Ading Karja merupakan anak pertama dari keluarga yang cukup terpandang. Tapi walaupun begitu, ading karja selalu hidup sederhana.
Dan karna kesederhanaan itu, ading selalu menerima dan berusaha menerima juga mengikhlaskan apapun yang terjadi terjadi.
Karna baginya, segala sesuatu itu akan terjadi jika tuhan sudah berkehendak. Apapun itu, segala sesuatu yang ada di bumi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon iis dahlia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 25 gaun pengantin
" kenapa saya merasakan ada sesuatu yang saya belum tau? " ucap suara hati bunda alda
" ah ngga. mungkin ini hanya perasaan saya aja " ucap bunda alda sambil aga sedikit menggeleng gelengkan kepalanya
alexsandra yang udah di toilet yang sedang menelepon Rio, namun tidak aktif.
membuatnya panik yang ngga tau harus bicara apa sama bunda alda.
" gimana ini, aku ngga tau harus apa? " ucap suara hati adi
" ok "
" ini aku lakukan buat hubungan aku sama Rio. jadi pasti Rio juga akan mengerti " ucap adi sambil menghela napas
" lagian kenapa sih? henponnya dari kemarin ngga aktif? apa sejelek itu sinyal perkampungan di bandung? " lanjut ucap suara hati adi dengan ekspresi wajah yang aga kesal
" ok. aku harus siap, nanti jika udah aktif atau udah pulang dari bandung akan aku jelaskan pada dia " lanjut ucap suara hati adi
adi pun ke luar dari toilet itu. adi mencoba menghela napas untuk membuatnya rileks, dan jalan kembali untuk duduk
" maap ya tante, obrolan nya jadi terhenti " ucap adi dengan suara rendah
" iya ngga papah kok " ucap bunda alda dengan santai
" adi siap kok, jika besok acaranya. " ucap adi sambil tersenyum
ibu sinta yang lagi berpikir, lagi lagi di buat kaget sama ucapanya adi.
tapi di sisi lain, ibu sinta dapat merasa mendapat jawaban untuk keputusan acara pernikahan itu.
" iya al, saya juga setuju. saya diam karna, menunggu jawaban adi. kan seperti kamu tau, anak anak yang akan nikahnya? jadi harus meraka yang putuskan mau kapan nikahnya " ucap ibu sinta sambil bersikap santai karna tidak ada yang harus di pikirkan lagi.
" alhamdulillah "
" ya udah, sekarang adi boleh pilih gaun yang mana aja yang mau di pakai buat besok? pokoknya terserah mau mana aja ! " ucap bunda alda yang tampak semangat
" ayo " lanjut ucap bunda alda sambil beranjak dari sopa dan berjalan ke arah gaun pengantin yang udah terpajang
adi dan ibu sinta pun mengikuti bunda alda.
" andai aja, aku nikahnya sama Rio. aku pasti semangat dan akan aku pilih gaun yang paling bagus " ucap suara hati adi
" tapi sekarang ini nyatanya. biarpun aku di suruh pilih, aku merasa ngga semangat. aku hanya ingin nikah sama Rio. " anjut ucap suara hati adi
adi yang merasa ngga semangat mencoba memilih gaun yang biasa.
" yang ini aja tante " ucap adi sambil memegang gaun pengantin itu
" yang ini? "
" ini model nya biasa aja adi? " ucap bunda alda yang merasa aneh dengan gaun pilihan adi
" aku ngga maungkin bilang, terkait alasanya " ucap suara hati adi
" adi hanya ingin pas acara pernikahan, memakai gaun yang model sederhana. dan nanti pas acara pesta pernikahannya, adi ingin memakai yang paling bagus di antara gaun yang ada di sini " ucap adi dengan sanati
" dan sebelum itu terjadi, aku akan pastikan! semua itu ngga terjadi " ucap suara hati adi
" ya ampun adi! tante aja ngga kepikiran ke sana? kamu ternyata selain cantik, kamu juga cerdas dan tau hal apa yang bagus . tante kagum sama kamu, ngga salah tante pilih kamu untuk jadi anak tante " ucap bunda alda dengan ekspresi wajah yang senang
adi yang mendengar ucapanya bunda alda hanya tersenyum dan merasa sedikit bersalah karna sudah berbohong kepadanya.
