Pernikahan Aira dan Reyhan karena untuk menyelamatkan perusahaan Ayahnya yang sedang mengalami kebangkrutan.
Reyhan datang sebagai penolong. Niatnya bukan untuk menindas Aira ataupun keluarganya. Namun Reyhan hanya heran kenapa Orangtuanya tega menukar anak gadisnya hanya dengan harta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Firda Septii Msi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 25 Ungkapan cinta
Merasa sangat haus, Reyhan turun menuju dapur untuk mengambil minum. Saat sedang minum, ia di kagetkan oleh sang mama.
"Aira mana Rey?" tanya Mama
"Astaga ma, bikin kaget Reyhan deh" omel Reyhan.
"Maaf. Dimana istri kamu?" tanya ulang mama pada Reyhan.
"Di kamar, lagi ngambek." jawabnya
"Ngambek kenapa? Apa kamu melakukan kesalahan besar? Awas saja kalau sampai kenapa napa sama menantu mama" ancam mama.
"Reyhan cuma melarangnya makan bakso di persimpangan,karena itu tidak bagus." bela Reyhan.
"Astaga Reyhan ! Hanya makan bakso loh" ucap mama tak menyangka. Ya, Reyhan memang sangat pemilih apalagi soal makanan. Ia tidak akan mengizinkan makan makanan yang tidak hygenis apalagi junk food.
"Tapi ma. " jawab Reyhan.
"Sekarang samperin istri kamu, ajak dia makan bakso yang ia mau"
"Iya ma" jawab Reyhan. iapun kembali kemarnya mengajak Aira makan bakso yang di inginkan.
Melihat Aira masih meringkuk di balik selimut, Reyhan hanya bisa menghela nafas. Ternyata mempunyai istri yang terbilang masih bocah bikin pusinh juga pikirnya.
"Ra, ayo bangun" ucap Reyhan.
Namun Aira masih tak bergeming.
"Beneran nggak mau bangun? padahal kakak mau ajakin kamu makan bakso di persimpangan loh" ucap Reyhan mengompori Aira.
Benar dugaan Reyhan, Aira langsung membuka selimutnya dan duduk menghadao reyhan.
"Kakak nggak bohong kan?" tanya Aira penuh selidik.
"Enggak. Yaudah kamu siap-siap gih" ucap Reyhan.
Dengan bahagia Aira bersiap-siap dan menggandeng tangan Reyhan.
Sesampainya disana Aira langsung memesan bakso berukuran jumbo.
"Mang. Biasa yang jumbo" ucap Aira
"Kakak mau pesan yang apa?" tanyanya pada Reyhan.
"Yang biasa saja " ucapnya
"Sama yang biasa satu mang"
"Siap neng" sahut abang tukang baksonya.
Setelah menunggu 10 menit pesanan mereka datang. Aira langsung menuangkan sambal dan kecap.
"Jangan banyak-banyak cabenya. Nanti sakit perut" ucap Reyhan memperingati.
"Tidak akan" jawab Aira.
Setelah selesai, mereka segera kembali ke rumah. Di mobil, Reyhan memecah keheningan.
"Ra, lain kali jangan makan yang terlalu pedas. Kakak nggak mau kamu sakit perut. "
" ih kakak, udah kaya khawatir sama orang yang kakak cintai saja." jawabnya sambil terkekeh
"Kakak emang cinta sama kamu" jawab Reyhan.
Aira tertegun dengan apa yang Reyhan ucapkan. Ia tampak kaget. Melihat itu Reyhan menepikan mobilnya di dekat danau.
"Ayo turun" ucap Reyhan
Keduanya sedang duduk di kursi danau. Reyhan menggenggam tangan Aira lembut.
"Ra, kakak itu sayang dan cinta sama kamu. Kakak nggak tau dari kapan perasaan itu ada. Jujur, dari awal sebenarnya kakak menikahi kamu karena kasihan sama kamu yang di jual ayahmu sendiri." Reyhan menjeda ucapannya.
"Tapi, setiap hari kakak bersama kamu semuanya berubah. Perasaan yang tadinya kasian sekarang jadi peduli dan sayang sama kamu"imbuhnya.
"Tapi kan kakak pacarnya kak Clara" ucapnya.
"Kami sudah putus. Clara ketahuan selingkuh" ujar Reyhan.
"Tapi kak" ucap Aira
"Sudah lupakan, kita pulang sudah malam" ucap Reyhan datar.
Reyhan mengajak Aira pulang, namun Aira merasa bersalah karena meragukan perasaan Reyhan.
Sesampainya di rumah, Reyhan masih dingin. Hal itu membuat Aira tidak nyaman, walaupun di awal pernikahan sebenarnya Reyhan lebih dingin dari ini.
Bahkan tidur pun mereka diam tidak seperti biasanya Aira yang.selalu bertanya tentang hal-hal kecil.
walau pun kejam pada lawan ny.
tspi dia tdk pernah menyakiti Aira
demi harta dan tahta, rela menjual anak ny...🛑🛑🛑