NovelToon NovelToon
Ayahku Konglomerat

Ayahku Konglomerat

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:2.7M
Nilai: 4.8
Nama Author: Oyi_jy

Tiba-tiba ada yang mengaku sebagai ayah kandungku!


Dia masih muda, dan kaya raya. apa dia benar ayah kandungku?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Oyi_jy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22

Arthur baru saja sampai di rumah, dia langsung menuju ke kamarnya untuk membersihkan badannya yang lengket.

Alan dan Alana sedang belajar di kamar mereka.

Takkk....

Alana, menaruh pulpen nya lumayan keras.

"Haaaahhh...." helaan nafas Alana.

"Kenapa?" Tanya Alan, fokus dengan bukunya.

"Alana kepikiran terus tentang wanita yang bernama Rita itu kak" jawab Alana.

"Apa yang kau pikirkan, memangnya?" Tanya Alan, masih fokus dengan bukunya.

"Ya.. Alana takut kalo wanita itu dekat-dekat ayah, terus ayah nanti tergoda dengan wanita itu kak" jawab Alana.

"Kalo itu terjadi, ayah akan habis di tanganku Alana" ucap Alan.

"Huh... tetap aja, Alana kepikiran. Alana mau keluar aja, belajar juga gak konsen " ucap Alana.

Alana keluar kamar, dengan wajah yang cemberut. Alan yang melihat tingkah Alana hanya menggelengkan kepalanya, dan lanjut membaca bukunya.

-------

Alana masih menuruni tangga, sesekali dia mengomel tidak jelas.

"Alana" panggil seseorang... Alana mendongak dan di liatnya Rida dan Arfi baru saja masuk ke rumah.

"Tante..." panggil Alana, menuruni tangga dengan cepat dan berlari mendekat ke Rida.

"Ehh.. jangan lari-lari Alana, nanti jatuh" ucap Rida.

Grep... Alana memeluk Rida.

"Hehe... gak kok Tante, Tante kenapa baru main lagi. Alana kan kangen" ucap Alana, memeluknya erat Rida.

"Hehe.. maaf ya, lagi sibuk-sibuknya di restoran nih" jawab Rida, mengelus rambut Alana.

"Ehemmm... Alana, meluknya jangan erat-erat, takut anak om sesak nanti" ucap Ardi

Rida mengikut lengan Ardi.

"Anak??.. berarti tante Rida lagi hamil?" Tanya Alana.

Rida hanya mengangguk dan tersenyum.

"Wah.... bentar lagi ada dede bayi dong, apa Dede bayinya di sini?" Ucap Alana, mendekatkan kepalanya di perut Rida.

"Iya dede bayinya ada di situ" jawab Rida

"Ah.. iya ... selamat ya tante Rida dan om Arfi" ucap Alana, tersenyum lebar..

"Iya sayang, terima kasih ya" jawab Rida

"Tante pasti cape, ayo ayo kita duduk Tante" ucap Alana, menarik tangan Rida.

Rida menoleh ke Arfi, dan melambaikan tangannya sambil tersenyum.

Arfi hanya menghela nafasnya, melihat istrinya di bawa begitu saja sama Alana.

Arfi memutuskan untuk ke kamar Arthur, karena memang ada pekerjaan yang harus mereka lakukan.

Arfi membuka pintu kamar Arthur begitu saja tanpa mengetuknya terlebih dahulu, (kebiasaan dulu😂).

Di liatnya, Arthur tak ada di kamarnya. Lalu Arfi mendengar ada suara air yang mengalir di kamar mandi.

"Oh.. lagi mandi, ya sudahlah nunggu di sini saja. di bawah juga gak bisa berduaan sama istri" Batin Arfi.

Tak lama pintu kamar mandi terbuka, Arthur keluar masih menggunakan handuk.

"Udah mandinya?" Ucap Arfi

Arthur sedikit terkejut, dan melihat Arfi yang sedang tiduran di sofa depan kasurnya.

"Haaaahhh... kirain siapa, bisa gak ketok pintu dulu kak!!" Ucap Arthur, mengambil bajunya di lemari.

"Kelamaan, toh gak ada siapa-siapa juga. Cuma kamu sendiri kan" jawab Arfi.

"Ckk.. terserah lah. Udah lama?" Ucap Arthur

"Baru nyampe kok" jawab Arfi

"Oh... ya udah, langsung ke ruang kerjaku saja kak. Indra juga sudah ada di sana" ucap Arthur.

"Hm.. " jawab Arfi, beranjak keluar dari kamar Arthur.

-------

Arfi dan Indra sudah berada di ruang kerja Arthur, Dan tak lama Arthur masuk ke ruang kerja bersama Alan.

Mereka semua sudah duduk bersama di sofa, laptop dan beberapa dokumen sudah ada di atas meja.

"Jadi, hari ini mau membahas masalah apa?" Tanya Arfi

"Ndra, kau saja yang jelaskan" ucap Arthur.

Indra hanya mengangguk.

"Kemarin kita dapat informasi baru dari CEO Erik dan Rita, dan kita juga dapat nomor ponsel milik Ardi. Rita adalah wanita yang dekat dengan Ardi saat ini, sebelum Rita datang kesini dia bekerja di salah satu club malam di negara X" ucap Indra.

