NovelToon NovelToon
CINTA SI TUAN BUCIN

CINTA SI TUAN BUCIN

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:165.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: V Lestari

Camelia dan Sbastian dipertemukan dalam situasi yang sangat tidak menyenangkan. Berawal dari niat baik Camelia yang ingin mengembalikan ponsel yang ia temukan di tepi jalan, tapi niat tersebut malah membuatnya harus menanggung banyak kesulitan.

Hingga akhirnya ia membuat sang pemilik ponsel, Sbastian putus dengan tunangannya dan dirinya harus menjadi tunangan sementara.

Siapa sangka benih-benih cinta akhirnya tumbuh di antara mereka. Perjalanan cinta mereka tidak mudah. Semua karena Isabel, mantan tunangan Sbastian. Ia melakukan segala cara untuk memisahkan Camelia dan Sbastian.

Apakah Isabel berhasil?

Apakah Sbastian akan berhenti memperjuangkan cintanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon V Lestari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TUNGGU AKU

Bimo melayangkan tinjunya ke meja yang ada di hadapannya. Ia benar-benar merasa frustrasi, entah apa yang harus ia lakukan sekarang. Ia sungguh merasa tidak tega jika harus membuat anak-anak yatim itu kehilangan tempat tinggal.

Isabel sungguh keterlaluan, bukankah beberapa hari yang lalu ia hanya di tugaskan untuk mengawasi Alvian, menjadikan Alvian sebagai sopirnya. Akan tetapi sekarang apa? Ia malah membuat pemuda itu masuk ke dalam lubang yang dengan bahagia digalinya sendiri. pemuda itu berpikir dirinya bekerja di perusahaan besar dan bergengsi, tapi sebenarnya pemuda itu hanyalah dijebak oleh Isabel.

Lalu sekarang, Isabel terus mendesak Bimo untuk melakukan pekerjaan keji lainnya. Yaitu mengusir anak-anak yatim itu dari panti. Ia sekarang hanya mempunyai satu harapan, yaitu sang pemilik bangunan panti itu adalah orang yang baik, sehingga tidak tergiur sama sekali melihat uang yang begitu menggoda mata diletakan di hadapannya.

Ponselnya bergetar, Bimo mendengkus saat melihat siapa yang menelponnya. Isabel.

"Ya, Isa ada apa?" tanyanya

"Om sudah lakukan apa yang aku mau?"

"Belum Isa, aku--"

"Sudah aku duga kalau Om tidak sebaik yang aku pikirkan! Aku akan kirim Tomi ke rumah Om sekarang, kalian bisa berangkat barsama ke rumah pemilik panti itu."

"Tomi! Gak usah Isa, om bisa sendiri." Bimo begitu terkejut ketika nama Tomi disebut, maklum saja, Tomi adalah asisten Isabel yang sangat loyal, jika Isabel mengirimkan Tomi padanya, maka itu artinya mau tidak mau, suka tidak suka, Bimo harus dapat mengusir anak-anak yatim itu bagaimanapun caranya.

"Aku akan tetap kirim Tomi sore ini juga! Demi kelancaran tugas yang aku berikan!" Isabel menekankan nada suaranya, sebelum akhirnya menutup telponnya.

"Aargh sial, sial, sial, Isa!!" jeritnya sambil mengacak-acak rambutnya.

Saat sedang merasa sangat kesal, ponselnya kembali berdering, ternyata telpon dari rumah sakit.

"Ya, halo."

"Bisa kemari sekarang pak, ada beberapa obat yang harus Anda tebus."

"Ya, ya, baiklah, saya segera ke sana."

Keadaan ini memaksanya harus melakukan tugas menjijikan itu. Karena obat-obatan untuk anaknya tidaklah murah.

***

"Ting tong, ting tong." Ola menirukan suara bunyi bel di depan sebuah bangunan indekos yang tengah mereka kunjungi.

"Shut, apaan sih kamu, La. Norak banget." Camelia menyikut tubuh Ola yang memiliki semangat berlebihan.

"Iih jangan rusak mood-ku deh, aku lagi semangat, nih," ujar Ola. "Begitu hp Sbastian udah ada sama kita, langsung kita bawa ke konter buat diperbaiki, setelah itu kita bisa cari nomor telpon asistennya atau siapanya lah yang bisa bantu buat bebasin Alvian."

