NovelToon NovelToon
Ada Dia Di Antara Kita

Ada Dia Di Antara Kita

Status: tamat
Genre:Identitas Tersembunyi / Permainan Kematian / Percintaan Konglomerat / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Rijal Nisa

Ardian, seorang pengusaha muda yang tampan dan mapan. Ia memiliki seorang kekasih yang bernama Karina, kisah cinta mereka cukup rumit karena adanya orang ketiga. Belum lagi kehadiran orang ketiga yang memiliki tujuan untuk menghancurkan keluarga Ardian. Semuanya perlahan terungkap saat Vino datang, lelaki yang tak lain adalah kakak dari kekasihnya, Karina. Tidak hanya Ardian, Karina ternyata juga memiliki sebuah rahasia besar tentang keluarganya. Setelah hubungannya mengalami kerenggangan dengan Karina, Ardian pun mencoba memperbaiki hubungan itu. Mampukah Ardian merebut kembali hati Karina yang sudah terlanjur dibuat terluka oleh sikapnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rijal Nisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menjenguk Ibunya Emilia

Ardian pulang dari kantornya saat hari sudah beranjak sore, saat di jalan pulang, ia bertemu dengan Karina yang baru saja keluar dari sebuah supermarket.

Ardian mengikuti ke mana mobil yang dikendarai Karina pergi.

"Ngapain Karina ke yayasan itu?" batin Ardian.

Dia curiga kalau Karina juga sudah tahu di mana keberadaan ibunya Emilia.

Sampai di depan yayasan tersebut, Karina segera turun dari mobilnya.

Gadis itu menemui pak Arsyad, mereka bicara cukup lama.

Obrolan di antara keduanya terlihat cukup akrab, Ardian berpikir kalau Karina sudah kenal lama dengan pemilik panti itu.

"Kamu ingin bertemu langsung dengan ibunya, Kar?" tanya pak Arsyad.

"Tentu saja, Om. Aku sudah lama penasaran siapa sebenarnya ibunya Emilia, apalagi setelah Om cerita kalau dia tidak mengakui bu Hanna sebagai ibu kandungnya."

"Beberapa hari yang lalu, calon mertua kamu juga ke sini. Saya sudah menceritakan semua sama beliau dan Ardian," ucap pak Arsyad.

"Dan kalau tante Melinda tidak mengatakan tentang pak Arsyad yang sebenarnya juga teman papa, aku juga enggak bakalan tahu hal ini. Enggak bakalan tahu juga soal ibunya Emilia ada di sini," ucap Karina.

"Inilah yang dinamakan takdir kan? Ayo, om anterin kamu ke kamar bu Hanna." Pak Arsyad berjalan lebih dulu, dan Karina mengikuti dari belakang.

Sedangkan Ardian, dia tidak turun. Cowok itu menunggu dengan santai dalam mobilnya, niatnya adalah untuk berjaga-jaga supaya Emilia tidak datang menjenguk di saat Karina sedang bertemu dengan bu Hanna.

*

*

"Itu bu Hanna!" tunjuk pak Arsyad.

Kamar bu Hanna sedikit terbuka, dan memperlihatkan beliau yang tengah menyisir rambutnya dengan pandangan kosong tertuju ke arah jendela kamar yang terbuka.

"Apa bu Hanna masih suka bicara sendiri, Om?"

"Tidak, tapi tengah malam dia suka menangis. Mungkin kesepian atau masih dalam keadaan trauma dan penuh tekanan batin, om pernah menyuruh Emilia untuk membawa ibunya tinggal bersamanya, tapi dia terus menolak dengan seribu alesan."

Karina semakin iba melihat keadaan ibunya Emilia.

"Bolehkah saya masuk, Om?"

"Tentu, tapi biarkan pintu ini tetap terbuka. Kalau nanti terjadi apa-apa, kamu bisa memanggil beberapa orang yang bertugas di sana!" kata pak Arsyad, seraya menunjuk ke arah tiga perawat yang sedang menemani orang-orang tua mengobrol di depan koridor.

