Sinopsis:
Liu Bai berusaha sekuat tenaga untuk mencapai puncak bela diri. Dalam menghadapi kesulitan, Liu Bai harus bertahan dan pantang menyerah. Hanya dengan begitu Liu Bai dapat menerobos dan melanjutkan perjalanan untuk menjadi yang terkuat. Suatu hari murid rendahan Liu Bai menemukan bela diri terkuat yang tidak pernah di sangkanya dan menempatkan dirinya di jalan menuju puncak dunia persilatan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAN JF, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch. 23 - Kediaman Keluarga Wu II
Beberapa jam sebelumnya, Liu Bai membuka pembicaraan dengan Wu Xinxin saat keduanya sedang berada di tengah-tengah perjalanan.
"Aku hampir lupa untuk menanyakan ini lagi, tapi di mana kau tinggal?" Liu Bai bertanya kepada Wu Xinxin.
"Aku tinggal di ibukota." ujar Wu Xinxin menjawab pertanyaan yang di berikan oleh Liu Bai kepada dirinya.
"Syukurlah. Jadi arah tujuan kita sama. Aku akan menambah kecepatannya. Kita akan sampai saat malam hari." ujar Liu Bai kepada Wu Xinxin.
Tanpa di beri arahan oleh Liu Bai, Wu Xinxin dengan sigap mengeratkan rangkulannya pada Liu Bai.
'Sesuai dengan namanya, dia adalah wanita yang cerdas.' gumam Liu Bai di dalam hatinya sambil tersenyum kecil.
Boom-!
Liu Bai menendang pijakannya di udara dengan kuat dan menghasilkan dorongan balik yang kuat sehingga menambah kecepatan terbang Liu Bai.
***
Beberapa jam setelahnya, di kediaman Keluarga Wu, seorang pelayan wanita dan seorang pelayan pria sedang berjalan bersama di halaman depan sambil membawa masing-masing sekeranjang tanaman obat.
"Bagaimana ini? Nona Xinxin sampai sekarang belum di temukan. Aku takut terjadi apa-apa pada Nona Xinxin. Aku sangat khawatir." ujar pelayan wanita berbicara kepada pelayan pria yang bersamanya itu dengan perasaan sedih.
"Semua orang di tempat ini merasakan hal yang sama. Kita juga sudah melaporkan apa yang terjadi pada para prajurit. Kita berharap saja tidak akan terjadi apa-apa pada Nona Xinxin. Ayo kita segera selesaikan pekerjaannya." ujar pelayan pria menanggapi perkataan yang di ucapkan oleh pelayan wanita yang bersamanya itu.
"Ya, kau benar. Semoga Nona Xinxin baik-baik saja." ujar pelayan wanita itu sambil memandang langit malam.
"...!" Pelayan wanita itu tiba-tiba tersentak saat melihat langit malam dan menghentikan langkah kakinya.
"Kenapa kau berhenti?" Pelayan pria bertanya kepada pelayan wanita yang bersamanya itu dan ikut menghentikan langkah kakinya.
"Apakah kau pernah melihat bintang jatuh?" Pelayan wanita bertanya kepada pelayan pria itu.
"Tidak pernah. Memangnya ada apa kau bertanya seperti itu?" Pelayan pria bertanya dengan bingung kepada pelayan wanita itu.
"Syukurlah. Ini adalah hari keberuntunganmu karena sekarang kau dapat melihatnya. Dan lagi, sepertinya bintang itu jatuh ke arah sini." ujar pelayan wanita kepada pelayan pria itu.
"...!" Pelayan pria sontak terkejut saat mendengar perkataan yang di ucapkan oleh pelayan wanita itu dan dengan cepat mengalihkan pandangannya ke langit malam.
"Hei, ada cahaya yang bergerak sangat cepat sedang mengarah kemari!" seru pelayan pria kepada pelayan wanita itu dengan mata terbuka lebar.
"Bukankah sudah ku bilang tadi? Bagaimana ini? Cahaya itu semakin mendekat." ujar pelayan wanita membalas perkataan pelayan pria itu.
"...?" Pelayan pria itu bertanya-tanya saat melihat cahaya tersebut.
"Sepertinya cahaya itu bukanlah bintang. Lihatlah, cahaya itu semakin melambat saat mendekati tempat ini." ujar pelayan pria kepada pelayan wanita itu.
"Kau benar. Itu terlihat seperti... orang?" ujar pelayan wanita membalas perkataan pelayan pria itu.
"...!" Pelayan wanita dan pelayan pria itu di kejutkan dengan apa yang di lihatnya.
"Itu adalah seorang pria dan..." ujar pelayan pria itu sambil menyipitkan kedua matanya berusaha untuk memfokuskan penglihatannya.
"Nona Xinxin!"
"Nona Xinxin!"
Pelayan pria dan pelayan wanita itu berteriak bersamaan saat mengetahui sesosok wanita yang bersama dengan seorang pria tersebut.
