NovelToon NovelToon
Cursed Lady

Cursed Lady

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Chicklit / Tamat
Popularitas:150.6k
Nilai: 4.8
Nama Author: A&Y

Elleanor puteri Duke Penguasa Kegelapan telah dikutuk sejak dia lahir. Tapi anehnya, dia bisa melihat masa depannya sendiri sejak masih bayi. Dia melihat takdirnya yang terabaikan. Lahir tanpa kasih sayang membuatnya tumbuh menjadi antagonis yang kehidupannya berakhir tragis di tangan pria yang dicintainya.

Takdir seperti itu tidak bisa membuatnya tinggal diam. Dia akan mengubah cerita masa depannya. Apapun yang terjadi!

©A&Y original

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon A&Y, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

23

“tadi aku lewat sini. Sekarang kemana?”aku berputar-putar mencari jalan menuju ballroom sejak tadi.

Sepertinya aku sudah pergi ke toilet terlalu lama, sangat mudah menemukan toilet. Tapi ternyata aku cukup ceroboh dalam mengingat arah. Masa masalah sekecil ini aku harus memanggil spirit untuk minta petunjuk arah, lucu sekali.

Perasaan aku tidak lewat taman saat berangkat tadi, tapi benar-benar ada taman yang kulewati dijalan pulang. Dan semua bunganya berwarna kuning keemasan. Apa ini sihir? Bagaimana semua bunga tumbuh serempak.

    “Kau- memang puteri marquis, tapi aku, puteri Duke berkuasa di wilayah Boise. Boise adalah daerah industry terbesar yang Saturia miliki. Jadi, apa yang Tuan Marquis Leonore miliki?”

    “Bisakah Nona Blane berhenti?”

    “Baik. Aku akan berhenti jika kau berhenti mendekati putera mahkota?!”

    “Tapi kami sudah dijodohkan.”

    “Aku tidak peduli. Apa kau masih percaya pada perjodohan konyol macam itu?! keluarga Marquis yang berani melangkahi keluargaku, kau pikir aku akan diam saja.”   

    “Nona Blane kumohon hentikan.”

    Apa-apaan? Perdebatan dua wanita demi satu pria? Gadis itu masih sama rupanya, sangat mudah dilukai. Meski keluarganya terpandang, dia tetap saja menjadi lemah dan memilih diam meski disakiti. Aku tidak mau ikut campur. Sebaiknya aku bergegas menuju ballroom.

    “Apa putera mahkota menerima perjodohan itu?’

    “…”

    “Kenapa diam?”

    “Kalau begitu, bukankah ini sebuah diskriminasi, memilih calon puteri mahkota tanpa seleksi. Bagiamana kalau aslinya, calon puteri mahkota itu adalah gadis yang cacat dan lemah?”

    Grrrr. Mulutnya itu, aku memang tidak tahu banyak, tapi aku pernah di posisi Blane saat itu, aku merasa tidak adil karena pertunangan putera mahkota sudah ditentukan sejak putera mahkota dilantik, dan yang terpilih puteri Marquiss Leonore, karena generasi sebelumnya yang berjasa dalam menyelamtkan keluarga kaisar dari wabah mematikan, maka dibuatlah sumpah jika generasi berikutnya dari keluarga Leonore akan dijodohkan dengan penerus kekaisaran. Aku memang tidak mau ikut campur. Tapi, ah anggap saja ini sebagai biaya hutang budi karena di masa depan aku pernah ingin membunuh Adrienne. Baik, anggap saja begitu.

    “Dalam buku kitab suci Ghaitsah jilid III halaman XII, tertulis dengan jelas “Dewa membenci manusia yang suka memandang rendah sesamanya” apa Nona Blane sudah diajarkan kitab itu sejak dini?”

     Ya dewa, jangan marah padaku karena ikut campur urusan orang ya. Aku hanya ingin menebus kesalahanku saja di masa depan.

    “Siapa kau?” Nona Blane menatapku sinis.

    “Setelah aku menyebutkan namaku, apa Nona akan bersimpuh?”

    “Apa maksudmu?!”

    “Ck, sebaiknya Nona tidak perlu tau siapa aku.”

    “Puteri kegelapan. Kau sebaiknya tidak usah ikut campur, kau hanya keturunan dari makhluk gelap yang dikutuk dewa.”

    “Wah, Saya benar-benar kagum dengan Nona Blane, Dewa memberikan bibir semerah buah plum, tapi  cara bicaranya sangat buruk.”

    “Nona Darcey, jangan melawannya.” Adrienne menarik lenganku.

    “Jangan khawatir, aku hanya melakukan apa yang seharusnya, kau mundurlah,”

    “Apa kau tau kau sedang bicara dengan siapa?”

    “Nona Blane dari wilayah Boise. Benar?”

    “Grrr.” Lihat, dia mengepal tangannya karena caraku bicara.

