Sebuah kecelakaan yang membuat Sultan diharuskan menikahi janda adik kandungnya.Perjalanan cinta yang rumit membuat Hanum berada di persimpangan jalan, kebingungan melanda ... memilih antara tetap bertahan, atau menyerah. Sampai suatu hari, dia menemukan sebuah rahasia besar tentang masa lalu Sultan yang sekarang resmi menjadi suaminya.Akankah Hanum menemukan cinta sejatinya, yang ternyata sepertinya memang sudah disiapkan oleh Tuhan dengan dibungkus sekelumit masalah?
Season 2.
Seorang gadis bernama Cinta berada di ambang dilema saat William, atasannya di kantor mendadak mengajaknya menikah. Memendam cinta kepada kakak kelas sedari dulu membuat Cinta akhirnya menerima pinangan William. Namun, sebuah fakta terkuak usai pernikahan itu terjadi, membuat Cinta begitu menyesali keputusannya.
Cinta hancur saat dia tahu dirinya ada di tengah-tengah antara William dan Raisa. William sangat mencintai Raisa, tapi Raisa mencintai Willmar yang tak lain adalah saudara kembarnya. William hanya menjadikan Cinta sebagai pelarian.
Apakah yang akan Cinta lakukan setelah mengetahui perasaan William padanya? Akankah Cinta berusaha mendapatkan hati William, atau lebih memilih mundur setelah sakit yang tak berkesudahan William berikan padanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dian Safitri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mungkinkah dia mencintaiku?
Hanum masih tidak mengerti kenapa dia masih kesal sampai saat ini.Jam menunjukkan pukul tujuh malam dan suaminya belum juga pulang.Dia menjerit histeris jika membayangkan apa yang sedang terjadi saat ini,mereka pasti berduaan, begitu pikirnya.
Sudah tiga jam berlalu sejak kejadian di gerai makanan cepat saji yang ada di pusat perbelanjaan tadi,belum ada tanda-tanda suaminya pulang.Hanum mencoba mengecek ponselnya,kosong,tidak ada apa-apa disana, Sultan bahkan tidak memberikan pesan sekedar mengabari posisi nya saat ini.Lagi lagi Hanum mendengus kesal.
.
Hanum baru saja kembali dari toko bunga,dia menyedot cup berisi minuman dingin rasa coklat Favorit nya.
Dia merebahkan tubuhnya di bangku panjang,mencoba menghabiskan jam istirahat nya yang memang masih setengah jam lagi.
" Ajeng kemana Num? dia nggak kelihatan dari pagi,dia hanya perlu ke percetakan untuk mengambil beberapa sample kartu undangan pernikahan kenapa se lama ini? " tanya Metha sambil duduk di kursi.
" Sebaiknya jangan menganggu nya kak,dia pasti sedang berkencan sekarang.Dia tadi mengabariku kalau dia akan mampir makan siang dengan pacarnya sepulang dari kantor percetakan " Hanum memejamkan matanya.
" Oh..." wanita itu baru saja bangun dari duduknya ketika Hanum memanggil nya
" Kak..."
" Ada apa? "
" Apa kakak sibuk? "
" Mana ada orang sibuk di jam istirahat, lagi tidak ada klien penting hari ini."wanita itu kembali duduk.
" Kau mau bicara sesuatu? katakan saja,itu akan membuat mu lega "
" Soal suamiku kak."
" Ada apa dengan suami mu? "
" Kemarin aku melihat nya sedang makan berdua sewaktu aku dan Ajeng pulang dari toko perhiasan.Mereka benar benar akrab kam,aku bisa melihat bahasa tubuhnya.Wanita itu sepertinya merasa nyaman jika berduaan dengan suamiku "
" Haah ...Lalu? " Metha mendesah panjang
" Semalam dia pulang larut,entah jam berapa dia pulang karena aku ketiduran.Dan tadi pagi dia melewatkan sarapan nya,dia bilang ada pekerjaan penting pagi ini "
" Sudah kuduga "
" Apa? "
" Lupakan...apa kamu pernah bertanya pada suamimu apa dia mencintai mu? aku semakin khawatir mengingat sampai saat ini dia bahkan sama sekali belum menyentuh mu."
