Bagaimana jadinya jika seorang anggota perampok abad 21 tiba-tiba terlempar ke Zaman Dinasti Shang (1600 SM) sebagai seorang calon Permaisuri??
Beberapa kali Xiao Tan mencoba melarikan diri dari perjodohan itu hingga Ia harus menyamar sebagai laki-laki agar tidak dikenali para pengawalnya, namun ternyata usahanya malah diketahui Pangeran Ke-8 membuatnya mau tidak mau kembali dan menjalani perjodohan itu.
Akankah Ia bisa lari dari perjodohannya dan kembali ke masa modern, ataukah harus terkurung disana selamanya?
Karya ini hanyalah karangan dari penulis semata, tidak ada kaitannya dengan sejarah asli Dinasti Shāng, Selamat membaca 🙏😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yeni Sw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tidakah Merindukanku?
Keesokannya Xiao Tan sudah berada di lapangan latihan memamah Xiao Tan dan Na sudah berada disana sejak pagi, sudah puluhan panah yang ia lesatkan namun tak ada satupun yang tepat sasaran, bahkan satu busur panah sampai patah karna ulah Xiao Tan
"Haaiihhh kenapa susah sekali sih!" ucap Xiao Tan dengan putus asa melemparkan busur panahnya, Na mengambil busur panah itu
"Nona bagaimana bisa kau lupa cara memanah? dulu kau sangat pandai memanah" ucap Na sedih
"Jika aku tidak bisa memanah apa aku akan dihukum Na?" tanya Xiao Tan, Na hanya menggeleng "Tidak nona, tapi... "
"Tapi apa?"
"Tapi kau akan ditertawakan" ucapnya pelan, Xiao Tan terdiam sejenak kemudian meraih busur panah yang ada di tangan Na dan kembali berlatih memanah, hingga matahari semakin meninggi Xiao Tan belum juga selesai dengan latihannya.
Putri Shima dari kejauhan nampak memperhatikan Xiao Tan yang sedang berlatih, ia menarik salah satu sudut bibirnya, putri Shima berjalan ke arah mereka yang sedang berlatih.
"Tampaknya kau belajar cukup keras permaisuri" ucap putri Shima dengan menarik salah satu sudut bibirnya, matanya tertuju pada sebuah busur panah yang patah dan puluhan anak panah yang berserakan di tanah.
Xiao Tan menghentikan latihannya sejenak "Jangan khawatir yang mulia, aku akan menampilkan yang terbaik diperlombaan nanti" jawab Xiao Tan dengan santai
"Baiklah aku akan melihat kehebatanmu itu, silahkan lanjutkan latihanmu" ucapnya sebelum memilih pergi dari sana.
"Sh***!! lupakan saja Na, Aku tidak perduli dengan lomba itu" Xiao Tan melemparkan busur panahnya dan pergi dari area memanah itu, Na hanya bisa bingung menatapnya
Apa kehilangan ingatan membuatnya juga kehilangan keahliannya ya? batin Na bertanya-tanya.
Xiao Tan memilih pergi ke sebuah paviliun yang entah milik siapa yang pasti ia ingin mencari udara segar, ia pergi ke sebuah pavilun yang terdapat alat musik Guzheng yang dibiarkan begitu saja tanpa ada yang memainkan, ia berjalan ke arahnya
"Bagaimana cara memainkan alat musik ini ya?" Xiao Tan mencoba memetik dan memainkan jarinya di alat musik itu namun nadanya tidak beraturan, jelas saja ia tidak begitu mengetahui tentang alat musik
"Ahh pelajaran seniku sangat payah" ucap Xiao Tan
"Apa mau ku ajarkan Tan'er?" ucap seseorang dibelakangnya membuat Xiao Tan menoleh ke arahnya.
"Pangeran Zhu Qui?" tanyanya, pangeran Zhu Qui tersenyum padanya dan duduk disampingnya, Xiao Tan mengernyit heran, ia sedikit menggeser posisi duduknya agar sedikit menjauh
"Sedang apa kau disini?" tanya Xiao Tan, pangeran Zhu Qui mengernyit heran
"Kau yang sedang apa di kediamanku" tanya nya dengan tersenyum senang, seketika Xiao Tan terkejut
"Jadi ini kediamanmu?" Habislah aku...
Xiao Tan seketika beranjak dan hendak pergi namun pangeran Zhu Qui menarik tangannya
"Tunggu Tan'er" ucapnya
Ahsh*ttt apa lagi ini,....aku bisa terkena masalah jika berduaan dengannya
"Maaf pangeran aku harus pergi" ucap Xiao Tan melepaskan tangan pangeran Zhu Qui
"Tan'er tidakkah kau merindukanku?" ucapnya begitu sendu, Xiao Tan menghentikan langkahnya, ia membalikkan tubuhnya menatap ke arah pangeran Zhu Qui
"Maaf pangeran seharusnya kau tidak berkata seperti itu, sebaiknya lupakan masa lalu dan cintailah istrimu" ucap Xiao Tan sebelum beranjak pergi
Pangeran Zhu Qui tampak terluka mendengar pernyataan Xiao Tan, sementara Xiao Tan langsung berlari keluar daerah terlarang itu
Jika putri Shima tau aku disini, bisa-bisa akan tersebar rumor tentangku dan pangeran Zhu Qui,... batin Xiao Tan
Xiao Tan terus berlari meninggalkan Kediaman pangeran Zhu Qui, namun diperjalanan tak sengaja ia menabrak seseorang
Bruk!
"Maaf, maafkan aku" ucap Xiao Tan menunduk
"Xiu Tan'er? sedang apa kau disini?" tanya pangeran Yuan Zhang padanya, ia menatap Xiao Tan dengan penuh selidik.
"Aku.. aku tidak sengaja kemari, maaf aku harus pergi" ucap Xiao Tan hendak berlari kembali namun pangeran Yuan menghentikannya
"Eh Tunggu"
"Apa lagi!" jawabnya kesal
"Apa kau akan mengikuti perlombaan itu? kau tau kaisar akan memberikan hadiah yang sangat berharga untuk permaisuri atau selir yang bisa memenangkan perlombaan" ucapnya dengan senang
"Terserah saja aku tidak perduli" jawab Xiao Tan acuh
"Minggir aku harus pergi" Xiao Tan pergi tanpa mendengarkan panggilan pangeran Yuan dibelakangnya
Semua permaisuri dan selir sangat gembira mengikuti lomba ini, kenapa dia tidak?. batin pangeran Yuan bingung.
.
.
.
.
Selamat malam, dan selamat membaca 🙏😁 terimakasih utk yang sudah mampir ya 🙏😊