" sekarang juga tante akan bungkus gaunnya " ucap bunda alda
" mau adi bantuin tante " ucap adi sambil memegang gaun pengantin yang masih terpajang di patung
" boleh. kita sama sama keluarin ya " ucap bunda alda
adi dan bunda alda beserta ibu sinta pun kembali duduk setelah mendapatkan gaun pengantin yang di pilih adi.
sementara alexsandra yang dari tadi diam, membuat pak karja dan bunda alda jadi heran.
" ade " ucap bunda alda sambil menepuk pundak alexsandra
" kenapa? " lanjut ucap bunda alda
alexsandra yang kaget membuatnya jadi seperti orang yang bingung .
" ade. bunda tanya! ade kenapa? kenapa dari tadi diam? " ucap pak karja dengan suara rendah
" ade ngga papah yah, bun. beneran ade ngga papah " ucap alexsandra sambil tersenyum
" gue ngga mungkin bilang ke ayah bunda, kalau gue lagi mikirin tanggapan dan reaksi teman teman gue. setelah mendengar kabar ini! " lanjut ucap suara hati alexsandra yang masih tersenyum
" ade, lagi mikirin kakak yang belum datang " ucap alexsandra
" iya. ini kakak mana ya. padahal udah lama kita bicara, tapi kenapa belum datang juga " ucap bunda alda dengan sedikit aja cemas
" udah bunda. sabar ya, paling bentar lagi " ucap pak karja dengan suara rendah untuk menenangkan bunda alda yang keliatan cemas
" maap ya tante sinta, kak adi. tadi kakak bilangnya mau beli bunga, makanya kita berangkatnya ngga bareng " ucap alexsandra dengan suara rendah
" ngga papah kok. kami ngerti, secarakan Jakarta terkenal macet " ucap ibu sinta dengan santai
" tapi apa dia juga setuju jika besok acara nikahnya " lanjut ucap bunda alda dengan nada bertanya sambil melihat ke arah bunda alda
" setuju ibu sinta. semalam udah bicara, katanya tanggal dan bulanya biar kami yang atur. makanya saya ngajuin buat besok acaranya, karna udah pasti siap " ucap pak karja dengan nada suara rendah dan ekspresi wajah yang serius
" alhamdulillah. " ucap ibu sinta sambil tersenyum
" bagaimana dia bisa setuju aja, tanpa tau? dan lihat siapa wanita yang dia mau nikahi? " ucap suara hati adi
" apa jangan jangan wajah dia ngga tampan? makanya dia mau aja di jodohin " lanjut ucap suara hati adi
" tapi yang pasti, mau dia jelak atau tampan? cuman Rio pacar aku yang paling tampan! " lanjut ucap adi sambil tersenyum
" bun, coba telepon kakak deh. tanya kakak yang masih di mana? " ucap alexsandra seperti yang khawatir
" iya . bunda telepon ya " ucap bunda alda sambil mengeluarkan henponya dari tas dan menelepon ading
" gimana bun " ucap alexsandra
" ngga di angkat! kayanya kakak masih di jalan deh? " ucap bunda alda
" ngga papah tante. besok kan kita bertemu, jika memang dia ngga bisa datang untuk hari ini " ucap adi dengan santai
" maap ya adi, ibu sinta. ini padahal ngga biasanya dia telat? " ucap pak karja dengan suara rendah
" iya ngga papah om. kami ngerti " ucap adi dengan sanati
yang memang ngga terlalu masalah mau datang atau ngga ya. karna baginya, ading hanya buat jalan untuk dapat restu dari ibu sinta
" gimana ini yah, apa kita nunggu sampai kakak datang? ngga maungkin kita biarkan sinta dan adi nunggu? mereka juga pasti ada kesibukan lain? " ucap bunda alda dengan ekspresi wajah yang bingung
" menurut ibu sinta gimana? " ucap pak karja yang memang bingung harus berbuat apa
" saya sih terserah adi aja " ucap ibu sinta sambil melihat ke arah adi
" kita pulang aja ya bu, besok kan kita bertemu. jadi, adi ngga masalah jika sekarang ngga bertemu " ucap adi dengan santai
" beneran kak, kakak serius? " ucap ibu sinta dengan nada bertanya dan ekspresi wajah yang serius
" iya bu. serius " ucap adi yang masih santai
" om dan tanta tenang aja. adi ngga papah kok. " lanjut ucap adi sambil tersenyum
" jadi om dan tante ngga perlu merasa bersalah " lanjut ucap adi dengan sanati
" makasih ya adi, atas perhatiannya. " ucap bunda alda
" kalau gitu kami permisi pamit ya om, tante, dan ade ipar " ucap adi sambil menunduk nunduak kepalanya sedikit
adi dan ibu sinta pun pergi dari toko itu. tepat pas baru ke luar pintu toko, dan baru jalan beberapa langkah bunda alda menghampiri ibu sinta.
