Mutia Syakila
Seorang gadis desa yang berparas cantik dan di juluki kembang desa, ia berumur 20 tahun, mempunyai adik perempuan satu , namun orang tuanya bercerai saat ia masih SMA. sesuatu yang sangat mengharuskan jika anak perempuan pertama pasti menjadi tulang punggung keluarga, apalagi ayahnya memiliki sakit jantung.
Ia bekerja siang malam untuk menhidupi keluarga dan pengobatan ayahnya. Dan cobaannya tidak sampai disitu, karena ia bertemu dengan sorang lelaki Yaitu Rangga aditiya yang membawa cinta sekaligus luka bagi mutia
Bagaimanakah kelanjutannya, ???
#Tinggalkan jejak setelah membaca yaa para readers tercintah🤗❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gadiss, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sakit hatiku
"Jaga bicaramu!!" teriak rangga sambil menunjuk wajah jeni.
"Kenapa ha..? emang kenyataanya kaya gitu ko,.. sekarang gadis kampung itu sudah pergi entah kemana" Rangga yang mendengar itu semakin emosi
"Pergiii sekarang" ucap rangga dengan dingin, matanya memerah dan memandanb dengan tajam tangannya terkepal , jeni sampai ngeri melihat rangga yang seperti ini, akhirnya ia memutuskan untuk pergi.
"Sialll... rangga begitu mencintai gadis itu, bahkan disaat ia sudah tidak ada di sampingnya" gumam jeni
Lalu ia mengeluarkan ponselnya
"Halo, bagaimana keadaan gadis itu" Tanya mutia pada salah satu pengawal kakek rangga yang di tugaskan untuk menjaga mutia di vila.
"Gadis itu melamun saja nona, dan sudah beberapa hari ini ia berhenti histeris"
" Tetap awasi dia jangan sampai kabur, kalau perlu jangan kasih makan, biarkan dia mati sekalian" titah jeni
"Tapi nona?.."
"Ikuti saja kata-kataku, urusan kakek biar aku yang bilang, pasti ia akan menuruti semua keinginanku"
"Baik nona"
"Baguss" Ucap jeni lalu tersenyum penuh kelicikan.
...*****************...
Di sebuah ruangan yang usang, banyaknya debu dan kotoran, terdapat seorang gadis yang sedang meratapi nasibnya, matanya sembab, rambutnya sudah kusut, apalagi pakaiannya.
kulit yang tadinya mulus kini penuh dengan kotoran debu, selama seminggu ini, mutia tak henti menangis, ia teringat akan ayahnya dan juga kekasihnya rangga.
Tatapannya kosong, air mata yang sudah tak mau keluar, mutia hanya bisa diam dengan semua angan dan harapan, ia ingin sekali rangga mencarinya dan menemukannya seperti di filem-filem, namun ternyata sudah seminggu ini ia berada di tempat kotor ini.
"Rangga... apakah kau mencariku? atau kau sudah melupakanku?" gumam mutia di sela-sela lamunannya
Brakkkkkk... pintu terbuka dengan kasar, namun tidak membuat mutia sadar dari lamunan.
"Hay gadis cantik" Ucap pengawal sambil menyentuh dagu mutia.
Mutia melirik, dan langsung memalingkan wajahnya
"Sudahlah.. jangan bersedih. Lupakan saja pacarmu itu hmm.karena ia tidak akan datang mencarimu, bahkan ia bersenang-ssenang dengan calon tunagannya"
mutia menatap pengawal itu ketika ia mendengar bahwa rangga sedang bersenang-senang dengan calon tunagannya,
matanya seolah menendakan bahwa ia tidak percaya dengan apa yang di dengarnya.
"Apa kau tidak percaya padaku hah? Lihatlah poto ini!" ucap pengawal itu lalu mencengkram dagu mutia dan di perlihatkan ke layar ponselnya, disana terdapat poto rangga sedang berpelukan dengan jeni di atas tempat tidur, di poto itu jelas bahwa rangga dan jeni bertelanjang dada.
Degg Hati mutia terasa tertusuk seribu jarum, hatinya sakit melihat itu, matanya memerah tangannya terkepal, tak terasa airmata sudah menganak sungai di pipi cantiknya,
"Ya tuhan... rangga.. kau tega sekali padaku, apa kau lupa bahwa aku adalah kekasihmu hikss hiks" gumam mutia dalam hati
"rasanya begitu sakit melihatmu bersamanya, Aku tidak akan pernah memaafkanmu hikss" ucap mutia dalam hati sambil terus menangis menundukan kepalanya.
"Akhhhhhhh" mutia menjerit kesakitan kala rambutnya di jambak oleh pengawal itu,
"Kemarilah gadis cantik, lihat ke kamera, 1..2..3.. ckrek, Nah sudah" Pengawal itu mengirimkan poto mutia sedang berlinang air mata ke jeni, karena itu semua adalah rencananya untuk membuat mutia sakit hati.
"Tidur lah lagi gadis cantik" lalu pengawal itu keluar dari gudang.
Hati mutia menjeritt, menangis tersedu-sedu, ia begitu terluka sambil memanggil-manggil ayahnya.
"Ayahhhhh...Hati tia sakitt ,... Ayahhh tolong tia yahhh.. kenapa ini semua harus terjadii padaku ya tuhan" jerit mutia dalam hati sambil terus menangis tersedu-sedu.