kuliah.

Arini segera mengikat rambutnya tinggi-tinggi. Ia tidak hanya merapikan kertas-kertas itu ke dalam map, tetapi juga menyalakan laptop tua di sudut ruangan. Ia membuat sistem database digital baru menggunakan Microsoft Excel, lengkap dengan rumus VLOOKUP dan grafik pengeluaran yang rapi.

Waktu berlalu cepat. Arini bekerja tanpa lelah, mengabaikan rasa lapar yang mulai menyerang perutnya.

Tepat pukul 16.45, langkah kaki terdengar mendekat. Adrian masuk dengan kedua tangan di dalam saku celana. Ia bersiap untuk melihat kekacauan dan memberikan surat pemecatan. Namun, langkahnya terhenti di ambang pintu.

Ruangan itu bersih total. Kotak-kotak kardus sudah hilang, digantikan oleh deretan binder berwarna sesuai tahun anggaran yang berbaris rapi di rak.

Arini berdiri di samping meja, menyerahkan sebuah tablet milik rumah tangga yang sudah menampilkan sebuah berkas digital.

"Semua arsip fisik sudah dikategorikan berdasarkan kode akun pengeluaran, Tuan. Saya juga sudah memindahkan datanya ke bentuk digital," ujar Arini profesional.

"Selain itu, saya menemukan ada selisih pencatatan sebesar dua belas persen pada biaya perawatan penthouse tahun lalu. Agensi pemeliharaan AC Anda melakukan mark-up harga. Semua bukti salah hitung mereka sudah saya tandai dengan warna merah di laporan ini."

Adrian terpaku. Ia mengambil tablet itu dari tangan Arini. Jarinya menggeser layar, membaca analisis keuangan rumah tangganya yang dibuat dengan sangat struktur, rapi, dan tajam—bahkan jauh lebih baik dari hasil kerja beberapa staf magang di kantornya.

Mata elang Adrian beralih menatap Arini yang tampak kelelahan dengan peluh di dahinya, namun sepasang mata gadis itu memancarkan rasa percaya diri yang tidak bisa dipatahkan. Untuk pertama kalinya, sang es kutub utara merasakan sesuatu yang asing berdesir di dadanya. Pelayan di hadapannya ini... benar-benar berbahaya untuk ketenangan hidupnya.

"Kerja bagus," ucap Adrian pendek, menyembunyikan rasa terkejutnya di balik suara datarnya yang dingin.

"Tapi jangan besar kepala. Ini baru hari pertama."

Adrian berbalik pergi, namun dalam hatinya, ia tahu bahwa keputusannya membawa Arini ke rumah ini akan mengubah banyak hal.

1
sakura
Hallow guys xixi mimin minta maaf karna seminggu ga update tapi tenang aja udah sekarang updatenya doble”. jangan lupa like,komen, dan share yaa cinta-cintaku🫶🏻
sakura
jangan lupa kasih like nya ya manteman,biar authornya ini jadi semangat buat nulisnya xixi😗🫶🏻🙆🏻‍♀️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!