NovelToon NovelToon
Pendekar Dewa Siluman

Pendekar Dewa Siluman

Status: tamat
Genre:Fantasi / Petualangan / Epik Petualangan / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:5.4M
Nilai: 4.8
Nama Author: kemal costa

Jaka Sakti, seorang anak yang terlahir dari desa kecil, namun ia dilahirkan dengan takdir yang kuat.

Ia dipilih oleh Dewa Suci untuk meneruskan warisannya. Jaka berkelana ke seluruh dunia untuk menemukan 10 Siluman Dewa Suci yang akan menjadi gurunya dan memberikannya kekuatan yang tiada tara.

Aku, Jaka Sakti, Seseorang yang akan berada di puncak, bukan hanya tanah kelahiranku, melainkan mendominasi seluruh dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kemal costa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch. 23 - Zhurong.

Jaka berhasil membunuh seluruh siluman srigala merah darah yang mengepungnya, lalu membersihkan noda darah pada pedangnya sebelum menyarungkannya kembali.

Jaka menghela nafas kasar. "Kalau saja mereka tidak melarikan diri, aku tidak perlu mengejarnya dan menghabiskan banyak tenaga.

"Huufftt ... Aku bingung harus mulai dari mana untuk mengumpulkan Crystal Siluman, agar tak ada satupun yang terlewati."

Jaka mengambil sebotol minuman herbal dari gelang galaksinya, kemudian menenggaknya untuk mengembalikan staminanya. Jaka lalu mulai mengumpulkan satu per satu Crystal Siluman. Kegiatan ini memakan waktu hampir seharian, akibat banyaknya bangkai Siluman Srigala yang dibunuhnya.

Jaka menghitung satu per satu Crystal Siluman yang ia kumpulkan dari bangkai Siluman Srigala. Ia berhasil mengumpulkan enam puluh Crystal Siluman berwarna putih cerah dan lima puluh Crystal Siluman berwarna putih susu.

Setelah meletakkan semua Crystal Siluman ke dalam gelang galaksi, Jaka kemudian bergegas mencari Sungai untuk membersihkan diri dari darah siluman-siluman tadi.

"Aku harus bergerak cepat untuk mencari Sungai, sebelum hari menjadi gelap. Hutan ini sangat lebat sehingga hanya sedikit cahaya yang masuk, aku tidak tahu pasti, yang aku tahu saat ini kemungkinan sudah sore hari."

Jaka kemudian berlari cepat dengan menggunakan Teknik Meringankan Badan untuk mencari Sungai. Ia tak ingin hari menjadi gelap sebelum ia sempat membersihkan diri. Jaka berlari selama beberapa menit hingga ia melihat Sungai Putih yang mengalir membelah Hutan.

Jaka segera membersihkan dirinya di sungai itu, ia membersihkan sisa-sisa darah yang menempel pada tubuhnya yang sudah mulai mengering dan mencuci pakaiannya di sungai tersebut.

Setelah selesai membersihkan badan, hari sudah mulai gelap. Jaka lalu mengambil pakaian ganti dari dalam gelang galaksi dan memakainya.

"Aku harus mencari tempat aman untuk membuat api unggun dan beristirahat malam ini."

Jaka melihat sekeliling dan mendapati sebuah goa. Jaka langsung memasuki goa tersebut, lalu ia mencoba masuk jauh lebih ke dalam untuk memeriksa bahaya yang mungkin akan mengancam dirinya.

"Goa ini sangat panjang, aku memeriksa sampai sini saja, lagipula aku tak merasakan adanya Hawa Jahat di sekitar sini."

Setelah memastikan keadaan goa tersebut sudah aman, Jaka kemudian menyalakan api unggun dan menikmati makan malamnya. Tak lupa ia juga mengeringkan pakaian yang baru saja dicucinya, dengan meletakkanya di dekat api unggun. Jaka lalu bermeditasi untuk mengumpulkan kembali tenaga dalamnya sekaligus beristirahat.

**

Matahari pagi muncul dan menyinari sebagian mulut goa, membuat Jaka terbangun dari meditasinya. Jaka berdiri setelah meregangkan badannya, lalu mengambil Pakaian yang ia jemur sebelumnya dan berencana menyimpannya ke dalam gelang galaksi.

