NovelToon NovelToon
Mencintai Mantan Istri Sahabatku

Mencintai Mantan Istri Sahabatku

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Contest
Popularitas:109k
Nilai: 5
Nama Author: Dian Wahyudi

Handi harus meregang nyawa akibat kecelakaan, meninggalkan Lisa dan kedua anak mereka.

Haris yang hidupnya diselamatkan Handi dan menyaksikan kematian Handi secara tragis mengalami trauma dan hampir gila. Dia menutup diri selama 1 tahun sejak kepergian sahabatnya.

Dini dan Bu Nani sudah kehilangan akal untuk memaksa Haris mendapatkan perawatan. Hingga akhirnya, Dokter Van Heerdt memberikan ide kepada Dini untuk mendekatkan Lisa dan anak-anaknya kepada Haris.

Di sela-sela usaha Lisa membantu Haris mendapatkan pengobatan atas traumanya, Arga hadir dengan menjanjikan cinta tulus kepada Lisa dan anak-anaknya. Saat itulah Haris menyadari bahwa dia jatuh hati kepada Lisa.

Bagaimana kelanjutan kisah mereka?
Akankah usaha Lisa membantu Haris berhasil?
Apakah Haris tega mengkhianati Dini dan beralih hati kepada Lisa?
Baca sampai tamat ya 😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dian Wahyudi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KEPERGIAN DINI DAN KEPUTUSAN HARIS

Lisa sedang bersandar di kaca apartemen sambil melipat tangannya di depan dadanya. Dia menatap langit kosong berwarna biru cerah dengan gumpalan awan-awan yang bergerak perlahan. Sebuah pesawat terbang melintas memecah awan. Terlihat begitu kecil dan jauh. Lisa menghembuskan napas berat. Dia menitikkan air mata pelan-pelan.

Dini pasti sudah berangkat. Dia tidak sempat menelpon Lisa. Dia hanya mengirimkan voice note kepada Lisa sebagai salam perpisahan. Dini tidak sempat ke apartemen untuk berpamitan secara langsung. Waktunya tidak cukup. Dia harus mengejar jam terbang pesawatnya.

" Lisa, aku berangkat hari ini. Maaf, aku ngga bisa mampir ke apartemen untuk berpamitan kepadamu dan anak-anak. Maaf aku hanya bisa mengirim voice note ini sebagai salam perpisahan. Doakan aku sampai di Inggris dengan selamat. Doakan kuliahku lancar jadi aku bisa segera kembali. Sampaikan maaf dan salam sayangku kepada Hana dan Hamza. Maaf aku tidak bisa bertemu mereka sebelum aku pergi. Jaga dirimu baik-baik. Jaga kesehatanmu dan anak-anak. Jangan terlalu capek ya. Perbanyak makan dan istirahat. Jaga Mas Haris untukku juga. Aku percaya padamu. Tunggu aku kembali. Aku akan mengirimkan alamat emailku bila kamu ingin mengirim pesan kepadaku. I love you all, Lisa, Hana dan Hamza."

Isi kalimat voice note Dini membuat Lisa sedih dan tak kuasa menitikkan air mata. Dia pun berat melepas kepergian Dini, mengingat Dini lah yang sudah membantunya selama dia di Jakarta. Dini juga yang menjadi tempat dia curhat. Dini yang selalu mendengarkannya, mengajaknya bicara, dan memberikan apa pun yang Lisa dan anak-anaknya butuhkan.

Ini sudah pukul empat sore. Pesawat Dini pasti sudah berangkat. Lisa akan mengirimkan email kepada Dini nanti. Lisa tersentak ketika suara pintu apartemen terbuka. Itu pasti Haris. Hari ini dia cuti. Dia mengantarkan Dini ke bandara. Lisa buru-buru menghapus air matanya, namun Haris sudah melihat menangis. Haris berlari dan menghambur ke arah Lisa. Dia langsung memeluk Lisa erat-erat.

" Dini sudah berangkat," kata Haris.

Lisa mengangguk. Dia malah menangis lagi. Meskipun tanpa suara, Haris tahu Lisa menangis hebat. Badannya bergetar. Haris mencium leher Lisa dengan lembut. Dia bahkan mengecupnya beberapa kali. Haris kemudian membenamkan kepalanya di ceruk leher Lisa dan mendekapnya erat, berharap Lisa segera tenang.

Begitu Lisa sudah tidak sesenggukan dan isak tangisnya berhenti, Haris melepaskan pelukannya. Dia memandang wajah Lisa yang merah. Dihapusnya sisa air mata yang mengalir di pipi Lisa. Dia tersenyum.

