[Dilarang Promosi!]
World of Super powers :The journey of Gray.
{Dunia kekuatan super : Perjalanan Gray.)
Kekuatan super berasimilasi dengan bumi, berkat meteor misteri yang membawa partikel cahaya yang tidak diketahui. Manusia dengan kekuatan super bermunculan, membawa perubahan besar pada dunia.
Perpecahan dunia tak dapat terelakkan, dunia kembali jatuh ke medan perang dan bersamaan dengannya, organisasi kejahatan terlahir.
Sekolah yang mendidik generasi muda dengan kekuatan super tercipta, dengan tujuan membina pemuda-pemudi ke jalan yang baik. Dan disebuah sekolah, seseorang yang kelak dikenang bagai Pahlawan tengah menempuh pendidikan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YatoNime Crack, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 24 — Siswa Eksentrik
Setelah mengatur informasi yang ada, mereka mulai menuju arena pertarungan bersama-sama untuk menyelesaikan masalah ini selagi mencari murid kelas satu lainnya.
Memang selimut energi yang tidak menyenangkan menyelimuti bagian dalam dan luar sekolah namun kejanggalan sesungguhnya tidak terletak pada hal itu.
"Tunggu, jalan buntu? Aku tidak ingat ada sesuatu seperti ini di gedung ini..." gumam Nico yang sangat heran.
Wajar saja karena gedung ini sudah sangat dia kenali, meskipun sangat luas, Nico sudah menghabiskan waktunya untuk menghafal seluruh lorong gedung.
Namun saat ini dia sedang kebingungan, tidak sekalipun dirinya ingat akan ada jalan buntu di gedung yang sangat dia kenali itu.
"Kemana harusnya lorong ini mengarah, Nico Boy? Aku tidak berpikir kamu akan bermain-main dengan membawa kami ke lorong buntu."
"Tidak ada keuntungan bagiku melakukan hal bodoh seperti itu. Hanya saja, ini aneh, aku ingat betul bahwa lorong ini akan menjadi jalan pintas menuju pintu keluar yang mengarah ke Arena pertempuran. Benar-benar aneh, sangat tidak mungkin aku salah karena aku sering menggunakan lorong ini."
Nico merasa sangat frustasi dengan kejadian tidak masuk akal ini. Ingatannya tidak akan salah, meskipun bodoh namun dia percaya diri bisa mengingat banyak hal.
"Aku tidak akan menyalahkan untuk itu, aku yakin ada sesuatu yang dapat merubah susunan gedung atau sesuatu semacamnya."
Flugel mencoba mencari celah diantara dinding berharap bahwa ada orang yang sengaja menutupinya. Dia mengetuk dinding itu beberapa kali namun tidak ada suara dari sisi lain dinding.
"Namamu Arie, kan? Kau memiliki kemampuan kegelapan yang berarti kamu bisa menggunakan atau mendeteksi sesuatu berupa bayangan, kan?" tanya Gray yang mencoba melakukan sesuatu.
"Panggil saja aku Rie seperti yang lain. Mengenai kekuatanku, kamu tidaklah salah. Ada apa dengan itu?"
"Aku hanya ingin kamu melakukan sesuatu. Bisakah dirimu menggunakan deteksi bayangan di sekitar sini?"
Rie hendak bertanya lebih jauh lagi namun terhenti karena dia mulai memahami apa yang dimaksud Gray. Terdapat satu hal yang membuat pengguna kekuatan kegelapan menjadi unggul di banyak kemampuan super.
Bukan karena pengguna kemampuan kegelapan orang jahat atau sejenisnya mungkin lebih mudah disebut mereka menggunakan bayangan sebagai kekuatan, kemampuan itu sendiri memiliki hal spesial yang hanya bisa dilakukan dengannya.
Rie menempelkan tangannya Ke dinding dan mengalirkan bayangan gelapnya ke dinding. Begitu menyaksikannya, semua nampak jelas terkejut terhadap apa yang terjadi.
"I-ini..., Kegelapan penyesatan, seluruh gedung Andromeda diselimuti bayangan penyesatan!"