    “Kalau tidak salah, keluarga Duke Blane berjasa sebagai pemasok barang industry, benar kan? Jadi, kalau aku melawanmu, apa kau akan menghentikan pasokan barang ke Saturia?”

    “Kau?! Aku akan memberimu perhitungan.” Tangannya melayang ke udara, aku tau apa yang akan dia lakukan, tapi sebelum itu…ada langkah kaki mendekat

Prok..prok..prok.. “Tiga puteri bangsawan, berani sekali ya. Bertengkar di tamanku.”

    Su-suara ini—Aku mematung seketika. Orang yang paling ingin kuhindari akhirnya muncul. 

...***...

...Putera Mahkota Pov;...

“Putera Mahkota bukankah Anda sebelumnya menolak menjadi pasangan Nona Leonore. Kenapa sekarang tiba-tiba menuju Ballroom.”

    “Karena sesuatu,”

    Aku tidak melihat papan peserta yang hadir saat itu. Tanpa sengaja aku melihatnya, menarik. Apa mulai penasaran seperti apa bocah itu sekarang.

    “Tapi pesta sudah dimulai, jika putera mahkota datang sekarang, Yang Mulia Kaisar akan tidak senang.”

    “Aku tidak peduli.”

    Tapi suara nyaring seseorang samar-samar terdengar dari arah taman, dari lantai dua aku melihat dua orang gadis tengah bertengkar. Dan membawa namaku, dua gadis yang tidak asing lagi bagiku. Puteri keluarga Blane dan Puteri Leonore, calon tunanganku. 

    “Putera Mahkota sepertinya Nona itu sedang mengintimidasi tunangan Anda,”

    “Biarkan saja aku tidak akan ikut campur urusan para wanita.”

    “Tapi—kan”

    Aku meneruskan langkahku, 

    “Dalam buku kitab suci Ghaitsah jilid III halaman XII, tertulis dengan jelas “Dewa membenci manusia yang suka memandang rendah sesamanya” apa Nona Blane sudah diajarkan kitab itu sejak dini?”

    Aku menghentikan langkahku seketika itu juga.

    “Ada Apa Putera Mahkota? Anda tidak jadi menuju Ballroom?”

    “Kau pergilah dulu, ada yang menarik disini.” Perintahku pada Cyrano kesatriaku.

    “Eh-Ehhhh??? Tadi Putera mahkota baru saja bilang—”

    “Husss diamlah.”

    Menarik. Dia tumbuh dengan sangat baik rupanya, tentu saja. Puteri yang disembunyikan dari dunia luar ternyata jauh lebih menarik. Tatapan matanya masih sama seperti 10 tahun yang lalu, mata tajam tanpa rasa takut. Aku akan turun dan melihatnya dari dekat.

    “Nona Blane dari wilayah Boise. Benar?”

“Kalau tidak salah, keluarga Duke Blane berjasa sebagai pemasok barang industry, benar kan? Jadi, kalau aku melawanmu, apa kau akan menghentikan 

pasokan barang ke Saturia?”

“Kau?!”

    Prok..prok..prok. Aku bertepuk tangan melihat pertikaian hebat ini. sepertinya gadis itu akan menang jika kerajaan mengadakan lomba debat antar bangsawan.

    “Berani sekali ya. Kalian berdebat di tamanku.”

    “Ya-yang Mulia Putera Mahkota.” Nona keluarga Blane terlihat gugup

    “Putera Mahkota, salam,” Puteri keluarga Leonore memberi salam padaku. Hanya gadis itu, dia tidak melihat kearahku, wajahnya masih mengarah pada Nona Blane.

    “Apa yang kau lakukan? Tidak sopan sekali.”

    “Nona Blane, bercerminlah sebelum mengatai orang lain.” Ucapku tajam, puteri bangsawan yang hanya tau cara mengintimidasi orang. Aku paling tidak menyukai orang semacam itu.

    “Ma-maaf Yang Mulia Putera Mahkota.”

    Mataku kembali tertuju pada gadis bermata amethyst itu. “Kenapa kau diaam, aku malihatmu cukup pemberani tadi.” Dia masih mematung, tidak berani menatapku.

    “Sepertinya kau bukan dari wilayah ini, apa kau—

    “Salam Yang Mulia Putera Mahkota, mohon maaf atas kelancangan saya.” Dia akhirnya melihat kearahku. Tapi Ada apa dengan ekspresinya? Apa aku salah lihat? Seperti ada kilat amarah.

    “Siapa kau?” Ucapku tajam.

    “Seperti yang Anda lihat. Saya puteri kegelapan, Elleanor Violette Darcey.”

    “Darcey? Kau puteri ib—” Nona Blane tampak terkejut.

    “Nona Blane, kenapa terkejut? Benar, aku puteri iblis medan perang. Duke Searlus Darcey. Apa ada masalah? kau masih ingin membuat perhitungan denganku?” Gadis itu, mengalihkan pandangannya lagi. Pertama kali kulihat mata tajam penuh intimidasi yang sangat indah.