Camelia mengangguk. Tidak berapa lama pintu terbuka, memperlihatkan wanita paruh baya dengan wajah ramah.

"Assalamualaikum, kami lagi nyari kak Vidio ada? Eeeh maksud saya kakak yang ada di rekaman video itu, yang tadi pagi di Upload di grup--" Belum selesai Ola bicara, tiba-tiba wanita paruh baya itu memotong pembicaraannya.

"Yang sembilan belas detik itu? Gak ada, mana mungkin yang ada di video itu ada di sini, salah rumah kalian," ujar wanita itu sambil akan menutup pintu rumahnya, sepertinya ia adalah pemilik indekos tersebut.

"Bukaan, Bu, bukan itu." Ola menahan pintu yang sudah setengah tertutup. "Saya nyari kakak ini." Kemudian Ola menunjukan layar ponselnya kepada wanita itu.

"Oooh ini, sih, Mira, salah satu yang sewa kamar kost di sini. Dia yang kalian cari? Kalo dia sih ada."

"Iya, Bu, dia yang kami cari, dia posting Video di grup Balikpapan tadi pagi, katanya nemu hp di jalan, naaah hp itu punya teman saya ini, Bu, lebih tepatnya punya suaminya." Ola menjelaskan.

"Oh, begitu, maaf ibu kira kalian ngomongin video yang sembilan belas detik itu. Ayo, ayo, silakan masuk, ibu panggilin Mira dulu."

"Yaelah si Ibu, udah mendekati sepuh juga tapi tau aja kabar video sembilan belas detik," ujar Ola sambil masuk ke dalam rumah itu dengan Camelia.

"Ya, habisnya sebentar sekali videonya, 'kan nanggung, " jawab wanita itu enteng.

"Ibu gak tau kabarnya, ya ? Videonya itu di cut. Saya dengar ... aw, Amel, sakit tahu!" jerit Ola dengan wajah cemberut.

Camelia menendang tulang kering Ola. "Demi kebaikanmu!" kata Camelia singkat.

Mereka duduk di sofa sambil menunggu pemilik kost memanggilkan Mira, Ola masih cemberut sambil menatap Camelia dengan kesal.

"Apa?" ujar Camelia.

"Sakit tahu kaki aku!" jawab Ola kesal.

"Ya, habisnya kamu, sih, kalo ngomong suka gak di rem. Ngapain bahas-bahas video sama orang yang baru kamu kenal."

"Hehehe Ibu tadi seru diajak ngobrol. Udah tua tapi masih Update, masih gaul, Mel."

"Iya, tapi gak sembarangan juga ngobrol hal kayak gitu, gak pantes tau, La."

"Ya, udah deh, ntar bahas sama Alvian aja," ujarnya asal.

Camelia tertawa,."Mana mungkin Al tahu yang begitu-begitu. Al tuh sukanya nonton Tom and Jerry."

"Yeee kamu tuh masih menganggap Al anak kecil, cuma karena kalian besar bareng. Al sudah dewasa, sama kayak kamu Mel, cuma kamu aja yang gak lihat perubahannya. Kamu ckan Miss tidak peka."

Camelia terdiam, benar juga apa yang dikatakan Ola, Alvian sudah dewasa sama seperti dirinya. Beberapa waktu lalu juga Avianl sering bersikap berbeda dalam memperlakukan Camelia. Apa jangan jangan ...?

Aaah tidak mungkin, Alvian sahabatnya. Camelia menepis pikiran-pikiran itu dari dalam kepalanya.

"Nah, ini dia, Nak, yang posting video itu." Si pemilik kost telah kembali dan ada seorang gadis seumuran dengan Ola dan Camelia bersamanya.

"Hai, saya Mira," sapanya ramah lalu mengalihkan pandangannya ke arah Camelia. Gadis bernama Mira itu lalu tersenyum. "Kamu si istri tercinta yang cantik?" tanyanya, membuat wajah Camelia merona.

"Iya saya istri dari pemilik hp itu," jawab Camelia malu-malu. Semua ini ia lakukan agar ia dapat menghubungi Sbastian, jika tidak, mana mungkin ia mau mengaku-ngaku sebagai istrinya Sbastian.