Karina masuk perlahan-lahan, kakinya berjalan pelan. Dia masuk dengan mengucap salam terlebih dulu, di tangannya ada satu keranjang yang penuh dengan buah-buahan segar.

"Assalamualaikum, Bu."

Suara lembutnya mampu mengalihkan fokus wanita di depannya.

Bu Hanna, meski dalam keadaan tidak terurus seperti itu, tapi kecantikannya masih saja tidak luntur.

Cukup lama pandangan mereka bertemu, tidak ada yang bicara. Hening, yang terdengar hanya tawa orang-orang di luar yang sedang mengobrol dan bercanda ria.

"Kamu ini siapa?"

Karina meletakkan buah-buahan itu ke atas meja, baru kemudian duduk di depan bu Hanna.

"Kenalin, saya Karina, Bu. Saya kerabatnya pak Arsyad," ucap Karina.

"Saya tidak kenal kamu, ngapain kamu ke sini? Pergi sana!" suruh bu Hanna, pandangannya dialihkan ke arah lain, beliau sama sekali tidak menatap Karina lagi.

Tangannya mulai gemetar, ketakutannya kembali lagi jika bertemu dengan orang baru.

Karina sebisa mungkin mencoba menghilangkan rasa terancam itu, dengan lembut disentuhnya tangan bu Hanna.

"Bu, saya bukan orang jahat kok. Saya ke sini untuk menjenguk Ibu, saya bawain buah-buahan segar buat Ibu." Karina mengambil sebuah jeruk dan meletakkannya dalam genggaman bu Hanna.

Bu Hanna balas menatap Karina, ada rasa tenang yang mengalir di hatinya. Bukan ancaman yang kian memeluknya setiap ada orang baru yang tiba-tiba mendekat, hatinya mulai berbisik pelan.

"Siapa gadis ini?" tanyanya membatin.

"Bu, enggak bosen apa di kamar ini terus? Ayo kita keluar jalan-jalan!" ajak Karina.

Bu Hanna masih terdiam, dia teringat akan Emilia. Gadis itu sering mengunjunginya, dan dia juga yang membawanya ke sini. Namun, akhir-akhir ini Emilia jarang menemuinya. Padahal, dia sudah sangat merindukan gadis itu.

"Ayo, Bu!"

Tanpa kata, bu Hanna mengikuti langkah Karina, mereka duduk di taman panti.

Tujuan Karina datang ke sana adalah untuk mencari tahu seperti apa kedekatan Emilia dengan ibunya.

Dia juga ingin tahu, apa bu Hanna masih menyimpan dendam lama, dan apa mungkin beliau masih ingat dengan pak Seno.

Sedangkan di luar sana, Ardian masih setia menunggu. Matanya bahkan sudah berkali-kali terpejam karena menunggu Karina yang tak kunjung datang.

"Aku harus secepatnya menyelesaikan tugas ini," ucap Emilia.

Ardian kaget mendengar suara gadis itu, dia melihat ke arah luar.

Di sana, Emilia sudah berdiri tegak di dekat gerbang. Beruntungnya Emilia tidak menyadari keberadaan Ardian di sana, saat Ardian ingin turun dan mencegah Emilia supaya tidak langsung masuk ke dalam, pak Arsyad sudah keluar lebih dulu.

Ardian merasa lega saat melihat pak Arsyad keluar dan menemui Emilia lebih dulu.

"Syukurlah, setidaknya Emilia tidak tahu kalau Karina ada di sana."

*

*

Karina yang masih bersama bu Hanna pun segera pamit pulang sebelum dirinya dilihat oleh Emilia.

Ia mendapat pesan dari pak Arsyad kalau Emilia ada di sana juga.

Karina pulang lewat gerbang belakang yang langsung mengarah ke jalanan kota.

