"Mulai besok kamu akan di pindahkan ke apartemen CEO, kamu bisa melakukan tugas mu disana. Gajimu akan dinaikan dua kali lipat. Dan ingat, jangan sampai membuat kesalahan. Ada yang ingin di tanyakan?" ucap Diki pada Kirana
"Maaf, Pak. Jika saya menolak apa konsekuensi nya?" tanya Kirana
"Tidak ada penolakan, karena kamu sudah menandatangani kontrak kerja selama satu tahun. Yang diperbolehkan, kamu hanya menyetujui dan menjalankan tugas mu dengan benar. Dan ingat, jangan ceritakan ke staff yang lain" ucap Diki
"Peraturan macam apa ini" ucap Kirana seraya membaca lembar demi lembar peraturan yang tertulis pada kertas di hadapan nya
Dari kantor CEO Steven menatap layar monitor cctv dari ruangan nya, menatap ekspresi Kirana seraya berkata
"Ide cemerlang ku bagus juga, aku jadi lebih leluasa menatap mu setiap hari. Kirana"
Senyum nakal menyeringai dari bibir seksi nya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mey Insta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cctv Kota
Setelah dari Rumah Sakit, Diki kembali ke kantor. Sepanjang jalan dia memutar otak nya, menemukan cara bagaimana menemukan Kirana
"Ah, kenapa aku tidak bertanya pada Tita" batin Diki
"Hari ini kita makan siang ya, jangan lupa jam 12:30 di tempat biasa" Diki mengirim pesan singkat ke Tita
"Oke mas" balas Tita
Sesampainya di pintu masuk gedung Diki langsung menuju ruang CEO , mengecek semua berkas yang akan dia presentasikan di meeting hari ini. Meeting di mulai pukul sembilan pagi dan selama dua jam akhirnya selesai... Diki kembali ke ruangan Steven
Tok... Tok...
"Masuk" ucap Diki , karena dia sudah tahu siapa yang datang. Nampak dua laki laki berbadan besar memasuki ruangan.
"Dapat yang saya butuhkan" tanya Diki
"Dapat pak, lengkap" salah seorang pria itu menjawab seraya mengeluarkan laptop dari dalam tas nya dan membuka nya
Memutar CD pertama, dan seterusnya. Di saat pemutaran CD ke empat mata Diki terbelalak kaget, melihat Kirana tergeletak di pinggir jalan
"Mobil siapa yang menolongnya" tanya Diki
"Kita kurang tahu Pak, karena hujan lebat plat nomor mobil tersebut tidak terlihat" pria tersebut menjawab
"Sial" umpat Diki
Kediaman Hendra
Mobil yang dikendarai Kirana dan Hendra perlahan masuk melewati pintu gerbang dan memasuki halaman yang di samping kanan dan kiri nya terdapat taman yang di kelilingi dengan bunga serta rumput hijau
"Wah, besar sekali rumah nya Pak" ucap Kirana terkagum saat menatap nya
"Anggap saja rumah sendiri ya nak Kirana" jawab Hendra
"Bapak panggil Kirana saja seperti yang lain, Pak" pinta Kirana
"Baiklah" jawab Hendra dengan tersenyum
Setelah turun dari mobil mereka melangkah masuk ke dalam rumah yang sudah di sambut bi Inah ( tugas nya membersihkan rumah ) dan Tono ( tugas nya bagian kebun )
"Selamat pagi, Tuan besar" sapa Inah dan Tono
"Pagi, tolong tunjukan kamar Kirana ya. Dia bertugas memasak disini. Kirana, ini bi Inah dan ini pak Tono. Kalian mengobrol saja nanti. Saya harus pergi, ada yang harus saya urus " ucap Hendra
"Baik, Tuan besar" jawab Inah kemudian Hendra memutar tubuh nya dan melangkah kembali menuju mobil nya dan Budi mengantarnya ke sebuah tempat
"Mari Kirana, saya tunjukkan kamar mu" ucap Inah sambil berjalan ke belakang dan Kirana mengikutinya
"Kamu nggak bawa barang mu" tanya Inah
"Nggak bi Inah, saya akan membelinya besok di pasar" jawab Kirana
"Oh ya sudah besok kita ke pasar bareng saja sekalian belanja" jawab Inah
"Iya bi" jawab Kirana
"Kamu istirahat dulu, Tuan kalau datang jam tujuh malam" kata Inah
"Baik bi, saya akan memasak nanti jam lima sore" jawab Kirana
Ceklek suara pintu di tutup dan Inah pergi mengerjakan tugas nya
"Kamar ini lebih bagus dari kamar kos ku, ah aku kan masih ada beberapa barang di kamar kos ku. Besok aku akan ke sana mengambil sisa nya" batin Kirana dalam hati
Tanpa di sadari dia tak lama kemudian dia terlelap dalam tubuh terbaring nya di atas tempat tidur. Taka terasa waktu menunjukan pukul lima sore. Kirana membuka mata nya perlahan lalu menatap jam dinding di atas pintu kamar nya dan segera bangkit dari tidur nya dan membawa langkahnya ke dapur untuk memasak
Keahlian nya memasak memang sungguh di akui. Rasa nya selalu enak, masakannya juga masakan rumahan biasa
Kirana memasak apa yang tersedia di kulkas. Begitu di buka, ternyata hanya ada menir jagung dan tahu putih. Dia mengolahnya menjadi tumis jagung + tahu putih + telur rebus di tambah kecap manis dan bumbu masak lainnya
Tak lama kemudian masakannya matang, lalu membawa masakannya dan menyajikannya di atas meja ruang makan.
Waktu menunjukan pukul setengah tujuh malam, tetapi Hendra belum datang, Setelah selesai menghidangkan makan malam, Kirana kembali ke kamar nya
Tak lama kemudian Hendra terlihat berjalan masuk melewati pintu masuk rumah, dan mengayunkan langkah kaki nya menuju kamar utama miliknya
Kemudian mengambil ritual mandi, dan tak lama kemudian keluar dari kamar mandi membuat kering tubuhnya dengan handuk yang melingkar di tubuh nya. Kemudian meraih pakaian tidur nya dan mengenakannya. Lalu melangkahkan kaki nya mendekati ruang makan dan membawa tubuhnya duduk di kursi meja makan
Menatap masakan yang sudah terhidang di atas meja makan, dan dengan segera meraih sendok sayur di hadapan dan meletakkan sendok berisi makanan itu ke atas piring di hadapannya
"Inah, dimana Kirana" tanya Hendra
"Setelah selesai masak Kirana masuk ke kamar Tuan" jawab Inah
Hendra suka sekali masakan Kirana, sudah lama dia tidak pernah makan di rumah. Karena dia hanya sendiri di rumah besar nya, menurutnya lebih mudah makan di luar
sampe traveling kmna mana hahaaa