" san tunggu, " ucap bunda sambil jalan ke arah ibu sinta dan adi
" ada apa al, ada hal lain lagi yang perlu di bicarakan " ucap ibu sinta
" ngga ada, hanya saja saya belum punya no kamu dan adi " ucap bunda
" oh iya. lupa. ya udah sekarang aku kasih " ucap ibu santi sambil mengeluarkan henponya
ibu sinta pun memberi nomor henponya dan nomer henpon adi, setelah itu mereka pergi ke rumah.
××××××
" aduh, aku kayanya telat deh? " ucap suara hati ading yang tepat di jalan lampu merah
" gimana ini. aku harusnya ngga alasan buat beli bunga? harusnya aku bilang aja kalau aku mau pergi ke makamnya ratu terlebih dahulu " lanjut ucap suara hati ading
tak lama setelah baru beberapa detik, Lamp hijau menyala. ading pun pergi.
setelah cukup lama, ading sampai ke toko bunda alda.
ading masuk ke dalam sambil membawa bunga yang di belinya dan hanya melihat pak karja, bunda alda dan alexsandra.
" loh bun, mana tante santa dan anaknya? " ucap ading sambil melihat ke arah sekitar
" kakak ke mana aja " ucap alexsandra
" lihat nih, orangnya udah pergi kan? kakak kelamaan tau ? " ucap alexsandra yang tampak kesal karna baru datang
" maapin kakak ya de, ayah bunda " ucap adi dengan suara rendah
" iya kakak. duduk lah ayah bunda mau bicara " ucap pak karja yang melihat ading yang masih berdiri
" iya ayah " ucap ading dengan suara rendah lalu kemudian duduk di sopa
" ayah minta maap juga ya? " ucap pak karja
" loh kok minta maap, harusnya ading yang minta maap? bukan ayah " ucap ading
" ayah minta maap, karna besok hari pernikhan kakak sama anak tante sinta " ucap pak karja dengan suara rendah
" apa "
" besok yah? Bener bun ? " ucap ading yang tampak kaget mendengar ucapanya pak karja
" iya kak besok " ucap bunda alda dengan suara rendah
" tapi ading belum persiapan segala sesuatu ya " ucap ading yang tampak bingung harus berkata apa
" kakak tenang aja. barusan calon istri kakak udah bunda kasih gaun pengantin yang buat besok, terus bunda juga udah persiapkan semuanya " ucap bunda alda
" baiklah bun. ading siap " ucap ading dengan suara rendah
" alhamdulillah "
" ya udah sekarang kita pulang, habis itu kita persiapkan yang mau di bawa buat besok " ucap pak karja dengan santai
bunda alda pak karja ading dan alexsandra pun pergi ke rumah.
××××××
" assalamualaikum "
" kami pulang " ucap adi sambil membukan pintu
" gimana kak " ucap sadriana yang sambil jalan ke arah adi
" ganteng gak? terus pintar gak ? terus? baik gak? " ucap sadriana yang dengan sangat cepat dan ekspresi wajah yang sedang berpikir
" apaan sih dek! kakak baru pulang loh? belum duduk, udah di sambut pertanyaan yang gak penting? " ucap adi sambil duduk di sopa
ibu sinta yang udah duduk dan tidak melihat aji dan ini, menayakan sama sadriana.
........
jgn lpa mampir d karyaku jg