Azlan Reyno Pramudya pria dengan sejuta pesona harus rela kehilangan keluarga satu-satunya.kakeknya yang meninggal karena penyakitnya.Ada kejanggalan meninggalnya sang kakek.Tanpa diduga kakek telah menyiapkan calon istri untuk Azlan.Dan itu tertulis dalam surat wasiatnya.
Disisi lain Gabriella Nasution ,,gadis ceria ahli bela diri mempunyai mimpi untuk kuliah di Luar Negeri.tapi ditentang oleh sang ayah karena harus menikah dengan pengusaha yaitu Azlan sendiri.
banyak konflik yang terjadi.Konspirasi untuk menjatuhkan Azlan.
persahabatan ,pengkhianatan,kesetiaan.
Akankah Azlan mau memenuhi wasiat kakek sedangkan dia sendiri mempunyai kekasih??
Dapatkah Azlan menemukan penyebab kematian kakek dan musuh yang sebenarnya???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutzaquarius, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kebenaran 1
Azlan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Ia sudah tidak sabar pendengar penjelasan Sahabatnya tentang semua ini.
Rendy yang duduk disebelah Azlan terlihat komat kamit melihat atasannya yang membawa mobil seperti orang kesurupan.
Ia menyesal membiarkan Azlan membawa sendiri mobilnya.Kini ia berharap bisa sampai tujuan dengan selamat.
Sesampainya di Rumah Sakit.Azlan turun dari mobil diikuti Rendy.Ia menyerahkan kunci mobil kepada satpam untuk diparkirkan agar tidak menghalangi mobil lainnya.
Azlan berjalan dengan sedikit berlari menuju Ruangan Adit bekerja.
Brak
Azlan membuka pintu dengan mendorongnya kuat.Adit dan asistennya yang berada didalam melonjak kaget.Untung tidak ada pasien didalam.
Azlan menarik kerah baju Aditya.
"Apa maksud semua ini Dit .HAH.."Teriak Azlan
Rendy dan Asisten Adit mencoba melerai mereka.Mereka tidak ingin terjadi sesuatu antara kedua orang yang bersahabat itu.
"Tenanglah dulu Bos.Kita bisa bicarakan dengan baik..Ingat ini Rumah Sakit.."ucap Rendy mencoba melepaskan cengkraman Azlan pada Adit
Adit terlihat tenang.Karena ia sudah dikabari oleh Rendy sebelumnya.
Azlan melepaskan cengkramannya.Ia menghela nafas kasar mencoba mengontrol emosinya.
"Jelasin sama gue apa yang loe tau Dit.."Azlsn menatap tajam Adit.
Adit sudah tau cepat atau lambat ia harus mengatakan yang sebenarnya.
"Akan gue jelasin tapi tidak disini.."Adit mencoba tenang menghadapi Azlan.
"Ok kita ke cafe tempat biasa kita nongkrong."ajak Azlan.tapi ditolak oleh Adit.
"Jangan Lan.kita ke Apartemen rahasia loe aja.Sekalian gue mau ketemu sama Ariel.gue udah rindu ma dia"goda Adit tapi di jawab dengan tatapan tajam oleh Azlan seolah berkata Berani macem-macem sama gue jangan harap loe bisa selamat.
Sedang Adit terkekeh melihat tatapan Azlan.
"Gue serius Lan.Cuma Apartemen loe yang aman buat kita bicara.Lagian jam segini Bini loe paling juga belum pulang kan.."
Azlan memejamkan matanya.menahan emosi yang sudah memuncak..
"Ok kita kesana.."seru Azlan
"Tapi kali ini biar saya aja yang nyetir Bos.."Rendy menahan Azlan saat akan keluar dari ruangan Adit.
Azlan nampak mengerutkan dahinya..
"Saya belum menikah Bos jadi saya masih pengen umur panjang.."Rendy menggaruk tengkukmya yang tidak gatal..
Sedang Adit terkekeh melihat Rendy.Sudah bisa dibayangkan betapa takutnya Rendy saat dibawa melesat oleh Azlan.
* * *
Ditempat Lain
Ariel keluar dari kampusnya.Dia sudah ada janji dengan Luna di cafe tempat biasa ia bertemu dengannya.
Saat sampai dicafe dia memesan minuman kesukaannya..Dia terlihat melamun teringat dengan belalai gajah Azlan
"Astaga apa yang gue pikirin sih..Kenapa bayangan belalai si Om gak ilang-ilang..."ucap Ariel seraya menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Gedhe dan kokoh..."gumam Ariel.
"Apanya yang kokoh"tanya Luna yang baru saja sampai.
