NovelToon NovelToon
Dimanjakan Oleh Cintanya

Dimanjakan Oleh Cintanya

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cintapertama
Popularitas:6.3k
Nilai: 5
Nama Author: Elwa Zetri

​"Siapa?!" Sebuah suara berat, serak, dan penuh ancaman terdengar di kegelapan.

​Rayyan langsung mencengkeram pergelangan tangan Aira. Napas pria itu memburu, aroma maskulin yang bercampur dengan hawa panas menguar dari tubuhnya. Obat bius di dalam tubuh Rayyan bergolak hebat saat merasakan kulit halus seorang wanita menyentuhnya.

​"S-sakit... panas..." Aira tidak menjawab pertanyaan Rayyan. Gadis itu justru meracau, air matanya menetes karena rasa tidak nyaman yang asing di sekujur tubuhnya. Sentuhan tangan Rayyan yang dingin di pergelangan tangannya justru terasa seperti penawar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elwa Zetri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Detak jantung yang sama

​Kamar utama penthouse itu begitu hening, hanya ada suara deru halus dari pendingin ruangan. Aira tidak langsung memejamkan mata. Dia menatap lekat wajah tampan Rayyan yang masih duduk di tepi ranjang, setia menggenggam jemarinya. Guratan lelah dan sisa ketegangan di dahi suaminya itu masih terlihat jelas.

​Aira tahu, di balik ketegasan dan kekuasaan mutlak yang Rayyan miliki di luar sana, pria ini telah menguras seluruh emosi dan tenaganya hari ini demi berpacu dengan waktu untuk menyelamatkannya.

​Rasa haru dan cinta yang begitu besar mendadak membuncah di dalam dada Aira. Perlahan, dia menggeser tubuhnya, memberikan ruang kosong di atas ranjang empuk itu.

​"Rayyan..." panggil Aira lirih.

​Rayyan langsung mendekatkan wajahnya, mengusap pipi Aira dengan ibu jarinya. "Iya, Sayang? Ada yang tidak nyaman? Mau aku ambilkan air hangat?"

​Aira menggeleng pelan. Bibir manisnya melengkung membentuk senyuman yang sangat tulus. Dengan keberanian yang penuh, Aira menatap langsung ke dalam manik mata elang suaminya.

​"Sini, naiklah ke ranjang. Temani aku tidur di sebelahku... Sayang," bisik Aira dengan nada yang teramat lembut.

​Gerakan tangan Rayyan seketika terhenti. Pria penguasa bisnis yang biasanya selalu cepat merespons apa pun itu mendadak mematung. Jantungnya berdegup kencang, seolah tidak percaya dengan satu kata terakhir yang baru saja lolos dari bibir istrinya. Selama pernikahan rahasia mereka, Aira selalu memanggilnya dengan nama atau sebutan formal jika di kantor. Ini adalah pertama kalinya Aira memanggilnya dengan sebutan seintim itu.

​"Kamu... memanggilku apa tadi?" tanya Rayyan, suaranya mendadak serak karena rasa tidak percaya yang bercampur dengan kebahagiaan yang meluap.

​Wajah Aira seketika merona merah sehangat senja. Dia menarik selimutnya sedikit ke atas untuk menyembunyikan rasa malunya, namun matanya tetap menatap Rayyan dengan manja. "Aku bilang... kemari dan berbaringlah di sebelahku, Sayang. Kamu pasti lelah setelah mengurus semuanya untukku."

​Mendengar konfirmasi itu, senyum paling tampan dan bahagia terbit di wajah maskulin Rayyan. Rasa lelah, amarah pada Sandra, dan penat setelah menempuh perjalanan jauh seketika sirna tanpa bekas, menguap begitu saja digantikan oleh kehangatan yang luar biasa.

​Tanpa membuang waktu lagi, Rayyan langsung naik ke atas ranjang dan merebahkan tubuh tegapnya di samping Aira. Dia menarik tubuh ramping istrinya ke dalam pelukannya yang posesif namun penuh kelembutan, membiarkan kepala Aira bersandar nyaman di atas dada bidangnya.

