Area 21+
🌸🌸🌸
"How damn you are Naraya."
Naraya terdiam cukup lama berdiri di balkon kamarnya, memandangi langit mendung dan memikirkan nasib hidupnya yang jungkir balik hanya dalam waktu semalam.
Tepat dihari kelulusannya diterima disalah satu Universitas ternama di kota A, Naraya harus menerima kenyataan pahit. Naraya akan dijodohkan dengan Harris. Padahal setahu Naraya, Harris adalah kekasih kakaknya sendiri yaitu Nadira.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bulanseptember, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kecurigaan Selena
Satu bulan.
Dua bulan.
Tiga bulan.
Empat bulan.
Lima bulan
Ya, Naraya dan Harris sudah bertunangan selama 5 bulan. Namun ada yang berdeda dengan pasangan yang satu ini.
Semenjak malam pertunangan Naraya dan Harris berakhir, tidak ada lagi kisah romantis diantara mereka.
Naraya memperlakukan Harris persis seperti memperlakukan kakaknya sendiri bukan sebagai tunangannya. Harris sampai dibuat bingung diawal-awal bulan mereka bertunangan.
Ciuman pertama yang mereka lakukan dimalam itu ternyata tidak merubah segalanya.
Pikir Harris ciuman itu adalah tanda kemajuan hubungannya dengan Naraya, tetapi ternyata salah, justru itu adalah tanda kemunduran hubungannya.
Harris sudah berkali-kali berusaha untuk mendekatkan dirinya lagi dengan Naraya, tapi Naraya seolah bertingkah seperti anak kecil yang belum mengerti cinta.
Contohnya, saat Harris mengajak Naraya untuk pergi berdua. Ditengah jalan Naraya malah mengajak Selena dan Harris justru berakhir menjadi supir.
Contoh lainnya saat Harris ingin mengandeng tangan Naraya, Naraya tidak menolak. Naraya justru mengayun-ayunkan genggaman tangan Harris. Persis seperti Adik dan Kakak yang pergi bertamasya di kebun binatang.
Harris hanya bisa geleng-geleng kepala.
Dibulan kedua Harris mulai sadar, Naraya belum mencintainya. Naraya masih ingin memberi batas diantara mereka. Apalagi penyebabnya jika bukan Nadira.
Dibulan keempat, hubungan Naraya dan Cakra mulai membaik. Cakra sudah mengetahui semuanya dari Selena.
Mengetahui perasaan cinta Naraya kepada cakra, mengetahui tentang perjodohan Naraya dengan Harris dan mengetahui jika Harris masih berhubungan dengan Nadira.
Cakra tidak terima!
Cakra sungguh menyesal atas masa lalu, kini wanita yang dicintainya harus mengalami kisah yang menyedihkan. Berakhir menjadi tunangan kekasih kakaknya sendiri.
Andai waktu bisa diputar.
Cakra meminta maaf dan sangat menyesal karena dulu tidak mendengarkan penjelasan Naraya. Andakan saja dulu Cakra mau mendengarkan, mungkin tidak akan berakhir seperti ini.
Andaikan saja.
Kini Cakra ingin hubungannya dengan Naraya kembali seperti dulu. Cakra juga ingin Naraya menjadi kekasihnya, sama seperti Harris dan Nadira.
Tapi lagi-lagi semuanya sudah terlambat. Cakra tidak pernah datang diwaktu yang tepat.
Kini bukan lagi masalah perjodohan yang menjadi penghalang. Kini hati Naraya lah yang menjadi penghalang terbesarnya. Hati Naraya sudah sepenuhnya milik Harris.
Walaupun cintanya bertepuk sebelah tangan tapi Naraya tidak ingin mempermainkan sebuah hubungan. Naraya tidak ingin Cakra hanya menjadi pelampiasannya.
Biarlah Naraya sendiri, dia selalu berharap semoga saja suatu hari nanti perasaannya kepada Harris akan hilang. Dan saat itu tiba barulah Naraya akan memulai kisah cinta yang sesungguhnya.
"Tumben nggak ada mobil Harris Ray?" Selena.
Naraya dan Selena baru saja selesai kuliah, kini mereka sedang berada diparkiran dan sudah mendekati mobil Selena.
Biasanya mobil Harris tiba-tiba selalu terparkir sempurna disamping mobil Selena saat jam pulang kuliah. Apalagi jika bukan untuk menjemput adik kecilnya, Naraya.
"Hari ini kakak angkat gue udah mulai magang." Naraya seraya membuka pintu mobil Selena dan masuk.
Kini Naraya dan Selena sudah berada di dalam mobil.
"Jadi gak perlu kucing-kucingan lagi yaw?" Selena dengan senyum khas nya, senyum meledek.
"Huu!! Dasar." Naraya kesal.
Selama lima bulan main kucing-kucingan nyatanya tidak mengurangi sedikitpun perasaan cintanya terhadap Harris. Justru semakin dalam saja.
