NovelToon NovelToon
Istri Bar-Bar Mafia Bucin

Istri Bar-Bar Mafia Bucin

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mafia / Transmigrasi
Popularitas:9.8k
Nilai: 5
Nama Author: sang senja

Setelah menyelesaikan misi terakhirnya, Aurora Veyra, seorang agen pembunuh bayaran, tewas akibat kecelakaan konyol dan terbangun di dalam novel favoritnya. Sialnya, ia bukan menjadi tokoh utama, melainkan Shen Yuxin, istri kejam yang gemar menyiksa suaminya, Lu Zhichen, Raja Mafia paling ditakuti di Beijing.

Mengetahui akhir tragis yang menantinya, Aurora bertekad mengubah jalan cerita. Namun, bisakah ia meluluhkan hati suami yang telah terluka, menghindari takdir kematiannya, dan menulis ulang akhir kisah nya sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sang senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Zhichen semakin meresahkan

Setelah Shen Yuxin meninggalkan ruang utama, suasana di mansion keluarga Lu justru semakin tegang. Lu Zhichen masih berdiri di tempatnya dengan tatapan dingin tertuju kepada ibunya, sementara Xiao Bai memilih menyingkir beberapa langkah karena tidak ingin terseret ke dalam pertengkaran keluarga. Nyonya Lu Meirong sendiri masih mengepalkan tangannya, jelas belum bisa menerima sikap putranya yang terang-terangan membela Shen Yuxin.

"Zhichen, kau benar-benar berubah sejak menikahi perempuan itu," ujar Lu Meirong dengan nada kecewa. "Dulu kau selalu menghormati keputusan Mama, tetapi sekarang kau bahkan berani membantah Mama di depan para pelayan." Tatapannya penuh kemarahan sekaligus rasa tidak percaya.

Lu Zhichen menghela napas panjang. "Aku tetap menghormati Mama," jawabnya tenang. "Tapi menghormati bukan berarti aku harus membiarkan Mama menghina istriku di depan mataku." Tatapannya semakin tajam ketika mengingat bagaimana ibunya menyebut Yuxin sebagai anak kampung.

"Dia bukan wanita yang cocok untukmu!" bantah Meirong. "Kau hanya sedang dibutakan oleh perasaan." Wanita itu melangkah mendekati putranya dan hendak menggenggam lengannya.

Namun, Zhichen justru mundur satu langkah. "Kalau aku memang dibutakan oleh perasaan, memangnya apa yang salah?" tanyanya tenang. "Toh, Yuxin adalah istriku sekaligus menantu yang dipilih oleh mendiang Kakek sendiri." Ada keteguhan dalam suaranya yang membuat Meirong terdiam.

"Lin Xiaoran jauh lebih pantas menjadi istrimu," lanjut Meirong. "Keluarga Lin setara dengan keluarga kita, dan Xiaoran sudah mengenalmu sejak kecil." Ia masih berusaha membuat putranya memahami apa yang menurutnya merupakan pilihan terbaik.

Lu Zhichen tersenyum tipis. "Xiaoran memang wanita yang baik," jawabnya. "Tapi aku hanya menganggap Xiaoran seperti adikku sendiri." Ia kemudian menatap ibunya dengan serius.

"Yuxin adalah istriku," lanjut Zhichen. "Dan selamanya akan tetap seperti itu." Tatapannya berubah semakin tegas. "Aku tidak peduli meskipun Mama tidak menyukainya, tetapi aku tidak akan tinggal diam jika Mama mencoba menyakitinya."

Kalimat itu terdengar begitu tegas hingga tidak menyisakan ruang untuk perdebatan. Nyonya Lu Meirong terdiam beberapa saat, seolah masih berusaha mencerna perubahan sikap putranya. Ia tidak pernah menyangka Zhichen akan berani berdiri di hadapannya hanya demi membela Shen Yuxin.

"Kau berani mengancam Mama hanya demi gadis kampung itu?" tanya Meirong dengan suara bergetar menahan amarah. Tatapannya kemudian berubah menjadi penuh selidik. "Kau benar-benar mencintainya, Zhichen?"

Pertanyaan itu membuat Lu Zhichen diam sejenak. Dulu ia sendiri tidak pernah menyangka akan sampai pada titik ini, bahkan pernah menganggap pernikahannya dengan Shen Yuxin hanyalah sebuah kewajiban yang harus dijalani demi memenuhi wasiat sang kakek. Namun, sekarang ia sudah tidak memiliki alasan untuk menyangkal perasaannya sendiri.

