Slow Up Date
Danil Bramasta pria konyol dengan percaya diri tingkat dewa yang dicap sebagai playboy karena sering berganti pacar.
Dia jatuh hati pada pandangan pertama pada Dokter Nina, Dokter Spesialis Kandungan yang berusaha move on dari rencana perjodohannya yang gagal.
Pertemuan tidak sengaja itu membuat Danil gigih mengejar cinta Dokter Nina, berhasilkan Danil mendapatkan hati wanita cantik itu?
Apa saja yang mewarnai perjalanan mereka?
Yuk ikuti cerita Danil dan Nina
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AfkaRista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Duri Duridam Dam
Danil ke kantor dengan wajah lesu, dia membayangkan jika Nina menjadi istri kedua si unta Arab. Apalagi beberapa hari lalu ia melihat berita viral, seorang pria menikahi dua wanita sekaligus dan mereka terlihat bahagia.
"arrrggghhhh, sial sial, pletak"
"aw...hoi siapa yang lempar kaleng ke muka saya!!!" bentak pak Yanto, satpam kantor Danil. Danil membeku ia tak tahu jika kaleng yang ia tendang mampir ke wajah pak Yanto, dia melihat wajah garang satpamnya, membuat Danil ngeri.
"pagi pak Yanto? kenapa wajahnya pak?" tanya Danil sok tak tahu
"oh mas Danil, ada orang iseng lempar kaleng pas diwajah saya, padahal saya baru pake masker Acone sprakling tadi pagi, wajah tampan saya jadi ke cium kaleng laknat tak bertabiat itu!!"
Astaga, sejak kapan kaleng punya tabiat, ada ada saja nih satpam kucrut, bathin Danil
"wah iya ya pak, wajah bapak jadi merah"
"benar mas Danil, beruntungnya si kaleng bisa mencium wajah saya yang beraroma lemon ini" Danil menganga, padahal wajah pak Yanto banyak bupengnya, hi hi hi
"ya sudah pak, saya ke atas dulu, semoga pelaku pelempar kaleng di wajah ganteng bapak segera ditemukan"
"iya mas, kalau ketemu saya cincang jadi people nugget " Danil segera ngibrit mendengar ucapan satpamnya, ngeri kan kalau sampai dia dijadikan nugget, yang ada Danil Bramasta akan tinggal nama saja.
Danil ke ruangannya dan mengecek laporan keuangan pabrik, kalau diingat sudah dua minggu ia tak mengeceknya lantaran sibuk mengikuti tes masa depan cerah menderangnya yang diadakan capamernya, Dimas. Danil meneliti setiap nominal, ia memang orang yang detail ketika bekerja, setitik kesalahan saja akan langsung bisa ia deteksi, hebat kan?
Waktu terus berjalan hingga tak terasa tiba jam makan siang, Danil masih fokus pada tumpukan laporan yang harus ia periksa
"duri duridam dam, duri duridam hei, duri duridam duri duri dam" terdengar suara nyanyian Fajar memasuki ruangan Danil membuat konstrasi Danil buyar mendengar suara Fajar yang mirip paduan suara Paud/TK, fals dan tak tentu arah
"duri duridam dam, duri duridam, duri duridam duri duridam, Danil makannya apa? hei hei" Fajar terus bernyanyi membuat Danil melongo
"Jar, sejak kapan kamu jadi bapak guru TK?" Fajar langsung berhenti bernyanyi
"kan aku tanya kamu mau makan apa kudanil"
"kapan, daritadi kamu hanya mengeluarkan suara falsmu yang ke kiri dan ke kanan, kapan kamu tanya aku mau makan apa?"
"ais, makanya dengerin yang benar, jangan jangan kupingmu kotor makanya ga denger dengan baik"
"enak aja, kupingku selalu bersih, kuping Robbi tu yang ga pernah di bersihin"
"lah, ngapa bawa bawa namaku?" tanya Robbi yang baru masuk ke ruangan Danil
"ini, si kudanil ngatain kuping kamu ga pernah di bersihin" terang Fajar
"weits, sembarangan aja itu lumut, kuping ane paling bersih diantara kamu berdua"
"mulut kali Bi, his" Fajar menepuk jidatnya
"iya mulut"
"sudah ah, aku mau makan sama cais aja, bye jomtwins abadi" Danil ngacir meninggalkan dua sahabat jomblonya
.
.
.
.
.
Danil sudah sampai di depan ruangan Nina, suster Ana yang sudah hafal dengan Danil pun tersenyum ramah pada pria itu
"cari dokter Nina ya mas Danil?"
"iya, caisnya Danil ada kan?"
"wah, telat mas Danil, barusan Dr Nina keluar dijemput saudaranya" jawab suster Ana
"hah, siapa?"
"orangnya ganteng kayak Arab sama perempuan cantik, mereka akrab banget loh"
"pasti unta Arab nih, tak kan kubiarkan dia menjadikan caisku istri keduanya, selama Danip masih bernafas jangan harap poligami terlaksanakan, merdeka!!" Danil pergi meninggalkan suster Ana yang terbengong melihat aksi calon suami dokternya itu.
Apalagi dengar jurus calon mertuanya... ngakak thor 😂😂
istilah baru yaa Thor????🤭🤭🤭🤭