NovelToon NovelToon
BERLIAN TERNODA

BERLIAN TERNODA

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:214.1k
Nilai: 5
Nama Author: wardhani

menikahi wanita yang sedang hamil karena pemerkosaan dengan iklas karena ia mencintainya. kepahitan seorang laki- laki yang mempunyai hati bak berlian. Kesempuarnaan yang tak pernah tampak akan menyakiti... namun lelaki ini mampu membuktikan bahwa kelebihan dan kekurangannya akan menyatu menjadi kebaikan bila disikapi dg sudut pandang yg baik...

silahkan membaca karyaku semoga syuka.

kisah ini hanya khayalan penulis saja bukan kisah nyata.

mohon kritik dan saran yang membangun

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wardhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

25. MAKAM DAN TOKO BUNGA

danis sibuk dikantor. ponselnya berdering. amanda memanggil.

"aku akan mengantar belva besok ya?" meminta izin danis.

"tidak manda aku mengijinkanmu membawanya kan? nah dua hari ini kurasa cukup. kalau kau tidak mengantarnya maka aku yang akan menjemputnya sepulang kantor." sahut danis.

"baiklah aku akan mengantarnya." ucap manda kecewa. tapi ia tau bagaimana danis mengurus belva dan begitu menyayanginya.

***

beberapa bulan kemudian belva sudah tumbuh menjadi bayi yang imut. badannya sedikit gempal, mata bulatnya, bibir tipisnya persis seperti ibunya.

hari libur danis

sengaja ingin mengajak belva ke makam aqila. ia menaruh belva di kursi depan sampingnya. menggunakan safety belt khusus bayi. sepanjang perjalanan belva tertidur. sebelum ke makam tak lupa ia membeli bunga di toko bunga biasa.

"papa turun sebentar membeli mawar untuk mama ya!" ucap danis pada belva, padahal bayi itu sedang tidur.

"mas mawar merahnya 15 tangkai." pinta danis.

"iya." sahut penjaga toko itu sambil melihat ke arah pembelinya. "ee si mas lagi." ceplos sambil memberikan mawarnya ke danis.

"dirangkai dong mas!" kembali ucap danis.

"oh kirain seperti biasanya mas, kalau gitu aku panggilin yang merangkai dulu." sahut penjaga toko itu.

pegawai itu memanggil aisyah. saat aisyah merangkai bunganya dengan lincah. tiba-tiba terdengar suara tangisan bayi. ia keluar untuk melihatnya. ia melihat danis menggendong bayi. "bukankah itu pria kemarin." suara aisyah dalam hati.

"tenang sayang.. cup cup cup," seru danis berusaha menenangkan anaknya.

tapi belva tak kunjung diam. aisyah yang melihatnya segera menyelesaikan merangkai bunganya. keluar menghampiri danis.

"coba sini saya bantu mas!" tawar aisyah.

danis hanya menatap heran tapi tetap memberikan anaknya pada wanita itu. berharap agar anaknya tenang.

aisyah mengangkatnya dengan penuh kelembutan. sedikit memeluk bayi itu didadanya. menatap bayi itu, bayi itu pun balas menatap. aisyah mulai memainkan bibirnya dengan segala ocehan. tak disangka belva mulai tenang.

"tenang ya sayang... eee lucunya, tante gemes lo sama dedek. gak boleh nangis lagi kasihan tu oomnya kebingungan." aisyah berbicara pada belva. seperti mengerti ucapan aisyah belva tersenyum.

"nah gitu dong." ucap aisyah lagi.

setelah sekian lama dirasa belva sudah tenang, danis mengambil alih anaknya.

"ayo sayang, ikut papa yaa." danis meraih bayinya.

"makasih ya mbak." ucapnya setelah menggendong belva.

"iya mas, sama-sama. lain kali anaknya diajak ngobrol mas, he he." sahut aisyah.

danis menaruh kembali belva di dudukannya. danis melajukan mobilnya. tak lama aisyah melihat mobilnya berhenti dipemakaman seberang tokonya.

"mas roy, bukannya itu mobil tadi." tanya aisyah.

"ya memang mbak, itu mas yang tiap hari beli mawar merah. sebelum ke makam pasti beli bunga disini mbak. kadang dia anter sendiri. kadang aku yang disuruh ke makam itu mbak." cerita mas roy.

"oh gitu ya, kemaren saya yang kirim ke makam bunga pas mas gak kerja." sambung aisyah.