"Iya," jawab Zhichen akhirnya. "Aku memang mencintainya." Tatapannya tidak sedikit pun menghindar dari mata ibunya.

Ia menarik napas perlahan sebelum melanjutkan. "Dan jika Mama masih bersikeras menyakitinya, jangan salahkan aku jika aku memilih berdiri di sisinya." Suaranya tetap tenang, tetapi ketegasan di dalamnya membuat siapa pun tahu bahwa ia benar-benar serius.

Xiao Bai yang berdiri tidak jauh dari sana langsung menundukkan wajahnya. Mendengar pengakuan tuannya secara langsung membuatnya sadar bahwa keadaan memang sudah benar-benar berubah. Semua orang tahu apa tujuan Zhichen menikahi Yuxin dahulu, sehingga tidak ada seorang pun yang menyangka pria itu justru benar-benar jatuh hati kepada istrinya.

*

*

Sementara itu, Shen Yuxin sudah berada di kamar. Ia duduk di dekat jendela sambil memandangi pemandangan taman dari balik kaca, berusaha menenangkan pikirannya yang sedikit terusik oleh kejadian tadi. Bukan karena perkataan Nyonya Lu Meirong, melainkan karena sikap Lu Zhichen yang begitu tegas membelanya.

"Kenapa dia harus ikut campur?" gumam Yuxin pelan. "Aku bisa mengurus diriku sendiri." Ia menghela napas panjang sebelum menyandarkan tubuhnya pada sofa.

Namun, tanpa disadari, sudut bibirnya justru sedikit terangkat ketika mengingat perkataan Zhichen. Dia adalah istriku, dan Yuxin adalah satu-satunya wanita yang akan menjadi istriku.

Entah mengapa, kalimat itu terus terngiang di kepalanya. Bahkan setelah beberapa menit berlalu, jantung Yuxin masih berdetak sedikit lebih cepat dari biasanya.

"Kenapa aku malah memikirkannya?" gerutunya sambil mengusap dada. "Padahal aku tahu Zhichen adalah takdirnya Lin Xiaoran." Entah mengapa, hatinya terasa sedikit pilu ketika mengucapkan kalimat tersebut.

Yuxin mengerutkan kening. Ia sendiri tidak mengerti mengapa kalimat sederhana itu terasa begitu menyakitkan. Bukankah sejak awal ia hanya ingin menjalankan kehidupannya sendiri dan tidak terlibat terlalu jauh dalam perasaan Lu Zhichen?

Tok!

Tok!

Tok!

Ketukan di pintu membuat Yuxin tersentak. Ia segera kembali memasang wajah tenang sebelum menjawab, "Masuk."

Pintu terbuka perlahan. Lu Zhichen muncul di ambang pintu dengan ekspresi yang jauh lebih lembut dibandingkan sebelumnya. Begitu melihat Yuxin duduk sendirian, ia langsung berjalan masuk dan menutup pintu di belakangnya.

"Kenapa kemari?" tanya Yuxin tanpa menoleh. "Bukannya Mama sedang ingin berbicara denganmu?"

"Sudah selesai," jawab Zhichen singkat. Ia kemudian berjalan mendekat dan duduk di sofa yang sama, tepat di samping Yuxin. "Aku ingin memastikan kau baik-baik saja."

"Perkataan Mama jangan kau ambil hati, ya," lanjutnya lembut. "Aku tahu Mama masih belum bisa menerimamu, tetapi lambat laun aku yakin Mama akan sadar dengan sendirinya betapa spesialnya dirimu."

Jantung Yuxin kembali berdetak tak karuan. Entah mengapa, Lu Zhichen semakin hari terasa semakin berbahaya bagi kesehatan jantungnya. Yuxin buru-buru bergeser sedikit menjauh.

Namun, Zhichen justru ikut bergeser, kembali mengikis jarak di antara mereka. "Yuxin, jangan takut," katanya lembut. "Aku pasti akan selalu berdiri di depanmu untuk melindungimu."

"Aku tidak akan membiarkan siapa pun menyakitimu," lanjut Zhichen dengan tulus. "Meski orang itu adalah Mama sendiri."

