NovelToon NovelToon
Penyesalan Yang Terlambat

Penyesalan Yang Terlambat

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Penyesalan Suami / Single Mom
Popularitas:580
Nilai: 5
Nama Author: Amak Mpis

"Rain, ini aku Bintang suamimu, kamu boleh menghukumku dengan cara apapun tapi tolong jangan pura-pura melupakan aku, aku sudah sangat menyesali perbuatanku dulu sama kamu."

"Bukan aku yang pura-pura tidak mengenalmu tapi aku memang tak kenal siapa kamu bahkan bertemu kamu saja baru dua kali ini."

Penyesalan itu memang terkadang datang terlambat tapi apa jadinya jika sosoknya kembali datang setelah 4 bulan Bintang kehilangannya, akankah Bintang masih bisa menerima kenyataan jika orang didepannya ini bukan orang yang selama ini dia rindukan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amak Mpis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rencana Helena.

Keesokan harinya, Black masih berada dirumah sakit karena dia membutuhkan banyak istirahat, tapi muka Black tampak tegang sambil menatap layar ponselnya. 

“Pin, lo udah lihat X belom?” Pin menoleh karena posisinya sekarang sedang membelakangi Black. 

“Belom, ada apa emangnya?” Pin berjalan mendekati Black yang tampak tegang sekali, setelah Pin sampai didekat kasur, Black memberikan ponselnya agar Pin bisa melihat apa yang dia maksud. 

“Bukan hanya di X bahkan tik tok juga sudah ramai.”

“Sebentar, gak ada laporan apapun yang masuk ke gue dari tadi, Black. Padahal gue sudah bilang kalau ada apa-apa sama resto mereka gue suruh kabarin gue.”

“Kakek sama nenek di resto hari ini?”

“Oh iya, pasti mereka berdua yang gak mengijinkan siapapun lapor sama kita, ini pasti ada yang mau menghancurkan resto, gue yakin chef Andi maupun chef Hendra gak akan mungkin ceroboh kaya gini.”

“Nah makanya, templetnya sama kaya dulu saat resto masih dipegang kakek, tapi bukannya pelaku yang dulu sudah ditangkap ya?”

“Sampai sekarang pelaku masih mendekam di penjara belum keluar sama sekali. Ini pasti ada orang lain yang gak suka sama kita dan menurunkan gaya orang itu untuk menghancurkan resto.”

“Gue mau pulang sekarang, kasihan kakek sama nenek kalau sampai harus menghadapi mereka sendiri.”

“Lo belum sembuh, biar gue yang pulang buat menenangkan mereka.”

“Gak, gue mau ikut juga, walau bagaimanapun resto itu sudah menjadi tanggung jawab gue, lagian gue sudah sembuh kok.” Black memohon dan akhirnya Pin tak bisa menolak dan meminta dokter mengijinkan Black pulang. 

Setelah diijinkan pulang, Black langsung menuju resto dan disana masih terjadi keributan, tapi anehnya banyak yang membela dari pada yang merasa jika resto melakukan kesalahan. 

“Maaf sebelumnya, siapa yang keracunan makanan dari resto kita?” Tanya Black setelah ada disebelah kakek Ares. 

“Anak saya dari tadi harus bolak-balik kamar mandi setelah memakan makanan dari resto kalian, saya gak mau tahu pokoknya kalian harus tanggung jawab.” Omel seorang ibu sambil mendudukkan anak cewek yang tampak sudah lemas. 

“Kita gak mencampurkan apapun selain bumbu dan bahan ke masakan mereka, Black.” Ucap chef Andi. 

“Iya Black, bahkan makanan yang kita masak buat mereka itu dalam porsi besar, kenapa yang keracunan hanya anak mereka sedangkan pengunjung lain yang memakan makanan yang sama di wajan yang sama mereka baik-baik saja?” Tanya Chef Hendra. 

“Itu juga yang menjadi pertanyaan saya, saya ini memesan makanan yang sama dan diantar diwaktu yang sama, sudah pasti makanan itu di masak di wajan yang sama, saya sudah menghabiskan makanan saya, tapi saya masih baik-baik saja gak mules sama sekali,” Jelas seorang bapak pengunjung yang duduk tak jauh dari meja ibu itu. 

“Baik, di dapur ada CCTV, begitupun di ruangan ini ada banyak sekali CCTV, mari kita lihat rekaman CCTV sebelum kita menyimpulkan siapa yang salah.” Muka ibu itu mendadak pucat setelah Black mengucapkan kata CCTV, sebelumnya kakek Ares sudah tak kepikiran akan CCTV kecil yang Black pernah pasang karena beliau sudah sangat panik, beliau teringat  dengan kejadian beberapa tahun lalu yang sudah membuat restonya bangkrut. 

Black membuka rekaman CCTV di depan semua pengunjung dari CCTV yang berada di resto tak ada masalah, benar kata dua chef itu jika mereka tak menambahkan bahan appun selain bumbu dan bahan umum. 