" Sudah. Jangan menangis lagi!," kata Haris. Dia kembali memeluk Lisa. Kali ini dibiarkannya kepala Lisa bersandar di dadanya. Dia mengelus rambut Lisa. " Aku juga sedih Dini pergi, tapi kita lebih baik mendoakannya."

Lisa mengangguk-angguk sambil memejamkan matanya. Air matanya kembali mengalir pelan-pelan. Haris tidak ingin menangis lagi meskipun dia ingin. Dia menahannya selama bersama Dini tadi. Dia tidak ingin tampak rapuh di depan Dini. Dia juga tidak ingin membuat Dini khawatir. Dia ingin Dini berangkat dengan perasaan tenang dan tak terbebani. Tampaknya Dini juga melakukan hal yang sama. Dia terlihat tegar di depan Haris, padahal Haris melihat bola matanya berkaaca-kaca. Mereka saling berpelukan, cukup lama sampai akhirnya suara petugas bandara memanggil penumpang pesawat Dini agar segera bersiap. Tidak ada kata yang bisa mewakili perasaan Haris. Haris pin tak bisa mengungkapkan bagaimana perasaannya ybag campur aduk dengan kata-kata. Mungkin Dini juga begitu. Senyuman dan lambaian tangan Dini kepada Haris menganding banyak arti definisi dari kata "berat hati" yang tak bisa diartikan. Haris membalasnya dengan lambaian tangan dan senyuman setulus yang dia bisa. Akhirnya pertahanannya runtuh ketika dia melihat sendiri pesawat Dini lepas landas meninggalkan bumi Indonesia. Entah kapan Dini akan kembali. Entah kapan dia bisa bertemu Dini lagi. Haris menghabiskan semua air matanya sepanjang perjalanannya dari bandara ke apartemen. Lagi-lagi dia tidak ingin terlihat menangis di depan Lisa. Dia malu kepada Lisa. Lisa sudah berkali-kali meihatnya menangis tersedu-sedu. Kali ini dia ingin tampak baik-baik saja.

Lisa sudah kembali tenang dan beraktifitas sore seperti biasa. Haris berada di dalam kamarnya sementara Hana dan Hamza ada di ruang tengah menonton televisi.

" Aunty Dini sudah pergi ya, Bun?," terdengar oleh Haris suara Hamza yang bertanya.

" Iya, dia sudah berangkat ke Inggris," jawab Lisa dengan lembut. Haris membayangkan Lisa tersenyum pahit.

" Kenapa Aunty tidak berpamitan kepada kita, Bun?," tanya Hana.

" Aunty minta maaf tidak bisa kesini bertemu kita sebelum dia pergi. Dia menyampaikan salam perpisahan termanis untuk kalian."

" Mari kita doakan supaya kuliah Aunty lancar dan dia cepat kembali," tambah Lisa.

" Bun, Om Haris pasti sedih ya. Kan Aunty Dini pacarnya." Kata-kata Hana membuat Haris tersenyum Anak sekecil itu bahkan paham apa artinya pacar. Hana memang pantas jadi anaknya Handi. Hana juga memikirkan perasaannya. Dia membayangkan seandainya Handi masih hidup, dia pasti sedang menepuk pundak Haris sekarang. Handi pasti memberikan dia saran-saran dan kalimat penghiburan terbaik untuknya yang sedang galau. Gara-gara teringat Handi, Haris membuka galeri foto di handphonenya dan mencari foto Handi. Dia membuka salah satunya, yang mana Handi sedang menyerngit kepadanya gara-gara dia kepanasan saat itu. Foto itu dia ambil secara tidak sengaja ketika dia dan Handi siang-siang bolong berada di lapangan tanpa menggunakan topi atau kacamata hitam. Tadinya Handi sedang membelakanginya dan dia hendak menjepret kondisi saat itu. Tiba-tiba Handi membalikkan badannya, hendak menghampiri Haris. Jadilah dia terjepret kamera handphone Haris. Menurut Haris, foto itu adalah foto candid Handi yang terbaik. Haris juga mengirimkan foto itu kepada Handi.

Haris mengutuk dirinya dalam hati. Sudah kehilangan Handi, sekarang dia juga harus kehilangan Dini. Dia kehilangan orang-orang yang dicintainya di sisinya. Walaupun kepergian Dini bukan untuk selamanya, tetap saja rasanya ada yang hilang dari dirinya.

