NovelToon NovelToon
SATU MALAM DENGAN BERONDONG

SATU MALAM DENGAN BERONDONG

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / One Night Stand / Identitas Tersembunyi
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Lisa

Terbangun di kamar hotel, Fela syok setengah mati saat membaca KTP yang terjatuh dari dompet pria di sampingnya. Dia masih anak SMA!

Fela langsung kabur ketakutan demi menyelamatkan reputasinya.

Namun dunia Fela berantakan saat Kenzo, si anak SMA itu tiba-tiba masuk ke kantor periklanannya sebagai anak magang baru.

Di depan rekan kerja, Kenzo adalah asisten yang sopan. Tapi di balik pintu ruang rapat, dia adalah berondong posesif yang siap menjerat Fela kembali.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 11 Pantry

Fela mendengus pelan, memutuskan untuk tidak memperpanjang urusan dengan remaja di sampingnya ini. Lagipula, berdebat dengan Kenzo di lorong setelah energi terkuras habis oleh Dion adalah pilihan yang buruk.

"Terserah kamu," gumam Fela akhirnya. Ia memutar tumit dan melanjutkan langkahnya yang sempat tertunda. Namun, alih-alih berjalan lurus menuju ruang divisinya, Fela berbelok ke arah pantry. Dadanya masih terasa sedikit panas, dan segelas air putih dingin sepertinya bisa membantu menurunkan suhu kepalanya.

Mendengar derap langkah konstan di belakangnya, Fela menoleh. Kenzo berjalan mengekor dengan langkah santai, masih menenteng nampan kertas kosongnya.

"Kenapa ikut?" tanya Fela, menaikkan sebelah alisnya begitu mereka berdua masuk ke dalam area pantry yang sepi.

Kenzo langsung melangkah melewati Fela begitu saja, menuju ke arah konter dapur. "Tanggung jawab, Senior. Kopi pesanan orang-orang divisi belum dibuat. Yang tadi kan jatahku yang melayang."

Fela memperhatikan punggung tegap cowok itu yang kini mulai sibuk meraih beberapa cangkir keramik dari rak gantung. Gerakannya cekatan. Tidak mencerminkan gestur malas-malasan seperti yang biasa ia tunjukkan saat duduk di balik kubikel magangnya.

Fela melangkah mendekati dispenser di sudut ruangan. Ia mengambil gelas kaca, menekannya pada tuas air dingin, dan membiarkan bunyi gemercik air mengisi keheningan di antara mereka selama beberapa saat.

Setelah gelasnya penuh, Fela menyesapnya perlahan. Sensasi dingin yang menjalar di tenggorokannya perlahan membuat sisa-sisa ketegangan akibat konfrontasi Dion menguap.

"Kenzo," panggil Fela, meletakkan gelas kacanya di atas meja bar pantri.

Kenzo tidak menoleh. Tangannya masih sibuk merobek beberapa saset kopi instan dan memasukkannya ke dalam cangkir. "Ya?" sahut bocah ini.

Fela diam sejenak. Menimbang-nimbang apakah kalimat selanjutnya pantas diucapkan oleh seorang manajer kepada anak magangnya. Karena bagaimanapun juga harga dirinya baru saja diselamatkan.

"Terima kasih untuk yang tadi," ucap Fela lirih. Tapi cukup jelas untuk didengar di dalam pantri yang sunyi itu.

Gerakan tangan Kenzo yang hendak menuangkan air panas dari pemanas air mendadak terhenti selama satu detik. Lalu bergerak lagi ia melanjutkan tugasnya dengan aliran air yang di tampung pada gelas.

Uap panas membubung. Membawa aroma kopi instan yang kuat ke udara.

"Untuk kopinya?" tanya Kenzo datar, tanpa menoleh.

"Semua, terutama kopinya," sahut Fela samar.

Kenzo mematikan aliran air dispenser. Ia mengambil sendok kecil, lalu mengaduk kopi-kopi itu satu per satu dengan ketukan ritmis yang teratur. Setelah selesai, ia bersandar pada tepian konter dapur.

Melipat kedua tangannya di depan dada dan akhirnya memutar tubuh untuk menatap Fela lurus-lurus. Dia paham apa yang dimaksud Fela.

"Aku cuma tidak suka melihat orang asing bertingkah superior di area kantor kita," ujar Kenzo santai. Tatapan matanya yang gelap tampak begitu tenang. "Apalagi kalau sampai mengganggu ritme kerja mentorku. Itu bikin tugas magangku makin menumpuk."

Fela mendengus mendengar alasan yang terdengar sangat lebay menurutnya. Namun, sebelum ia sempat membalas, pintu pantri mendadak terbuka agak kasar dari luar.

Bimo muncul di ambang pintu dengan wajah yang tampak cemas sekaligus penasaran. "Eh, Fela!" Bimo terkejut ada Fela di pantry.

Fela otomatis menegakkan posisinya, kembali memasang mode profesionalnya dalam sekejap.

"Pertemuan sudah selesai?" tanya Bimo langsung cari bahan pertanyaan.

"Ya. Baru saja."

 "Ada apa, Bim?"

"Itu...." Bola mata Bimo melirik pada Kenzo. Sebenarnya ia mencari bocah ini untuk protes kenapa kopinya belum jadi. Namun ia tidak menduga kalau Fela juga ada di pantry.

"Kopinya sudah jadi," ujar Kenzo.

Fela melirik.

