NovelToon NovelToon
DIA SANG MANTAN TERINDAH

DIA SANG MANTAN TERINDAH

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Cintamanis / Contest / Tamat
Popularitas:116.5k
Nilai: 5
Nama Author: Arjuna bayu

Bermula dari murid pindahan dari kota yang bernama Rara Amelia Putri, dan Dewa hayunda seorang siswa yang tampan yang cuek dan lugu, yang tak pernah menyadari ketampanannya

Dewa terjerat tipu daya cinta Rara, dan membuat nya terbelenggu, hingga membuat Dewa terjebak dengan cinta terlarang

Kejadian berulang saat Dewa di bangku kuliah, bertemu Rara, seolah takdir menjodohkan mereka, Dewa menata kembali cintanya untuk menjadi lebih baik, tapi ternyata keinginan itu hanya sepihak, tidak dengan Rara, dalam kisah cintanya yang sedang mekar, Rara meninggalkan Dewa dan menikah dengan pria lain, membuat Dewa terpuruk dan jatuh dalam dunia hitam, kehadiran dosen cantik sebagai tuan mami, dan mas Rio yang menjadikannya kucing Anggora

Dalam perjalanan hidupnya bersama Rara Dewa memilik 2 orang anak, Arjuna dan Gading

Berakhir tuhan mengirimkan seorang malaikat bernama Dina, yang membantunya keluar dari kehidupan yang kelam

Wanita yang lembut dan bersahaja, yang memiliki cinta pertama bernama Dewa hayunda

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arjuna bayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BUKU DIARY DINA

Menyambut pagi Dewa membuka pintu rumahnya, terasa sepi, Dewa sendiri lagi, tak ada suara berisik Arjuna dan Gading. Mereka sudah kembali ke rumah ibu.

Karyawan tak datang karena Dewa meliburkan mereka tiga hari

"Biar Rina menikmati hari liburnya" bisik Dewa dalam hati.

Matahari bersinar cerah, hiruk pikuk aktivitas sudah di mulai, seorang pedagang keliling menyapa Dewa

"Pagi dek Dewa" sapanya ramah,

Dewa tersenyum dengan khas Dewa yang manis menyambutnya.

Di gerak-gerakkan kakinya yang pegal mengikuti gerakan senam. Dari jauh tampak pasangan yang tak asing baginya berjalan beriring seorang anak cowok kecil duduk di pundak ayahnya.

"Aaaah...keluarga yang bahagia"

Gumam Dewa sembari berbalik badan masuk ke rumahnya

Hari itu Dewa tak menyia-nyiakan pekerjaan, dalam lelahnya ia tetap membuka toko

"Lumayanlah" bisik hatinya.

Mengingat teman-temanya Dewa jadi teringat sesuatu

"Buku diary"

Dewa melangkah menghampiri mobilnya di ambilnya buku kecil itu, di bukanya, di baca lembar demi lembar, belum selesai ia membaca suara Rara mengagetkannya. Di tutup buku itu dengan tergesa-gesa, matanya menghampiri Rara yang terlihat marah padanya,

"Plakkk...!!!!" Tamparan keras mendarat di pipinya yang tampan.

Sumpah Dewa terperangah, seumur hidupnya baru kali inilah dia merasakan nikmatnya tamparan. Belum sempat dia berargumen Rara melayangkan tamparan kedua

"Plakkk..." kembali Dewa terkejut

Tak tau harus berbuat apa, bertanya pun dia tak tau harus bertanya apa. Dewa terdiam tak melakukan perlawanan, kedua pipinya memerah sepertinya Rara memukulnya dengan seluruh tenaganya

Air matanya berlinang, dia menangis tak karuan. Gading suaminya dengan heran menghampiri istrinya memeluk dan membawanya berlalu dari hadapanku, tak ada argumen apapun di antara kami, aku diam dan gading diam, hanya suara Isak Rara terdengar pilu.

Dewa tak menghiraukan kejadian pagi hari ini, dia kembali duduk ke meja kasir tokonya membaca bait demi bait isi diary itu, semua tentang Dewa. Di akhir bait tertulis

"Tuhan biar ku habiskan hidupku untuk menantinya, kalaupun jodoh tak berpihak padaku, biarlah aku akan datang padamu seorang diri"

Dewa menghela nafas dan menghembuskan berlahan. Mengingat wajah Dina yang gendut pendek kecil manis memiliki lesung pipi

"Ahhh dia jelek sekali, mungkin kalo di bandingkan aku sekarang dia hanya sepinggang ku"

Dewa nyengir kuda membayangkan wajah Dina yang dia kenal.

