Di Benua Shenzhou yang dipenuhi oleh energi spiritual (Qi), hukum rimba berlaku: yang kuat dihormati, yang lemah diinjak-injak. Ye Chen, seorang pemuda dari Klan Ye, terlahir dengan meridian yang cacat sehingga ia tidak bisa menyerap Qi. Selama enam belas tahun, ia hidup sebagai lelucon dan bahan hinaan klannya.
Namun, takdirnya berubah drastis di suatu malam yang berdarah. Saat ia dipukuli dan dibuang ke dasar Jurang Kematian oleh sepupunya sendiri, darahnya tanpa sengaja menetes ke sebuah liontin batu giok hitam peninggalan ibunya. Liontin itu ternyata menyimpan jiwa seorang Kaisar Naga Kuno yang telah tersegel selama puluhan ribu tahun. Dengan bimbingan sang Kaisar Naga, Ye Chen memulai jalan kultivasi yang menentang langit untuk membalas dendam dan mencari kebenaran di balik hilangnya kedua orang tuanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jalan Terjal Sang Naga
Keheningan kembali menyelimuti kamar reyot itu setelah kepergian Li Si. Ye Chen menatap tangannya, merasakan aliran Qi yang bergelora di dalam tubuhnya. Mengalahkan seorang kultivator Tahap Pengumpul Qi tingkat kedua yang dulu selalu menyiksanya terasa seperti mimpi.
Namun, sebelum senyum puas sempat terkembang di wajahnya, suara dingin Ao Tian menyiramnya bagaikan air es.
"Bocah, jika kau merasa sudah hebat hanya karena mengalahkan seekor anjing penjaga, kau benar-benar mengecewakanku."
Ye Chen mengerutkan kening, senyumnya menghilang. "Aku tahu ini baru permulaan, Senior Ao Tian. Tapi lompatan kekuatanku dalam satu malam membuktikan bahwa Seni Transformasi Sembilan Naga Ilahi tidak tertandingi."
"Hmph, dasar bodoh!" omel Ao Tian dari dalam giok hitam. "Kau bisa langsung melompat ke tingkat ketiga semata-mata karena energi pil obat yang kau konsumsi selama enam belas tahun lalu tertahan di tubuhmu yang cacat. Saat aku membuka Meridian Nagamu semalam, energi yang menumpuk belasan tahun itu meledak sekaligus. Itu adalah keberuntungan satu kali seumur hidup!"
Ye Chen tertegun. "Maksud Senior, kultivasiku selanjutnya tidak akan secepat ini?"
"Bukan hanya tidak secepat ini, tapi akan jauh lebih sulit dari manusia biasa!" nada suara Ao Tian menjadi sangat serius. "Meridian manusia biasa ibarat sebuah sungai kecil. Mudah untuk dipenuhi dengan air. Tapi Meridian Naga yang kini kau miliki ibarat lautan tak bertepi! Untuk menerobos satu tingkat saja, kau membutuhkan energi spiritual dan sumber daya sepuluh kali—bahkan dua puluh kali—lipat lebih banyak dari jenius manapun di benua ini!"
Fakta ini menghantam Ye Chen dengan keras. Pantas saja ia merasa tubuhnya masih sangat "lapar" akan energi spiritual meskipun ia sudah mencapai tingkat ketiga. Jika sepupunya, Ye Feng, yang kini berada di Tahap Pengumpul Qi tingkat kelima didukung oleh seluruh kekayaan Klan Ye, bagaimana Ye Chen bisa menyusulnya dengan tangan kosong?
"Sepuluh kali lipat sumber daya..." gumam Ye Chen sambil tersenyum pahit. Ia mengedarkan pandangan ke sekeliling kamarnya yang kumuh. Ia bahkan tidak punya satu keping koin emas pun, apalagi Batu Spiritual atau Pil Pengumpul Qi.
"Kultivasi adalah jalan menentang langit, merampas kekayaan alam," lanjut Ao Tian, suaranya kini sedikit melembut melihat raut wajah Ye Chen. "Kau tidak memiliki klan yang mendukungmu, maka kau harus merebutnya sendiri. Alam liar, bahaya, dan pertarungan hidup mati adalah satu-satunya guru yang bisa mempercepat jalanmu."
Mata Ye Chen kembali memancarkan tekad yang membara. Benar. Selama enam belas tahun ia bisa bertahan hidup sebagai sampah yang dihina, masa ia harus menyerah sekarang saat ia sudah memiliki harapan?
"Aku mengerti," kata Ye Chen mantap. Ia berjalan ke sudut ruangan, membuka sebuah papan kayu longgar di bawah tempat tidurnya, dan mengeluarkan sebilah belati besi berkarat peninggalan ayahnya yang sengaja ia sembunyikan selama ini. Senjatanya sangat menyedihkan, tapi hanya ini yang ia miliki.
"Hutan Binatang Buas terletak seratus mil di utara Kota Puncak Hijau," ucap Ye Chen sambil menyelipkan belati itu ke pinggangnya, lalu mengambil sebuah jubah hitam berkerudung untuk menutupi identitasnya. "Di sana ada banyak tanaman herbal spiritual dan monster tingkat rendah. Kita akan mulai dari sana."
"Pilihan yang tepat. Di dalam pertarungan berdarah, fondasi kultivasimu akan semakin kokoh. Bersiaplah, Bocah. Mulai besok, aku akan melatihmu hingga kau berharap kau tidak pernah selamat dari dasar jurang itu!"
Malam itu, tanpa menunggu pagi datang, sosok berkerudung hitam menyelinap keluar dari gerbang belakang Klan Ye bagaikan bayangan. Ye Chen melangkah meninggalkan zona nyamannya, memulai perjalanan panjang dan lambat di jalan kultivasi yang dipenuhi tulang belulang.