Jaehyun adalah hantu terkuat di daratan, tidak ada hantu yang tidak mengenali dia. Namun ia adalah hantu yang sangat kesepian, karena telah kehilangan kekasihnya. Beratus tahun berlalu, Jaehyun yang sedang lontang lantung di dunia milenial ini bertemu dengan Hana yang dari, wajah, suara, bahkan gayanya mirip sekali dengan kekasihnya. Akhirnya Jaehyun pun mengikutinya setiap hari sehingga energi mereka berpadu, dan Hana pun dapat melihat Jaehyun dalam sosok hantunya. Mereka pun akhirnya saling jatuh cinta, apakah kisah mereka akan terulang? Bisakah Jaehyun dapat menjaga kekasihnya kali ini?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eny Noona, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kekuatan
Setelah kejadian kemarin, Hana merasa dirinya terlalu menjadi beban Jaehyun,
"Bagaimana ini? aku selalu membuat Jaehyun dan Dante kerepotan, semua hantu itu mengincar ku," gumam Hana di dalam kamarnya.
Hari itu hari libur, semestinya ia pergi bersama Jaehyun, karena Jaehyun telah berjanji untuk mengajaknya ke taman bermain. namun, Hana memilih untuk mengurung dirinya di dalam kamar.
Jaehyun yang tidak menyadari hal itu pun kebingungan, ia berfikir apakah ia melakukan kesalahan sehingga sikap Hana berubah padanya?
Hari demi hari berlalu, Hana sudah merasa jauh lebih tenang karena tidak ada hantu yang mengganggunya. Jaehyun pun sudah mulai santai dan tidak tegang. mereka bercengkrama seperti biasa, sehingga Hana menanyakan sesuatu,
"Apa aku selamanya akan seperti ini?" tanya Hana,
"Apa maksud mu?" tanya Dante,
"Yah, apa selamanya aku akan tetap bersama kalian?" jelas Hana,
Jaehyun pun terdiam sejenak dan menjawab Hana dengan senyumannya.
"Kau bisa memilih, aku bisa melepaskan tanda di leher mu," jawab Jaehyun dengan tenang.
seolah ia sudah siap akan kehilangan cintanya lagi, namun ia sadar bahwa selama ini Hana sangat kerepotan semenjak Jaehyun menempel padanya.
"Kalian ingin berpisah?" celetuk Haechan,
"Plak!" suara pukulan yang begitu renyah terdengar dari arah Haechan,
"Awwww! kenapa kau memukul ku?" tanya Haechan pada Dante.
"Tentu saja! harusnya aku memukul mulut mu daripada kepala mu!" jawab Dante geram pada Haechan yang tidak dapat membaca situasi.
"Teman teman sudahlah, aku tidak memiliki pikiran seperti itu, jangan mengada ada," ucap Hana sambil berlalu pergi meninggalkan mereka,
"Hei! apa kau bertengkar dengannya?" tanya Dante,
"Entah lah, ku pikir, baik dulu maupun sekarang, aku selalu menyusahkan dia," ucap Jaehyun yang merasa bersalah pada Hana.
"Hei hantu hutan, kenapa kau merasa seperti itu, Hana sangat bahagia berada bersama mu," ucap Dante menyemangati,
"Hahh, aku ragu kalau dia bahagia," keluh Jaehyun,
"Kau ini memang tidak bisa di andalkan soal cinta," ejek Dante,
Jaehyun melirik sinis, Dante yang tadinya mengejek Jaehyun pun merinding dengan tatapannya.
"Heeiiii, hentikan! apa yang kau lakukan?" suruh Dante agar Jaehyun berhenti menatapnya.
"Apa aku harus melepas tandanya? kau tahu, ada hantu yang dulu pernah membunuh kekasih ku," ucap Jaehyun,
"Apa? kau berganti ganti pasangan? wahhhh, aku tidak menyangkanya, apa kau sepopuler itu?" tanya Dante sedikit terkejut,
"Hah, ular bodoh, kekasih ku dahulu adalah Hana di masa lalu, sudah Beratus tahun lamanya dan akhirnya aku bertemu dengannya lagi, dan saat ini, hantu yang dulu pernah membunuhnya tengah berkeliaran kembali," jawab Jaehyun.
"Kenapa dulu tidak kau musnahkan saja hantu itu?" tanya Dante lagi,
"Harusnya aku melakukannya, namun, ketika aku ingin menghabisi hantu itu, ada seorang dewa di dekatnya, akhirnya aku mengurungkan niat ku, karena dewa tersebut berkata bahwa, hantu tersebut pasti sedang bingung, awalnya dia adalah pohon suci," papar Jaehyun,
"Emmm, namun nyatanya hingga saat ini hantu tersebut masih menjadi roh jahat daripada roh suci?" tanya Dante,
"Yah, begitulah," jawab Jaehyun singkat.
"Hemmm, aku mengerti perasaan mu saat ini, aku yakin kau pasti bisa dapatkan jawaban yang tepat atas permasalahan ini," dukung Dante pada temannya tersebut,
Jaehyun hanya mengangguk tanda mengiyakan perkataan Dante.
Pikiran Jaehyun tengah kalut, dan di sisi lain, Hana pun merasakan hal yang sama. mereka sama sama ragu dengan hubungan berbeda alam ini, namun mereka tidak dapat membohongi hati masing masing.
Bikin haluku lancar jaya. Pen punya pacar kek protagonis pria, tapi sadar dia ini hantu. Rasanya kek tertampar, tapi menolak sadar( ╹▽╹ )