    “Ya-yang mulia, sepertinya pesta penutupan hampir dimulai. Bolehkah saya pergi?” Cih. Sepertinya Nona Blane takut. Baiklah, akan lebih menarik jika hanya ada kami berdua.

    “Baiklah kalian berdua boleh pergi. Dan kau—puteri Darcey. Urusanmu belum selesai.” Lihat. Tangannya mengepal. Persis seperti Ayahnya yang bahkan tak bisa tunduk dibawah kaki Kaisar.

    “Yang Mulia Putera Mahkota, Nona Darcey hanya mencoba membela saya.”

    “Nona Leonore. Apa kau masih ingin di sini dan mencari masalah denganku?”

    “Yang mulia Putera Mahkota saya mohon jangan salahkaan Nona Darcey.”

    “Pergilah.”

    “Nona Darcey, maaf sudah melibatkan Nona.”

    “Tidak masalah, pergilah.”

    “Kalau begitu saya permisi.” Dia akhirnya pergi, sekarang tinggal kami berdua.

    “Kau tumbuh dengan sangat baik rupanya.”

    “Apa maksud Anda?”

    “Bukankah Ayahmu menyembunyikanmu dari keluarga kekaisaran dengan sangat baik. Apa yang sebenarnya dia sembunyikan?”

    “Saya tidak mengerti. Yang Saya tahu, Ayah saya punya hak atas saya. Dan keluarga kekaisaran bisakah berhenti mencampuri urusan keluarga Darcey.”

    “Hahahahaha, menarik. Kau bahkan berani mengkritik keluarga kekaisaran.”

    “Benar. dendam masa lalu yang masih tertanam hingga sekarang. Bahkan generasi kegelapan sekarang yang mendapat label keturunan iblis pun pihak kekaisaran tidak peduli. Benar bukan? Jadi berhentilah ikut campur tentang keberadaanku, puteri tunggal Duke Darcey.”

    Haruskah aku benar-benar mengabaikan keberadaanmu? Bahkan sejak 10 tahun lalu, aku mencoba segala macam cara agar bisa menerobos masuk kastil eternelle hanya karena penasaran seperti apa kau yang sebenarnya. Bahkan sampai sekarang pertanyaan itu masih muncul, apakah kau masih bocah yang sama? 

    “Datanglah lebih sering ke istana. Bukankah kau merasa bosan terkurung di castilmu sendiri.”

    “Aku tidak bosan dan tidak terkurung.”

    “Baiklah anggap saja begitu. Tapi ini perintahku, sering-seringlah datang ke isstana.”

    “Tidak akan. Hari ini akan menjadi hari terakhirku datang ke istana, setelah ini aku bahkan tidak akan mau jika diajak kemari. Tidak akan pernah.”

Kenapa? Dia  terlihat sangat membenciku. Mata penuh amarah. Dan cara bicara yang benar-benar tegas, tanpa rasa simpati sedikitpun. padahal ini pertama kalinya dia bertemu denganku dengan identitasku ini.

    “Dalam kitab Ghaitsah bukankah sudah dijelaska, perintah penguasa sama dengan perintah dewa.”

    “Apa Yang Mulia Putera mahkota belum membaca bab selanjutnya? Penguasa yang sewenang-wenang akan dihukum oleh dewa.”

    Ck. Menarik.

    “Yang Mulia Putera mahkota, saya masih ada urusan, saya permisi.”

    “Tunggu!”

    “Aku tidak suka penolakan, dan aku tidak suka dengan orang yang berani melawan perintahku. Kau tahu itu kan?”

    “…”

    “Baiklah. Kita lihat saja, kau menolak datang. Maka jangan salahkan aku jika aku bisa saja membawamu secara paksa.”

    Dia pun berbalik. “Lakukanlah. Aku tidak takut.” Matanya. Aku mematung saat itu juga.

***

tbc...

1
good novel
Sri Rahayu
cerita yang sangat bagus
Ailsa Nabilah
ini nih gambarnya putra mahkota ya
Kembar
banjir.... banjir... banjir....
Cam
menarik 😍
Agus_Tina
bagus bgt critax. recommended bgt tuk para pmbaca novel fantasi
Agus_Tina
baru ngeh dia tentang pernikahan
Agus_Tina
suka ceritax
Agus_Tina
semangat Thor
Agus_Tina
akhirnya Elaine bngkit
Agus_Tina
ptra mahkota mulai loading
Agus_Tina
mkn penasaran
Agus_Tina
ttp Semangat Thor
Agus_Tina
bagus alur ceritanya
Agus_Tina
semangat Thor
Agus_Tina
poor Elaine
Agus_Tina
d tnggu kebangkitanx Elaine
Agus_Tina
bagus ceritanya
Agus_Tina
semangat Thor
Agus_Tina
siapa itu?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!