Dewa memperhatikan wajahnya di depan kaca, wajahnya memerah, dan baru dia sadari bekas gigitan nyamuk di hidungnya, dia tersenyum ingat teman-temannya. Mengobati rasa sakit akibat tamparan Rara.

Dewa berdiri dari duduknya, dengan bergegas di tutupnya rolling tokonya tanpa Menganti baju dia menyambar kunci mobil, mengunci pintu.

Terios putih melaju kencang, menyusuri jalan lintas melewati hutan-hutan kecil meninggalkan rumahnya, Memasuki wilayah kabupaten tempat orang tuanya tinggal, mobil itu terus melaju melewati rumah ibunya.

Sisa kemarin dia refreshing bernostalgia dengan teman-temanya masih meninggalkan lelah. rasa badannya masih berasa remuk, tetapi tetap saja ia mengemudikan mobilnya.

Sampai pada perkampungan luas Dewa memperlambat laju mobil, melihat-lihat, sesekali dia berhenti menghampiri seseorang hanya untuk bertanya sesuatu.

Dewa tampak bersungguh-sungguh, sedih terlintas di wajahnya ada komentar orang yang di temuinya mencibir Dina, marah, tapi dewa diam saja.

Mobil Terios putih miliknya berhenti di depan taman kanak-kanak, riuh suara anak-anak membuat Dewa pusing.

Mata Dewa mencari-cari, tapi tak ada yang di cari, sempat pesimis jauhnya perjalanan akan sia-sia.

Kembali teringat Agus bercerita tentang Dina, ada rasa kasihan terlintas di hatinya. Dewa ingin memeluk erat tubuh Dina lembut.

Dewa Memberanikan diri untuk turun dari mobilnya, tatapan mata asing menghampirinya tapi

"Biarlah" bisik hatinya

Kakinya yang telanjang dengan sendal jepitnya melangkah menghampiri seorang guru TK itu,

"Mbak numpang tanya ?" Dewa buka suara,

Gadis itu berdiri menghampirinya

"Iya..." jawab wanita itu

Matanya yang bening tak bisa menyembunyikan rasa kagumnya pada Dewa.

"Apa di sini ada yang namanya Dina Marlinda, orangnya pendek gendut ada lesung pipi" Jelas Dewa lengkap

Wanita itu agak bingung tapi kemudian menjawab jelas

"Ada pak yang namanya Dina tapi dia nggak gendut, sebentar saya panggilkan"

Wanita itu berlalu dari depanku, aku menunggu dengan sabar berharap itu benar dia, agar bisa menjelaskan banyak hal pada semua orang yang sudah menghinanya dulu.

Dewa merasa bersalah. ia berniat untuk membayar rasa bersalah yang telah membuat pernikahannya hancur.

Ku mainkan ujung kakiku, dengan sabar. Rambutku yang sudah mulai sebahu berkibar tertiup angin menganggu mataku

"Hai, siapa ya ?" suara lembut di belakangku membuyarkan sedikit lamunanku

Dewa menoleh dan, mataku menatap heran bibirku menyeringai

"Salah orang" ku telan ludahku "Maaf mbak sepertinya saya salah orang"

Dewa melangkah dengan berlahan, memohon dengan sopan

"Uuuh malu rasanya" semua mata yg sembari tadi menatapku heran jadi berasa ingin melempari ku telur mentah.

Mereka tersenyum seolah-olah menghakimiku, aku melangkah meninggalkan tempat itu, tapi mataku sekilas melihat sesuatu, dia tersenyum dan,

"Lesung pipi itu...?" aku berbalik kembali menghampiri gadis itu dengan tergesa yang membuat ia kaget

"Mbak!" panggilku sopan dan tiba-tiba

Membuat Dina langsung melihat ke arahku lagi

"Aku Dewa, apa kamu mengenalku ? " harap Dewa cemas.

Tiba-tiba, gadis itu tertegun ada kaget, dia menjatuhkan sesuatu dari tangannya saking kagetnya air matanya berlinang, tubuhnya tak bergerak kaku, sejurus kemudian dia pingsan tak sadarkan diri.

