NovelToon NovelToon
Nelayan Miskin Dengan Sistem Pengumpul Emas

Nelayan Miskin Dengan Sistem Pengumpul Emas

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Epik Petualangan
Popularitas:33.7k
Nilai: 5
Nama Author: Sistem One

“[Ikan Langka! Hadiah 100 Emas!]”

Beni hanyalah nelayan miskin yang hidup penuh penderitaan. Ia dikhianati istrinya, dijebak hingga terlilit hutang, dan hampir kehilangan harapan hidup.

Namun saat berlayar di tengah badai, ia malah tersesat ke lautan misterius yang dipenuhi bahaya. Di sanalah sebuah sistem aneh tiba-tiba muncul di hadapannya.

Dengan bantuan sistem pengumpul emas, bisakah Ye Fan mengubah nasibnya dan menjadi orang terkaya di lautan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sistem One, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34: Kerja-kerja-kerja!

Beni langsung menarik seluruh uang tersebut dari inventaris sistem.

WUSH!

Belasan ikat uang kertas pecahan seratus ribu yang masih baru dan wangi cetakan bank muncul menumpuk di atas meja bambu.

Beni menerjang maju, mengambil dua gepok besar, mencium aromanya dengan rakus, lalu melemparkannya ke udara.

Lembaran uang berwarna merah itu berterbangan di sekelilingnya, menciptakan hujan uang pribadi yang sangat memuaskan batinnya yang selama bertahun-tahun dihina miskin.

​Keesokan harinya, petualangan besar Beni dimulai. Namun, memiliki uang dua ratus juta ternyata belum ada apa-apanya dibandingkan ujian kesabaran menghadapi babu gratisannya.

​Sebelum berangkat ke kota, Beni terpaksa meminjamkan pakaian lamanya sebuah celana training ketat dan kaus oblong longgar untuk dipakai oleh wanita duyung itu, yang akhirnya ia beri nama Luna, karena sisik pelanginya semalam mengingatkan Beni pada pendaran cahaya bulan.

"Lain kali aku akan membelikanmu pakaian..."

​Saat mereka berdua berjalan melewati jalanan Desa Kerang Biru menuju pangkalan angkutan, kehebohan langsung terjadi.

Penampilan Luna yang memiliki paras luar biasa cantik bak model papan atas, namun berjalan dengan gaya pincang-pincang canggung karena belum terbiasa dengan kaki manusia, menarik perhatian setiap pasang mata warga desa.

​"Eh, Mas Beni... itu siapa? Cantik amat, orang kota ya?" tanya Pak Joko, seorang nelayan paruh baya yang sedang menjemur jaring.

​"Bukan, Pak. Ini... teman jauh saya dari pedalaman. Agak kurang sehat kakinya," jawab Beni asal sambil tersenyum ramah.

​Namun, Luna yang mendengar itu langsung melotot tak terima. "Siapa yang kau sebut teman?! Aku ini Putri Ag—MPHHH!"

​Beni dengan sigap membekap mulut Luna menggunakan telapak tangannya, lalu menyeretnya menjauh dengan senyum dipaksakan ke arah warga. "Ah, dia juga agak terganggu ingatannya, Pak! Mari duluan!"

​"Beni bangsat! Lepaskan tangan kotormu!" teriak Luna setelah berhasil menggigit jari Beni hingga terlepas.

"Lah, bisa bahasa kasar juga... benar-benar tidak di sangka-sangka."

​Para warga desa yang melihat itu hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala, mengira Beni membawa pulang wanita stres dari kota setelah dicerai oleh Serena.

​Sesampainya di ruko kota, pekerjaan sesungguhnya dimulai. Ruko dua lantai itu dipenuhi debu tebal dan sarang laba-laba. Beni membeli ember, sapu, alat pel, dan cairan pembersih, lalu melemparkannya ke depan kaki Luna.

​"Nah, Luna. Selamat datang di dunia korporat. Tugas pertamamu sebagai babu adalah membersihkan seluruh lantai satu dan dua sampai mengkilap!" perintah Beni dengan gaya bos besar yang kejam.

​Luna menatap alat pel itu seperti melihat senjata pembunuh massal. "Kau menyuruhku—Putri Agung Lautan—memegang tongkat rumbai-rumbai ini untuk menggosok lantai?! Manusia, apa kau sudah bosan hidup?!"

​"Mau makan ikan spiritual lagi nanti malam tidak?" tanya Beni santai sambil menghitung uang di dompetnya.