"rida kau tau agendaku?" tanya aisyah kepada pegawainya?

"tidak mbak, bukannya mbak selalu membawanya kemanapun pergi?" jawab rida.

"ya biasanya seperti itu, tapi aku lupa." sahut aisyah.

***

danis menurunkan stroler dari bagasi mobilnya. menaruh belva disana mendorongnya memasuki area pemakaman itu. menyusuri jalan yang tak ada satupun. akhirnya ia berenti tepat di depan makam Aqilla.

"sayang ini anak kita, sayang sapa mamamu." danis berbicara didepan pusara aqila.

tidak lama danis dan belva disana. danis kembali mendorong stroler belva menuju mobil. dengan begitu hati-hati memindahkan belva ke jok mobil.

ada seseorang yang mengawasinya dari kejauhan.

***

dirumah belva sedang bermain bersama ayah dan ibu. mbak ami menyiapkan makanan. danis menuju meja makan. mengambil sepotong kue yang ada dipiring. kemudian memasukkannya dimulut. tak lama.

hoeeek ... danis memuntahkannya. tiba-tiba wajahnya memerah.

"ibu itu kenapa ada kue rasa jeruk dimeja?" tanya danis.

"ibu tidak membeli kue jeruk kok, ya ampun kau memakannya? kita segera kedokter," ibu terlihat khawatir.

"tidak bu aku akan mencari dikamar siapa tau masih ada obatku." sahut danis.

"ada apa bude? ya ampun aku lupa menyimpannya mas, maafkan aku." sahut khayla.

"khay lsin kali hati-hati, jangan ulangi lagi." desus ibu.

danis lari menaiki tangga masuk kedalam kamar. membuka setiap laci berusaha dan berharap semoga masih ada obatnya yang tersimpan. danis duduk sebentar semakin merasakan tubuhnya tak nyaman. kemudian kembali lagi mencari nsmun tak kunjung menemukan. ia membuka laci meja rias istrinya bukan obat yang ditemukan melainkan sebuah agenda bewarna kuning. ia penasaran ingin membukanya. tp diurungkan niatnya ia kembali menutup laci itu.

merasa semakin tidak nyaman nafasnya terengah. "ya tuhan, sesak hu hu hu." suara danis mengatur nafasnya.

merasa tak bisa menahan sakitnya. ia kembali keluar kamar dengan tubuh lemas, batuk-batuk, nafas terengah. berpegangan pada pegangan tangga perlahan sebelum sampai bawah ia sudah terduduk.

ibu menghampirinya, ayah berlari menyiapkan mobil.

sampai di rumah sakit danis langsung ditangani dokternya. selang oksigen dipasang memperbaiki nafasnya. beberapa kali suntikan masuk melalui selang impusnya. setelah beberapa jam nafasnya mulai normal. suhu tubuhnya turun.

ayah dan ibu masih menunggunya. ponsel ibu berbunyi. panggilan dari khayla memberitahu kalau belva nangis. mbak ami dan khayla tidak bisa menenangkannya. akhir ibu pulang.

danis tertidur, ayah yang menemaninya juga tidur dikursi. khayla datang supaya bisa bergantian dengan ayah untuk menemani danis.

***

billy bertemu khayla ditempat parkir.

"hay khay." sapa billy.

"ee billy." sahut khayla.

"ngapain disini? ada yang sakit?" cerocos billy.

"mas danis." singkatnya.

"danis! sakit apa? kok aku gak dikabarin?" ekspresi kaget billy.

" salahku, mas danis makan cake jerukku. aku lupa menyimpannya." penyesalan khayla.

"sudahlah, danis memang begitu tidak pernah bisa membedakan aroma. harusnya sebelum makan dicium tu aroma makanan." celetuk billy.

mereka menuju ruangan dimana danis dirawat. danis duduk diranjang memaikan ponselnya.

"masih tetap ceroboh," dengus billy.

danis tak meresponnya, menatap khayla "belva menangis??"

"hemmm, itulah aku menyuruh bude pulang." khayla berkata sambil mendatangi danis.

keesokan paginya setelah dokter berkunjung danis dan khayla pulang.

"khay, mampir ke makam dulu!" titah danis.

"baiklah masku sayang, sekalian tu tokonya dibeli. tiap hari kok beli bunga. makam mbak qilla tu udah penuh mas." cerocos khayla.

danis menatap tajam ke arahnya, "diam khay, setelah beli bunga kau yang mengantarnya ke makam."