Menyadari itu Dewa langsung memegangnya dengan kuat di peluknya tubuh mungil itu, beberapa guru lain membantuku membawa ia masuk memberi pertolongan pertama

Dia Dina, gadis yang ku cari, tak ku sangka dia jadi gadis yang sangat cantik

Ku kipas-kipas kan tanganku. Aku menunggu Dina hingga sadar sedangkan teman-temannya harus menyelesaikan tugas mereka.

Para orang tua wali murid bertanya-tanya, ku dengar dari balik pintu ada komentar yang bermacam sangat buruk, ku telan ludahku

"Seberapa sakit hidupmu karena aku ?"

Beberapa menit kemudian Dina sadar dari pingsannya, dia menatapku tak percaya, air matanya terus mengalir, ku usap air mata itu

"Sudahlah jangan nangis, ini aku sudah ada di sini" bisikku padanya ku peluk dia

******

Jam pulang anak didik Dina sudah tiba, dengan meminta izin pada kepsek, Dewa membawa Dina pulang, diiringi pandangan mata orang-orang yang membuat Dina Canggung.

Memahami keadaan Dina Dewa ambil posisi mendahului, Dewa membuka pintu mobil untuk Dina, dengan perasaan enggan dan malu Dina menaiki mobil Dewa.

Dengan senyum khas Dewa yang mempesona Dewa berpamitan pada teman-teman Dina.

Mobil melaju dengan pelan melewati jalan setapak, Dina hanya diam, rasa kagetnya dan tak percaya belum sembuh, dia mencoba mencubit tangannya, dan meringis sakit

Dewa tersenyum melihat tingkah Dina yang masih bingung seperti orang baru bangun tidur.

Niat Dewa datang mencari Dina untuk menjelaskan banyak hal dan mengklarifikasi kejadian yang pernah menyakiti Dina di urungkan nya.

"Din, aku tadi sempet pangling Lo liat kamu, ku pikir salah orang " suara Dewa memecah suasana

Tapi Dina hanya tersenyum

"Kamu udah lama ngajar anak TK ?"

Dewa kembali mencoba mencairkan suasana, tapi lagi lagi Dina hanya diam dan tersenyum

"Udahlah Din, ini aku Dewa, kamu nggak mimpi kok"

Dina mengangkat wajahnya tersenyum

"Buset" cantik juga

Tak lama perjalanan, sampai kami di depan rumah sederhana, terbuat dari papan rapih.

1
Sisil Az Zahra
kok disini lagi ya
Evi Fitriani
susah jadi org ganteng😅
teguran untuk dewa yg sdh terlalu dslsm berkubang dosa
Yusni
perempuan kok gampang bgt hamil..lahirin trs di tinggal, gemana orang tuanya sih..tau anaknya hamil tp diem aj ga nuntut tanggung jawab
Ayatie Treni
Sangat bagus👍🥰🥰
Ayatie Treni
sangat sangat keren ceritanya 🥰🥰
Ayatie Treni
seperti perjalanan hidupku
Ayatie Treni
sambungan nya di sini ternyata 😁
Sisil Azzahrah
ahir yg bagus👍👍👍
Arjuna Bayu: acih kk cantik,, yuk lnjut kisah anaknya Chandra dan Laras di my beautiful aunt
total 1 replies
Arjuna Bayu
kami akan terus melakukan perbaikan, terimakasih atas segala kritik dan saran 😇🙏
Martin martin
wah Thor Bandarlampung itu kotaku Lo 😁😁
Arjuna Bayu: Oh ya kakak, dimana itu, jika ada beberapa tempat yang tidak sesuai realita maafkan y Kaka cantik
total 1 replies
Iva Mama'e Shakila
aq kok gk paham sih sama cerita nya.. semakin kesini semakin membingungkan kan.. td umur 34 siapa ya? dan 2 anak ckup?? aq bingung dari situ thor
Arjuna Bayu: halo mama Iva, mohon maaf atas ketidaknyamanan nya, pada kisah ini kita menggunakan alur maju mundur mama,,,,

baca hingga selesai nanti mama akan tau kisahnya 😘
total 1 replies
Strobery 🍓
ku baca ulang smua krya mu, smngt.....y
Arjuna'Bayu
oke
Arjuna'Bayu
iya dong Ayesha
Arjuna'Bayu
kaget kok bawa istrinya, maksudnya
Arjuna'Bayu
makasih
Arjuna'Bayu
🥴
Arjuna'Bayu
🤤🤤🤤🤤🤤🤤
Arjuna'Bayu
iya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!