Sementara CCTV di tempat makan pengunjung menampakkan ada sedikit kejanggalan, ibu itu tampak menambahkan bubuk yang dia masukkan di kertas kecil lalu tak lama setelah anaknya makan terjadilah keracunan itu. 

“Sudah jelaskan siapa yang salah, mari ibu ikut polisi di depan karena saya sudah membawa polisi ikut datang kemari bersama saya.”

“Jangan, tolong jangan laporkan saya ke polisi, saya hanya disuruh.” 

“Siapa yang menyuruh ibu? Kenapa ibu mau? Bukannya ibu tahu siapa pemilik dari resto ini? Harusnya ibu sudah tahu akan Konsekuensinya? Sekarang jelaskan pada saya siapa yang menyuruh ibu?” Rentetan pertanyaan dari Black tambah membuat ibu itu gemetar. 

“Saya disuruh sama Helena,” Jawab ibu itu dengan badan yang sudah bergetar hebat. 

“Belum puas juga dia waktu itu mau nabrak saya? Baik silahkan ibu ikut polisi untuk memberikan keterangan.”

“Saya sudah mengaku kenapa saya tetap ditangkap, anak saya masih kecil, dia gak mungkin hidup sendiri.” Mohon ibu itu sambil memeluk kaki Black. 

Black membantu ibu itu berdiri. “Ihu hanya akan dimintai keterangan, saya tidak akan menjebloskan ibu ke penjara selama ibu tak mengulanginya lagi.”

“Saya janji tidak akan mengulanginya lagu, maafin saya, saya sudah jahat sama kamu dan Terima kasih sudah tidak menjebloskan saya ke penjara.”

“Iya gak apa, saya tahu ini bukan salah ibu, dan saya juga salah sudah melepaskan uler kaya Helena, sudah sekarang ibu ikut pak polisi agar masalah ibu lekas selesai.” Ibu itu mengangguk dan keluar untuk menemui polisi yang memang sudah ada didepan resto. 

“Kakek sama nenek duduk dulu, tenang semua sudah selesai.”

“Terima kasih kamu slalu bisa jadi garda terdepan untuk kita, terima kasih sudah menyelamatkan resto ini dua kali,” Ucap nenek Ayu. 

“Ini sudah tugas Black sebagai cucu kalian, sekarang kalian istirahat, jangan kebanyakan pikiran, biar Helena jadi urusan Black sama Pin, kalian tenang saja, kalau nanti dia berulah lagi, Black akan balas semua yang dia lakukan dulu sama Rain dan yang dia lakukan sama Black.”

Sementara Pin berusaha menenangkan pengunjung yang masih terus menyalahkan si ibu itu karena memang sebelumnya mereka yang datang banyak yang tidak percaya kalau pihak resto meracuni pengunjung. 

Disisi lain, Helena sedang berkumpul dengan dua preman suruhannya. “Gimana sih kok bisa gagal, bukannya kalian bilang hancurin restonya dulu? Bukannya hal ini juga pernah menghancurkan resto itu dulu? Kenapa sekarang kita gagal?” Helena sudah sangat emosi dengan kegagalannya. 

“Ini karena ada Black, sebelum dia datang kondisi sudah cukup keos, kesalahan kita di misi ini karena kita yang menyangka Black gak akan keluar hari itu tapi akhirnya dia datang diwaktu misi kita akan sukses.”

“Kenapa dia selalu menggagalkan misi kita bahkan disaat dia sakit?” Helena sudah sangat frustasi dengan kegagalannya kali ini. 

“Lo tenang dulu, kalau lo kaya gini terus gimana kita bisa berhasil, tenang dulu jangan frustasi gitu. Kita cari cara lain dan kita siapkan rencana ini sampai matang dulu jangan gegabah langsung dijalanin,” Ucap Anton, preman dengan tato singanya. 

“Iya Hel, lo itu disini bos kita, kalau lo frustasi gimana kita bisa menghormati lo sebagai bos. Sekarang gini, benar kata Anton kita siapkan rencana kita sampai matang duku sampai mereka tidak mengira jika kita akan menyerang,” Ucap Bayu si preman dengan kumis tebalnya. 

“Terus, rencana apa yang harus kita lakukan?”

“Balik lagi seperti yang gue kasih tahu tadi, jangan buru-buru menentukan rencana apa, kita pikirkan rencana terbaik biar kita bisa berhasil, tenang dulu jangan gegabah.”

“Iya ok.” Singkat, Helena diam dengan banyak pikiran di kepalanya terutama kenapa dia sebagai bos malah sekarang yang harus di setir sama kedua anak buahnya. 

Black sekarang sedang berada di lantai dua bersama kakek, nenek, Pin dan Sira. Black memilih diam dulu tak membalas Helena, dia mau melihat rencana apa lagi yang akan Helena lancarkan agar hukuman yang nanti dijatuhkan ke Helena juga sangat berat. 

“Pin, lo punya temen yang ganteng gak?”

“Buat apa lo nanyain cowok ganteng? Mau cari ayah buat kembar? Jangan buru-buru lo habis disakitin empat tahun.”

“Hust, udah kenalin gue sama cowok ganteng aja dulu.”

BERSAMBUNG. 

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!