Berawal dari kesalahfahaman, ketika Iel tertangkap basah menyembunyikan seorang pria dalam kontrakannya. Padahal, Iel hanya menolong Jack yang sedang terluka tembak yang cukup parah. Jack yang bersikeras tak mau dibawa ke Rumah sakit, akhirnya dibawa oleh Iel kekontrakan kecilnya, dan dirawat sendiri dengan alat seadanya.
"Menikah, atau kami bawa ke kantor polisi dengan tuduhan perzinahan?"
Akhirnya, dengan sangat terpaksa, Iel dan Jack menuruti permintaan mereka, dengan menikah secara rahasia dan tersembunyi dari publik. Itu semua dilakukan demi keamanan dan kenyamanan masing-masing.
Tapi siapa sangka, Pria yang Ia nikahi itu adalah seorang konglomerat yang memiliki sebuah hotel mewah dan kekayaan berlimpah. Sehingga, meski hanya istri rahasia tapi Iel masih diperlakukan bak ratu diistana milik. Jack itu.
Tak hanya memiliki banyak harta. Jack juga memilika begitu banyak musuh yang sangat jahat. Diantaranya Dawn, yang tak lain adalah mantan sahabat Jack, yang juga Kakak dari kekasih Jack yang telah meninggal dunia.
Dawn begitu marah dan dendam pada Jack, karena telah memakai jantung Sang adik untuk dirinya tetap hidup. Begitu egois, baginya kala itu.
Karena hubungan yang harus tetap dijaga kerahasiaannya, pada suatu ketika Iel bertemu Dawn. Mereka cocok, dan menjadi sahabat, bahkan Dawn menganggap Iel sebagai pengganti Deandra, dan mengangkatnya sebagai adik.
Perjalanan hubungan mereka begitu mulus dan tak diketahui satu sama lain. Hingga Naya, sahabat mereka. Ia diam-diam memberi tahu Dawn, tentang hubungan Iel dan Jack.
Bagaimana respon Dawn mengetahui itu semua?
Bagaimana hubungan mereka, ketika tahu bahwa mereka saat ini harus melindungi wanita yang sama. Iel sebagai istri Jack, dan juga sebagai adik angkat Dawn.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erna Surliandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25
"Kau menangis?" tanya Jack, yang meilhat Iel duduk menundukkan kepala dihadapan-nya.
Meski sudah ditutupi dengan make up oleh Amy, tapi Jack masih dapat melihatnya dengan baik. Mata itu begitu bengkak, dan membuat Iel terlihat begitu sipit.
"Kau seperti orang dipukuli semalam." ucap Jack, dengan menyantap sarapan-nya.
"Bukan wajahku yang dipukuli, tapi hatiku yang dihancurkan. Rasanya remuk redam, hancur tak tersisa." jawab Iel lemah.
"Tapi setidaknya kau masih hidup, belum sampai bunuh diri. Jadi kau belum terlalu menderita."
"Tuan memintaku bunuh diri? Kejam." ucap Iel, lalu meminyirkan bibirnya.
"Eheeeeemmm...!" Pak Bob menegur mereke dengan deheman-nta yang begitu berkarisma. "Kau melanggar ucapanmu sendiri, Tuan. Saat makan, jangan berbicara."
Jack. kembali diam, dan menghabiskan sarapan-nya. Setelah itu, Ia bersiap berangkat kehotelnya untuk kembali bekerja. Amy dengan sigap memasangkan Jas, lalu memberikan tas laptop pada Jack.
Tanpa berpamitan, Jack pun pergi meninggalkan Iel dirumah besar itu. Meski tak sendiri, tapi Iel tetap saja merasa bosan. Seluruh isi rumah telah Ia jelajahi, keperputakaan pun sudah Ia lakukan dan membaca beberapa buku yang menurutnya menarik.
Kemudian Ia duduk disofa, meraih Hp dan menelpon Jack.
"Kenapa menelponku?" tanya Jack, yang sedang begitu sibuk sebenarnya.
