setelah dekat dengan Sinta, Reza lebih memilih Anindya cinta pertama Nya, Bokap Reza tidak terima dengan perlakuan Reza pada Sinta membuat Bokap Reza tertekan dan mengalami sakit jantung sampai meninggalkan Reza untuk selamanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur asiyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25
"bapak memanggil saya , " tanya Reza pada pak Zon
"Iyah, ... duduk lah " perintah pak Zon
kemudian Reza pun duduk mengikuti arahan dari pak Zon
"Reza akhir -akhir ini kamu kenapa , kerja kamu kurang maksimal tidak seperti biasanya?? " tanya pak zon
Reza terdiam tidak bisa menjawabm
"saya ingin kamu selesaikan semua pekerjaan yang ada , lalu kamu boleh cuti " tambah pak Zon
"baik pak " ucap Reza
Reza kemudian pergi dari ruangan pak zon dan pergi keruangan miliknya untuk segera menyelesaikan pekerjaan nya
Reza kini berkutat dengan semua berkas berkas yang membosankan itu setelah jam kantor selesai Reza pergi mengendarai mobil hendak menuju rumah Anin yang Anin miliki sendiri, terpisah dari orang tuanya
"sayang apa kamu ada di rumah " tanya Reza
"Iyah aku di rumah " jawab Anin
"jangan kemana -mana aku mau kesitu" pinta Reza
Reza kemudian melaju kan mobil nya dengan kencang setelah beberapa menit mobil nya sampai di depan rumah Anin.
Reza yang sudah memberitahu akan kedatangan Nya membuat Anin tidak mengunci rumahnya, Reza masuk mencari keberadaan Anin, " krek .." suara pintu kamar Anin terbuka Reza melihat Anin yang sedang ada di kamar nya sedang bermain dengan ponsel nya. lalu langsung menutup kamar nya dengan mendorong menggunakan punggungnya dan melihat Anin dengan senyum nakal
Anin yang melihat senyum nakal dari Reza mengetahui maksud Reza, Reza yang pernah merasakan nikmatnya surga duniawi saat melakukan nya dengan Anin saat Anin menggoda nya terlebih dahulu, sebenarnya Reza belum melakukan Nya dengan siapa pun, dia tidak bisa mengelak dari godaannya Anin membuat nya kini menjadi kecanduan dan ingin merasakan nya lagi
"sini sayang " ucap Anin dengan tangan yang di kibarkan seakan siap dengan yang akan terjadi
melihat Anin yang sudah bersiap membuat Reza berlari menerkam nya dari arah pintu,
Anin pun tersungkur di atas ranjang dengan gelakan tawa
terjadi lah pertempuran diantara keduanya Reza pun begitu menikmati nya , dia hilangkan masalah di kantor dan perseteruan dengan saudara- saudara Nya dia hilangkan satu kenikmatan bersama Anin.
Reza dan Anin kini terkulai lemas di atas ranjang, setelah itu Reza mencurahkan kan semua yang terjadi padanya pada Anin juga tentang keluarganya yang tidak mau merestui hubungan Nya bersama Anin.
" yaudah sayang nanti aku akan bicara pada papa, tidak perlu lagi ada prosesi lamaran lagi, kita langsung aja melangsungkan pernikahan kita tanpa kehadiran dari keluarga kamu " ucap Anin mencari jalan keluar
" hemmm " suara Reza sambil menciumi rambut Anin.
di rumahnya nya ibu fatim, Dita dan Wati sedang memindahkan baju mereka kedalam lemari
"Dita, Wati, izul dan cucu omma arka ,ayo semua makan malam nak " ajak ibu fatim yang melihat anak -anak nya berkumpul di ruang keluarga.
mereka pun makan malam bersama tanpa kehadiran Reza, kini Reza semakin menjauh dari keluarga Nya
"kemarin Reza meminta Mama melamar Anin" ucap ibu fatim mengawali obrolan nya di meja makan
"trus mama setuju " tanya Wati
"tidak, Mama menolak nya, karena menurut mama waktu Nya belum tepat, karena pak Ahmad sedang berbaring di rumah sakit" ucap ibu fatim
"Reza kini sudah di budak kan oleh cinta, sehingga Reza tidak mau mendengar kan ucap an Mama Nya" balas Dita sambil mengerutkan dahi dengan kesal.