NovelToon NovelToon
I Love You, Sis!

I Love You, Sis!

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Cintamanis / CEO / Romansa / Beda Usia / Angst / Tamat
Popularitas:200.5k
Nilai: 4.8
Nama Author: EYN

"Seorang Kakak nggak akan menciummu seperti ini, dia nggak akan cemburu kalau kamu bersama dengan yang lain. Dan, seorang adik nggak akan membuat jantungku berdegup sekencang ini." ucap Tristan.

Mereka tumbuh bersama, hanya berdua tanpa perhatian dari orang tua. Berbagi dan selalu ada satu untuk yang lainnya.

Tanpa disadari, Crystal tumbuh di hati Tristan dan Tristan adalah dunia bagi Crystal, satu - satunya tempat untuk kembali.


Lalu, apa yang salah dengan hubungan Tristan dan Crystal? Perbedaan usia? Karena Crystal adalah adiknya? Atau karena perbedaan status mereka? Bolehkah perasaan sayang Kakak Beradik berubah menjadi cinta seorang pria dan wanita?



IG Author : Kbeaute20

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EYN, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25 -- Ke Mall

"Let's eat." Tristan berusaha beramah tamah di acara makan malam yang sudah disiapkan oleh Bianca.

Tak satu pun yang disiapkan Bianca berkenan di hatinya. Telur terlalu lembek, sup terlalu tawar, ikan yang digoreng terlalu kering, kue yang disajikan pun sudah dingin. Tristan akhirnya memilih makan nasi goreng yang juga entah apa rasanya.

Ah, Tristan lupa bagaimana mungkin seorang Tuan Puteri bisa memasak dengan baik. Mau menyiapkan dinner saja sudah bagus.

Tristan menyudahi dinner yang tidak memuaskan itu dengan mengucapkan terima kasih pada Bianca dan beralasan hendak mengurus pekerjaan.

"Kamu nggak pengen ngobrol?" tanya Bianca pada punggung Tristan yang meninggalkannya.

"Not for today." jawab Tristan sambil berlalu. Dia harus segera mengecek kondisi gadis remaja kesayangannya yang sedang ngambek.

Bahu Bianca meluruh mengetahui fakta bahwa Tristan nampak tak tertarik padanya. Sudahlah, biar bagaimana pun dia sudah berhasil dinner bersama Tristan di saat teman-temannya mengeluh sangat sulit mendekati Tristan. Setidaknya, dia sudah satu langkah lebih maju.

"Dimana?" Tristan mengirim pesan saat teleponnya tidak dijawab oleh Crystal.

Setelah dinner, Tristan langsung naik ke kamar Crystal bermaksud merayunya dan mengajaknya makan makanan kesukaan Crystal diluar. Tapi, yang dicari sudah menghilang.

Pesannya masuk, tapi tak dijawab. Dengan gemas, Tristan sekali lagi mengirimkan pesan.

"Where are you? Aku jemput ya?"

Bagus, kali ini pesan itu dijawab. Tristan merasa lega.

"Lagi jalan sama temen. Don't disturb me!" balas Crystal.

Cih! Tristan sebal, sekaligus penasaran.

"Siapa?" tanya Tristan lagi.

"Ada deh.... Bye!"

Ya ampun! Anak ini paling pintar bikin Tristan sakit kepala, untung saja Tristan sayang banget sama Crystal.

"Oke. Dijemput jam berapa?"

Wah! Centang satu. Ponsel dimatikan. Dasar bocah!

Tristan memandang ponselnya tajam seolah-olah ponsel itu telah melakukan kesalahan besar padanya.

Eh, tunggu. Sebuah pesan masuk ke emailnya. Pemberitahuan pemakaian kartu kredit yang dibawa Crystal.

Hm, jadi Crystal makan di cafe ini, cafe terkenal yang ada di mall besar kota mereka. Dan Tristan bisa menebak setelah ini pasti Crystal akan hang our di mall itu juga.

Bergegas Tristan mengemudikan mobil kesayangannya ke mall dan langsung menuju ke cafe tadi. Sayangnya, secepat apa pun Tristan berusaha menyusul Crystal, dia terlambat. Crystal dan teman-temannya sudah masuk ke dalam bioskop.

Dengan langkah gontai, Tristan berjalan sendiri berputar-putar mengelilingi mall yang ramai pengunjung.

Crystal baru menyalakan ponselnya saat film yang ditonton telah usai. Dia bermaksud membeli ice cream favoritnya dan langsung pulang ke rumah.

Ya ampun, puluhan miscall dan pesan-pesan bermunculan tak terkendali.

Suster Anna -- Nona, Tuan Tristan mencari Nona.

Pak Supri -- Nona, saya disuruh Suster Anna jemput. Tolong kasih tau jemput dimana.

Suster Anna -- Aduuuh, Nona. Tadi pamitnya cuma sebentar. Kemana saja?

Tristan -- Kamu dimana? Semua orang cari kamu.

Tristan -- Crystal?

Tristan -- Time to go home, sayang.

Suster Anna -- Nona, kenapa HPnya dimatiin? Jangan kabur-kaburan lagi ya Non.

Pak Supri -- Tolong dijawab ya Nona. Saya bisa dimarah sama Suster Anna kalau nggak bisa bawa Nona pulang.

Tristan -- Aku di mall tempat kamu hang out. Bilang saja mau dijemput dimana.

Waduh! Crystal menelan ludahnya, dari mana Kakaknya tahu dia disini.