" Apa yang harus aku lakukan kak? " Hanum bangkit dari tidurnya dan mengguncang lengan sahabat nya.
" Bantu aku kak,aku tidak mau perempuan itu terus mendekati suamiku " imbuhnya
" Hahaaaaa...." Metha tertawa terbahak-bahak.
" Kenapa malah tertawa kak? ayo bantu aku? "
" Itu berarti kamu sudah mengakui kalau kamu sudah mencintai suami mu Num? "
" Entahlah kak,aku hanya merasa hubungan kami sudah dekat semenjak pulang dari Semarang,aku berharap kami bisa saling mencintai seiring berjalannya waktu.Tapi apa ini...? kenapa semua malah jadi seperti ini? aku marah tiap kali mereka berdua bersama "
Hanum mulai berkaca-kaca.
Metha memeluknya, mencoba memberikan kekuatan.
" Jangan menangis,lagi pula belum tentu mereka saling mencintai kan? tugasmu saat ini adalah mengetahui tentang perasaan suamimu padamu."
Metha mengusap usap punggung Hanum,membelai rambut panjangnya penuh kasih sayang layaknya kasih sayang seorang kakak terhadap adik nya.
.
Di kantor.
Sultan sedang menikmati makan siang nya yang di pesan Raka secara online karena mereka tidak sempat makan malam di luar.Pekerjaan masih menumpuk dan mereka harus menyelesaikan nya hari ini juga.
" Bagaimana reaksi istri anda pak? " Raka memulai perbincangan, dia sudah mengetahui kejadian beberapa hari ini dari Sultan.
Raka bahkan memberikan ide gila pada Sultan hanya untuk mengetahui perasaan Hanum pada suaminya yang sebenarnya.Dan kepulangan Mauryn ke Indonesia membantu mempermudah upaya Sultan untuk itu.
" Dia terlihat sangat kesal, apalagi tadi pagi aku melewatkan sarapan ku."
" Anda harus berhasil menjalankan misi ini pak kalau anda ingin tahu perasaan istri anda yang sesungguhnya kepada anda."
" Apa mungkin dia mencintai ku Raka? "
" Itu akan terjawab sebentar lagi,jadi cukup lakukan apa saranku dengan baik "
" Tapi sampai kapan aku harus menjaga jarak dari nya " Sultan terlihat frustasi.
" Terserah anda,semua ada di tangan anda,tapi kalau anda berniat mengetahui perasaan istri anda ya dengan cara seperti ini. Bersabarlah semua akan terkuak begitu kita tahu apa yang dilakukan istrimu jika tahu suaminya dekat dengan wanita lain " Raka tersenyum penuh kemenangan, optimis dengan ide yang dia kemukakan.
.
Waktu terus berjalan,dan ketika malam menjelang,pukul delapan.Ke empat sekawan itu terlihat menghabiskan waktu bersama di kafe.Ini pertemuan mereka yang pertama dengan formasi lengkap semenjak Mauryn,satu satunya wanita di antara mereka menetap di luar negeri.
Mereka terlibat perbincangan yang makin lama makin seru, bercerita seolah tidak kehabisan topik pembicaraan.Beramai ramai meledek Reno yang baru saja melepas masa lajang.
Ya....Reno, sahabat Sultan yang juga menjadi klien wedding organizer Hanum yang menggemparkan seluruh Indonesia dengan pernikahan mewahnya.
Awalnya Hanum tidak tahu hal itu, mengingat banyak orang dengan nama Reno berseliweran di negara ini.Dia baru mengetahui nya sejak acara pesta pernikahan itu digelar,disana pula dia melihat suaminya menjadi tamu undangan.Lalu melihat mempelai pria memang orang yang pernah dilihatnya dulu di apartemen.
