NovelToon NovelToon
Tiga Puluh Hari Untuk Arven Jatuh Cinta

Tiga Puluh Hari Untuk Arven Jatuh Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Wanita Karir / CEO
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: @Caramel_Machiato

Alena Rahmawati tidak pernah menyangka bahwa menemukan dompet seorang pria asing di tengah bioskop tengah malam yang akan akan mengubah kehidupannya.

Demi biaya sekolah adiknya Dimas, Alena menerima tawaran aneh dari Arven Alfarizi, seorang CEO muda yang tampak memiliki segalanya. Sebagai imbalan sejumlah uang, Alena harus membuat Arven jatuh cinta kepada dirinya dalam waktu tiga puluh hari.

Awalnya semua hanya kesepakatan. Namun seiring berjalannya waktu, batas antara sandiwara dan perasaan yang sesungguhnya mulai menghilang. Saat Alena benar-benar jatuh cinta, ia baru mengetahui rahasia yang selama ini Arven sembunyikan.

Mampukah Alena membuat Arven jatuh cinta ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Caramel_Machiato, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 6 ( Pelajaran Cinta Dari Nabila )

Pagi ini Arven bangun cukup pagi..

Seperti biasanya, Arven akan menyilang tanggal yang sudah ia lewati.

Hal itu selalu ia lakukan setiap hari, menandakan dirinya masih menjalani hidupnya.

Arven mengambil ponselnya, ia pun mengirim pesan kepada Alena pagi ini.

[Arven : Hari kedua]

[Arven : Progress ?]

[Arven : Masih yakin buat lanjut kan ?]

Arven menunggu balasan Alena cukup lama, namun bisa Arven tebak jika wanita itu belum terbangun dari tidurnya.

Arven meletakkan ponselnya, ia pun beralih keluar dari kamar berdiri di balkon kamarnya.

....

Alena terbangun karena suara berisik dari depan rumahnya.

Saat ia membuka mata, ia langsung mencari ponselnya yang malam tadi ia charger.

Alena melihat pesan masuk dari Arven, bukan hanya satu tapi tiga pesan sekaligus.

" Bawel banget sih nih orang "

[Arven : Hari kedua]

[Arven : Progress ?]

[Arven : Masih yakin buat lanjut kan ?]

Alena menarik nafasnya dalam-dalam, kemudian ia pun langsung membalas pesan itu.

[Alena : Arven, lo bisa ga kalau chat gue tuh jam normal aja ?]

Alena menunggu jawaban dari Arven

[Arven : Emang jam 5 itu ga normal ?]

Alena memutar bola matanya sebelum membalas pesan itu

[Alena : Normal bagi orang kayak lo, tapi ga normal buat orang kayak gue ]

Tak menunggu lama, pesan pun kembali masuk dari Arven

[Arven : Hahaha]

Alena menatap layarnya, ia merasa kesal dengan respon yang Arven berikan.

[Alena : Lo udah jatuh cinta belom sama gue ?]

Tanya Alena iseng, padahal jelas pasti jawaban Arven belum

[Arven : Belum]

[Arven : Masih ada 29 hari lagi ]

[Arven : Semangat buat misi hari ini, Alena]

Alena tanpa sadar tersenyum membaca pesan Arven.

Alena pun meletakkan ponselnya, ia harus segera bersiap-siap ke kampusnya.

....

Alena menemui Nabila sahabat nya itu..

Ditangan Alena sudah ada buku yang siap mencatat pelajaran dari Nabila.

Nabila membuka buku itu, ia pun tertawa melihat isi dari buku itu.

" Misi Membuat Arven Jatuh Cinta ? "

" Siapa sih Dia ? "

Tanya Nabila penasaran

" Adalah, rahasia "

Nabila membaca selembar kertas berisi idenya kemarin, dan ia pun semakin tertawa lepas.

" Gagal semua ini ? "

" Iyah, ga bagus ide lo kemarin "

" Kayaknya bukan ide gue yang ga bagus, tapi emang tuh cowok aja yang kaku "

" Yaudah sekarang lo kasih tau gue lagi Bil, gimana caranya nih gue bikin dia jatuh cinta "

" Yaudah oke oke, sekarang nih lo dengerin dan catat baik baik ya sayangkuh "

" Siap Bu Nabil "

Alena pun langsung bersiap untuk mencatat apa yang Nabila katakan.

" Kali ini coba lo pakai cara dengan pujian, perhatian sama satu lagi lo buat dia itu spesial gitu "

Alena mencatatnya baik baik.