"Bayangan penyesatan?" Nico bergumam lirih karena tidak memahami maknanya, berbeda dengan Gray, Flugel dan Roy yang langsung mengerti.
"Singkatnya, wilayah sekolah sudah dikuasai musuh dengan kekuatan bayangan. Bayangan penyesatan yang berarti kekuatan untuk menyesatkan seseorang di dalam ruangan tertentu..." Gray menjelaskan sedikit banyaknya pengetahuan tentang bayangan penyesatan.
"Mudahnya sekolah ini telah menjadi Labirin pengguna kekuatan bayangan tersebut. Jika ini kekuatan bayangan, orang yang bisa melakukannya ke seluruh gedung sekolah hanyalah..."
Flugel mencoba mengingat orang yang berkemungkinan besar pengguna kekuatan ini. Namun sangat disayangkan bahwa tidak ada orang yang lebih payah darinya untuk mengingat nama orang yang tidak menarik minatnya. Bahkan dia tidak mengingat nama wali kelasnya sendiri.
"Begitu, jika menyangkut kegelapan maka rank S nomor 5, tahun kedua senior Kuro Boy menjadi tersangka utama." Roy menyebutkan nama kandidat kuat pengguna bayangan penyesatan ini.
"Si ranking 5, apa mungkin baginya untuk terlibat? Aku pernah berbicara dengannya sekali dan kupikir dia bukan seseorang yang mau melakukan ini." ujar Rin dengan serius.
"Aku tidak tahu siapa dia namun bisakah kamu menjelaskan sifatnya dari yang kamu amati?" tanya Lina dengan penasaran.
"Yeah, bagaimana aku mengatakannya, dia adalah orang yang eksentrik dan cara bicaranya memiliki logat khusus seperti Roy. Dia sejujurnya orang yang nampak pemalas dan hanya melakukan hal yang bersangkutan dengan paranormal."
"Huh? Di dunia kekuatan super hantu bukanlah hal spesial. Bahkan aku pernah melihatnya Ranker ternama pengguna hantu menyuruh hantu itu menyeduhkannya secangkir teh..." ujar Nico dengan pandangan aneh.
"Yeah, kita persingkat saja bahwa dia adalah orang aneh. Jika benar bahwa orang bernama Kuro ini menjadi dalang Labirin sekolah maka dia akan menjadi lawan yang merepotkan." ujar Flugel.
"Daripada membuatnya menjadi musuh, kupikir lebih baik kita mencari celah untuk langsung menuju tempat yang harus dituju. Karena dia adalah pengguna bayangan penyesatan ini, aku yakin dia akan melakukan segalanya untuk menjauhkan kita dari lokasinya berada."
Saran Gray sangatlah masuk akal karena pengguna kekuatan bayangan memiliki kelemahan fatal yang tidak bisa dihindari.
"Apa maksud kakak kita tidak perlu bersusah payah mencarinya karena dia akan dengan mudah menjauhkan kita darinya?"
"Yea. Itu dikarenakan pengguna teknik bayangan memiliki elemen kelemahan yang sangat fatal, terutama ketika menggunakan bayangan penyesatan seperti ruang Labirin ini. Syarat mutlak dari penggunanya adalah untuk tidak meninggalkan ruangannya ataupun melakukan banyak pergerakan. Karena itulah aku yakin bila si pengguna akan menjauhkan orang dari tempatnya berada."
Mudahnya Labirin ini sendiri memiliki ruang kendali khusus di mana si pengguna akan menetap di sana. Bila saja berhasil menemukan ruangan itu mereka dapat melakukan sesuatu dan menghentikan Labirin ini.
Namun seperti namanya, Labirin berguna untuk menyesatkan orang yang memasukinya dan kesempatan menemukan ruangan itu sendiri sangatlah rendah.
"Jika berpikir secara logika memang bukan pilihan bagus mencari senior Kuro, belum lagi pengguna bayangan seperti kami sangatlah ahli dalam bersembunyi."
Sebagai pengguna kekuatan yang sama, Rie tahu dengan jelas hal-hal yang hanya bisa dilakukan oleh bayangan kegelapan. Meskipun dirinya tidak akan bisa menggunakan kekuatan jangka luas seperti Labirin, namun dia bisa menggunakan beberapa serangan dan teknik menyembunyikan diri.