Whoosh-!
Liu Bai berhenti di udara tepat di atas halaman depan kediaman Keluarga Wu dan perlahan-lahan mendarat.
Tap-!
Liu Bai menapakkan kedua kakinya.
"Kita sudah sampai." ujar Liu Bai kepada Wu Xinxin sambil menurunkannya.
"Nona... Nona Xinxin!" seru pelayan wanita itu sambil meletakkan sekeranjang tanaman obat yang di bawa olehnya ke lantai dan berlari ke arah Wu Xinxin dengan gembira.
"...!" Wu Xinxin tersentak saat mendapati pelayan wanita itu memeluk dirinya.
"Itu benar-benar Nona Xinxin. Ah, aku harus segera melaporkannya pada Tuan!" seru pelayan pria itu sambil meletakkan sekeranjang tanaman obat yang di bawa olehnya dan bergegas pergi menuju ke aula utama.
"Syukurlah Nona Xinxin kembali dengan selamat!" seru pelayan wanita itu sambil menangis dengan terisak-isak.
"Aku pulang. Maaf sudah membuatmu khawatir. Sekarang aku sudah baik-baik saja." ujar Wu Xinxin sambil membalas pelukan pelayan wanita itu.
"Saya benar-benar bersyukur dapat melihat Nona Xinxin lagi. Ah, air mata saya tidak berhenti keluar." ujar pelayan wanita itu sambil melepaskan pelukannya dan mengusap-usap kedua matanya yang penuh dengan air mata.
Tap-! Tap-! Tap-! Tap-! Tap-!
Terdengar suara langkah kaki dari kejauhan dan semakin mendekat.
"Putriku! Oh, Putriku!" seru Wu Shan yang sedang berlari ke tempat Wu Xinxin berada dan di ikuti oleh semua pelayan yang ada di kediaman Keluarga Wu.
"...!" Wu Xinxin tersentak saat mendengar teriakan ayahnya, Wu Shan.
"Oh, Putriku tercinta!" seru Wu Shan berlari mendekati Wu Xinxin.
"Ayah!" seru Wu Xinxin membalas seruan Wu Shan sambil bergegas berlari ke arahnya.
Wu Xinxin dan Wu Shan pun saling memeluk dengan erat satu sama lain. Keduanya sama-sama saling mengeluarkan air mata bahagia.
"Syukurlah kau kembali dengan selamat. Ayah sangat khawatir. Maafkan ayah sudah membiarkanmu mengalami hal seperti ini. Syukurlah." ungkap Wu Shan yang sedang melepaskan perasaan bahagianya.
"Ayah! Aku benar-benar ketakutan! Huwaaah...!" ungkap Wu Xinxin yang menangis dengan keras di pelukan ayahnya.
"Oh, Sayang... Kau pasti sudah mengalami hal yang menakutkan. Sekarang sudah tidak apa-apa. Ayah sekarang ada di sini bersamamu." ujar Wu Shan menanggapi perkataan yang di ungkapkan oleh Wu Xinxin sambil mengelus-elus kepalanya.
"Itu benar-benar Nona Xinxin."
"Syukurlah Nona Xinxin sudah kembali dengan selamat."
"Syukurlah."
Beberapa pelayan berkata dengan bahagia dan semua pelayan yang berada di halaman depan kediaman Keluarga Wu mengeluarkan air mata di kedua matanya saat melihat Wu Xinxin kembali dengan selamat.
'Tugasku untuk mengantarnya sudah selesai di sini. Sebaiknya aku pergi. Aku tidak ingin mengganggu pertemuan mereka.' gumam Liu Bai di dalam hatinya sambil membalikkan tubuhnya dan bersiap untuk pergi.
"...!" Wu Shan tersentak saat menyadari pria yang bersama dengan Wu Xinxin akan pergi.
"Anak Muda, tunggu!" seru Wu Shan kepada Liu Bai untuk menghentikannya.
Mendengar hal itu, Liu Bai menghentikan langkah kakinya dan kembali membalikkan tubuhnya.
"Dapatkah kau memperkenalkannya pada Ayah?" Wu Shan bertanya kepada Wu Xinxin.
"Ya, Ayah." jawab Wu Xinxin sambil melepaskan pelukannya dan mengusap air matanya.
"Dia adalah Liu Bai. Dialah yang telah menyelamatkanku, Ayah." ujar Wu Xinxin kepada Wu Shan.
"Salam." ujar Liu Bai sambil memberikan salam di hadapan Wu Shan.
"Aku sungguh-sungguh berterimakasih padamu. Aku dapat melihat kembali Putriku tercinta. Aku pikir akan kehilangan dirinya. Saat memikirkan hal seperti itu benar-benar membuatku ketakutan. Sekali lagi aku berterimakasih padamu." ujar Wu Shan kepada Liu Bai sambil sedikit menundukkan kepalanya. Lalu, semua pelayan di tempat itu pun ikut menundukkan kepalanya.