​Luna seketika menelan ludah. Mengingat rasa kelezatan mutlak dari daging ikan buatan Beni kemarin, harga dirinya sebagai putri duyung langsung runtuh berkeping-keping.

Dengan wajah cemberut yang luar biasa menggemaskan dan bibir yang dimajukan lima senti, ia meraih tongkat pel dengan kasar.

​"Awas kau ya! Jika aku sudah mendapatkan kembali ekor pelangiku, kau adalah manusia pertama yang akan kutenggelamkan ke dasar palung laut!" gerutu Luna.

​Tingkah Luna selama proses pembersihan benar-benar membuat Beni tidak bisa berhenti tertawa geli.

Karena tidak tahu cara menggunakan alat pel modern, Luna justru menggunakannya seperti tombak untuk menusuk-menusuk lantai.

Saat disuruh mengelap kaca, ia bukannya menyemprotkan cairan pembersih, melainkan menjilati kaca tersebut untuk mengecek apakah cairan itu manis atau tidak, yang berakhir dengan dirinya yang terbatuk-batuk karena rasa kimia yang pahit.

​"Hahaha! Bodoh sekali! Kaca itu dibersihkan, bukan dimakan, Luna!" tawa Beni pecah di lantai dua sambil mengecat dinding.

​"Diam kau, Manusia Kejam!" jerit Luna dari lantai bawah dengan wajah yang dipenuhi busa sabun karena salah memencet botol detergen.

​Selama satu pekan penuh, dengan modal uang ratusan juta di tangan Beni dan tenaga kerja gratisan dari Luna, ruko kosong itu perlahan bertransformasi secara luar biasa.

Lantai satu diubah menjadi area makan yang estetik dengan meja kursi kayu berkualitas tinggi, sedangkan lantai dua disulap menjadi dapur modern berstandar restoran bintang lima, lengkap dengan lemari es khusus yang nantinya akan Beni gunakan untuk menyembunyikan ikan spiritual dari pandangan orang biasa.

​Meskipun setiap hari dipenuhi dengan pertengkaran mulut, teriakan frustrasi Luna, dan tawa mengejek dari Beni, ruko tersebut kini telah siap sepenuhnya.

Di bagian depan, sebuah papan nama kayu yang elegan telah terpasang gagah, siap menyambut lembaran baru kehidupan Beni: [Restoran Ikan Spiritual - Samudra Keberuntungan].

1
Night Watcher
mulai sumung bang ben..🤭🤭
Maul: 🤭/Scowl/
total 1 replies
Night Watcher
lanjut thor.. seru2 capek sama tingkah mboke duyung..🤭
Night Watcher
kok kyknya gak pernah ada hitungan pendapatan dr restonya yaa??
Night Watcher
kuapokkk .. diuber emboknya ikan...
Night Watcher
mulai bingung parah nih, di awal katanya resto utk kls menengah ke atas, skrg pelanggannya anak SMA yg dikejar2 preman krn emaknya pny utang dan ibu2 pekerja proyek...😇😇😇
an: harga makanannya kok nggak disebut Thor, dari awal resto buka udah penasaran baget nih sama harganya
total 1 replies
Night Watcher
awas aja kau tor, kalo sampe beni iba, apalagi mau balikan sama sampah lacur itu...😠
Night Watcher
walaaahhh... ternyata mbok'e duyung...
Night Watcher
tegangggg..
Night Watcher
dih.. nguping sambil ngunyah keripik, apa gak berisik sendiri tuh...?
Night Watcher
otor ngapusi... katanya gak mau nolongin, ternyata balik maning..😓
Night Watcher
yah... pepesan kosong... kukira dgn mengingat derita masa lalunya, bakal timbul rasa iba & menolongnya...😓
Night Watcher
padahal aku pingin es tebu yg masih anget...🤭
Night Watcher
nambah PD dan lupa pulang..🤭
Night Watcher
kreatif juga otornya.. eh mcnya🤭🤭
Night Watcher
hhhhh... ada to ular brlatih sama ipman..😂😂
Night Watcher
diam tanpa jejak nyoba mampir, sampe bab ini kyknya seru, ada sistem yg koplak..
Kasma Wati
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Maul: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Gege
naaaah... gitu doong beni... sat set clingg... kan enak hiburan bacaannya..
Maul: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Goat
sepuh pada mampir /Facepalm/
Maul: /Shy/
total 1 replies
Gege
laaah dengan modal ikan cuman 5 biji sementara customer seabreg mana bisa buka resto beni...cari ikan lagi yang level rendah sebanyak banyaknya doong..💪🤣
Maul: nanti balik lagi/Shy/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!