Satu juta kisah di tempat kerja antara bawahan dan atasan.
Intan yang bekerja di perusahaan swasta WMT.GRUP yang di kelola oleh keluarga wimarta berharap menjadi bagian keluarga nya dan menyandang nama wimarta, apakah bisa?
Namun saat bekerja tiba-tiba kejadian yang mengharuskan mereka menikah terjadi? siapa mereka? dan kenapa? yuk baca
Jangan lupa mampir ke Instagram ku
@diah.ifro dan ruangg.rindu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DiahIfro, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 23
Tak lama terlihat pak gilang turun dari tangga dengan rambut basah yang acak acakan, memakai kemeja putih pendek dan celana hitam pendek terlihat sangat tampan seperti anak rumahan.
"Leg" intan menatap pak gilang sampai enggan berkedip, ia menelan salivanya sangat susah
"Yaampun ganteng banget!" puji intan dalam hatinya sambil memegang dadanya dan tak berhenti menatap gilang yang mendekat
"Gilang sini, ikut kumpul" suruh pak dahlan pada gilang
"Dih, seperti melihat uang puluhan milyar saja dia sampai tak berkedip seperti itu" maki rama pada intan yang menatap gilang dalam hatinya
Karena semua keluarga sudah berkumpul pak dahlan pun memberitahu apa tujuan nya menyuruh keluarga intan datang
"Begini pak,bu. saya mengundang keluarga bapak untuk membicarakan pernikahan anak kita, insyaallah besok kita semua berangkat ke tempat fitting baju kemarin, kita akan mencoba nya dan juga membawanya untuk mempersiapkan pesta nantinya"
"Oh begitu pak, nanti saya ikut nebeng mobil sini dong?" ucap bapak tersenyum sambil terus mengangguk kan kepalanya
"Aduh pak, gak usah nebeng begitu. mobil kita ya mobil bapak juga, nanti biar rama yang menjemput" jawab bu ajeng dengan sopan
"Sekalian besok kita ke gedung tempat diselenggarakannya pernikahan anak kita" ucap pak dahlan
"Di gedung?" tanya intan kaget
"Iya, kenapa intan? kamu gak setuju? atau kamu mau dimana?" tanya bu ajeng
"Enggak bu enggak, intan cuma..cuma.."
"Cuma mau tanya, kenapa digedung? kenapa gak kecil-kecil lan aja?" potong rama "rama setuju sama intan" sambungnya
"Bagus lah, walaupun dia bodoh tapi dia bisa diajak kerjasama" puji intan dalam hatinya
"Kita kan udah nyebar dua ribu undangan" jawab pak dahlan
"Ha?" rama dan intan terkejut, sebanarnya kalimat ini sudah sering diberitahu pak dahlan. namun mereka acuh waktu itu
"Iya" jawab bapak mengiyakan
"Siapa aja yang diundang?" tanya rama menatap semua dengan bingung
"Kita semua yang memutuskan mengundang siapa saja, kalian tenang aja" jawab pak gilang datar
"Emangnya pak gilang tau siapa aja temen intan?" tanya intan bingung
"Ya saya cari tau lah" jawab pak gilang santai
"Pokonya kalian tenang aja, persiapkan diri" ucap pak dahlan sedikit menaikan suaranya, seperti meminta agar intan dan rama diam dan tak banyak tanya
Karena waktu sudah hampir malam, pak dahlan menyuruh rama mengantar pulang keluarga intan
Setelah rama mengantarnya, intan dan bapak berdebat kecil di dalam rumah. karena, bapak menyuruh intan mengantar rama sampai depan mobilnya namun intan tak mau menurutinya. setelah perdebatan panjang tak ada hasil itu akhirnya intan pun mengalah dan mau menurutinya
Ia keluar dengan wajah kesalnya dilihatlah rama sedang berdiri didepan pintu "Astaghfirullah" ucap intan terkejut
"Biasa aja dong, kamu kira aku setan" ketus rama
"Kaya gak ada posisi lain aja!!! berdiri di sini" ketus intan
"Tadi bapak, nyuruh aku tunggu disini" rama menunjuk lantai dimana ia berpijak
"Cepet pulang, aku anter"
"Anter? aku bawa mobil" Jawab rama
"Aku liatin maksudnya" jawab intan penuh kekesalan
"Tumben? oh aku tau nih, jangan-jangan kamu mulai jatuh cinta ya sama aku?" goda rama menaikan alisnya
