Kaylee Ririn Queen Victory Smith, yang biasa dipanggil Ririn adalah anak kedua dari keluarga Smith. Awal hidupnya tenang tapi tak berlangsung lama, hidupnya kacau karena kedatangan anak perempuan yang diangkat oleh orang tua tanpa memberitau dirinya. Semenjak saat itu, Ririn menjadi perempuan yang sangat dingin dengan keluarganya.
Ririn juga merupakan Leader dari Mafia Black Tauruz untuk menggantikan kakeknya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RindiAntini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 22
^^^Belajar kuat untuk melepaskan^^^
^^^Belajar tabah menerima kenyataan^^^
^^^Tak semua hal kita bisa genggam^^^
^^^Tak semua keinginan bisa jadi kenyataan^^^
^^^Belajarlah sabar dan belajarlah ikhlas^^^
^^^_Kaylee Ririn_ ^^^
Happy Reading guys
"Sabar ya bro"ucap galang sambil menepuk bahu dika karna ririn membentak dika. Dika hanya mengangguk.
"Menurut kalian, ririn itu siapa sihh?"tanya nara.
"Iya kok kayak mafia aja"ucap nanda dengan asal.
"Agak meragukan sihhh, bisa jadi mafia"ucap galang.
"Aelahh gak baik ngomongin orang"ucap bara. Semua mengangguk dan langsung menuju ke kelasnya masing masing.
London
Saat sampai di london tepat di rooftof Rumah Sakit RQ. Ririn langsung turun dan turun memakai lif. Sampai di depan ruang operasi. Ririn melihat fadil yang duduk menunduk. Ririn melihat frustasinya fadil.
"Abanggggg"panggil ririn. Fadil berdiri dan langsung memeluk ririn seolah meminta maaf.
"Hiks kenapa andra yang kena? Kenapa bukan ririn aja bang hiks hiks"tangis ririn dalam pelukan fadil.
"Maafin abang, abang gagal menjaga nandra"lirih fadil.
"Bukan salah abang ini salah ririn karna yang gak ngejalanin misi"jawab ririn.
"Ririnnnn"panggil raja dan raka terenggah enggah. Fadil melepaskan pelukannya dan langsung menatap sahabatnya.
"Raja, raka"panggil fadil. Raja dan raka melihat fadil yang berantakan karna frustasi.
"Kenapa?"tanya raja dan raka barengan.
"Nandra"lirih fadil.
Cklek
Dokter keluar dan otomatis semua berdiri. "Gimana keadaan Andra dokter?"tanya ririn dengan panik.
"Maaf"ucap dokter.
"GAK GAK MUNGKINNNNN!!!"ucap ririn sambil menggelengkan kepalanya.
"KATAKAN YANG SEBENARNYA!!"ucap fadil.
"Maaf saya sudah semampunya, tapi pasien gak bisa ditolong. Saya permisi dulu "ucap dokter sambil nunduk hormat dan langsung pergi. Ririn, raja, fadil dan raka menggeleng gak percaya.
Ririn langsung menerobos ke dalam
Tubuh ririn menegang saat melihat tubuh yang dia kenal kaku diatas brankar dan ditutupi kain putih.
Deg
Nafas ririn tercekat melihat tubuh nandra yang kaku. Ririn langsung memeluk nandra dengan erat sambil menangis.
"Hiks hiks bangunnn andraa!! Lee gak lagi ulang tahunn hiks!! Lee tau andra bohongin lee kan hiks hiks!! Bangunn aku mohonnn hiks hiks"tangis ririn sambil mengguncang tubuh nandra.
"Nan ini gak mungkin kan? Lu ninggalin kita semua"ucap fadil sambil menatap nandra dengan kosong.
"Lu jahat nan, jangan tinggalin gue"ucap raja dengan lirih.
"Nandra bangunnn"ucap raka dengan lirih.
"Maafin gue ya, gue 2 tahun pasti balik. Terutama kau lee"ucap seseorang dari balik pintu dan langsung berangkat ke spanyol.
"Bangun pleaseee"lirih ririn.
"Maaf miss, saya harus memindahkannya ke ruang mayat"ucap suster sambil mendorong brankar. Ririn hanya mengangguk.
"Kamu mengingkar janji andra"batin ririn sambil menatap di depannya dengan kosong.
...********...
Saat nandra dimakamkan, semua berkunjung ke makam nandra bahkan anggota Black Tauruz yang mengangkat peti nandra. Ririn dari tadi diam dan hanya menatap kosong bahkan ririn gak menangis karna air matanya sudah habis.
"Rin"panggil nanda. Ririn gak menjawab.
"Rin!"panggil nanda sedikit keras.
"Ehh iyya?"jawab ririn sedikit terkejut.
"Gue turut berduka cita"ucap nanda.
"Iya"lirih ririn.
"Ayo senyum dong rin, lu pasti bisa"ucap abel.
"Iya senyum dong, kita bakal truss hibur lu biar lu senyum tulus dan gue gak biarin lu sedih karna kita sahabat"ucap nara sambil tersenyum. Ririn pun tersenyum kecil.
"Makasih"jawab ririn.
