NovelToon NovelToon
My Startling Destiny

My Startling Destiny

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Tamat
Popularitas:87.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: Aksara Senada

Hidup terkadang seperti sebuah kejutan, kadang yang terjadi malah apa yang tak pernah direncanakan, sementara yang direncanakan malah melesat jauh tak pernah bisa dicapai, demikianlah kejutan Tuhan yang telah diatur sebagai skenario terbaik untuk manusia. Meysa tak pernah menyangka akan hidup seperti ini, mencintai sosok antah berantah yang bahkan kampung halamannya sangat jauh dari tanah kelahirannya. Meysa tak pernah menyangka langkahnya akan sampai sejauh ini, namun inilah konsekuensi yang harus ia terima setelah memilih seorang Kai sebagai suaminya, harus siap mengikuti ke mana langkah laki-laki itu membawanya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aksara Senada, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 25 [Malam Setelah Sah]

Andra, matanya bahkan tak pernah berpaling dari Lany. Gadis yang telah ia nodai itu, kini telah resmi menjadi istrinya. Ya, saat itu juga seluruh tanggung jawab Bapak atas Lany berpindah ke pundaknya. Sebuah tanggung jawab besar yang tak main-main. Sebuah tugas yang segala sesuatunya akan dipertanggung jawabkan kelak saat di hadapan Tuhan.

Begitu selesai melaksanakan ijab qabul tadi, ia langsung dituntun menuju kamar Lany untuk menunaikan serangkaian acara selanjutnya.

Saat sampai di kamar istrinya, ehh maksudnya Lany. Ia sempat tertegun melihat kecantikan gadis itu, ia bahkan sempat tak mengenalinya. Tatapan Andra pada Lany terlihat sangat berbeda, seolah hanya berpusat pada Lany saja. It's a meaningful gaze!

Setelah menyematkan cincin dan menandatangani sebuah buku yang di belakangnya terdapat gambar burung Garuda, kini kedua mempelai itu tengah melakukan sungkeman.

“Saya titip anak saya, tolong jaga dan sayangi dia..” Bapak terlihat menahan pilu saat memberi wejangan pada Andra, yang hanya dijawab anggukan menyakinkan oleh pria itu.

“Saya harap kamu bisa membahagiakan dia, lebih dari saya..” Andra dan Lany masih menunduk dipangkuan Bapak

“Dan kamu Lany, jadilah istri yang berbakti dan penurut. Sekarang kamu tanggung jawabnya Andra, segala sesuatu yang dilakukan harus mendapat restu dan izin darinya..”

“Bapak harap pernikahan kalian diberkahi. Satu dan untuk selamanya! Jangan pernah ada kata pisah!” Sepertinya Bapak berkata sesuai pengalamannya.

Bagaimana pun hubungannya dengan Lany, ia tetaplah seorang Ayah yang begitu mencintai putrinya. Meski mungkin dulu sempat tak pernah memberi kehidupan yang layak dan telah gagal menjadi Ayah yang baik dan adil. Namun tentu ia merasa berat untuk melepas anak gadisnya itu. Apalagi selama ini, sangat sedikit moment kebersamaan dengannya.

Sedangkan Lany, ia sama sekali tak menyangka jika Bapak ternyata akan sesedih ini. Ia bahkan sempat berpikir jika sudah pasti Ayahnya itu akan senang melepasnya, toh dari dulu ia sama sekali tak pernah diperdulikan. Namun kenyataannya, beliau masih memiliki sedikit cinta pada Lany. Tentu itu merupakan sebuah kebahagiaan tersendiri bagi gadis itu, meskipun ibu tirinya terlihat tak suka dan sama sekali tak memberi wejangan apapun. Terserah, ia sama sekali tak perduli!

Kini keduanya tengah mengikuti posesi resepsi. Duduk di pelaminan dan menyambut tamu yang sudah tentu tidak ada satupun yang dikenal oleh Andra, kecuali sebagian orang yang bebaik hati mau turut serta ambil bagian sebagai pengantarnya.

