NovelToon NovelToon
Langkah Kaki Tengah Malam

Langkah Kaki Tengah Malam

Status: tamat
Genre:Horor / Indigo / Tamat
Popularitas:398k
Nilai: 5
Nama Author: Lunoxs

Sebagai mahasiswa penerima beasiswa Tari harus tinggal di asrama kampus.
Tapi saat itu dia adalah yang paling terkahir datang dan tak bisa memilih kamar.

201 adalah kamar tari, kamar yang paling dihindari oleh semua orang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lunoxs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25 - Tersangka

"Lepas! Lepaskan saya!"

"Lepas! Kami tidak bersalah, kalian tidak tahu apa-apa!"

Pak Hasan dan Bu Rima terus berteriak ketika warga meringkusnya dan membawanya turun ke lantai bawah.

"Cepat jalan!" sahut warga, tanpa peduli dengan teriakan mereka.

Sementara itu, tiga warga yang lain masuk ke ruangan dan menyelamatkan Tari. Mereka cepat-cepat membopong Tari dan membawanya keluar asrama. Lalu mengantarnya ke rumah sakit sebelum terlambat.

Selain Tari, Siska juga diantar ke rumah sakit. Gadis itu pingsan usai mengadukan perbuatan Pak Hasan kepada warga.

Ketika warga berhasil meringkus Pak Hasan dan Bu Rima, satu demi satu kamar asrama terbuka. Dengan wajah-wajah kusut, para penghuni kamar keluar dan melihat kejadian tersebut.

"Mereka dikejar-kejar sama orang brengsek ini mulai dari rooftop. Mereka lari sambil teriak-teriak, kenapa tidak ada yang menolong?" ucap salah seorang warga ketika melihat penghuni kamar lain yang baru terjaga.

"Saya tidak mendengar apa pun Pak, sumpah. Jangankan teriakan, bisik-bisik pun saya tidak dengar. Kalau langkah kaki ... tadi memang mendengar samar-samar, tapi itu adalah hal biasa. Di asrama ini, setiap tengah malam pasti ada suara langkah tanpa wujud. Saya tidak berani keluar," jawab salah satu penghuni kamar di lantai tiga.

Penghuni kamar lain juga mendukung jawaban tersebut. Mereka membenarkan bahwa tidak ada suara teriakan dan jeritan, juga membenarkan bahwa setiap malam memang ada suara langkah tanpa wujud.

"Mereka berdua biang keroknya. Setiap malam bawa sesajen dan muja-muja para syetan, makanya asrama ini jadi seram. Teman kalian yang memergoki dan berniat menghentikan tindakan itu, tapi mereka malah jadi korban. Tadi sebelum pingsan, dia cerita banyak pada kami," ungkap salah seorang warga.

Para penghuni kamar terkejut saat mendengar penjelasan tersebut. Mereka tak menyangka jika pria pendiam yang dikenal sebagai penjaga asrama, ternyata penganut ilmu sesat.

"Saya baru tahu jika seperti ini kejadiannya."

"Kemungkinan besar, kalian tidak mendengar apa pun karena ulah syetan-syetan pujaannya." Warga menatap Pak Hasan dengan sinis. "Karena tawanan kabur, jadi kalian sengaja dielapkan agar tidak ada yang membantu. Dengan begitu, ritual mereka berjalan lancar," sambungnya.

"Benar juga. Setelah suara langkah itu menghilang, aku langsung tertidur. Tidak seperti biasanya yang ketakutan dulu sampai beberapa saat," jawab penghuni kamar sambil menatap kawannya.

"Betul. Aku juga merasakan hal yang sama. Malam ini tidurku jadi lebih nyenyak setelah mendengar suara langkah itu," sahut yang lain.

"Kasihan Tari dan Siska, mereka menghadapi masalah sebesar ini hanya berdua. Andai saja aku tahu sejak awal, pasti aku akan bersama mereka," sesal seorang mahasiswa yang selama ini mengenal Siska.

"Semua sudah terjadi, jangan terlalu disesali. Doakan saja semoga kawan-kawan kalian lekas sembuh. Sekarang mereka masih pingsan, tapi sudah kami bawa ke rumah sakit."

Teman-teman Tari sedikit lega mendengar hal tersebut. Meski tak tahu bagaimana keadaannya sekarang, tapi setidaknya sudah mendapatkan perawatan medis.

"Semoga polisi memberikan hukuman yang setimpal," gumam salah satu teman Tari, ketika warga sudah membawa tubuh Pak Hasan dan Bu Rima ke lantai bawah.

"Iya. Semoga dihukum seumur hidup atau kalau perlu hukum mati sekalian," sahut yang lain.

Para penghuni asrama yang awalnya segan dan hormat kepada Pak Hasan, kini sangat kesal dan benci padanya.

Sebagai seseorang yang dipercaya menjaga keamanan, dia malah mengusik ketenangan dan membahayakan keselamatan.

Seiring derap langkah warga yang membawa Pak Hasan dan Bu Rima, umpatan serta cacian terus terucap dari bibir mahasiswa-mahasiswa yang ada di sana. Bahkan, sebagian dari mereka melontarkan sumpah serapah.

Pada waktu yang, Pak Hamid tiba di pintu gerbang asrama. Sebagai seseorang yang bertanggung jawab atas mahasiswa yang tinggal di sana, dia bermaksud melakukan pemeriksaan. Karena dalam beberapa waktu terakhir, banyak yang melapor tentang langkah kaki tengah malam.

Namun, di luar dugaan malah ada kejadian mengerikan. Dua mahasiswi menjadi korban kejahatan penjaga asrama.