Saat Jaka ingin menyimpan pakaiannya, ia melihat warna permata pada gelang galaksi kini berwarna hitam pekat.

"Warna hitam? Apa aku tidak salah lihat? berarti Roh Siluman itu berada di sini?" Jaka mengucek matanya dengan sesekali menatap kembali ke arah permata kompas pada gelangnya.

Jaka merasa semakin yakin bahwa roh siluman tersebut berada tak jauh darinya. Jaka memutuskan untuk menyantap sarapan paginya terlebih dahulu sebelum ia mulai mencari Roh Siluman itu dan menelusuri Goa.

Setelah selesai sarapan, Jaka mulai melangkahkan kakinya dan menelusuri lebih dalam memasuki goa tersebut. Beberapa menit sudah berlalu sejak ia mulai menulusuri goa.Jaka menghentikan langkahnya setelah melihat sebuah dinding seperti kaca bening yang menutupi jalan Goa itu.

Jaka menyipitkan matanya. "Dinding apa ini? Aku masih bisa melihat sebuah ruangan besar seperti aula setelah dinding ini."

Jaka lalu mencoba memegang dinding tersebut. Betapa terkejutnya Jaka saat ia melihat tangannya menembus dinding itu.

"Astaga ... Kenapa tanganku bisa menembus dinding ini? " tanya Jaka terheran-heran.

Jaka kemudian memutuskan untuk melewati dinding itu, Jaka tampak berhasil melewati dinding itu, lalu melihat kembali ke arah dinding tersebut.

"Aku yakin itu adalah sebuah dinding kaca, tapi mengapa aku bisa menembusnya? Apakah dinding itu adalah kekuatan sihir? " Jaka masih bertanya-tanya dengan dirinya sendiri.

Jaka lalu memutuskan untuk memasuki ruangan yang ada di dalam Goa tersebut.

"Di sini sangat gelap, aku tidak bisa melihat apa-apa, atau aku harus kembali dulu untuk membuat obor?"

Saat Jaka ingin melangkahkan kakinya untuk berjalan keluar, tiba-tiba ada sebuah cahaya kecil yang lama-kelamaan menjadi besar. Cahaya itu kemudian memenuhi ruangan di dalam Goa tersebut, sehingga Jaka bisa melihat dengan jelas isi di dalam ruangan itu.

Pandangan mata Jaka terkunci pada satu sosok yang tengah tertidur di salah satu sudut ruangan. Akibat jaraknya yang cukup jauh, Jaka tak dapat melihat dengan jelas sosok tersebut. Jaka kemudian mencoba berjalan mendekati sosok itu.

Semakin dekat ia pada sosok itu semakin jelas ia melihat bentuk sosok tersebut. "Apakah ini yang dinamakan Roh Siluman Suci Putih? Lalu mengapa dia diam saja? Apakah dia mati?" gumam Jaka lalu mendekati sosok itu.

Saat Jaka sudah dekat, sosok itu membuka matanya. "Siapa yang kau bilang sudah mati? Kami tak akan pernah mati sampai tiba waktunya."

"K-ka ... Kau bisa bicara?" tanya Jaka terbata-bata karena keterkejutannya.

"Mengapa kau begitu terkejut mendengar aku berbicara?" tanya Sosok itu.

"Aku belum pernah melihat seekor hewan yang dapat berbicara sebelumnya," jawab Jaka.

"Hey...! Aku bukanlah hewan, aku adalah Roh Siluman," seru Sosok tersebut.

Jaka menggaruk kepalanya. "Bagiku sama saja."

Sosok tersebut tampak berdiri dari posisi tidurnya sambil tertawa lepas. "Hahaha! Ku akui nyalimu sangat besar, kau berani menatapku dan berbicara padaku setelah melihat wujudku."

Kini Jaka bisa melihat jelas wujud dari sosok tersebut, sosok tersebut berwujud Harimau berwarna putih dengan belang hitam, memiliki mata berwarna biru, dan memiliki bulu yang panjang pada leher serta ke empat kakinya.

"Namaku adalah Zhurong, aku merupakan Siluman Roh Suci Putih, lalu siapa namamu?"

"Namaku adalah Jaka Sakti, aku merupakan anak Ayah dan Ibuku," jawab Jaka dengan polosnya.