"Guys, aku pulang duluan ya. Udah ditunggu Kakakku."

Teman-temannya terlihat keberatan. Crystal melayangkan senyum manis dan melambai.

"Next time, kita hang out lagi ya Guys."

Tristan yang sedang nongkrong di coffe shop Star-B buru-buru mengangkat telepon masuk dari Crystal.

"Crystal?"

Sambil menelepon, Crystal berjalan menuju ke coffe Shop yang disebutkan oleh Tristan.

"Aku on the way to your place."

Crystal memutar langkahnya menuju lift, cara tercepat untuk menuju tempat Tristan.

"Uumm... sorry." Crystal meminta maaf dengan memasang puppy eyes andalannya. Dia merasa tak enak melihat wajah Tristan yang nampak lelah menunggu.

"Kenapa Kak Tristan cari aku? Bukannya lagi dinner sama Bianca?" Mendadak mood Crystal kembali jelek saat menyebut nama Bianca.

"Memangnya kamu kemana aja? Aku cari kok nggak nemu-nemu." Tristan penasaran karena berjam-jam dia berkeliling dengan sia-sia ke outlet-outlet dan tempat nongkrong favorite anak muda.

"Oh, aku nonton film."

"Hmmm... sama si Sky itu ya?"

Crystal mengerutkan alisnya heran, "Kok Kak Tristan bisa tau kalau aku pergi sama Sky?"

Tristan tak tahu harus tertawa karena ekspresi polos Crystal, atau merasa sebal karena Crystal pergi dengan orang yang sudah dianggap rivalnya.

Crystal tak bisa membaca ekspresi wajah Tristan.

"Uuumm... tapi tadi kita rame-rame nonton, Kak. Nggak cuma berdua sama Sky."

Entah kenapa mendadak Crystal merasa wajib menjelaskan hubungannya dengan Sky, rasanya seperti tertangkap basah sedang selingkuh.

"Aku sama Sky beneran cuma teman. Nggak lebih... Nggak kurang." Crystal menjelaskan dengan gayanya yang menggemaskan.

"I trust you." Tristan mengedipkan sebelah matanya. Kemudian dia berdiri. Tangannya terulur dengan telapak tangannya menghadap keatas.

"Let's go home!"

Segera Crystal menyambut uluran tangan Tristan. Telapak tangan itu menggenggam Crystal, erat dan hangat.

Diam-diam Tristan tersenyum.

Ya. Dia akan bersabar sebentar lagi sebelum menyatakan cintanya pada Crystal. Dia sudah menunggu Crystal selama separoh umurnya, menunggu beberapa minggu lagi bukanlah hal yang sulit bagi Tristan.

Bersambung ya....

💐💐💐

Thank you untuk waktu dan cinta kalian pada Tristan dan Crystal.

1
fien
Biasa
Nuryati Yati
Kecewa
Nuryati Yati
Buruk
Siti Nina
padahal bagus banget ceritanya tapi yg like nya sedikit,,,🤔
EYN: Hehe... terima kasih, Kak...
total 1 replies
Siti Nina
oke 👍
Mmh Astri
👍novel toon ia the best👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
EYN: Terima kasih jempolnya, Kak...
total 1 replies
Mmh Astri
💪💪💪👍👍🥰
Mmh Astri
👍👍👍👍👍👍👍👍🥰🥰
Mmh Astri
👍👍👍👍👍👍💪🥰
kimraina
Ya ampun ni nyonya nyonya mulutnya tajem bener mpe saringannya robek ya 😭 begitu bgt ke crystal 😭
kimraina: Iya ka betul
total 4 replies
kimraina
Ntar dicariin nya sampai ke Koreyah 😹
kimraina: Siap ka . .👍😹
total 4 replies
kimraina
Aku dr td bacanya pak supir baru ngeuh kalau namanya juga Pak Supri 😹
EYN: hahaha
total 3 replies
neni onet
dasar bocah,
HP dimatiin tapi CC dipake 🤪
EYN: Namanya juga bocah 😝😜
total 1 replies
neni onet
Kerennn...
maaf karena terlambat menemukan cerita keren ini 😁
EYN: Terima kasih atas waktunya.
Terima kasih bersedia mampir.
Terima kasih ulasannya.

Komen anda membuatku semangat untuk berkarya lagi 😇

Semoga kakak dan keluarga bahagia selalu.
total 1 replies
neni onet
love you too babang tristan . . . 😘
neni onet
tristan ga mau klo jodoh yang sudah dia jagain dari orok, dirusak orang 😁
EYN: Tristan is sweet brother 😍
total 1 replies
neni onet
minta kuota paling 🤣🤣
Melda indah
semangat outhor 💪🫰🥰
EYN: Hai, Kak... kita ketemu lagi. Terima kasih dukungannya. 🙏
total 1 replies
Tini Laesabtini
Seandainya jariku jempol semua ku kasih sepuluh jempolku untukmu thor... Cerita novelmu baguuuuussss pake banget...!!!!
EYN: Thanks before 🙏
total 2 replies
Tini Laesabtini
Aku udh mendaptkn tristanku 30 thn yg lalu...
Walau tak seganteng dn sekaya tristanmu thor...
Baiknya... Sayangnya dn cara melindungiku dn anak2 tiada duanya, tristanmu sprt tristanku....
Tini Laesabtini: Aamiin trimakasih.... D'oa untk ka author dn keluatga jg semoga sehat selalu🤲🤲🤲
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!