"Gak usah aneh aneh deh kamu!!! aku disuruh bapak, kalo bisa nolak aku gak akan kesini" jawab ketus intan
"Apakah ini bisa dipercaya?" tanya rama masih menggodanya
Intan menatap tajam rama sambil menyipitkan kedua matanya lalu dengan segera ia masuk dan membanting pintu "pulang sana!!!" teriak intan
Bapak dan ibu yang berada di kursi ruang tengah terkejut "astaghfirullah intan" ucap ibu mengelus dadanya
Namun intan acuh dan pergi ke kamarnya dengan cepat ia masuk dan mengunci pintu lalu membaringkan tubuhnya yang terasa lelah
"Aduh bu, pasti dia ribut sama rama" ucap bapak segera memeriksa keluar
Namun saat bapak keluar pak rama sudah tidak ada didepan rumah, dan mobilnya juga sudah terlihat mulai menjauh
"Dasar ayam kate!!! berani-beraninya dia membanting pintu di depan mataku" gerutu rama kesal
Setelah hampir satu jam akhirnya ia sampai di rumah dengan rasa lelah
"Pak, masukin garasi ya" ucap rama pada seorang supir yang menghampirinya
Dirumahnya ada dua orang supir, walaupun keluarga pak dahlan sering menyetir sendiri. namun, para supir harus tetap standby jika sewaktu waktu mereka di perlukan
Satpam yang berkerja ada dua orang dirumahnya dan dua pembantu.
"Den rama baru pulang?" tanya bibi sambil membukakan pintu
"Iya bi, saya mau langsung tidur ya" jawab rama pergi ke kamarnya
Ia membaringkan tubuhnya dan tak lama langsung tertidur pulas, tak lupa juga ia mengunci pintu kamarnya seperti biasa.
Pagi hari Kantor wmt. (07.49)
Terlihat para pegawai sedang berhamburan di ruangan TU, mereka masih asik berbincang karena belum waktu nya bekerja
"Selamat pagi" Teriak fifi dengan suara kerasnya bersamaan dengan ragil
"Eh neng fifi, pagi" jawab pak agus
"Fifi gimana baju nya?" tanya bu ratna
"Oh iya ini, fifi udah ngambil foto lima baju" ucap fifi sembari memberikan handphonenya
Para pegawai pun secara bergantian melihat nya dan mereka memutuskan memilih pakaian selutut dengan lengan panjang berwarna putih dengan corak berwana merah untuk perempuan, sedangkan untuk ragil dan pak agus mereka memilih kemeja lengan panjang yang juga berwarna putih dengan beberapa corak merah
"Ok ya jadi setuju semuanya?" tanya ragil memastikan
"Iya, harganya berapa itu?" tanya bu azwa
"200 ribu" jawab fifi
"Mahal banget" eluh bu azwa
"Yaampun bu, itu juga udah nawar. harga awalnya berapa gil?"
"250 ribu, tapi karna kita mesen banyak jadi dikurangin" sambung ragil
"Bahannya bagus banget tau, lembut banget... ada yang 150 ribu juga tapi kurang rapi gitu jahitannya" saut fifi
"Kalo bahannya bagus, gak akan kecewa deh" jawab bu ratna
"Uangnya sekarang apa besok nih neng fifi?" tanya pak agus
"Sekarang aja, soalnya kan ini baju jadi. jadi nanti pulang kerja kita kesana lagi ya gil, terus besok dibawa deh"
"Iya bener. kan perlu di cuci dulu, setrika dulu, biar wangi nanti pas dipake" saut ragil
"Kalian ini udah kaya penjual baju aja" jawab bu ratna sambil tertawa
"Hehe, cocok nih kita kalo dagang baju" ucap ragil ikut tertawa
Akhirinya fifi pun mencatat berapa ukuran setiap pegawai agar tak keliru, dan para pegawai pun segera berkerja karena jam sudah menunjukkan pukul delapan lewat. mereka terlihat santai karena tak ada para bos yang datang walaupun bukan suatu keheranan lagi bagi mereka. karena bila intan juga tidak masuk pasti mereka sedang mempersiapkan acara pernikahan intan dan rama
tadi nya gue suka ma gilang karna dia tu kalm pndiem eh2 trnyata dibalik itu smua dia tu heh..😡😡😡 sudah mnghancurkan masadepan seorang wanita mantan nya rama pula tuh😠😠
smangat truss thott💪💪💪👍👍👍🥰🥰🥰
gak bagus thor ...ngajarin gak bener ini.