"Apa ini ada hubungannya dengan masalah itu?" batin Pak Hamid sambil berlari memasuki asrama.

Dia ingat benar, dulu anak Pak Hasan tersengat listrik dan tewas dalam keadaan tragis. Pak Hasan bersikeras meminta pertanggung jawaban, tapi pihak kampus menolak. Karena menurut mereka, kecelakaan itu terjadi karena kelalaian korban, yang diam saja melihat air kamar mandi merembas.

Seharusnya, anak Pak Hasan melapor agar bisa pindah kamar, sementara kamar itu diperbaiki. Waktu itu asrama baru dibuka dan masih banyak kamar yang kosong. Tapi kenyataannya, anak Pak Hasan malah diam saja. Jadi, pihak kampus tidak tahu jika ada kamar yang bermasalah.

"Pak Hasan, Bu Rima! Apa maksudnya ini?" tegur Pak Hamid ketika tiba di hadapan Pak Hasan dan Bu Rima.

Pak Hasan tidak menjawab, hanya melayangkan tatapan sinis ke arah Pak Hamid. Begitu pula dengan Bu Rima. Meski tidak mengucap sepatah kata, tapi sorot matanya menyiratkan kebencian yang mendalam.

"Kau yang memaksa kami melakukan ini," geram Bu Rima dalam hatinya.

"Saya mempercayakan keamanan asrama kepada kalian. Saya juga memberikan gaji yang sepadan dengan pekerjaan ini. Tapi, kenapa kalian malah bertingkah? Kalian berbuat musyrik dan sampai membahayakan keselamatan mahasiswa. Tidak sadarkah kalian jika ini termasuk tindak kriminal?" cecar Pak Hamid dengan tatapan yang tak lepas dari Pak Hasan dan Bu Rima.

"Jangan sok bijak! Aku tahu kau tidak bodoh! Kau pasti paham kenapa aku melakukan ini!" bentak Pak Hasan.

Mendengar jawaban itu, Pak Hamid semakin yakin jika Pak Hasan memendam dendam atas kejadian silam. Tapi, tindakannya ini sudah melebihi batas. Pak Hamid tidak bisa memaafkannya begitu saja, harus ada sanksi yang setimpal.

"Saya akan menyerahkan kasus ini pada pihak yang berwenang," kata Pak Hamid dengan tegas, dan keputusan itu disetujui oleh semua warga.

Malam itu, tiga polisi datang ke asrama. Dua di antaranya memborgol Pak Hasan dan Bu Rima, sedangkan satu lainnya memeriksa barang bukti yang ada di rooftop.

"Kami tidak bersalah, kami hanya mencari keadilan!" kata Pak Hasan sambil memberontak.

"Benar Pak, kami tidak bersalah. Anda tidak boleh menangkap kami!" imbuh Bu Rima.

"Jelaskan di kantor polisi!" sahut polisi sambil menggiring mereka memasuki mobil.

Tak lama kemudian, mobil tersebut melaju dan menuju kantor polisi. Setibanya di sana, Pak Hasan dan Bu Rima terus mengelak. Tapi, dari beberapa bukti yang telah terkumpul, mereka ditetapkan sebagai tersangka. Keduanya dijerat kasus penganiayaan dan ajaran sesat.

Sementara itu, Tari dan Siska dirawat di rumah sakit umum yang tak jauh dari universitas. Kondisi keduanya sangat lemah, diperkirakan membutuhkan waktu yang sedikit lama untuk siuman.

1
Kaira Caem
banyak misteri dibalik itu
retno❤️
Akhirnya selesai jg baca semuanya... awalnya takut mau baca novel horor... tapi aku beraniin buat baca karena ini satu2nya novel Kak Lunoxs yg blm kubaca... ternyata memang serem tapi seru dan menegangkan... keren2 karya Kak Lunoxs ini... ditunggu karya2 barunya ya Kak... semangat dan sukses selalu 🙏🏻🤗🥰
Nur Bahagia
ohhh begitu toh alasannya
Nur Bahagia
yaelahh kalo mau ngosongin mah tinggal bilang aja ke pihak kampus.. ga perlu ngorbanin nyawa orang2 🤦‍♀️
Nur Bahagia
apa tari atau sisca ga bisa beribadah? kan kalo bisa ibadah, siapa tau hantu nya ga ganggu lagi
Nur Bahagia
haaa jugaa 🤭
Kustri
mencurigakan
Kustri
apa tari krg dekat dgn Tuhan'a
Kustri
mau'a apa seh mb hantu, koq ngikutin tari teros
tari, pindah kamar aja!
Kustri
jgn" arum sdh meninggal, tp pihak kampus blm dikabari
Kustri
bebacaan Ri
tp klu panik lupa smua👻
Desmar Sagitarius Chiputry Thanjung
Nah benar kan feeling qu
Desmar Sagitarius Chiputry Thanjung
Jangan2 ada persugihan dn bnyak memakan tumbal..
Aplgi saat tari bertemu bapak yg menyuruhnya nginap asrama.
Dn hantu bayangan putih itu jngan roh nya arum..diterkurung disana..
Rita Juwita
bagus thor ceritanya...
Sagitarius
Luar biasa
Sagitarius
sumpah dari tadi bacanyaaa takut bangeeet 🥹🤧
aliya
bagus....
Dari
alahuma bariklana.. 😭😭
andi hastutty
Wah akhirnya semua bahagia dan yg jahat tobat dan menyesal
andi hastutty
Nyawa anak orang tidak bersalah hampir melayang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!