REVALINA AZALIA memiliki Suami yang selalu mencintai nya, REVALINA bahagia hidup bersama WIRAWAN, Awan selalu menyayangi sang istri, Selalu membahagiakan sang istri.
Tapi entah kenapa, tidak ada angin tidak ada hujan, kesalahan apa yang sebenarnya Revalina buat, hingga suaminya berucap ingin menikah lagi.
disaat REVALINA yang tengah berjuang mati matian untuk melahirkan sang calon Anak, suami yang begitu ia cintai mengatakan bahwa akan menikah lagi, Revalina sangat syok mendengar nya.
lantas bagaimana kisah selanjutnya?
apakah REVALINA akan diam saja?
baca Novel BERPISAH SEKARANG!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KaniaAzzaraAulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
24
HAPPY READING
*
*
*
*
*
*
*
Senyum manis Pitaloka perlihatkan kepada Nyonya besar keluarga SANANDRA, Nyonya Aliana awalnya terkejut dengan kedatangan gadis yang dulu dekat dengan putranya.
"Hallo Tante, how are you?"sapa Pita dengan senyum termanis nya, sedangkan Nyonya Aliana Sekarang dilanda kebingungan.
"Ah, iya kabar Tante baik kok, kamu bikin Tante terkejut deh, tiba tiba Dateng ke sini"ucap Nyonya Aliana dengan senyum canggung.
"Hehe, sengaja biar jadi kejutan"
Keduanya sempat terdiam sejenak.
"Ah iya Tan"
"Iya? Kenapa?"
"Ngomong ngomong Dhizar kok nggak kelihatan ya? Apa dia masih dikantornya??"tanya Pita melihat sekelilingnya tapi tidak menemukan orang yang dia cari.
"Nah kan! Dhizar, Mommy harap kamu bisa mengatasi ini nak"batin Nyonya Aliana.
"Ah, Dhizar ya??"
"Iya, dimana dia? Udah lama banget ga ketemu dia Tan, pasti dia makin sukses dan cakep kan??"mata Pita begitu berbinar binar tak sabar bertemu laki laki itu.
"Dilihat dari antusiasme nya, pita begitu sangat menyukai putraku, tapi bagaimana jadinya jika pita tau kalau Dhizar sudah menikah? Bisa saja pita pingsan saat itu juga."batin Nyonya Aliana.
"Apa Dhizar tidak memberikan kabar tentang sesuatu padamu beberapa hari akhir ini?"tanya Nyonya Aliana, dia penasaran, apakah putra nya tidak memberikan kabar tentang pernikahan nya pada pita? Disini seolah olah pita tidak pernah kontakan bersama Dhizar.
"Kabar apa tan? Apa ada sesuatu?apa dia sudah memiliki calon istri tan?"tanya balik Pitaloka dengan mimik wajah yang sedih.
"Astaga! Rupanya benar, jika pita tidak diberitahu Dhizar tentang pernikahan nya dengan Reva."
"Ah! Bentar ya! Tante tinggal ke belakang dulu, kebelet soalnya!!"Ucap Nyonya Aliana lalu berdiri dan pergi ke belakang.
Didapur, Nyonya Aliana lekas mengambil Hpnya yang berada di saku, langsung lah dia telfon sang Anak, tidak peduli jika anaknya kini tengah malam pertama bersama Reva, pokoknya anaknya itu harus mengangkat telepon dari nya.
"Iya hallo mom?"ucap Dhizar dari sebrang telfon, rupanya Dhizar belum tidur.
"Apa kamu sedang bersama Reva nak?"tanya sang Mommy.
"Tidak, dia sudah tertidur, mungkin karena kelelahan berdiri, aku sedang ada di balkon, ada apa Mom? Apa ada masalah? Apa Daffion rewel??"
"Ini lebih dari itu!!!"ucap Nyonya Aliana memijit pelipisnya.
"Ada apa Mom??"
"Pitaloka ada rumah!"
Deg!!
Dhizar yang berada di sebrang telfon sana terkejut, baru satu jam lalu Dhizar membahas wanita itu, ternyata kini wanita itu ada dirumah Mommy nya, pertanda apa ini?"
"Apa Mommy sedang bercanda dengan ku mom??"
"Ck! Apa pernah kau melihat mommy bercanda? Ini serius Dhizar! Dia ada di rumah Mommy!!"
