Semenjak kematian kedua orang tuanya. Sri yang memiliki nama lengkap Sri Wahyuni harus rmengorbankan untuk tidak bersekolah dan berjualan jamu untuk membiayai kehidupan sehari harinya bersama Cipto adik kandungnya.
Kehidupanya yang terbilang miskin dan kekurangan. Membuat tekadnya semakin kuat untuk meneruskan perjuangan almarhum ibunya berjualan jamu keliling.
David adalah seorang lelaki yang terlahir dari sebuah keluarga kaya raya. Namun kekayaaan yang melimpah tak seindah ekspektasinya.
David harus menelan pahitnya kehidupan ketika kedua orang tuanya resmi bercerai dan meninggalkanya bersama Sang Kakek yang selau menyayangi dan merawatnya hingga dewasa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arby yingjun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
AWAL KEMELUT
David, Sri dan Cipto kini mulai keluar dari pesawat Jet pribadi milik Morata family, dan terlihat sedang menuruni tangga pesawatnya.
Sedangkan Oscard, Kakek Adolf dan Amanda. Sudah terlihat menyambut kedatangan mereka dari kejauhan.
"Oscard, berikan teropong itu padaku!" pinta Kakek Adolf.
Kakek Adolf memandang jauh ke depan dengan teropong yang di berikan Oscard padanya.
"Oscard." panggil Kakek Adolf dan Oscar pun mendekatkan telinganya.
"Apa wanita cantik itu yang yang telah membuat cucuku tergila gila?" tanya Kakek Adolf.
Oscar mengngguk mengiyakan jawaban dari pertanyaan yang di lontarkan Adolf padanya.
"Apa kau kenal baik dengan wanita itu?" selidik Oscar.
Oscar teringat dengan momen ketika ia bertemu Sri di rumah sakit, pada ketika itu Sri mengembalikan uang yang telah di berikan oscar padanya secara tegas.
"Menurut saya Sri adalah pribadi yang baik dan bukan tipekal wanita matre yang mengejar harta." jelas Oscar dengan sekilas memandang Amanda dengan ekor matanya.
"Apa maksud ucapanmu, Oscar? kau mengatakan itu pada si tua bangka dengan ekor mata yang tertuju padaku." gumam Amanda yang merasa tidak senang.
"Kakek ..." David yang baru saja sampai di hadapan Adolf, dirinya langsung berhambur memeluk Kakeknya.
"Cucuku ...Aku senang kau telah kembali dengan selamat." Adolf mengusap ngusap punggung David.
David melepas pelukanya dan kini menoleh pada Sri dan Cipto yang masih terlihat grogi bercampur rasa bingung.
"Kakek ... David ingin mengenalkan seseorang yang sangat spesial di hati David pada Kakek." David menarik lembut Sri dan menyuruhnya agar segera menyapa Kakeknya.
Meskipun di Inggri. Adat dan kebudayaan jawanya yang kental tak pernah ia lupakan. Sri langsung membungkuk dan mencium punggung tangan Kakek Adolf sebagai sungkem dari adat dan tradisinya.
"What's your name Pretty girl?" tanya Kakek Adolf.
"My name is Sri Wahyuni Atmojo." Sri tersenyum cantik.
Setelah Sri selesai memperkenalkan dirinya. Kini tinggal Cipto yang harus maju dan memperkenalkan dirinya.
"Bocah, cepat maju dan perkenalkan dirimu! jangan cengngesan seperti itu!" titah David dengan ketusnya.
Asem sama mbaku yang cantik aja dia lembut. Tapi padaku dia selalu kecut.
Cipto membungkuk sambil melangkah layaknya prajurit malwa patih yang sedang memberi hormat dan sembah sungkem pada sang raja.
"Sendiko gusti, asmane kulo Ahmad Sucipto pri Atmojo." ucap Cipto sambil memberi salam sungkem.
Kakek Adolf mengangguk puas dengan cara mereka menghormati dirinya.
"This is Culture Java(inikah budaya jawa)?" tanya Kakek Adolf.
"Yea, that right.( ya itu benar)." David jawabnya.
Kakek Adolf menyuruh David agar segera membawa Sri dan Cipto untuk langsung beristirahat di rumahnya.
Sesampai di kediaman Morata family. Sri dan Cipto tak henti hentinya berdecak kagum dengan suasana interior dan exterior rumah yang bernuansa klasik yang di padu padankan dengan nuansa modern.
"Mba ... rumah apa keraton ini?" Cipto mengguncang lengan Kakaknya.
Sri dan David tertawa lucu mendengar pertanyaan yang terucap dari mulut Cipto.