Ardian segera pergi dari sana begitu melihat sosok Karina keluar dari gerbang belakang.

"Karina! Ayo buruan naik!" seru Ardian.

Karina menyipitkan matanya, melihat orang yang saat ini menawarkan tumpangan untuknya.

"Ardian, ngapain dia di sini?" tanya Karina dalam hati.

"Ayo buruan naik!" desak Ardian.

Karina membuang wajahnya ke arah lain, meski sudah memaafkan Ardian, tapi dia tetap tidak ingin dekat-dekat dulu dengan cowok itu.

"Enggak usah, aku bawa mobil sendiri," jawabnya cuek.

"Tapi kamu enggak bisa masuk ke sana lagi, Emilia di sana sekarang," ucap Ardian.

"Aku akan menunggu di sini sampai dia pergi." Karina masih tidak ingin melihat wajah lawan bicaranya.

"Susah banget sih dibilangin." Ardian mulai kesal, dia keluar dari dalam mobilnya dan segera menggendong tubuh Karina.

"Eh eh, apa-apaan ini, lepasin enggak?!"

"Diem aja! Nunggu jawaban kamu kelamaan," balas Ardian.

Karina berusaha melepaskan diri, namun Ardian dengan lembut mendudukkannya di jok mobil.

Saat itu, wajah mereka sangat dekat, dan Karina bisa merasakan detak jantung Ardian.

Ardian tersenyum lembut dan memasang sabuk pengaman Karina. "Aku hanya ingin menjaga kamu," katanya dengan suara yang penuh kasih.

Karina merasa hatinya berdebar-debar, dan dia tidak berani menatap mata Ardian yang memandangnya begitu dalam.

"Omong kosong," gumam Karina, namun suaranya itu terdengar jelas oleh Ardian.

"Aku serius, Kar."

"Kamu juga peduli sama Emilia." Karina mengalihkan pandangannya ke samping, diturunkannya kaca jendela mobil. Ia mencari ketenangan di sana, sementara Ardian terus menatap wajahnya.

"Kamu sendiri juga tahu kan, kami berdua sudah enggak ada hubungan apa-apa lagi."

Ardian tertawa dalam hatinya melihat reaksi Karina, ia tahu kalau Karina sedang cemburu.

"Aku anterin kamu pulang sekarang ya, mobil kamu biar nanti diambil Reza." Ardian sudah tidak mau memperjelas perasaannya, dia tidak mau terjadi perdebatan lagi antara dirinya dengan Karina.

"Terserah kamu!" ucap Karina cuek. Dia hanya berani menatap jalanan, matanya tidak berani beradu pandang dengan Ardian.

"Ternyata aku memang masih mencintainya sedalam ini," batin Karina.

"Ya udah, kita pulang ya."

"Emmm..." Karina kembali diam, dia bukan tidak peduli. Hanya saja saat ini ia sedang berusaha menenangkan debaran jantungnya yang berdetak lebih cepat dari biasanya