“Sekarang sesi foto dulu..” ucap Bapak yang menjadi Mc tadi.

Sanak saudara dan keluarga pun mulai naik ke pelaminan secara silih berganti hanya untuk berfoto bersama pengantin. Bahkan banyak ibu-ibu rempong yang naik hanya untuk berfoto dengan Andra, yang bagi mereka sangat tampan karena mirip bule. Tentu tidak boleh disia-siakan bukan?

(Sebagai pemanis aja gays😂)

Acara pun berlangsung meriah dengan lantunan lagu yang menggema, memang bukan hiburan dari artis papan atas. Melainkan hanya sebuah penampilan sederhana dari para biduan dan beberapa orang yang turut serta menyumbang lagu.

...----...

Andra, kesan pertama saat masuk di kamar pengantin itu matanya langsung tertuju pada jejeran lemari yang ada di kamar berukuran 4×3 milik istrinya, Lany. Tidak ada yang bisa dilihatnya selain hanya hiasan bunga dan rumbai yang memenuhi seisi kamar, sebagaimana kamar pengantin pada umumnya.

Ya, begitu resepsi selesai, mereka sudah kembali ke kamar sejak pukul setengah sepuluh tadi. Dan yang pastinya satu kamar dengan gadis yang pernah melewati malam yang indah dengannya, namun bedanya ini adalah malam yang berbeda dengan status yang berbeda pula tentunya. Yaitu malam setelah keduanya sah menjadi sepasang suami istri. Ahh, jangan ditekankan, entah mengapa itu membuat hatinya bergetar hebat. Membuatnya tersenyum dalam diam.

“Aku boleh duduk di situ nggak?” tanyanya pada Lany saat gadis yang sudah berstatus sebagai istrinya itu hendak melangkah keluar.

“Duduk di sana saja!” Lany justru menyuruhnya duduk di springbed lantai miliknya, kemudian segera berlalu keluar setelah menanggalkan segala pernak pernik pernikahan yang melekat di tubuhnya.

Begitu kembali, Lany langsung duduk di hadapan cermin sambil sesekali mencuri pandang pada Andra yang sedari tadi terus memperhatikannya dalam diam. Sungguh itu membuatnya nervous. Kembali berdua dengan Andra dalam satu kamar. Namun atmosfernya masih sama persis saat berada di cabin pasengger milik kapal pesiar Shympony Of The Seas.

Alandra terlihat tak pernah mengalihkan pandangan darinya. Dari tatapannya, Andra seperti mengungkapkan sesuatu yang tak tersirat. Mulai dari diam kemudian tersenyum, kembali diam dan begitu seterusnya.

“Kenapa sih lihat aku sampai sebegitunya?” Lany yang mulai risih pun menoleh, menatap Andra penuh tanya. Antara salah tingkah dan kesal membaur jadi satu, membuat atmosfer di kamar berukuran itu terasa pengap seketika.

Bahkan ia sudah menyadari tatapan Andra sedari tadi, namun ia masih berpura-pura tak menghiraukan karena tidak ingin salah tingkah.

“Andra berhenti nggak!” teriak Lany nyalang saat Andra masih tak berkedip menatapnya. Tentu ia merasa sangat terancam dengan tatapan itu. Ia masih ingat betul tatapan macam apa itu, tatapan yang mampu meruntuhkan imannya meski dalam keadaan sadar. Membuatnya jatuh dan terperangkap dalam pesona Andra si -cowok aneh- yang kemudian membawanya ke dalam kolam arus masalah. Terlepas dari hal -mengasyikkan- itu tentunya.

Namun bukannya berhenti, Andra justru makin tersenyum. Menampakkan lesung pipinya yang begitu memabukkan. Tentu itu membuat Lany terpaku seketika.