"Semoga kalian gak berhianat kepadaku"batin ririn. Setelah pemakamannya selesai semua orang meninggalkan pemakaman kecuali ririn. Ririn pun langsung memeluk batu nisan nandra seakan itu nandra. Hujan turun dengan deras seolah menutupi kesedihan ririn.
"Hiks hiks kenapa andra ninggalin ririn hiks hiks andra udah janji pulang dengan selamat hiks hiks ririn sayang sama andra hiks hiks"ucap ririn sambil menangis. Dika yang melihat ririn kehujanan pun langsung memayungi ririn. Ririn mendongak ke atas dan melihat dika yang sambil tersenyum. Ririn pun langsung berdiri sambil memasang wajah datar.
"Heii kenapa kehujanan? Gak baik lohhh nanti kamu sakit gimana"ucap dika sambil mengelus pipi ririn.
"Urusanmu denganku apa?"tanya ririn sambil menepis tangan dika dengan pelan.
"Enak saja mengelus pipiku, yang boleh hanya andra doang"batin ririn. Dika tersenyum miris yang melihat ririn menepis tangannya.
"Kenapa? Kalau mau nangis, nangis aja aku siap jadi sandaranmu"ucap dika sambil memeluk ririn dengan 1 tangan.
"Hiks hiks sakittt hiks andra hiks udah hiks gak sayang am ririn hiks hiks"isak ririn di dada bidang dika sambil memeluk dika dengan erat. Dika gak menjawab tapi hanya saja mengelus punggung ririn. Ririn melepaskan pelukannya dan langsung menatap dika sambil tersenyum walaupun fake smile.
"Makasih"ucap ririn sambil balik badan dan langsung meninggalkan dika. Tapi dengan cepat dika menarik tangan ririn dan langsung memeluknya.
"Aku mencintaimu, aku gak bakal melepaskanmu lagi"bisik dika di telinga ririn. Ririn mematung mendengar perkataan dika.
"Di hatiku hanya ada nama andra, apakah aku bisa melupakan andra"batin ririn. Dika paham yang ada di pikiran ririn.
"Aku tau di hatimu ada nama nandra, tapi aku usahakan bantu kamu untuk melupakan nandra dan aku janji bakal buat kamu bahagia, kalau aku buat kamu sedih aku yang bakal menanggung jawab semuanya"ucap dika panjang lebar.
"Iya. Semoga kamu gak ingkar janji karna aku gak suka orang yang berhianat! Kalo kamu berhianat kamu tau resikonya"ucap ririn dengan tegas.
"Iya aku bakal terima resikonya"jawab dika tak kalah tegas. Ririn tersenyum dan langsung memeluk dika dengan erat dan dika membalas pelukan ririn. Dalam pelukannya ririn tersenyum miring. Ririn melepaskan pelukannya dan langsung tersenyum kepada dika.
"Ayo pulang"ucap dika sambil menarik tangan ririn.
"Ayooo"jawab ririn. Dika dan ririn pun meninggalkan pemakaman.
Di spanyol
"Operasinya lancar dan berhasil!"ucap dokter yang baru keluar dari ruang operasinya. Dokter itu menyeka keringatnya yang bercucuran.
"Makasih Tuhan kau telah menyelamatkan anak saya, makasih dok"ucap wanita paruh baya.
Back indonesia
Saat ririn mau masuk ke mobil tiba tiba kakeknya nelpun dan di suruh datang ke markas secepatnya. Ririn pun langsung pergi ke markas dengan diatas kecepatan rata rata. Dika? Dika sudah pulang duluan saat ririn ditelpun sama andrian kakeknya. Saat sampai di markas, ririn langsung masuk kedalam markas dalam keadaan basah dan langsung memanggil andrian.
"KAKEKK KAKEKKK"panggil ririn.
"Jangan berteriak baby"ucap andrian.
"Jadi kenapa aku disuruh kesini?"tanya ririn to the point.
"KALIAN BERKUMPUL!!! SAYA AKAN LANGSUNG TO THE POINT SAJA! KARNA SAYA SUDAH TUA, SAYA BAKAL MENYERAHKAN TAHKA KU KEPADA CUCU PEREMPUANKU!! KALIAN PASTI SUDAH TAU KAN?!!"ucap andrian tegas.
"SUDAH TUAN!!!"ucap anggota Black Tauruz dengan serempak.
"Kenapa sekarang? Bukannya nunggu aku pas umur 17 tahun?"tanya ririn.
"Umur kakek gak tau sampai kapan, jadi lebih cepet lebih bagus"ucap andrian.
"Iya. PERHATIAN SEMUANYA!!! AKU KAYLEE RIRIN QUEEN VICTORY!!! PANGGIL AKU QUEEN!! JANGAN PERNAH BERHIANAT KEPADAKU! KARNA KALO KALIAN BERHIANAT AKU BAKAL MEMBUNUH KAU DAN KELUARGAMU SAMPAI 7 KETURUNAN!!!"ucap ririn tegas. Semua anggota Black Tauruz meneguk salivanya dengan kasar.
"IYA QUEEN!!!"ucap anggota Black Tauruz dengan serempak. Ririn menganggukan kepalanya.
maaf ya thor ..
buat motivasi biar jadi lebih baik laik