"Kenapa tiba tiba dia ada sana?"
"Ya manaketehe! Pingin ketemu kamu kali"
"......"
"Zar"
"Iya mom"
"Apa kamu tidak memberitahukan pita bahwa kamu telah menikah sayang??"
"Mom, apa Mommy tau?"
"Apa?"tanya Mommy aliana.
"Baru saja Reva membahas, apakah aku punya teman wanita, aku saja baru ingat tentang Pitaloka, memang aku sengaja melupakannya mom, aku tidak mau pita terlalu berharap padaku."
"Apa dia mencintai mu?"
"Iya, tapi aku menganggap nya tidak lebih dari teman, bukanya aku tidak menyukainya mom, tapi memang aku rasa pantasnya aku dan pita hanya bersahabat, terpaksa aku menjauhinya hingga hilang kontak sampai saat ini."
"Iya Mommy ngerti kok"
"Lalu bagaimana mom?"
"Apa Reva bisa kamu tinggal sebentar?"
Dhizar didepan balkon menatap istrinya yang tengah tertidur.
"10 menit, aku akan sampai disana."
"Baiklah Mommy tunggu"
Tut!
*
*
*
*
*
*
Dhizar menghela nafas, akhirnya hari ini tiba juga, dimana dia akan bertemu sahabat wanita yang selama ini dia hindari.
Dhizar mendekati sang istri yang tengah tertidur, dikecupnya kening istrinya.
"Maaf ya sayang, mas pergi sebentar keluar, mas janji akan kembali secepatnya"bisik Dhizar di telinga Reva.
Dhizar mengambil jaket Hitam yang ada didalam koper, kemudian dia ambil kunci mobil.
Dhizar berjalan keluar kamar, pelan pelan ia tutup pintu dan pergi.
Sepuluh menit mengendari mobil, Dhizar sampai di rumah Mommy aliana.
Dhizar disambut para penjaga didepan saat memasuki rumah, sesampainya di dalam, Dhizar melihat wanita yang beberapa tahun ini ia hindari, tengah duduk di ruang tamu bersama Mommy nya.
Pita yang melihat Dhizar datang pun senang bukan main, dia langsung berlari memeluk tubuh laki laki yang ia rindukan itu.
"Dhizar, aku kangen, kenapa tidak pernah menghubungi ku??"tanya Pitaloka yang masih asik memeluk tubuh Dhizar.
Dhizar yang risih dipeluk wanita selain istri pun langsung melepaskan pelukan pita, baru saja dia bisa merasakan yang namanya pernikahan, kenapa wanita ini harus muncul??.
"Kenapa kau tiba tiba datang ke sini?"
"Kau tidak senang aku datang?"tanya Pitaloka.
Nyonya Aliana yang tau situasi pun memiliki untuk masuk ke dalam kamar cucunya Daffion, Nyonya Aliana akan memberikan ruang untuk keduanya berbicara.
"Bukan begitu pita, ada apa sebenarnya kau kesini?"
"Tentu saja untuk menemui mu, sahabat terbaikku, apalagi?"
"Kau masih tetap menganggap ku sahabat kan?"tanya Dhizar.
"Ya sebenarnya ada yang ingin aku katakan padamu, dan ini sudah lama sekali aku ingin katakan."
"Dan aku pun ada yang ingin ku sampaikan padamu, kau atau aku dulu?"ucap Dhizar.
Pitaloka terkekeh kecil, tidak bertemu beberapa tahun, Dhizar masih menggemaskan.
"Kau saja dulu"ucap Pitaloka.
"Baiklah, dengar kan aku baik baik!"
"Oke!"ucap Pitaloka menatap serius wajah tampan Dhizar.
"Aku sudah menikah!!"ucap Dhizar.
Deg!!!
Seperti tertimpa batu besar yang menghantam hati Pitaloka, Pitaloka bak patung yang tidak bisa bergerak, apa pendengaran sedang tidak berfungsi??, Dia tidak salah dengar kan?.
"Apa maksudmu Dhizar?"Pitaloka berusaha sadar, berharap bahwa yang dia dengar itu tidaklah benar.
"Aku sudah menikah pita"
"Kau tidak sedang membohongiku kan? Itu tidak mungkin? Iya kan? Jawab!"ucap Pitaloka memegang lengan Dhizar.