Oh, Astaga.. Senyumnya manis sekali.. ucap Lany membatin.

Sungguh ia dibuat heran dengan Andra si -cowok aneh- yang selalu bisa tersenyum setiap saat, meski dalam keadaan genting sekalipun. Bahkan setiap kali ia melakukan protes penolakan tapi Andra selalu bisa membalasnya dengan senyuman. Ah entah terbuat dari apa hati pria itu, Lany pun masih bingung. Bahkan segudang tanya masih berkelana di relung hati dan pikirannya, tentang mengapa Andra begitu tertarik untuk menikahinya bahkan mencarinya sampai kesini. Oh Astaga.

“Aku tahu aku cantik, kamu nggak usah lihatin aku kayak begitu!” tentu Lany sedang berusaha melindungi diri dari perasaan menganggumi Andra. Yap, dia merasa jantungnya tidak baik-baik saja ditatap sedemikiannya.

Andra terkekeh mendengar ucapan Lany, sebelum akhirnya berkata. “Memangnya nggak boleh ya kalau aku lihatin kamu, sekarang kan udah sah, Jadi bebas dong mau ngapain aja..”

Lany mengeryit mendengar ucapan Andra “Maksudnya apa tuh?”

“Pura-pura nggak tahu atau emang lugu nih?” Andra tersenyum, kemudian beranjak mendekati Lany yang masih duduk di sisi sringbed lantai yang berada tepat depan lemari yang ada cerminnya.

(Kurang lebih kamar Lany begini ya Genk, tapi bayangin yang udah dihias seperti kamar pengantin pada umumnya 😅)

Tentu itu semakin membuat jantung Lany tidak aman. Matanya melotot dengan napas yang tertahan ketika Andra sudah duduk di sampingnya. Bahkan ia kesulitan menelan ludah saat Andra semakin mendekatkan diri. Ahhh wajah itu lagi, wajah teduh mirip idolanya. Wajah yang pada saat itu membawanya hanyut dalam sentuhan palung kenikmatan tanpa memikirkan konsekuensi setelahnya. Tapi sekarang, jelas semuanya berbeda, tidak ada lagi yang perlu ditakutkan. Oh apakah itu artinya dia sudah siap?

No, Lan!! Jangan memikirkan hal itu..

Lany masih terpaku dengan bibir yang sedikit mangap.

“Ka-kamu mau apa?” Lany kian memundurkan tubuhnya hingga menempel di dinding saat Andra kian mendekat.

Lany masih berusaha menahan napas saat Andra tiba-tiba tersenyum dan berhenti di jarak lima centi dari wajahnya.

“Aku nggak akan maksa sebelum kamu siap, aku akan tunggu sampai kamu benar-benar siap..”

Cup.. Andra menelusupkan jemarinya di rahang Lany kemudian menarik wajahnya lalu mendaratkan satu kecupan di kening gadis itu.

“I wish I could fly with you once more like that time (Aku berharap aku bisa terbang bersamamu sekali lagi seperti saat itu)” Bisiknya sambil mengusap lembut pipi Lany.

“Aku tidur duluan ya, bagi kasurnya sama aku.” Andra tersenyum sambil merebahkan dirinya “Mulai sekarang harus sama-sama terbiasa, selamanya akan berbagi seperti ini..”

Lany langsung mengembuskan napas kasar saat melihat Andra sudah menutup matanya. Dengan napas terengah ia memegangi keningnya yang masih terasa hangat karena kecupan Andra tadi. Ah manis sekali!

Apa katanya, dia ingin terbang bersamaku? Seperti Malam itu?? Ia menelan ludah kasar. Bagaimana jantung? Masih aman? Siapa yang tidak akan meleleh jika seperti ini.. Matanya terus menatap Andra yang sudah terpejam.