​"Panggilan itu... adalah hadiah terbaik yang pernah kudengar seumur hidupku, Nyonya Wijaya," bisik Rayyan hangat, mengecup pucuk kepala Aira berulang kali dengan rasa cinta yang kian mendalam.

​Aira memejamkan matanya, mendengarkan detak jantung Rayyan yang berdegup konstan di bawah telinganya. Dada bidang suaminya terasa begitu kokoh, menjadi tempat bersandar paling nyaman setelah seharian penuh dihantam badai hinaan. Tangan besar Rayyan masih setia mendekap pinggangnya, sementara jemari pria itu sesekali bergerak mengusap perut buncit empat bulannya dengan ritme yang menenangkan.

​"Terima kasih ya, Sayang," bisik Aira lagi, sengaja menekankan panggilan baru itu karena dia tahu betapa Rayyan menyukainya.

​Rayyan terkekeh rendah, sebuah getaran yang terasa menyenangkan di dada tempat Aira bersandar. Dia mengeratkan pelukannya, menghirup dalam-dalam aroma sampo lavender dari rambut Aira yang terurai bebas di atas lengan kekarnya.

​"Untuk apa, hmm?" tanya Rayyan lembut, suaranya terdengar sangat rileks.

​"Untuk semuanya. Untuk buku nikah yang kamu tunjukkan tadi, untuk caramu membelaku, dan... karena kamu sudah membuat ular seperti Sandra tidak bisa berkutik lagi," jawab Aira jujur. Mengingat kembali bagaimana hancurnya wajah Sandra saat diseret keluar membuat rasa sesak di dada Aira perlahan berganti menjadi kelegaan.

​Sorot mata Rayyan sempat menajam sesaat saat nama Sandra disebut, namun tatapan itu kembali melunak begitu melihat wajah damai istrinya. "Itu sudah menjadi kewajibanku, Aira. Menjaga harga dirimu dan anak kita adalah prioritas utamaku. Aku tidak akan membiarkan seujung kuku pun dari tubuhmu terluka oleh orang-orang seperti mereka."

​Rayyan mengecup kening Aira lama, seolah menyegel janji yang baru saja dia ucapkan.

​"Sekarang, lupakan semua kejadian di kantor tadi. Mulai besok, duniamu hanya akan dipenuhi oleh hal-hal yang membahagiakan. Tugasmu hanya satu, menjaga kesehatanmu dan dedek bayi di dalam sini," lanjut Rayyan, tangannya kembali memberikan usapan lembut di perut Aira.

​Seolah ikut merasakan kedamaian yang dirasakan ibunya, sang calon bayi memberikan satu kedutan lembut, tepat di telapak tangan Rayyan. Kejuatan kecil itu membuat pasangan suami istri tersebut saling melempar senyum hangat di bawah pendar lampu kamar yang temaram. Di dalam dekapan satu sama lain, mereka tahu bahwa tidak akan ada lagi ruang bagi orang ketiga atau intrik kotor apa pun untuk merusak kebahagiaan keluarga kecil mereka.

1
Adinda
panggil itu ayang beb, honey, atau mas begitu Aira
Brenda
akhirnya 😄
Ryuu
cepet updateeee
Ryuu
👍
beybi T.Halim
aira payah.,🙈seharusnya dia faham apa yg terbaik untuk dirinya,yg punya suami penguasa bisnis, kesel lah akhirnya babynya jadi korban
Ryuu
Huhhh kerenn bgt
Ryuu
Baguss nggk ngebosenin sejauh ini
Ryuu
Keren bgt thor ceritanyaa
beybi T.Halim
🤭🤭hedeh..berbunga2 kertas tuu...dah bilang cinta aja susah bener lahh😁
beybi T.Halim
masa panggil nama?.,panggil mas kek apa daddy. kan romantis..sekalian jagiya lah🤭
beybi T.Halim
asek...ketahuan deh..lagi baby boom
beybi T.Halim
ada adegan pingsan gak yaa.,br ketahuan aira hamil,kok aku nunggu2 pov kepajikan seorang rayyan wijaya😁
beybi T.Halim
yaa semoga gak ada drama ulat2 lah br terkendali semua keromatisan sang penguasa🤭
beybi T.Halim
kesini dl...suka deh cerita romantis spek2 daddy 🤭😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!