" Pokoknya Al, lo ga boleh galak "

" Emangnya gue galak ? "

" Banget "

" Oh.. Padahal gue ngerasa biasa aja "

" Terus lo jangan ngomel terus "

" Kalau dia salah ? Dia nyebelin ? gue ga boleh ngomel ? "

" Tetap, ga boleh Alena. Lo tuh harus bersikap manis, selalu senyum "

Alena langsung menghela nafasnya

" Berat banget "

" Lo mau berhasil ga ? "

" Mau lah Nabila "

" Nah yaudah ikutin cara gue "

" Iyah okee gue ikutin cara lo kali ini, tapi kalau gagal lagi gimana ? "

" Ya kita cari cara lain lagi "

Alena hanya mengangguk, ia pun akan mencoba cara ini saat bertemu dengan Arven.

....

Sore ini Alena kembali menemui Arven di kantornya.

Begitu Alena masuk, Alena langsung menjalankan misinya.

" Arven "

Panggil Alena dengan ceria

" Hmm "

Ucap Arven dengan datar

" Lo ganteng "

Arven yang sedang mengetik di laptopnya pun langsung berhenti saat itu juga.

Ia langsung menoleh ke arah Alena

" Lo sakit ? "

Tanya Arven

" Engga "

" Atau lo habis demam "

Tanya Arven kembali

" Engga, kenapa sih emang ? Ada yang salah ? "

" Aneh aja, biasanya lo ga pernah ngomong kayak gitu "

Alena pun langsung memasang wajah kesal

" Yaudah lupain aja deh lupain "

Arven yang melihatnya pun tertawa kecil

...

Sejak Alena datang Arven sibuk dengan layar laptopnya.

Karena merasa bosan, ia pun mencoba mencari pembicaraan dengan Arven

" Arven "

" Hmm "

" Hm.. Hm.. Hmm terus lo, Limbad Lo ?

Arven berhenti mengetik

" Siapa limbad ? "

" Bapa lo "

" Bapa gue ? Bukan "

" Astaga Arven.. "

" Kenapa Alena ? "

" Lo ga cape apa ? gue perhatiin dari tadi lo kerja terus "

" Lo perhatiin gue ? " Arven berbalik bertanya

" Ya maksudnya ya lo kan di depan gue nih, dan lo sibuk banget gitu. "

" Air lo aja masih utuh, minum dulu kek. Emangnya ga cape apa ? "

Setelah kepergian sang Ibu, Arven tak pernah mendengar ocehan bawel seperti ini.

" Minum dulu, istirahat Arven. "

" Lo manusia, lo butuh istirahat juga "

" Iyah Alena "

Arven pun langsung meneguk air yang ada disampingnya, gelas itu hampir kosong tak tersisa.

" Udah tuh gue udah minum "

" Ya harus lah, lo kan banyak duduk nih dan lo butuh banyak minum "

" Alena, lo bukan lagi jalanin misi buat jadi dokter gue kan ? "

" Bukan, tapi gue khawatir sama lo "

Arven tersenyum tipis

" Gue lanjutin kerjaan dulu, tanggung "

Arven mulai mengetik kembali.

Karena merasa bosan, Alena pun memainkan ponselnya.

Namun tiba-tiba rasa kantuk mulai datang, perlahan Alena merebahkan tubuhnya diatas sofa.

Arven tersenyum melihat Alena yang sedang tertidur.

Ia mendekati Alena..

Kemudian ia melihat sebuah buku yang hampir jatuh dari dalam tasnya.

Karena penasaran, Arven membuka buku itu.

" Misi Membuat Arven Jatuh Cinta " ucap Arven

Arven tertawa kecil saat membaca isi buku itu.

Kemudian Arven kembali menemukan selembar kertas berisi harapan Alena.

" Cari uang yang banyak buat Dimas kuliah, Jalan jalan, kerja yang enak, menikah.. "

Saat mendengar kata menikah, raut wajah Arven pun berubah.

Arven kembali menatap Alena yang tertidur pulas

" Lo harus nikah sama orang yang lo cinta nanti Alena, dan orang itu juga harus cinta sama lo " ucap Arven pelan

Saat Arven hendak kembali ke kursinya, tiba-tiba kepalanya terasa pusing dan hampir kehilangan keseimbangan.

Tanpa sengaja Arven menjatuhkan sebuah berkas yang membuat Alena terbangun.

" Arven lo ga apa apa ? "

" Ga apa apa, lo pulang aja Alea udah malam "

" Tapi Arven "

" Pulang Alena "

Alena merasa khawatir dengan Arven

Tapi karena Arven meminta dirinya untuk pulang, ia pun dengan berat hati meninggalkan Arven

Alena merasa ada yang Arven tutupi, tapi Alena sendiri tak tau apa.

..

Sesampainya dirumah Alena mencoba memastikan kondisi Arven.

Ia pun mengirimkan pesan kepada Arven

[Alena : Arven, lo ga apa apa kan ? ]

Alena menunggu jawaban dari Arven

[Arven : Aman]

[Arven : Oya nilai lo hari ini 6/10]

[Alena : Gue juga mau kasih lo, nilai Arven]

[Alena : Nilai lo 5/10]

Alena menunggu jawaban Arven, namun sayang Arven tidak lagi membalas pesan Alena

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!