"Gajah.."Ariel tersentak dengan ucapan Luna..
Luna memanyunkan bibirnya..
"Jahat loe Riel.Kemaren gue loe gembul-gembulin..sekarang loe ngatain gue gajah...??"
"Maaf Lun bukan gue mau ngatain elo..Tadi itu gue...__ucapan Ariel terpotong saat ia tak sengaja melihat orang yang ia kenal..
"gak mungkin..kayaknya gue salah liat.."gumam Ariel.
"Apanya yang salah liat..."??tanya Luna
"Loe lagi liat apa sih Riel..Tanyanya lagi sambil melihat kearah pandangan Ariel.
"Gak kok Lun.Gak liat apa -apa.Dah yuk jadi belanja gak??"
"Jadilah..yuk.."ajak Luna..
* * *
Di Apartemen
Diruang kerja .Azlan duduk menyandarkan punggungnya.Tangannya ia lipat didepan dadanya.Matanya tajam menatap Dua sahabat yang duduk didepannya.
Rendy menelan salivanya.Ia merasa terintimidasi oleh tatapan Azlan.Sedang Adit tampak santai menghadapi Azlan.
"Bisa kalian jelaskan sekarang..???"pinta Azlan.
"Sebelum gue jelasin semuanya gue harap loe gak gegabah dalam bertindak karena gue gak mau rencana gue dan kakek berantakan karena kebodohan loe..."seru Adit
"Loe harus janji kalau loe bisa tahan emosi loe.."lanjut Adit
Azlan menghela nafasnya kasar.."Baiklah"..
"Loe tau dulu sebelum orangtua loe meninggal kakek itu seperti apa.??Beliau baik kepada siapapun bahkan kepada pelayannya sekalipun."Adit diam sejenak.Ia menghela nafasnya pelan.
"Tapi semenjak orangtua loe meninggal karena kecelakaan kakek berubah..Beliau menjadi sosok yang dingin dan arogan.sama seperti loe....Gak ada ampun untuk orang yang berkhianat.Kakek akan menghancurkan perusahaan atau orang yang berani melawan keluarga Pramudya."
"Puncaknya setahun setelah kejadian tragis yang merenggut nyawa orangtua loe,,kakek menghancur leburkan beberapa perusahaan yang dulu menjalin kerjasama dengannya."
"Tidak hanya membuat bangkrut tapi lebih dari itu..Kakek menghancurkannya sampai keakar-akarnya.Ada yang dinyatakan meninggal,,menjadi gelandangan bahkan untuk hidup pun segan.."
"Dan salah satu perusahaan itu adalah perusahaan WA Group milik Tuan Wilson Atmadja.Dan Jessika adalah anak tunggal dari Wilson Atmadja.."
Deg
Azlan tersentak mendengar cerita Adit.Ia tidak menyangka bahwa kekasihnya adalah anak dari musuh kakeknya.
"Gak mungkin Dit..Jessi gak mungkin anak dari Tuan Atmadja.Dia___
"Jessika Putri adalah nama samaran saat ia mulai debutnya menjadi model.Tapi nama aslinya adalah Jessika Ananta Atmadja.."potong Adit
Azlan nampak frustasi mendengar kabar itu.Ia menarik rambutnya seraya menggelengkan kepalanya..
"Gak Dit..Ini gak mungkin..Kalo semua itu benar kenapa kakek mau menerimanya bahkan sempat merestui hubungan kami"
"Itulah kesalahan kakek Lan.Setelah loe datang memperkenalkan Jessi,,kakek diam-diam menyelidiki latar belakang cewek loe.Saat tau siapa dia sebenarnya,,Kakek bermaksud mengawasi setiap gerak gerik Jessi.Beliau takut loe dalam bahaya jika Jessi bermaksud balas dendam."
"Tapi semua itu tidak terbukti,,Beliau merasa bahwa Jessi tulus sama loe..Tapi itulah trik licik Jessi menjatuhkan Pramudya."
"Dari mana loe yakin kalo Jessi melakukan itu semua,,Bahkan kakek gak punya bukti untuk menyalahkannya"tanya Azlan
"Karena ada pengkhianat di Rumah Utama Bos.."kali ini Rendy angkat bicara..
Bagai menghunus pedang kejantung Azlan..Sakit...Itulah yang dirasakan Azlan.
"Pengkhianat.."lirih Azlan.
Rendy dan Adit menatap iba Azlan.Sahabatnya itu nampak kacau mendengar kebenaran ini..Tapi cepat atau lambat Azlan harus tau agar ia bisa lebih berhati-hati..