Cerita ini bermula dari perjodohan seorang anak SMA yang dijodohkan karena hutang keluarganya dia terpaksa menikah. ternyata laki laki yang akan menjadi suaminya adalah guru sekolahnya sendiri
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santisnt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
chapter 24
setelah lima belas menit akhirnya mereka sampai di rumah.
"cepat ganti baju dan buatkan saya kopi"ucap Jordan duduk di depan tv sambil membuka laptop
"ishhhhh"ucap Sisil
kemudian Sisil bergegas masuk kedalam kamar utamanya.dan masih heran dengan semua pakaian.akhirnya Sisil memutuskan untuk memesan beberapa pakaian dan dikirimkan besok.
"nggak apa apa buat hari ini pakai baju ini dulu"ucap Sisil melihat baju daster
Sisil keluar dengan baju daster namun herannya Sisil masih terlihat seksi walupun memakai daster.
"nih kopinya"ucap Sisil meletakan kopi
"hmmmmm masih cakep aja nih orang"ucap Jordan dalam hati dan menelan salivanya
"pakkkkkkkk"ucap Sisil teriak
"iy....a kenapa sih kamu harus teriak teriak"ucap Jordan
"habisnya bapak ngelamun,besok sebelum sekolah bapak antar saya kerumah untuk ambil mobil sama seragam"ucap Sisil cuek
"hmmm besok kamu jangan pulang saya akan suruh pelayan untuk ambil barang barang sekolah mu dirumah.mobil kamu tidak perlu gunakan karena kamu akan pulang dan pergi bersama saya"ucap Jordan
"apaaaaaa,maksud bapak satu mobil"ucap sisil kaget
"hmmmmmmm"ucap Jordan singkat
"bapak ingat ya,kita berdua itu sebagai guru dan murid apa kata mereka nantinya.bagaimana kalau mereka tau kita sudah menikah.haaaaaaa mimpi buruk sudah dimulai"ucap sisil menepuk jidatnya
"sudah selesai bicara.kamu Jagan khawatir kamu hisa katakan kalau kita sepupu atau kau menumpang atau terserah kamu sebisa kamu saja"ucap Jordan
"okheyy kalau begitu"ucap Sisil menuju kamar tamu
ketika sisil hendak membuka pintu kamar pintu tersebut terkunci.namun Sisil masih berusaha untuk membukanya.dari sudut kursi terlihat Jordan tertawa dalam hati sambil tersenyum karena sudah dua kali mengerjai istrinya itu.
"huaaaaa saya tidur dulu ya"ucap Jordan pura pura menguap
"pak,tolong bukain pintu nih kamar dong saya mau tidur"ucap Sisil masih berdiri didepan pintu
"lohh bukanya kamu yang pegang kamar itu kan seharusnya kuncinya sama kamu dong"ucap Jordan
"hmmmn tadi saya ambil baju kekamar bapak masih ada kuncinya kok"ucap Sisil menjelaskan
"huaaaaaa sudah lah saya mengantuk,Jagan lupa matikan lampunya.ohh ya kamu masih mau berdiri didepan pintu atau tidur dikamar utama ha.ya tapi terserah kamu"ucap Jordan melangkahkan kakinya
"ehemmm ohh ya lupa listrik sering mati kalau malam"ucap Jordan menakuti kemudian berjalan masuk kedalam kamar
"ishhhh dimana lagi nih kunci sih bikin emosi aja"ucap Sisil memukul keras pintu
"gue terpaksa deh tidur satu ruangan sama tuh guru lagi dari pada gelap gelapan"ucap sisil mengeluh
kemudian Sisil masuk kedalam kamar utama dan melihat Jordan sudah tertidur membelakangi.namun sisil tidak tidur disamping jordan.sisil mencari letak sofa dikamar
"ishh katanya kamar utama sofa aja nggak ada"ucap Sisil mengeluh
"ada sub tadinya tapi sudah saya keluarkan"ucap Jordan dalam hati berpura pura tidur
"ishhhh tidur satu kasur sama onta Arab ihhh ogah banget.mendingan gue tidur di ubin kedinginan dari pada nyaman sama predator"ucap Sisil mengambil bantal dan meletakkannya diatas unik beralaskan karpet lembut
"segitunya nggak mau tidur satu kasur sejelek itu kah saya"ucap Jordan dalam hati dan membelakan matanya
Sisil mulai tidur namun Jordan tidak terima dengan perlakuan Sisil.dan dengan paksa menggendong Sisil dan meletakkannya di kasur
"pak lepaskan saya"ucap Sisil terkejut
"kamu tidur baik baik disitu "ucap Jordan menghempaskan tubuh Sisil kekasur
"ishhh nggak punya perasaan sakit tau"ucap Sisil membelakan mata
"baru dilempar kekasur saja mengeluh atau mau saya hempaskan kamu ke ubin ha.berhentilah berkomentar membela diri.cekat tidur hari sudah malam"ucap Jordan kesal dan memiringkan tubuhnya
"ishhhh dasar guru killer liar aja nanti gua bales lu"ucap Sisil
kemudian Jordan sudah tertidur pulas.sisil berinisiatif meletakan bantal sebagai pembatas
GARA-GARA SEBOTOL MINUMAN