Haris kembali mencerna kata-kata Hana. Dia membayangkan wajah Hana yang serupa Handi itu mengatakannya dengan ekspresi mengasihani Haris. Dia baru sadar bahwa Hana dan Hamza cukup pengertian kepada dirinya, mengingay selama ini mereka selalu berada di kamar ketika dirinya di rumah. Bila diingat-ingat lagi, Haris bahkan tidak pernah membelikan hadiah apa pun kepada mereka. Teman baik macam apa yang tidak pernah memberi anak temannya sesuatu.

Tiba-tiba sebuah ide melintas di pikiran Haris. Dia mendadak menelpon Willy. " Halo, Wil."

" Iya, Bos," jawab Willy di seberang.

" Besok aku ada jadwal meeting?," tanya Haris.

" Ngga ada, Bos. Kenapa?"

" Besok aku masih mau cuti."

" Bos masih sedih ya karena Mbak Dini pergi?," sahut Willy dengan nada mengejek.

" Kamu ini usil banget sih!," gertak Haris.

" Iya..iya..Bos. Begitu aja marah!"

" Tolong urus semua keperluan kantor. Kalau ada yang urgent, antarkan ke apartemen saja!," perintah Haris.

" Siap, Bos!," jawab Willy.

Haris menutup telponnya. Dia meletakkan handphonenya di nakas, kemudian membetulkan posisi bantalnya. Tak lama setelahnya, dia terlelap.

****

Malam sudah semakin larut ketika Haris terbangun. Dia lapar. Dia tadi belum makan malam. Dia menengok ke jam dinding di kamarnya dan waktu menunjukkan pukul sepuluh kurang lima belas menit. Sudah terlalu malam untuk makan, tapi dia lapar.

t1

Haris turun dari tempat tidur. Pelan-pelan dia membuka pintu kamarnya. Dia melongokkan kepalanya melihat sekeliling sebelum dia benar-benar keluar kamar. Apartemennya sudah sepi. Anak-anak dan Lisa pasti sudah tidur. Lampu ruangan juga sudah dimatikan. Tinggal lampu dapur yang dibiarkan menyala dalam cahaya temaram.

Haris keluar dari kamarnya menuju dapur. Dia membuka lemari es. Dia tidak tahu tadi Lisa masak apa dan hasilnya dia tidak menemukan apa-apa. Haris mengeluh. Dia malas keluar apartemen sebetulnya, tapi dia lapar berat.

" Sedang apa disitu?" Terdengar suara Lisa mendekatinya.

" Aku mencari makanan. Hehehe....," jawab Haris.

" Hari ini aku tidak masak. Tadi anak-anak hanya makan telur dadar," jawab Lisa. Dia memeluk Haris sekilas. " Mau ku buatkan nasi goreng?"

" Apa tidak merepotkanmu?," tanya Haris.

" Ngga...ngga repot kok. Kamu duduk saja dulu."

" Baiklah."

Haris menunggu Lisa memasakkan nasi goreng untuknya sambil menonton televisi. Hanya sepuluh menit, nasi gorengnya sudah matang.

" Kok kamu hanya buat satu piring? Kamu sudah makan?," tanya Haris.

" Iya, aku sudah makan sama anak-anak," jawab Lisa.

" Duduklah di sini dulu!," kata Haris," Temani aku makan!"

Lisa menurut. Dia duduk di sebelah Haris. Dia ikut menonton acara talkshow malam yang sedang dilihat Haris. Selama sepuluh menit hanya ada suara denting sendok dan suara orang mengunyah. Baik Haris maupun Lisa tidak ada yabg berbicara. Barulah setelah Haris menghabiskan makan malamnya dan meletakkan piring kosong di meja, dia memulai pembicaraan dengan Lisa. " Besok aku cuti. Aku ingin bertemu anak-anak."

Lisa menoleh dengan cepat ke arah Haris. Takut kalaau telinganya salah dengar, dia kembali bertanya," Bertemu anak-anak?"

" Ya, sudah saatnya aku bertemu dengan mereka."

Lisa menganga. " Kamu yakin?"

" Iya, aku yakin. Tolong atur supaya aku bisa bertemu dengan anak-anakmu dengan nyaman. Kamu tahu maksudku kan?"

" Iya."

Haris bergerak mendekati Lisa. Kakinya bersentuhan dengan kaki Lisa. Dia menyibakkan rambut Lisa yang panjang ke belakang. Di situ dia melihat ada tahi lalat kecil sebesar titik di leher bagian depan, dekat dengan lekukan tulang dadanya. Lisa malam ini mengenakan daster batik berbahan lembut yang longgar. Hampir seluruh leher dan bahunya tampak. Haris mendekatkan kepalanya ke leher Lisa. Dia mengecup leher Lisa. Lisa berjengit sedikit, bulu kuduknya berdiri. Dia terkejut. Haris mengecupnya sampai berbunyi "cup" keras.

