NovelToon NovelToon
Cincin Pengkhianatan

Cincin Pengkhianatan

Status: tamat
Genre:Mafia / Action / Tamat
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Its Efa

Vincent Lawson rela meletakkan pistolnya demi menggenggam tangan wanita yang ia cintai. Ia percaya, cincin itu akan menjadi awal dari selamanya. Namun pada malam yang sama, wanita itu mengganti janjinya dengan sepasang borgol.

Di tengah raungan sirene dan hancurnya seluruh impian, Vincent tak lagi mempertanyakan mengapa ia ditangkap. Ia hanya ingin tahu...

“Di antara ribuan senyum yang kau berikan selama dua tahun... adakah satu saja yang lahir karena cinta, bukan karena tugas?” 💔

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Its Efa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9

[ Kepercayaan yang Berbahaya ]

Sejak malam penyerangan itu, Vincent Lawson tak lagi menganggap Rhea Azlyn sebagai orang asing.

Ia mulai datang tanpa alasan.

Kadang hanya untuk minum kopi.

Kadang hanya duduk diam memandangi jalan dari balik jendela toko bunga.

Aneh.

Padahal biasanya, satu menit saja Vincent berada di tempat umum sudah cukup membuat semua orang ketakutan.

Namun di toko kecil itu...

Ia merasa tenang.

"Bos."

Damian menghampiri Vincent yang sedang menikmati kopi buatan Rhea.

"Rapat sudah dimulai."

"Nanti saja."

Damian terdiam beberapa detik.

"Bos... semua petinggi Black Raven sudah menunggu."

Vincent menghela napas pelan sebelum berdiri.

Ia menatap Rhea yang sedang merangkai bunga.

"Aku pergi dulu."

Rhea tersenyum.

"Hati-hati."

Vincent mengangguk kecil.

Sebelum keluar, ia sempat menoleh sekali lagi ke arah Rhea.

Entah sejak kapan...

Ucapan sederhana itu menjadi sesuatu yang selalu ingin ia dengar.

Sore harinya...

Sebuah mobil kembali berhenti di depan toko.

Namun kali ini bukan Vincent.

Damian turun lebih dulu.

"Nona Rhea."

"Iya?"

"Bos meminta Anda ikut dengan kami."

Rhea sedikit terkejut.

"Ke mana?"

"Bos akan menjelaskannya sendiri."

Rhea sempat ragu.

Namun ini bisa menjadi kesempatan untuk mengetahui lebih banyak tentang Black Raven.

"Baik."

Mobil memasuki kawasan pegunungan yang jauh dari pusat kota.

Lima belas menit kemudian, mereka berhenti di depan sebuah rumah bergaya klasik yang dijaga puluhan pria bersenjata.

Rhea menatap bangunan itu.

"Ini...?"

"Rumah utama Black Raven."

Jantungnya berdetak lebih cepat.

Ini pertama kalinya seorang polisi berhasil menginjakkan kaki di markas organisasi itu.

Pintu terbuka.

Vincent sudah menunggu di dalam.

"Selamat datang."

Rhea tersenyum canggung.

"Apa tidak apa-apa aku datang ke sini?"

Vincent berjalan mendekat.

"Kalau aku tidak percaya padamu..."

"...kau tidak akan pernah tahu tempat ini."

Kalimat itu membuat hati Rhea terasa berat.

Vincent mengajak Rhea berkeliling.

Rumah itu jauh berbeda dari bayangan Rhea.

Tidak ada pesta.

Tidak ada wanita.

Tidak ada alkohol berserakan.

Semuanya tertata rapi.

Beberapa anak buah bahkan menyapa Vincent dengan penuh hormat.

"Selamat sore, Bos."

Vincent hanya mengangguk.

Rhea memperhatikan semuanya dalam diam.

Salah satu pria menghampiri mereka.

"Bos."

"Ada apa, Leo?"

"Pengiriman besok sudah siap."

"Nanti kita bahas."

Leo baru menyadari keberadaan Rhea.

Tatapannya berubah waspada.

"Bos..."

"Siapa wanita ini?"

Vincent menjawab tanpa ragu.

"Orang kepercayaanku."

Ucapan itu membuat seluruh ruangan mendadak hening.

Damian sampai menoleh pelan.

Selama bertahun-tahun...

Belum pernah Vincent menyebut siapa pun sebagai orang kepercayaannya.

Rhea sendiri membeku.

Ia tidak menyangka Vincent akan mempercayainya sejauh ini.

Malam mulai larut.

Vincent mengantar Rhea ke taman belakang rumah.

Di sana terdapat sebuah pohon besar dengan ayunan kayu.

"Tempat ini indah."

Vincent duduk di ayunan satunya.

"Dulu..."

"...ibuku sering mengajakku bermain di sini."

Rhea menoleh.

"Kau masih mengingatnya?"

Vincent tersenyum pahit.

"Aku mengingat hari ketika beliau dibunuh."

Keheningan langsung menyelimuti mereka.

"Ayahku juga meninggal beberapa tahun kemudian."

"Sejak saat itu..."

"...aku belajar satu hal."

"Apa?"

"Kalau ingin bertahan hidup..."

"...jangan pernah mempercayai siapa pun."

Rhea menundukkan kepala.

Kalimat itu seperti pisau yang perlahan menusuk hatinya.

Karena pria yang mengatakan kalimat itu...

Kini justru sedang memberikan seluruh kepercayaannya kepada seseorang yang hidup dengan identitas palsu.

Saat Damian mengantar Rhea pulang, ia membuka pintu mobil untuknya.

"Nona."

"Iya?"

Damian tersenyum tipis.

"Sudah lama aku tidak melihat Bos seperti sekarang."

"Maksudmu?"

"Dulu Bos tidak pernah tersenyum."

"Tidak pernah mengajak siapa pun ke rumah utama."

"Dan tidak pernah mempercayai orang baru."

Damian menatap Rhea beberapa saat.

"Terima kasih... karena telah mengubah Bos."

Rhea menggenggam tasnya erat.

Dadanya terasa sesak.

Karena hanya dia yang tahu...

Suatu hari nanti, kepercayaan itu akan ia balas dengan pengkhianatan.

Dan ketika hari itu tiba...

Bukan hanya Vincent yang akan kehilangan seseorang.

Rhea juga akan kehilangan satu-satunya pria yang diam-diam mulai mengisi hatinya. 💔

1
Anne Soraya
lanjut 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!