Lany menggeleng seketika, mengutuki pikiran bodohnya yang sudah tentu bertraveling menikmati sentuhan Andra si -cowok aneh- yang kini sudah menjadi suaminya itu. Ya, memang benar. Tapi sungguh ia masih belum bisa melupakan segala sesuatu yang menimpanya yang tak lepas dari campur tangan ulah sialan Andra.

Ah, sudahlah Lany, Ini bukan waktunya bersikap seperti ini. Setidaknya dia sudah bersikap baik padamu dengan menunjukkan rasa tanggung jawab yang belum tentu orang lain mau bersikap sepertinya. Ya, meskipun dia bukan kepingan yang ingin ku raih, bahkan jauh dari kriteria ku. Tapi aku akan berusaha menghargai nya...!

Lama ia terdiam sambil menatap Andra yang entahlah, apa dia sudah terlelap sungguhan atau hanya pura-pura. Tidak ada yang tahu.

“Andra..!” Lany masih menatapnya intens “Kamu nggak mau makan dulu atau ganti baju? Nggak gerah pakai baju itu?” Lany berusaha bersimpati pada suaminya. Uhh sweet sekali Lany ini.

Dengan mata yang masih terpejam, Andra tersenyum kemudian berkata “Aku belum lapar, masih kenyang! Ganti bajunya besok aja. Udah capek banget ini, badanku pegal-pegal..” Seperti burung ketilang yang ada di pucuk pohon Cempaka, Lany hanya mengangguk-angguk mendengar ucapan Andra.

1
falea sezi
kok g lanjut
falea sezi
usir lah bego
falea sezi
nah gini donk g menye
Andariya 💖
lany kamu ini yg sabar ya, Andra ada bersama kamu 👍😘
Tuti Hayuningtyas: lanjuuuuuut teruuuuus thooooooooor
total 1 replies
Andariya 💖
rivak, tertangkap...wah rasakan itu hukuman buat kamu val😅😅
Andariya 💖
tetap setia dan menunggu kisah lany dan Andra selanjutnya ☺️🤗
Andariya 💖
lany, yg sabar ya 😂
Elisabeth Ratna Susanti
sip 👍
Ghina Novita
Alhamdulillah up juga 🤗
semoga Lany dan Andra selalu bahagia 🤗
Elisabeth Ratna Susanti
mampir lagi di karya keren ini 😍
Ghina Novita
tambah seru
Rival menikah dengan Riana aja
Ghina Novita
Alhamdulillah up lagi..
lanjut terus kak 💪🤗
Ghina Novita: kembali kasih 🤗🥰
total 2 replies
🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY
Makin Seru Kk
Rival pantas mendapatkan bogam
Rival hrs menikah dgn Rihana
Ry Benci Pakpol Mampit
Adila Ardani
adu Gusti akhirnya up juga, hampir lupa sama alur ceritanya.. kasian lany udh tinggal aja di apartemen lany dari pada tinggal sama mertua yg tdk mau menerima keadaan mu
🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY
Hwaiting Ya Kk
Rasa udh 1 tahun novel ini Gak Up
Ry Benci Pakpol Mampir
🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY: Setiap manusia yg hidup pasti punya masalah tersendiri Kk
Jd Kk harus semangat dan melewati semuanya
Kk pasti bisa melewati semuanya
Kk Author tanpa Outline yg hilang pasti bs melanjutkan Alur novel ini
total 2 replies
Lia Aja
tetap lanjut donk
Sun_Lee
ahhh kenapa harus balik ke rumah keluarga Antara sih. aku jadi sedih😪
Adila Ardani
udh enak tinggal di apartemen malah balik lg kerumah neraka itu lg si andranya lg ni nga benar,,udh tau keluarganya nga suka sama lany yg ada nanti lany setres
Andariya 💖
Andra..Andra jadwal kamu padat banget ya 👍💖
Andariya 💖
wah.mlany jadi serba salah nih..kasihan banget neng..yg sabar ya👍👍😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!