Bimo mendelik. Kenzo mengerjapkan mata tidak paham.

"Ambillah. Lain kali jangan suruh dia buat kopi kalau kamu masih bisa berjalan ke tempat ini," ujar Fela.

"Maaf. Aku sendiri yang menawarkan untuk membuatkannya. Karena aku mau ambil pesananku yang tadi," kata Kenzo membicarakan cappucino yang diberikan pada Dion. Dia paham situasinya.

Entah bocah ini berbohong untuk menyelamatkan Bimo darinya atau bukan, tapi itu masuk akal.

"Berikan padanya, Kenzo," perintah Fela.

"Baik." Kenzo patuh dan menyerahkan dua minuman di atas nampan.

"Yang satu siapa?" tanya Fela ingin tahu.

Bimo diam. Kenzo jadi ikut diam.

"Siska, ya?" tebak Fela benar. Dua orang itu masih diam. "Jika kamu mau disuruh mereka, terserah. Silakan." Fela memberi kelonggaran karena melihat dua orang ini salah tingkah. "Aku hanya mencoba mencegah kemungkinan pembullyan di divisiku."

"Tidak. Para senior tidak membully-ku, kok." Kenzo menjelaskan lagi.

"Iya, Fel. Aku enggak bully dia." Bimo membela diri. "Dia tadi menawari kita buat minuman."

"Iya, benar," timpal Kenzo.

"Oke. Stop. Ambil kopimu, Bimo," perintah Fela.

"Siap." Bimo langsung menuju tempat Kenzo berdiri dan meminta kopinya. Kenzo menyerahkan kopinya. "Sekalian aku bawa punya Siska, ya."

"Enggak apa-apa, Bang Bimo?"

"Kan sekalian ... Kayak kamu tadi nawari buat kopi karena sekalian ada perlu," kata Bimo.

"Ya, Benar." Kenzo tersenyum setuju. Ia menyerahkan minuman punya Siska. "Terima kasih, Bang Bimo."

"Aku yang harusnya terima kasih." Bimo tersenyum canggung ke arah Fela sebelum akhirnya buru-buru membalikkan badan dan melangkah keluar dari pantri, membawa dua cangkir kopi itu dengan langkah seribu seolah takut Fela akan berubah pikiran dan menginterogasinya lebih jauh.

Pintu pantri kembali tertutup rapat, menyisakan keheningan yang sedikit lebih mencair di antara Fela dan Kenzo.

Fela kembali meraih gelas air putihnya yang tinggal setengah, menyesapnya sedikit sembari melirik cowok jangkung yang kini sedang membilas sisa sendok di wastafel.

"Cepat kembali ke ruangan. Masih ada banyak rangkuman yang belum kamu serahkan padaku," perintah Fela.

"Siap." Kenzo berjalan menuju pintu. Namun mendadak dia berhenti.

Fela yang tadinya sudah menghela napas lega, jadi tersentak. "Apa lagi?"

"Jangan lupa traktir minumannya," kata Kenzo sambil senyum-senyum. Lalu pergi meninggalkan Fela yang mendengus kesal.

"Aku dikerjain bocah," keluhnya. Namun sesaat ia sadar. "Ini lebih baik daripada dia mengumumkan pada semua orang tentang aibku." Fela menghela napas lagi.

Ponselnya bergetar. Itu dari ibu. Fela memejamkan mata sejenak. Lalu menghembuskan napas dengan kasar. Kemudian baru menerima telepon dari ibu.

"Ya, Ibu."

"Fela, kamu enggak pulang? Kamu belum mempersiapkan semuanya. Katanya kamu mau bertunangan," kata Ibu diseberang menghantam dadanya.

"Ya." Fela belum mengatakan kalau rencananya gagal karena pria itu berselingkuh. Fela lupa. Dia terlalu sibuk dengan kejadian setelah dia mabuk berat. Yaitu malam itu di ranjang bocah.

"Ibu tunggu kamu pulang ya," ucap ibu beharap.

"Ya." Fela hanya mengiyakan semua. Dia belum siap untuk mengatakan semua, tapi sepertinya ia harus pulang ke rumah ibu untuk membicarakan ini baik-baik. "Hhh ... Bebanku makin berat. Apalagi Dion brengsek itu juga muncul sebagai klien."

1
Rahma Inayah
ya iya lh kenzo ank pemilik perusahaan mkn sebagai mulai kerja dr bawah
Grareta
lanjutttt
Bu Dewi
lanjut kak😍😍😍
Rahma Inayah
Mash teka teki dgn Kenzo siapa sebrnya dia apakah ank pemilik perusahaan kah
Rahma Inayah
lnjut Thor
Rahma Inayah
lanjut Thor mkn seru
Rahma Inayah
mkn kah Kenzo ank pemilik perusahaan dimn Dela bernaung sekrg ini
Rahma Inayah
😅bocil jatuh cinta SM wanita dewasa ..lnjut Kenzo
🌸 Maya Debar 🌸
Tak tunggu selalu upnya Thor ❤️🤩❤️🤩🤩🤩🤩🤩💋
LisA: Terima kasih sudah baca😊
total 1 replies
Rahma Inayah
lnjut thor
Rahma Inayah
tp bocah bukan sembarang bocah tp bocah sultan
Rahma Inayah
🤭mmpir Thor moga bgus ceritanya
LisA: Terima kasih sudah singgah untuk membaca. Semoga berkenan.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!