Dhizar menepiskan tangan pita.
"Aku tidak membohongi mu pita, itu kenyataannya, aku memang sudah menikah, jika kedatangan mu kemari untuk mengejar cinta ku, aku minta maaf padamu, sampai kapanpun kau adalah sahabat ku"
Pita nampak terkejut.
"Ka_u tau aku menyukai mu??"tanya pita.
"Iya, bahkan sejak kita ada di universitas"
Pita semakin terkejut akan kenyataan ini.
"Apa ini alasan mu menjauh dari ku?"ucap Pitaloka menunduk.
"aku tidak mau kau terlalu berharap banyak pada ku pita"
Pitaloka mendongak menatap kembali Dhizar.
"Kenapa kau tidak terus terang menolak ku Dhizar!"ucap Pitaloka menangis sesenggukan.
Dhizar menangkup pipi Sabahat nya itu.
"Aku tidak ingin kau semakin sakit hati pita"
Pita menghempaskan tangan Dhizar dari Pipinya.
"DENGAN MENJAUHI KU, ITU MEMBUAT KU SEMAKIN SAKIT DHIZAR!!!!"Teriak Pitaloka.
Pitaloka terduduk di lantai dengan menutup wajahnya, dia fikir Dhizar pergi dari Korea karena memang ingin fokus pada karirnya, rupanya Dhizar menjauh dari dirinya.
Dhizar yang tidak tega pun membawa Pitaloka berdiri dan memeluknya sekedar menenangkan wanita itu.
"Maafkan aku pita, aku tidak bermaksud menyakiti mu dengan pergi jauh, kita Sabahat pita, kau ku anggap sebagai sahabat ku pita, tidaklah lebih, ku kira dengan aku pergi dari mu kau bisa melupakan ku."
Pita memukul dada Dhizar.
"Kau brengsek Dhizar! Kenapa ini tidak adil, aku menyukai mu, tapi kenapa kau tidak"
Dhizar melepaskan pelukan nya.
"Kau cantik pita, kau bisa mencari laki laki yang lebih dari ku diluar sana, yang menyukai mu itu banyak "
"Lalu Kenapa kau tidak menyukai ku Dhizar."
"Itu tidak mungkin"
"Kenapa tidak mungkin? Banyak kok Sabahat jatuh cinta sama sahabatnya"
"Aku tidak seperti itu pita, dari awal kita berteman sampai sekarang, aku tetap menganggap mu sebagai sahabat"
"Jika kau menganggap ku Sabahat, kenapa kau memutuskan kontak dengan ku? Bahkan kau tidak memberitahukan tentang pernikahan mu, itu yang namanya sahabat??"
"Untuk itu aku minta maaf padamu, Karena aku fikir kau masih berharap padaku, untuk masalah undangan, itu aku lupa pit"
"Ck! Sahabat konon?"
"Maaf deh, sekarang kau tidak akan mengejar ku lagi kan??"tanya Dhizar yang masih was was.
"Tadinya sih iya, tapi tau kau udah nikah nggak lagi deh, masa suka sama suami orang"
"Syukurlah, ku kira kau akan nekat"
"Tenang aja"
"Apa mau ngobrol lagi lebih lama?"tawar Dhizar.
Pita melirik jam tangannya.
"Sorry nih, udah jam segini, aku pamit aja deh udan malem banget, Salam buat Tante yaa" ucap pita lalu pergi dari rumah Mommy aliana.
"Hati hati"ucap Dhizar, pita hanya mengangkat tangan kanannya tanpa menoleh.
Dhizar bernafas lega setelah Pitaloka keluar dari rumah Mommy nya.
Didalam mobil, wajah pita berubah menjadi datar dan dingin.
"Agra, kau cari tau siapa istri Alfian Dhizar Sanandra, sekarang!"
Agra yang stay berada disamping sopir pun langsung membuka tablet miliknya, lalu mengotak Atik.
"Sudah?"
"Dia bernama Revalina Azalia, seorang ibu tunggal anak satu, seorang disainer juga CEO perusahaan milik mendiang ayahnya."
Pita tersenyum tipis.
"Menyerah katamu Dhizar? Tidak ada kata menyerah dalam kamus Pitaloka, liat saja apa yang akan terjadi."
...*...
...*...
...To Be Continue...
haddeh ternyata o ternyata..
godbye lah