"Masalahnya adalah selain menjauhkan kita darinya, dia pasti menjauhkan kita dari jalan menuju keluar gedung sekolah." ujar Roy yang kehilangan sikap santainya.
"Yea, pada akhirnya kita akan kembali ke awal dengan mengelilinginya. Meskipun kita memiliki pengguna elemen cahaya seperti Ria, sangat disayangkan karena kekuatan yang menyelimuti sekolah ini terlalu meluas."
"Meski memalukan itu benar, aku tidak akan sanggup menghancurkannya dengan area jangkauan luas, lain cerita jika itu hanya sebesar kandang kuda."
Mereka tidak berhak menyalahkan Ria akan hal itu, jika dia bisa menghancurkan Labirin dengan elemen cahayanya, itu akan terjadi bila kekuatannya sendiri setara dengan Ketua OSIS Hanami, singkatnya ranking S.
Nico berjalan lelah ke pintu kelas di samping mereka selagi mencemooh dirinya sendiri.
"Yeah, kamu tidak perlu menyalahkan dirimu. Jika berbincang tentang tidak berguna, maka aku satu-satunya di sini yang tidak bisa berbuat apapun."
"Kami sama sekali tidak berpikiran seperti itu. Justru dengan keberadaan dirimu yang menceritakan keanehan senior club kami tidak akan pernah mencapai kesimpulan ini..." Rin yang berbicara, tidak satupun menyangkalnya.
Lagipula hal itu sudah menjadi fakta tidak terbantahkan, bahkan Gray tidak akan berani menyimpulkan jika Nico tidak mengungkapkan informasi senior di clubnya.
"Terima kasih atas itu, setidaknya kita bisa mencoba membuka pintu di setiap ruang dan barangkali menemukan pengguna..., Labirin..., ini..."
Nico terdiam membatu, sama halnya dengan orang-orang lain terkecuali Gray dan Flugel yang tidak handal memainkan ekspresi di wajah mereka.
"Ah, selamat datang, kalian. Aku tidak menduga bahwa Crossing Door milikku akan terungkap, kamu."
Di tengah-tengah ruangan gelap yang dipenuhi bayangan hitam yang bergerak berdiri seorang pria dengan lentera di tangannya. Dia menggunakan jubah yang kepanjangan dan tudung hitam serta banyak kalung, namun yang paling mencolok adalah kalung dengan tengkorak wajah manusia yang seukuran kepalan tangan. Kantung matanya berwarna ungu gelap dengan rambut pendek dan wajah terawat.
Postur tubuhnya bungkuk seperti orang berumur namun sangat jelas bahwa dia tidak memiliki cacat fisik atau sejenisnya. Meskipun tidak dapat melihat seperti apa otot-otot tubuhnya, Gray meyakini bahwa orang itu tidak lemah dalam hal fisik.
"Bukankah kamu senior Kuro?" suara tak terduga berasal dari Rin.
Sekilas mereka merasa ragu, namun begitu merasakan pancaran psikis yang keluar darinya, maka tidak ada lagi keraguan.
"Ah, begitu, jadi begitu, ternyata begitu, memang begitu, barangkali begitu bisa jadi begitu. Sesaat aku merasa ada kekuatan yang sama bersentuhan dengan bayangan milikku, kamu gadis cantik."
Murid yang dikenal dengan nama Kuro berjalan mengitari bayangan hitam bundar di tempatnya berdiri selagi mempertahankan postur tubuh yang bongkok. Kini mereka mengerti mengapa Rin menyebutnya orang yang eksentrik.
"Aku sama sekali tidak memahami apa yang dia katakan..." Nico menatap dengan aneh orang itu.
"Dia selalu menyebutkan orang yang dimaksud di akhir kalimat namun kadang juga tidak. Yeah, pada awalnya aku juga tidak memahami dengan jelas apa yang dia katakan." ujar Rin dengan senyuman masam.
"Seperti biasa kamu terlihat lembut dan mempesona, Rin. Meski begitu aku tidak menduga bahwa kau orang yang sampai pertama di tempat ini, hah, Rin. Dan juga ada dua lainnya, Rank S."