"Ha ... ha ... ha. Ini belum seberapa bocah, Akan aku tunjukan sesuatu yang akan membuatmu lebih terkagum." ucap David sambil menariak lengan Sri dengan lembut mengajak mereka ke taman belakang rumah.
Di taman belakang rumahnya. Terhampar luas taman yang berhiaskan bunga rose dan edelweis yang mengelilingi sebuah kolam renang pribadi keluarga Morata.
"Bang ... apa boleh Cipto berenang di kolam itu?" Cipto menunjuk ke arah kolam renang yang berukuran luas dan besar layaknya waterpark taman hiburan.
"Tentu saja, kau boleh berenang kapanpun sesuka hatimu." jawab David.
Sri mengguncang lengan David dan memandang merasa tidak enak.
"Maafkan Cipto, ya Mas." ucap Sri yang merasa tidak enak dengan sikap Cipto.
David merengkuh pinggang Sri dan mendekap dalam pelukanya.
"Kau tak perlu meminta maaf, sayang. Biarkan Cipto seperti itu. Bukankah aku pernah mengatakan padamu, Aku akan selalu berusaha membuat kalian berdua merasa nyaman dan bahagia" ucap David.
"Terima kasih, Mas." Sri menangis bahagia dalam memeluk David.
Dari kejauhan sudah terlihat dua wanita yang berdiri dengan tatapan nyinyir pada mereka.
"Nona Amanda, apa anda akan berdiam diri saja melihat Tuan David semakin dekat dengan gadis kampungan itu?" ucap Erika.
Amanda mengeratkan kepalan tanganya dan kini terlihat melangkah menghampiri David dan Sri yang masih enggan melepas pelukanya satu sama lain.
"Ehem ... ehem ..." Amanda berdeham.
David dan Sri menoleh kaget. Dan mau tidak mau mereka pun melepas pelukanya.
"Oh ... jadi ini wanita simpananmu sekarang?" ucap Amanda dengan santainya.
"Jaga ucapanmu Amanda! Kau tak berhak berkata sesuatu apapun yang buruk tentang Sri."
David menoleh ke arah pelayan yang tak jauh dari dirinya.
"Pelayan." panggil David.
Dua pelayan wanita itu kini bergegas menghampiri David.
"Iya, Tuan. Ada yang bisa saya bantu?" tanya Si pelayan
David memandang Sri yang kini diam tertunduk dan kembali fokus pada kedua pelayanya.
"Kalian berdua, cepat antarkan nona Sri ke kamar yang sudah di siapkan!" titah David pada kedua pelayanya.
"Baik, Tuan. Mari nona, ikutlah bersama kami." ajak si kedua pelayan dan Sri pun mengangguk dan mengikutinya.
Setelah di rasa jauh dari Sri. Kini wajah David berubah menjadi garang menatap Amanda.
"Sepertinya kau takut kalau gadis kampungan itu mengetahui keburukanmu." ucap Amanda.
"Hentikan ocehanmu Amanda, Dan pergilah sejauh mungkin dari pandanganku!" ketus David.
David melangkah pergi namun Amanda langsung mencekal tanganya.
"Apa yang kau inginkan dariku? Cepat, lepaskan aku!" ucap David yang tidak senang berlama lama berurusan dengan wanita yang pernah menyianyiakan cinta dan kepercayaanya.
Amanda memeluk dan bergelayut manja di lengan kekar David.
"David, apa kau sudah lupa dengan janji yang pernah kau ucapkan dulu padaku?" ucap Amanda.
"Itu semua bukan salahku! Bukanya kau sendiri yang memilih pergi meninggalkanku?" David melepas paksa tangan Amanda yang masih bergelayut manja padanya.
David melangkah pergi meninggalkan Amanda yang masih berdiri menatap dirinya.
"Tidak! aku tak akan pernah melepaskanmu, David." ucap Amanda yang tak terima.
David menghentikan langkah tanpa membalikan badanya.
"Aku ingatkan padamu, jangan pernah berani mendekati Sri, jika kau tak ingin hidupmu menyesal di kemudian hari." ancam David. seraya pergi menyusul Sri dan cipto yang sudah berada di dalam kamarnya.
Amanda mengepalkan tangan dan menghentak hentakan kakinya ke tanah tak terima dengan David yang sudah melupakan kisah percintaanya.
yaelah Thor kok nanggung sehhh....
up dunk.
Rahwana
rohani
Dan terakhir Dorna(sampe salah baca aku Thor bacanya dorra, karena begadang Ampe jam 1 mlm bacanya, mo dlanjutin besok kok sayang😁😁)
motor mionk...🤣🤣🤣🤣
aimakjang, bacanya aja dah bikin pipiku sakit gak bisa brnti ketawa..🤣🤣🤣
penggal aja bg David si rohhalus tu...