"Tuan... Aku bosan dirumah."
"Lalu? Kau mau apa?"
"Bolehkah ikut ke hotel? Aku ingin jalan-jalan, aku janji tak akan macam-macam. Dan aku akan datang sebagai tamu."
Jack hanya menghela nafas panjang. Ia ssebenarnya kasihan dengan gadis malang itu. Tapi, Ia juga takut jika Iel keluar terlalu lama, akan ada seseorang yang mengintainya.
"Panggil Amy, lalu loundspeaker pembicaraan Ini."
"Baik, Tuan." Iel langsung memanggil Amy, tanpa mematikan telepon.
Amy bergegas datang, dan menerima panggilan itu. Mendengar semua arahan dari Jack, tanpa membantahnya sama sekali. Jack yang selesai berbicara, langsung mematikan telepon-nya.
"Bersiaplah." ucap Amy pada Iel, membuat semburat bahagia diwajah gadis itu.
Iel kemudian berlari kekamarnya, mengganti pakaian-nya agar lebih pas Ia bawa kepantai. Setelah itu, Ia menghampiri Amy yang sudah menunggu diluar.
"Persyaratan pertama adalah, jangan terlalu lama bermain air, dan jangan terlalu jauh dari bibir pantai.
Persyaratan kedua, tetap peorfesional, dan jangan menyapa Tuan ketika kalian bertemu disana." Amy memberikan beberapa instruksi dari Jack untuk Ia sampaikan pada Iel.
"Kenapa?" tanya Iel.
"Apanya?"
"Kenapa tak boleh tarlalu lama bermain air? Kalian kira aku anak kecil yang gampang masuk angin? Aku juga bisa berenang."
"Itu perintah." jawab Amy.
"Oke, lalu kenapa tak boleh menyapa. Kalau hanya sekedar menyapa, apakah berbahaya?" tanya Iel lagi.
"Turuti saja, atau tidak jadi pergi?"
"Ah, Kak Amy mulai seperti Tuan-nya, yang selalu mengancamku. Yasudah, kita pergi." gandeng Iel pada tangan Amy.
Amy sengaja membawa Iel pergi menggunakan taxi, karena mobil Jack hampir semua sudah dilacak para musuhnya. Sehingga jika mereka berdua pergi, takur ada pencegatan dijalan nanti.
"Tapi, kenapa kemarin kau memakai mobil pribadimu? Apakah tidak apa-apa?" tanya Iel pada Amy.
"Ya, mobilku aman. Tapi untuk sekarang, lebih baik berjaga-jaga. Apalagi kita akan menuju hotel. Semua orang dihotel, tidak ada yang tahu tentang pernikahan."
Iel hanya mengangguk mendengar jawaban itu. Ternyata Jack memang begitu merahasiakan tentang pernikahan mereka, dan hanya orang-orang yang Ia percaya saja yang tahu semuanya.
"Dia sudah menuruti permintaanku, tinggal aku menjaga kepercayaan-nya." gumam Iel.
Tiba dihotel, Amy menggandeng Iel masuk lewat gerbang depan agar tak terlihat mencurigakan. Seorang karyawan menyapanya, namun Amy mengisyaratkan agar diam seolah tak mengenalinya.
"Pantaaaaaiii!" teriak Iel kegirangan, dan berlari sekuat tenaga menuju ombak yang sedang bergulung-gulung dibibir pantai.
Amy menatapnya heran, Nyonyanya yang terhormat bagai anak kecil yang sudah terlalu lama dikurung dirumah.
"Istrimu memang aneh, Tuan." ucap Amy, yang ternyata dari tadi menggunakan Earphone, dan terhubung pada Jack, yang menatap mereka dari kaca ruangan-nya.
majikan dan pekerjanya" . aku pikir di Indonesia sangat split menemukan keluarga seperti ini. beda dg di eropa, majikan aja di panggil namanya tanpa embel2 🤣