Zhurong melamparkan tatapan meremehkan sambil tertawa keras. "Hahaha ... Aku telah menunggu seribu tahun lamanya untuk kedatanganmu dan aku kecewa dengan apa yang kulihat saat ini.

"Kau terlalu muda, kurus dan juga lemah, pulanglah! Kau tak akan bisa mengalahkanku, jangankan mengalahkanku, melukaiku pun mustahil bagimu."

Mendengar ucapan merendahkan dari Zhurong, Jaka mengepalkan tangannya. "Kau terlalu meremehkanku, mengapa tak mencoba dulu?"

Zhurong menyeringai tipis. "Baiklah, aku akan memberikanmu kesempatan, sebaiknya kau hibur aku, karena sudah lama aku tak bertarung."

Jaka mengambil ancang-ancang, lalu memperlebar jarak antara ia dan Zhurong. Jaka lalu mengeluarkan pedangnya dan mengalirkan tenaga dalam yang cukup besar pada pedangnya.

"Teknik Pedang Bumi! Tebasan Harimau Dewa!"

Jaka melesat lurus dengan kecepatan tinggi dan menguhunuskan pedangnya ke arah perut Zhurong.

Saat serangan Jaka semakin dekat, Zhurong mengangkat cakar kiri bagian depannya untuk menyambut serangan Jaka.

Terjadilah benturan antara pedang Jaka dan cakar Zhurong, menghasilkan suara benturan yang cukup keras.

Zhurong tampak tak bergeming sedikit pun setelah mendapat serangan dari Jaka, lain halnya dengan Jaka, setelah benturan itu, pedang Jaka terlepas dari genggamannya, dan terpental beberapa meter ke belakang.

Jaka merapatkan giginya. "Sial! Aku mengeluarkan tenaga dalam yang cukup besar untuk serangan itu, tetapi ia hanya menyambut serangan itu dengan santainya."

Berbeda dengan Zhurong setelah mendapat serangan dari Jaka ia malah tertawa dengan lantangnya. "Hahahaha! Apa? Tebasan Harimau Dewa? Bagiku itu hanyalah mainan anak kecil.

"Lagipula serangan Dewa Harimau tidak selemah itu, jangan bercanda kau! Seranganmu itu hanya mempermalukan Dewa Harimau," ucap Zhurong dengan terus meremehkan Jaka.

1
merah putih
menurut riwayat zuhrong, mestinya dia tidak ada rasa takut menghadapi apapun. tp knp masih takut kpd siluman yg lbh kuat.
Sang M
Host sampah payah. criita sampah.
Sang M
mmemalukan dancok Host cecurut sampah kok banyak omong. langsung bantaii. haddeh payaj Thor imi
Sang M
skip lewat
Sang M
skip
Sang M
haddeh bosan proses host u/ raih puncakvterlalu lama dan momen gak penting ditampilkan
Raimon
Judul bab ...Keajaiban dari langit....keajaiban apaan....Begoo....kalau kekuatannya bertambah 50 lingkaran itu baru namanya keajaiban....Kalau sadar dari pingsan setelah 3 hari irumah biasa....disebelah ada yang 3 bulan pingsan baru sadar....
Raimon
Judul bab ...Keajaiban dari langit....keajaiban apaan....Begoo....kalau kekuatannya bertambah 50 lingkaran itu baru namanya keajaiban....Kalau sadar dari pingsan setelah 3 hari irumah biasa....disebelah ada yang 3 bulan pingsan baru sadar....
Jak 09
Luar biasa
Andi Lala
kerennn,,
Pedang neraka
Zhilong ??? ANAK NAGA dari Qing Ruo ? 🤔🤔
Pedang neraka
Pastinya kota BUKIT TINGGI dan restoran Padang :: SALERO BASAMO 🤣🤣
nina hariah
cerita nya bagus dan menarik
Tauhid
tinggal ikuti alur aja
Hadian Purnama
Kecewa
~•Insan Biasa•~
Satria jingga perkasa atau logo 99🤭😂
dewa_curhat
ok
dewa_curhat
sue, sambil beriklan hahahaha
dewa_curhat
zhia apa zahra.
zhia kan umi kepala suku bintang
Djohan Andrea
nama nya dulu gunung kembar....identik dg masyarakat nya yg cewek semua .....Lanjutkan....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!