Haris tersenyum kepada Lisa. Dia kemudian memeluk Lisa dan sekali lagi mencium leher kanannya. Dia tidak mengecupnya tapi mencium dengan hidungnya di beberapa tempat, bahkan di bawah telinga Lisa. Lisa otomatis bergerak kegelian. Bagian itu kan bagian sensitif wanita. Apa Haris tidak tahu?

Gara-gara Lisa geli, Haris berhenti. Dia berhenti menciumi Lisa, namun tidak melepaskan pelukannya. Haris berbisik di telinga Lisa," Apa aku membuatmu tidak nyaman?"

" Mm.... Bukan begitu...," kata-kata Lisa tidak bisa keluar.

" Handi sedang memandangiku dengan tersenyum saat aku melakukannya tadi."

" Apa?"

Haris memang tidak bohong. Sudah beberapa hari ini, visual bayangan Handi yang berdarah-darah dan tersenyum sinis kepadanya tidak lagi datang. Saat dia bertemu Lisa, bayangan Handi tetap ada di sisi Lisa meskipun dia sudah memeluknya. Tetapi, monster Handi tidak ada, yang ada hanyalah bayangan Handi yang berpakaian serba putih bersih, berwajah bersih pucat, tanpa darah yang menetes. Dia diam saja mengawasi Haris dan Lisa. Setiap Haris memeluk Lisa, dia akan tersenyum. Bukan senyum sadis yang dulu dia perlihatkan, melainkan senyum Handi yang selama ini Haris ingat. Haris mengartikan kehadirannya dengan memantapkan hatinya untuk bertemu dengan anak-anak Lisa.

" Bayangan mengerikan Handi sudah tidak ada. Dia terlihat seperti Handi yang ku kenal. Entah kenapa dia tersenyum setiap aku memeluk dan menciummu. Jadi, aku merasa sudah saatnya aku bertemu dengan Hana dan Hamza," tambah Haris. Dia masih belum melepaskan pelukannya.

Lisa tersenyum lega. " Baiklah. Aku senang mendengarnya." Dia malah mengelus rambut Haris seperti biasanya, membuat Haris kembali terbuai dan dia kembali membenamkan hidungnya di leher Lisa.

1
Niluh Laeni
bagus sekali

/Angry//Angry/
🌹Devitha anggraini🌹
ya Allah aku bayangin kok ikut merasakan sakit ya. sedih
😘shanty😘
up thor
❤ning🍀⃝⃟💙༄⃞⃟⚡
kok blm up lg thor...
Arga Pratama
jgn lama,, upnya thor
Ningrum Fitria
tetap semangat thor selalu menunggu kelanjutannya
❤𝘽𝙄𝙉𝘼𝙍 ༄⃞⃟⚡
ditunggu kelanjutannya Thor ....ga sabar euy ..
DianWahyudi
maaf ya kak
kadang kondisi kesehatan ga memungkinkan buat up tiap hari 😄
terimakasih sudah setia membaca 🥰
Bee
upnya kenapa lamaaaaaaaaa aku nunguinnnnnn
Kristia Ningsih
like
Arga Pratama
akhirnya up thor
Bee
lama nggak up thour
Ulfa Riady
Ahirnya up juga... semangat thoooor... setia menanti
❤ning🍀⃝⃟💙༄⃞⃟⚡
akhirnya yg ditunggu2 update jg.... semangat ya thor bt selesaiin ceritanya... ga sabar baca kelanjutannya...
MUTTAQIN FAMILY
up lagi donk thor.....😍
Ulfa Riady
semangat thor udh lama banget baru up. .. ceritanya bagus sayang kalau digantung💪💪😍😍😍
❤ning🍀⃝⃟💙༄⃞⃟⚡
penasaran sm kelanjutan ceritanya...semoga kehamilannya lancar dan bs lanjutin cerita ini lg... semangat thor 👍👍👍
MUTTAQIN FAMILY
semangat utk berkarya thor, sehat selalu debay dan ibunya...🙏👍
Muniroh Mumun
semangat thoor ....semoga calon bayi dan ibunya sehat selalu ....karyamu selalu di tunggu .....🥰🥰🥰
®αf|_>_<: aamiin ya rabb..semangat thor tetap di tunggu up nya😍
total 1 replies
Lia Poly
Ayo dilanjut donk... g sabar menunggu nih...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!