Kematian kakaknya membuat Ayu memiliki hubungan percintaan dengan Angga, polisi tampan yang bertugas mengungkap kasus kematian tersebut, Herman sahabat sekaligus teman kuliah yang telah lama mencintai Ayu ternyata adalah anak dari suami almarhum kakak, apa yang terjadi selanjutnya dengan hubungan Ayu dan Herman, mungkinkah hubungan persahabatan mereka tetap terjalin baik setelah mereka tahu latar belakang masing masing, bisakah Angga mengungkap pembunuh kakak Ayu yang sesungguhnya ikuti kisah Ayu, Herman dan Angga dalam kisah mawar kali ini
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana Robbiyana Widiyanto, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
diary anya
Angga segera melihat beberapa foto yang diberikan Danu yang diambil dari rekaman cctv . Karena saat itu malam, maka foto yang di dapat kurang begitu jelas. Bahkan untuk melihat nomer polisi kendaraannyapun nampaknya akan menemui kesulitan.
"Sudah bisa di lacak siapa pemilik mobilnya?" tanya Angga
" Sepertinya nomer polisi mobil Itu palsu bro." jelas Danu
Angga meremas rambut belakang kepalanya, dia semakin pusing menghadapi kasus ini. Fakta yang di dapat masih sangat minim, bahkan suami korbanpun yang merupakan pengusaha kaya itupun sulit untuk dimintai keterangan karena minimnya mereka bersama. Alibinya terlalu kuat untuk menghindar dari masalah ini, dan memang tidak ada alasan kuat sang pengusaha akan membunuh istrinya sendiri, apalagi dalam kondisi hamil, jika menurut para pekerja di rumah Anya, tuan Wira sangat menyayangi Anya.
Angga memang harus lebih bersabar dan pelan pelan menggali kasus ini. Karena sedikit sekali sumber data yang bisa di gali dari kehidupan sekitar Anya.Tiba tiba dia teringat kalau Ayu membawa buku diary Anya. mungkin Itu bisa di gunakan untuk menggali siapa saja orang yang dekàt dalam lingkaran kehidupan Anya di Jakarta.
" O iya Danu, aku jadi ingat buku diary Anya."
" Buku diary apa?"
" Ayu yang membawa buku diary itu, siapa tahu ada petunjuk dari situ."
" Dari mana kamu tahu Ayu membawa buku diary Anya."
" Ayu yang memberi tahuku, saat Itu dia mengatakan orang yang sering berkunjung ke rumah Anya selain suaminya. Nama dan alamatnya di tulis di buku harian Anya."
" Dari mana Ayu tahu dia sering berkunjung ?"
" Simbok yang bilang, pembantu di rumah Anya yang ikut ke pemakaman Anya."
" Coba saja kamu hubungi Ayu, mungkin ada sesuatu yang mencurigakan dari tulisan Anya di buku Itu." kata Danu
dengan sigap, Angga meraih hpnya dan segera mendial nomer Ayu, nampak dia sedang menunggu telp Itu diangkat. Dan hal Itu tak lepas dari pandangan Danu. sejenak kemudian terlihat Ayu sudah menjawabnya.
" Hallo, Selamat siang Yu...baru apa?"
..........
"Aku ganggu nggak?"
.......
" Yu...kamu sudah baca semua isi buku diary kakakmu?"
....
" Apakah kamu melihat ada kejanggalan atau hal aneh didalamnya?"
....
" Apa saja yang menurutmu aneh."
.....
" Apakah nanti aku boleh meminjamnya?"
....
" Tentu saja untuk keperluan penyelidikan."
.....
" Baiklah terima kasih sebelumnya, sampai ketemu minggu depan ya."
Angga mengakhiri telpnya. Tanpa dia sadari Danu menguping seluruh pembicaraannya,dan sekarang dia tengah memandang Angga sambil senyum senyum menggoda.
" Jadi karena dia alasan kamu ambil cuti panjang?"
" Apaan?"tanya Angga sambil menyembunyikan wajahnya yang sudah merona
" Hmmm....itu wajàhmu kenapa? bisa merah begitu?" kata Danu masih ingin mengganggu temannya
" Nggak papa. sudah sana kembali ke ruanganmu, mengganggu saja kerjamu." Usir Angga
" Tunggu dulu...sejak kapan kamu akrab sama gadis Itu? jangan jangan selama ini kamu sering meneleponnya?"
" Nggak, sudah lama aku tidak berhubungan dengannya."
" Itu tadi sepertinya kamu tidak kesulitan mencari di daftar kontakmu, sepertinya masuk ke speed dial gitu."
" Sudah sana, mau tahu aja." kata Angga sambil mendorong Danu keluar dari ruangannya
" Aku boleh tidak ikut ke Semarang?" goda Danu
" Nggak boleh." jawab Angga
" Aku janji nggak ganggu, beneran."
" Nggak boleh." jawab Angga
" Cieee...yang mau pacaran nggak mau di ganggu."
Angga menutup pintu ruangannya tepat di depan hidung Danu, dan dia masih mendengar suara tawa Danu yang menggodanya.
Angga benar benar harus memutar otaknya untuk mencoba memecahkan misteri kematian Anya, dari sekian kasus yang sudah di tanganinya, ini adalah kasus yang paling sulit di tebak, untuk mencari motif pembunuhannya saja dia masih kesulitan, apalagi mencari pelakunya. Dugaan dugaan yang Ada masih belum ada bukti pendukungnya. Angga semakin tertantang untuk bisa menyelesaikan kasus ini dengan segera.
konflik antara Anya - Wira - William yg asli dan bener tuh gimana. Trs Wira bilang "Anya itu perempuan ular" , itu jg ga dijelasin lebih detail ularnya dimana.
trs Wira bilang "kalau ttd berkas, jgn pas terburu-buru. Jgn mudah percaya sama siapapun meski asisten pribadimu sendiri" itu jg ga dijelasin gimananya :(
Trs Wira kok tiba2 meninggal tuh gimana
huhh masih ganjel bgtt :(