" Jadi sekarang kau tinggal dimana Ryn? " tanya Adam di sela sela perbincangan mereka.
" Aku di apartemen Sky Blue lantai lima belas,kalian harus datang jika kalian punya waktu senggang "
" Ceritakan bagaimana kamu bisa pulang sendiri ke Indonesia? memangnya suamimu se sibuk apa sampai dia tidak punya waktu untuk mengantarkan mu pulang atau sekedar tinggal disini beberapa waktu? " Lanjut Reno.
"Sebenarnya....aku...." suara Mauryn tercekat, seperti ada sesuatu yang tertahan di tenggorokan nya.
Hening....tidak ada satu pun diantara mereka yang mengeluarkan sepatah kata.Lalu Sultan membelai punggung sahabat dan mengangguk, memberikan kode pada nya untuk menceritakan semua yang terjadi pada nya.
Adam menatap tajam Sultan, berpikir kalau Sultan sudah mengetahui semuanya dan Sultan mengangguk.
" Suamiku ..Radith...dia...dia selingkuh hiks....hiks..." tangis wanita itu pecah.
" Apa..? " teriak Adam dan Reno bersamaan.
"Bagaimana mungkin dia mengkhianati mu? "
" Siapa wanita itu? "
" Kenapa semuanya terjadi? "
Kedua lelaki itu terus melontarkan pertanyaan sehingga membuat Mauryn semakin menangis.
" Ini semua salahku " ucap Mauryn lirih setelah dia sudah sedikit tenang.
" Aku sibuk bekerja sampai lupa membagi waktu antara pekerjaan dengan suamiku.Tadinya aku hanya ingin mengisi waktu luang ku karena merasa bosan menjadi ibu rumah tangga,tapi semakin lama malah makin terobsesi dengan karierku."
" Siapa wanita nya? " tanya Reno tak sabar
" Rekan kerja Radith " Mauryn kembali melanjutkan ceritanya.
.
Sultan baru saja pulang, keadaan sudah sepi di dalam,jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam.Hanum pasti sudah tertidur,begitu pikirnya.
Dia membuka pintu kamar dan berpapasan dengan istrinya.
" Oh...kamu belum tidur? " tanya nya.
Tapi Hanum tidak menjawab,dia malah pergi meninggalkan suaminya begitu saja,Sultan lalu menyusul istrinya menuju dapur.
" Kamu sedang apa? " tanya nya lagi.
" Tentu saja aku sedang minum,apa mas tidak melihatnya? " jawab Hanum ketus.
Hanum kembali menaruh botol air dan menutup kulkas.Dia lalu melangkah kembali ke kamarnya sementara suaminya masih mengekor di belakangnya.
" Apa kamu marah karena aku tidak menjemput mu dan pulang larut malam? " ucap Sultan begitu mereka sampai di kamar
" Kenapa mesti marah,aku tidak peduli dengan semua yang kamu lakukan. "
Sultan menghembuskan nafas panjang, mengetahui ada amarah berkobar di mata istrinya.
" Kau sudah makan "
" Sudah..kamu sendiri? "
" Sudah."
" Ya aku,tahu kamu pasti makan malam dengan perempuan genit itu kan? " Hanum yang kesal kemudian menutupi tubuhnya dengan selimut sampai kepalanya tak terlihat.
Sebuah lengkungan terbentuk dengan jelas di bibir Sultan,tak tahu kenapa dia malah merasa senang melihat tingkah istrinya.
Apa mungkin dia cemburu? mungkinkah dia memang mencintai ku? . Sultan membatin.
.
Tbc...
Jangan lupa klik like setelah selesai membaca ya Readers,sedih aku tuh kalian masih aja pelit Like 😭😭😭😁
😄