Mengabaikan pujiannya yang masih sulit dipahami apakah dia tulus memuji atau sekedar basa-basi, Rin tidak biasanya mengabaikan perkataan seseorang dan melewati pujian Kuro.
"Abaikan itu, sebelumnya kamu berbicara tentang Crossing Door, bisakah kamu menjelaskannya? Lalu tentang mengapa kamu melakukan hal yang tidak seperti dirimu biasanya?"
"Ah, diabaikan rasanya sakit tahu namun biarlah. Aku sendiri tidak ingin berurusan, merepotkan, menyulitkan ataupun menyusahkan, kamu. Crossing Door adalah teknik orisinil buatan diriku yang dapat mengantarkan diriku ke tempat-tempat yang diinginkan dengan syarat berada dalam wilayah Labirinku. Untuk menggunakannya sangatlah mudah, hanya perlu memiliki keyakinan bahwa yang di balik pintu adalah tujuan, kamu. Hal itu bisa dilakukan oleh siapapun termasuk, kalian."
Patut bahwa tidak ada seorangpun yang mengetahui Crossing Door yang dimaksud karena teknik itu murni buatannya sendiri.
Namun dengan menciptakan tekniknya sendiri, sesuatu seperti itu bukan lagi rank S sekolah. Dalam penilaian negara, tidak mengejutkan bila dia mendapatkan ranking A atau bahkan lebih tinggi... Batin Gray selagi mencatat pria bernama Kuro dalam ingatan.
"Mudahnya Crossing Door itu sendiri mirip dengan pintu ke mana saja dari kartun Jepang, kan?" ujar Nico yang menyamakannya dengan sesuatu yang diketahui banyak orang. Tentunya ada beberapa pengecualian seperti Gray yang tidak tahu tentang hal itu.
"Ah, itu benar, kamu. Refrensi Crossing Door berasal dari sana karena aku malas turun tangga setiap kali ingin buang air di rumah. Ah, mengenai keterlibatan diriku dalam kasus kali ini bukan murni keinginanku, tetapi karena suatu paksaan yang tidak bisa diabaikan."
"Paksaan?" gumam Rie dengan lirih.
Seseorang yang bisa memaksa salah satu dari Sepuluh Rank S Sekolah, belum lagi si nomor lima pastinya bukanlah orang biasa. Tersirat di benak mereka orang-orang yang mungkin cocok, namun tidak satupun jawaban pasti.
"Ah, yea, seperti itulah. Aku membuat kesepakatan kecil yang menguntungkan diriku. Sesuai kesepakatan aku tidak akan memberikan informasi, dia. Aku juga tidak ingin berselisih jadi silahkan lanjutkan, kalian."
Tidak ada niat permusuhan berasal darinya sedikitpun, dapat. dibilang dia jujur untuk tidak ingin bermusuhan sama sekali.
"Namun bagaimana cara kita menuju arena pertempuran?" Ria bertanya dengan bingung dan menghadap Gray dan yang lainnya.
"Mudah saja, dia telah memberitahu kita jalannya..." Flugel mengalihkan tatapannya ke pintu mereka berasal.
Ria dan Rie sama sekali tidak mengerti, bahkan Rin masih sulit memahami cara kerja Crossing Door.
"Mudah saja Ria, kita hanya perlu menggunakan Crossing Door milik senior Kuro untuk keluar dari sini dan menuju arena pertarungan." tukas Lina dengan senyuman.
"Senior sebelumnya menjelaskan bahwa Crossing Door dapat dilakukan oleh siapapun selama tujuannya masih berada di wilayah Labirin, jadi...," Gray menutup pintunya terlebih dahulu dan kembali membukanya. "Kita akan sampai di pintu keluar menuju arena pertarungan."
Apa yang seharusnya menjadi lorong kelas tempat mereka berasa kini secara ajaib berubah menjadi lapangan luas, arena pertarungan. Mereka keluar melalui pintu yang ada pada tribun dan menyaksikan seseorang berdiri di tengah lapangan.
semoga lancar lagi up nya thor