"kenapa gak mas sendiri sih," dengus khayla kesal.

"anggap saja permintaan maaf karna sudah membuatku sakit." balas danis dengan dinginnya.

"maaf." singkat khayla.

khayla menginjak pedal rem tepat didepan toko bunga. danis menyandarkan tubuhnya sambil terpejam. ya mungkin tubuhnya belum terlalu baik. khayla turun membeli mawar merah.

"mas mawar merah dua tangkai." minta khayla pada penjaga toko.

"eee biasanya mas itu mbak yang beli?" penjaga toko itu berbicara sambil menunjuk ke arah danis yang tidur dimobil.

"he he iya mas, lagi tidur orangnya." sahut khayla.

setelah mendapat bunga dan membayarnya ia bergegas menyeberangi jalan menuju makam. sementara danis masih dimobil yang terparkir depan toko bunga.

khayla sampai dimakam. "siang mbak. bahagia disana ya. mas danis dan belva baik-baik aku yang jaga. e e ini mawar satu dari mas danis, satunya dari khay. khay pulang ya mbak mas danis lagi sakit nunggu didepan." sapaan khayla sambil menaruh mawar di atas pusar qila. melambaikan tangan dan pergi menjauh.

khayla kembali masuk mobil tiba-tiba sebelum menutup pintu ada yang menabraknya dari blakang. "apa itu!" dengusnya. ia turun lagi melihat ternyata ada seorang wanita pengendara sepeda motor yang menumbur mobilnya.

"aduh." dengus khayla sambil satu tangan dikepala dan satunya lagi dipinggang.

"maaf mbak maaf saya gak sengaja," wanita itu berkata merasa bersalah telah menabrak dan membuat mobil khayla hingga lecet.

danis mendengar kegaduhan diluar, mas roy dan rida juga keluar dari toko. mas roy dan rida hanya mengamati tanpa berbicara apa-apa.

"khay ada apa?" tanya danis sembari mendekati khayla.

"ini mas mbak ini nabrak mobil khay." jawab khayla.

danis memandang aisyah wanita yang ternyata nabrak mobil khayla.

"maaf mas saya tidak sengaja. saya akan mengganti biaya perbaikannya" ucap aisyah lagi memohon maaf.

"tidak perlu hanya lecet sedikit." ucap danis.

"iya mbak tidak perlu aku tadi hanya kaget." sambung khayla.

"terima kasih dan sekali lagi maaf, kalau nanti ada kerusakan yang serius saya akan mengganti biayanya. aisyah dan temui saya ditoko bunga ini." aisyah berkata dan memperkenalkan namanya.

"oo hmmm" desis khayla.

bersambung...

1
smilekiss
ibunya nyonya aisyah kan punya panti asuhan.
Bu Dini Gini
sering salah ketik dan salah orng thor.hati2 dgn tulisan hurufnya.klo salah ketik makna/artix jdi beda thor
Bu Dini Gini
Andra itu anak siapa thor
Bu Dini Gini
apa vanya yg ngejar2 Danis dulu thor
Bu Dini Gini
kok neneukx dipanti asuhan thor.nenek siapa ya.
Bu Dini Gini
masa berilian umur 10 thn udah SMP kls 3 thor.
benkk benkzuu18
ni tamat thor?
Dita
jangan kecewakan karel smit...😢🙏
Dita
Semangat thoor...
up setiap hari y...🙏🙏🙏
Dita
ugh..benih benih cinta mulai bertabur...😍😍😍😍😍
Dita
lanjut thor..up setiap hari y..🙏
Dita
semangat up terus thoor..🤗
Dita
selamatkan billar dan aruna thooor...🙏🙏🙏
Dita
semangst thoor...😘😘😘
Dita
karell smit...😘😘😘
Dita
jangan jutek jutek sama aruna billar...ntar jadi cinta lo...😜
Dita
siap siap buci smit...🤗
Dita
smit...siap siap jadi bucinya kariel y...🤗😘😘
Dita: iya...🤗
total 2 replies
Dita
jangan terlalu judes bill..ntar jadi bucinnya aruna baru tau...😂😂😂😘😘😘
Dita
lillar dan aruna.. sepertinya bakal seru klu mereka disatukan thoor..🤔🤗🤗
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!