"Harris magang dimana?" Selena, dia pun mulai menyalakan mobilnya.
"Di perusahaannya sendiri lah." Naraya.
Hari ini Naraya dan Selena akan pergi ke toko buku, sebentar lagi mereka akan ujian semester. Sehingga memerlukan banyak buku tambahan.
"Gila ya, sekarang kita nongkrongnya di toko buku?" Selena dengan tetap menyetir mobilnya.
"Gara-gara lo belajar mulu, gue jadi ikutan." Selena sok marah, padahal sebenarnya tidak ada masalah, justru semakin bagus untuknya.
"Inikan demi kebaikan kita juga Len." Naraya sok bijak.
"Iya iya!" Selena manyun.
"Si Harris magang diperusahaanya sendiri jadi apa?" Selena ingin tau.
"Jadi apa hayo? prok prok prok!" Naraya bertingkah seperti seorang pesulap.
"Hahahah." Naraya menertawakan dirimya sendiri.
Selena langsung menatap tidak suka, sebal. "Gue serius kambing!"
"hehehe, ya jadi CEO lah. Om yuda yang minta, awalnya sih dia mau jadi karyawan biasa. Tapi om Yuda minta dia langsung jadi CEO aja, om Yuda mau istirahat sebentar katanya." Naraya menjelaskan.
"Lo tau banyak ya?" Selena memincingkan matanya, menatap curiga.
Sebenarnya selena sudah lama mencurigai Naraya. Tepatnya saat pertama kali Selena melihat Naraya dan Harris berpelukan dihadapannya dulu. Bagaimana bisa Naraya membiarkan Harris memeluk erat tubuhnya?
Semenjak saat itulah Selena mulai curiga. Dia curiga jika selama ini Naraya sudah mulai mencintai Harris. Tapi Naraya selalu menghindar. Selena pun tidak ingin bertanya lebih, sebelum sahabatnya itu sendirilah yang bercerita.
"Gimna gue nggak tau, nggak nunggu gue tanya juga Harris ngasih tau sendiri. Dia itu ya selalu aja bikin gue pusing. Tiap hari kerjaannya ngomong mulu. Baru hari ini aja nih, tumben HP gue nggak ada notifikasi dia." Naraya menggebu-gebu.
Selena tersenyum, ini salah satu tanda kecurigaanya adalah benar. Tingkah Naraya ketika membicarakan Harris, semangat.
"Ya lo dong yang kirim pesan duluan, kasih semangat." Selena memancing-mancing.
"Sayaaang semangat ya magangnya, ini hari pertama kamu magang looh." Selena melambai-lambaikan omongannya, menggoda Naraya.
Naraya jijik, "Cih! Najong gue ngomong begitu sama pengacau!"
"hahahaha." Selena tertawa, "Lo kenapa nggak coba terima aja sih nasib lo yang jadi tunangan Harris? Gue liat Harris selalu coba buat nerima lo jadi tunangannya." Selena mulai memasang umpan.
"Nerima apaan? Kalau Harris mulai nerima perjodohan ini harusnya yang pertama dia lakuin itu bukan deketin gue, tapi putusin Dira!" Naraya sebal, terlihat seperti seorang gadis yang sedang cemburu dimata Selena.
"Yah, mana mau dia putusin Dira. Lo aja cuek-cuek mulu." Selena menarik ulur pancingnya.
"Lo nggak mau coba buat Harris jatuh cinta sama lo gitu? Jadi dia bisa putusin Dira." Selena mulai memasang umpan lagi.
Naraya terdiam, tidak pernah terlintas sedikitpun dipikirannya bahwa dia akan merebut Harris dari Nadira. Apalagi sampai membuat Harris jatuh cinta kepadannya.
"Nggak mungkin. Nggak mungkin Harris bisa jatuh cinta sama gue" Batin Naraya.
Naraya geleng-geleng kepala.
"Nggak mungkin lah gue rebut Harris dari Nadira." Naraya.
"Kenapa?" Selena.
"Pertama, Dira itu sauadara gue. Gue nggak mau rebut kebahagiaan saudara gue sendiri. Gue tau banget gimana cintanya dia sama Harris." Naraya.
" Kedua, Harris juga nggak mungkin bisa jatuh cinta sama gue karena dia udah cinta sama Dira. "Naraya melemah.
Selena jengah, selalu itu saja alasan yang diberikan Naraya. Tidak bisakah Naraya melawan Nadira sedikit saja? Tidak bisakah kali ini dia tidak mengalah dari Nadira? tidak bisakah kali ini dia lebih mementingkan perasaannya sendiri?
Berjuang demi cinta kan tidak ada yang salah.
Selena berpikir keras, sepertinya kali ini dia harus melakukan sesuatu.
penasaran banget cerita Selena -Kris tapi knpa g lanut lagi kak??
horrang kaya mah bebas yah thorr..😁🤭