Mira menyodorkan ponsel tersebut kepada Camelia. "Nih, hpnya, aku temuin di sekitaran jalan masuk pantai kemala," ujarnya. "Kayaknya layarnya rusak deh, mungkin karena jatuh."

Camelia menerima ponsel itu. "Trims, ya," ujarnya. Lalu mereka berbincang sejenak sebelum akhirnya Camelia dan Ola pamit untuk pulang.

***

Ting ....

Notifikasi muncul di layar ponsel Mira..

"Bisa minta nomor wa? Saya asisten dari pemilik Hp yang Anda posting lagi tadi di grup fb." Pesan itu masuk pada massenger dari aplikasi berwarna biru milik Mira.

"Baru aja hp nya di ambil sama istri pemilik hp tersebut, Mas." Mira mengetik balasan pada layar ponselnya, lalu mengirimnya.

"Istri?"

"Iya istrinya. Camelia."

***

Bimo kesal sekali, ternyata apa yang ia harapkan tidak sesuai dengan kenyataan. Ia berharap sang pemilik bangunan panti itu adalah orang yang baik, setidaknya memiliki hati yang mulia, yang tidak akan tergiur dengan uang yang ditawarkannya untuk sebuah bangunan.

Apalagi dengan adanya Tomi yang terus mengekor kemanapun dia pergi, sulit sekali baginya untuk memainkan siasat yang sudah direncanakannya.

Bimo tadinya berencana menawar bangunan itu dengan harga yang murah, agar pemilik bangunan tidak tergiur untuk menjualnya.

Akan tetapi, Tomi terus mengawasi gerak-geriknya, tanpa perlu menaikan harga lagi, si pemilik bangunan langsung menerima tawaran dari Bimo.

"Anda tidak curiga sama saya, bisa saja saya ini penipu dan uang ini uang paslu," bisiknya saat Tomi sedang menerima telpon, yang tidak diragukan lagi pasti Isabel yang menghubunginya.

"Mana mungkin kamu penipu dan tidak mungkin ini semua uang palsu, aku hafal setiap detail di setiap lembar kertas mulia ini," kata si pemilik bangunan panti tanpa menatap Bimo, matanya justru memandang tamak ke arah tumpukan kertas yang menggunung di atas meja.

Bimo menggeleng sambil memijat kepalanya.

"Transaksi sudah selesai?" tanya Tomi yang tiba-tiba saja sudah berada di samping Bimo, Bimo mengangguk.

"Tanda tangani surat-surat ini dan kosongkan dengan segera bangunan itu." Tomi menyodorkan beberapa lembar surat perjanjian kepada sang pemilik bangunan yang ditanda tanganinya dengan sangat bersemangat.

"Maafkan aku anak-anak. maafkan aku," batin Bimo.

***

"Hah, istriku? Aku bahkan belum menikah," ucap Sbastian kepada asistennya.

"Tapi di ponsel anda tertera tulisan seperti itu, Pak!"

Sbastian menutup dengan kasar dokumen-dokumen yang sedang ia tanda tangani.

"Katakan dengan jelas apa maksudmu, Arman? Kenapa tiba tiba kamu menanyakan prihal istri kepadaku," ucapnya sambil melonggarkan dasinya.

"Ini, Pak." Arman menyodorkan Ponselnya ke arah Sbastian, lalu Sbastian melihatnya dan ia sangat terkejut, di sana terlihat dengan jelas layar ponselnya yang sedang menyala dan menerima panggilan dari 'Istriku tercinta yang cantik', tidak ketinggalan foto Camelia yang ia ambil saat Camelia sedang tertidur.

Ia membesarkan Volume ponsel asistennya tersebut, terdengar ucapan dari sang pemilik Video, ia terfokus pada kalimat bahwa istrinya dari tadi menghubungi ponsel itu.

What?! Camelia menghubunginya. Hatinya sungguh berbunga-bunga. Jika ia tidak salah dengar tadi, Arman mengatakan kalau ponsel itu sudah diambil oleh Istrinya. Itu berarti Camelia.

"Arman, tadi kamu bilang Hp saya sudah diambil sama istri saya?"

"Iya benar, Pak, ini chattingan saya tadi dengan orang yang memposting pengumuman tersebut." Arman membuka aplikasi messenger di ponselnya dan menyerahkannya pada Sbastian.