Yuxin semakin gelisah. Bukan karena takut kepada ibu mertuanya, melainkan karena keberadaan Zhichen yang semakin hari justru membuat hati dan pikirannya tidak pernah tenang. "Ka... kau tetaplah harus berbakti kepada orang tuamu," ucap Yuxin terbata. "Jangan hanya karena aku, hubungan kalian sampai hancur."

Zhichen menatapnya beberapa saat. Tanpa diduga, kedua tangannya tiba-tiba melingkari pinggang Yuxin dan menarik tubuh wanita itu hingga menempel pada tubuhnya. "Aku tahu," jawabnya tenang. "Kita akan sama-sama berusaha membuat Mama menerima kehadiranmu di sisiku."

Yuxin langsung meronta berusaha melepaskan diri. Namun, seperti biasa, tenaganya tidak cukup kuat untuk melepaskan diri dari dekapan Lu Zhichen. "Zhichen... cepat lepaskan aku!" perintah Yuxin dengan mata melotot ke arah pria itu.

Namun, Zhichen sama sekali tidak bergeming. Bukannya melepaskan, ia justru semakin mempererat pelukannya dan menyandarkan dagu di atas kepala Yuxin. "Tidak mau," jawabnya keras kepala.

"Zhichen!" teriak Yuxin lagi.

Tetapi pria itu seolah sudah kehilangan kemampuan untuk mendengarkan. Ia sama sekali tidak berniat melepaskan wanita yang kini berada dalam pelukannya. Bagi Lu Zhichen, posisi seperti ini adalah tempat paling nyaman di dunia.

Sementara bagi Shen Yuxin, posisi tersebut justru terasa seperti perangkap. Ia bisa mendengar detak jantung Zhichen yang begitu dekat, merasakan hangat tubuh pria itu, dan yang paling mengganggunya adalah kenyataan bahwa jantungnya sendiri berdetak semakin cepat.

"Kenapa jantungku begini?" batin Yuxin gelisah. "Jangan-jangan..."

Ia buru-buru menolak pikiran itu.

Tidak mungkin.

Ia tidak boleh jatuh cinta kepada Lu Zhichen.

Setidaknya, itulah yang terus berusaha diyakinkan Shen Yuxin kepada dirinya sendiri.

1
Biyan Narendra
andai td yuxin mendengar kalimat...
"iya aku mencintainya"
apa ga copot tuh jantung
🤣🤣🤣
Azura75
Hadeuh... smp kpn muter2 aja? Zichen, tinggal bilang aja kl km suka. gitu aja ribet.
Azura75: Geregetan chemistry dah dpt tp gantung trs. 🤣
total 3 replies
Isma Iis
ini benaran keren cerita mu Thor 👍👍👍
❀ ⃟⃟ˢᵏ🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ: Terimakasih
total 1 replies
Isma Iis
ya apa boleh buat, itu lah balasan dari perbuatan jahatnya
Isma Iis
sebenarnya sih emang lebih sedikit baik kali ya jadi pembunuh bayaran ketimbang jadi wanita penghibur. Tapi.... ya sudah lah, namanya juga dunia novel kan ya 😄
❀ ⃟⃟ˢᵏ🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ: 🤣🤣🤣 iya kaka
total 1 replies
Isma Iis
eh keren nih cerita.
Muft Smoker
lanjuuut kak
꧁𝓘𝓷𝓭𝓪𝓱𝓡𝓪𝓶𝓪𝓭𝓱𝓪𝓷𝓲꧂
Bangun sebagai karakter paling menyebalkan, bonusnya dapat suami🤭
Mingyu gf😘
Pembunuh bayaran ya
Mingyu gf😘
waowww hebat banget
M. T🌻
mungkin ini caranya untuk menebus semua dosa yang ia lakukan di dunia nyata.
Miranda.
keknya ini sebuah fetish deh🤭🤭
Miranda.
apa sih. masa pembunuh bayaran paling ditakutin malah baper sama isi novel doang🤭🤭
Miranda.
pembunuh bayaran pun juga punya hobi baca novel ya 🤭🤭
Miranda.
kerja jadi pegawai mbg dong
naws
blm sadar berarti dia kalo bininya jahat ya.
masih ada kesempatan.
naws
dan sekarang si tampan ini jadi punya kamu /Facepalm/
jangan kasih celah untuk velakor.
naws
asli. srigala berbulu domba.
naws
yuk bisa yuk bikin happy ending untuk mr lu dan yuxin 😆
naws
penjahatnya nih berarti.
kamu kudu hati2 sama orang ini.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!