1
🍾⃝─ͩ─ᷞᴀͧʟᷡᴢͣ 🐲⃞⃟🅔ˣᵒ
keliatan banget kalo alisha suka sama bayu /Facepalm/
🍾⃝─ͩ─ᷞᴀͧʟᷡᴢͣ 🐲⃞⃟🅔ˣᵒ
sebenernya pak seno ini punya rencana apa sih 🤔
🍾⃝─ͩ─ᷞᴀͧʟᷡᴢͣ 🐲⃞⃟🅔ˣᵒ
Wajah Ardian bikin Bu hana flasback /Frown/
🍾⃝─ͩ─ᷞᴀͧʟᷡᴢͣ 🐲⃞⃟🅔ˣᵒ
Jatuh dan hanyut kesungai, kok bisa nyampe Swiss itu siEmil 🤔🤔
🍾⃝─ͩ─ᷞᴀͧʟᷡᴢͣ 🐲⃞⃟🅔ˣᵒ
persepsi Ardian lumayan juga, setidaknya tidak seperti pak seno yg terlalu naif
🍾⃝─ͩ─ᷞᴀͧʟᷡᴢͣ 🐲⃞⃟🅔ˣᵒ
Ini awal mula pertemuan bayu sma alisha sungguh kesan pertama yg tak terduga 🤭🤭🤣
🍾⃝─ͩ─ᷞᴀͧʟᷡᴢͣ 🐲⃞⃟🅔ˣᵒ
apakah ibu hana kabur
🍾⃝─ͩ─ᷞᴀͧʟᷡᴢͣ 🐲⃞⃟🅔ˣᵒ
walaupun emil ganti wajah, tpi masa engga kenal sih sama suara emill 🤔🤔
🍾⃝─ͩ─ᷞᴀͧʟᷡᴢͣ 🐲⃞⃟🅔ˣᵒ
Jangan" gadis misterius itu emil 🤔🤔
🥑⃟Rɪᷤᴀͣɴᷠᴀ: lah, emang../Slight/
total 1 replies
🍾⃝─ͩ─ᷞᴀͧʟᷡᴢͣ 🐲⃞⃟🅔ˣᵒ
Ibu Hana terlalu banyak mikir yg seharusnya engga perlu difikirin , ehh kok kek orang itu ya.
🥑⃟Rɪᷤᴀͣɴᷠᴀ: ihhhh, 😭🤣 org siapa itu
total 1 replies
🍾⃝─ͩ─ᷞᴀͧʟᷡᴢͣ 🐲⃞⃟🅔ˣᵒ
mungkin ini yg dimaksud dengan prinsip tabur tuaii, selamat maya, kini km sedang menuaii hasil dari perbuatan mu dulu .
🍾⃝─ͩ─ᷞᴀͧʟᷡᴢͣ 🐲⃞⃟🅔ˣᵒ
Emang agak aneh sih sikap Bu Hana
🍾⃝─ͩ─ᷞᴀͧʟᷡᴢͣ 🐲⃞⃟🅔ˣᵒ
keputusan yg karina ambil kali ini sangat beresiko ..
🍾⃝─ͩ─ᷞᴀͧʟᷡᴢͣ 🐲⃞⃟🅔ˣᵒ
udah sayang sayangan lagi aja karina /Facepalm/
🍾⃝─ͩ─ᷞᴀͧʟᷡᴢͣ 🐲⃞⃟🅔ˣᵒ
kalau meninggal , setidaknya tubuh nya pasti di temukan .
🍾⃝─ͩ─ᷞᴀͧʟᷡᴢͣ 🐲⃞⃟🅔ˣᵒ
ardian kok bisa tau karina di sekap dimana 🤔
🥑⃟Rɪᷤᴀͣɴᷠᴀ: Liat pakek mata batin
🏃🏽‍♀️🏃🏽‍♀️🏃🏽‍♀️
total 1 replies
🍾⃝─ͩ─ᷞᴀͧʟᷡᴢͣ 🐲⃞⃟🅔ˣᵒ
Vino kerja apaan coba,nyampe tengah malam kok belum pulang
🍾⃝─ͩ─ᷞᴀͧʟᷡᴢͣ 🐲⃞⃟🅔ˣᵒ
karina padahal mau tapi pura" Jaim 🤣🤣
🍾⃝─ͩ─ᷞᴀͧʟᷡᴢͣ 🐲⃞⃟🅔ˣᵒ
mamam tuh ardian 🤣🤣
🍾⃝─ͩ─ᷞᴀͧʟᷡᴢͣ 🐲⃞⃟🅔ˣᵒ
Cinta Cinta mulu /Facepalm/
karina jadi bego gara" cinta
emilia jadi stress gara" cinta
ibu nya emil gangguan jiwa gara"?? sama aja kan, Cewek emang ya /Facepalm/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!