Sbastian terpaku pada kalimat, " Iya istrinya. Camelia." Jadi benar ponselnya sekarang berada di tangan Camelia.

"Saya tadi sedang membuka grup di fb saat tidak ada tugas yang harus saya kerjakan, saya berniat mencari jaket untuk saya, karena jaket saya sudah pudar semua warnanya. Kemudian saya lihat postingan orang itu, dia menemukan hp dan pada layarnya saya lihat itu foto Anda, makanya saya refleks langsung men-chatting orang itu, lalu--"

"Jaket model apa yang kamu cari?" Tanya Sbastian masih terus memandangi layar ponsel Arman, tanpa memedulikan ocehan Arman.

"Hah?" Arman terlihat terkejut, tapi kemudian ia menjawab pertanyaan dari Bos mudanya tersebut. "Jaket model pea coat," katanya ragu ragu.

"Warna."

"Navy ... mungkin hitam, tapi warna coklat juga bagus," ujar Arman sambil menerawang.

"Oke, Arman, akan saya kirim besok ke rumahmu dua belas jaket model pea coat, dengan dua belas warna berbeda. Triiims sekali untuk ini," katanya sambil menyerahkan ponsel Arman kembali. "Aku akan menemui istriku sekarang." Sbastian buru-buru bangkit dan mengenakan jasnya lalu menuju ke pintu.

Arman terlihat sangat bingung, bukankah tadi bosnya itu bilang belum punya istri, tapi sekarang tiba-tiba saja ia terlihat semangat sekali ingin menemui istrinya.

Di tengah kebingungannya Arman masih sempat berteriak Sebelum pintu menutup di hadapannya.

"Pak, tolong dua belas warna itu skip warna merah muda dan kuning!"

Sbastian tidak menghiraukan, hatinya bergemuruh, ingin rasanya segera tiba di hadapan Camelia.

"Camelia, tunggu aku!"

Bersambung....💕💕💕

1
Lee Je hoon
sukaaaaa.
Lee Je hoon
langsung putus 😅😂
Lee Je hoon
cuma seles doag yg bisa pakai jas sama dasi 😂
Lee Je hoon
au bayangin si sbasti ini kok kayaknya cool banget ya 😍
Lee Je hoon
ya ampun ngakak di akhir😂
™febri@n.*
ini beneran tian g ad ...sia" thor baca dri awal klo ending nya begini 😭😭😭haddeehhh ...
™febri@n.*
Kecewa
™febri@n.*
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
™febri@n.*
baru baca sdh kepicut thor😘
Novia Lestari: hehe he, maka sih, Kak 😊
total 1 replies
Jamilah MiuShop Samarinda
baru mulai baca yang ini 😁
Nelly Katanya
kalo udah ke Samarinda knpa GK sklian ke Tenggarong aj pak..
Nelly Katanya
jujur aja dgn keadaan Camelia. biar enak urusan nya. jgn bohong, nanti akan ada kebohongan lagi demi menutupi kebohongan yg lain👌
Nelly Katanya
sweet banget dua ank manusia itu.
Nelly Katanya
saran yg bijak Amel. dan Sebastian keputusan nya tepat👍
Nelly Katanya
apa kah yg terjadi. akan kah lonceng memaaf kan Amel. atau malah sebalik nya memanfaat kan
Nelly Katanya
seegitu nya GK mau kah Bastian SMA Amel. kusumoahin Lo kena penyakit bucin
Nelly Katanya
yeye enak donk Camelia otw ke Jakarta, sekalian aj jalan² ke Monas🤣🤣
Nelly Katanya
si Amel ada² saja rencana nya🤣🤣 iya kali kmu tga ngdorong Rian sebastian. klo GK baper nanti🤣🤣
Nelly Katanya
salah sendiri si penlefon nya nyerocos trus kyk mercon ukuran jumbo
EN_aqkeru
ini mah plaza Balikpapan 😁
Novia Lestari: hehehe bener banget, Mba. 🤭🤭
makasih sudah membaca CINTA SI TUAN BUCIN. 🙏
karena ini tulisan pertama saya, jadinya agak berantakan. Mau revisi belum sempat pun 😅
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!