"Dan ini, isi pesan-pesan Ardi pada Rita, dan Ceo Erik" ucap Indra lagi, memberikan salah satu map pada Arfi. Arfi membuka map tersebut dan dan mengeluarkan beberapa lembaran kertas.

"Apa mereka sudah gila?" Ucap Arfi, setelah membaca isi kertas itu.

"Entahlah, menurutmu bagaimana kak?" Sahut Arthur.

"Haaaahhh.... jelas-jelas mereka sudah gila.!! Soal wanita saja mereka berbagi, berbagi kekayaan itu wajar saja, tapi ini.... haaaahhh, benar-benar menggelikan, membaca pesan mereka saja sudah membuatku ingin muntah" Ucap Arfi, menggelengkan kepalanya.

"Hmm.. sepertinya kak Ardi tidak tahu kak, kalo Ceo Erik juga menyukai wanita itu" sahut Arthur

"Huufftt... kita pikirkan masalah dengan wanita itu nanti saja, sekarang apa yang harus kita lakukan?" Tanya Arfi

"Sebenarnya, aku mencurigai beberapa orang belakangan ini. mereka yang bertugas di keamanan perusahaan, aku merasa aneh saja bukankah semua perlengkapan di sana sudah sangat canggih, tapi ketika mereka di minta mencari informasi tentang seseorang, mereka tidak bisa. Alan saja hanya dengan komputernya bisa mencari informasi itu dengan cepat" ucap Indra

"Kau benar ndra, apa kau tahu siapa saja mereka?" Tanya Arthur

"Tidak, tapi aku membawa semua identitas mereka" jawab Indra, membuka map coklat.

"Alan bisa, bantu bawa semuanya kemari om Indra" ucap Alan, beranjak dari duduknya dan menuju komputernya yang berada di ruang kerja Arthur.

Alan sudah duduk di kursinya dan membuka komputernya, Indra membacakan satu persatu nama-nama yang dia curigai.

Sudah 10 menit Alan sibuk dengan komputernya. Sembari menunggu Alan, Arthur, Arfi dan Indra berdiskusi apa yang akan mereka lakukan kedepannya .

"Alan sudah selesai, kalian kemarilah" ucap Alan.

Arthur,Arfi dan Indra bergegas mendekat ke Alan.

"Kau sudah menemukan sesuatu nak?" Tanya Arthur.

"Hmm.. sepertinya iya.. liat ini, mereka menerima uang dari rekening yang sama setiap bulannya. Dan ada 1 orang yang tidak menerima uang itu, namanya adalah Dhika. " Ucap Alan.

"Apa ada yang tahu rekening siapa itu?" Tanya Arfi

"Hmm... sepertinya kita pernah melihatnya, tapi di mana ya?" Ucap Indra .

"Cek saja di pesan-pesan Rita om Indra" sahut Alan.

Indra mengambil kertas yang berisi pesan-pesan Rita dan Ceo Erik.

"Di sini Rita mengucapkan terima kasih karena sudah di beri kartu ATM kan" ucap Indra, lalu mencocokkan nomor rekening yang ada di komputer Alan.

" Apa ini, ini nomor rekening Ceo Erik. Tapi buat apa dia mengirim uang sebanyak itu pada orang-orang ini?" Ucap Indra

Arthur dan Arfi saling pandang..

"Haaaahhh... kita juga harus mencari informasi tentang uang itu untuk apa?, Merepotkan..." ucap Arthur.

"Aku tidak percaya, Ceo Erik yang aku percaya ternyata seperti ini" ucap Arthur .

"Wajah boleh keliatan baik dan ramah, tapi belum tentu dengan hatinya Arthur. Sifat orang berbeda-beda, ada yang keliatan baik tapi ternyata jahat, yang keliatan jahat tapi benar-benar baik. tapi aku percaya masih banyak orang-orang baik di luar sana" Ucap Arfi.

"Ya.. kau benar kak" Jawab Arthur

"Untuk sekarang kita fokuskan ke orang yang bernama Dhika, mungkin dia mengetahui uang yang di kirim Ceo Erik itu untuk apa" ucap Arfi.

"Ya, aku akan mengurusnya bersama Indra" jawab Arthur

"Ya sudah, aku keluar dulu." Ucap Arfi, keluar dari ruang kerja Arthur.

Indra membereskan dokumen yang berantakan di meja, dan Arthur sedang duduk bersama Alan.

"Terima kasih nak, kau membantu ayah sekali lagi. Jika kau ingin sesuatu katakan pada ayah, ayah akan membelinya" ucap Arthur.

"Walaupun itu sulit di dapatkan?" Tanya Alan

"Iya, tentu saja. Sesulit, dan semahal apapun itu akan ayah cari dan membelinya untuk Alan" Jawab Arthur.

"ya.. kau kan sangat kaya ayah, aku tidak kaget lagi saat ayah bicara seperti itu" batin Alan

"Hm.. ya nanti deh, Alan belum tahu ingin apa" ucap Alan.

"Haha.. baiklah, jika sudah ada yang ingin Alan beli katakan pada Ayah saja" Ucap Arthur.

"Iya ayah... " jawab Alan.

Bersambung...

Jangan lupa, klik like👍👍, rate⭐⭐⭐⭐⭐ dan favorit❤❤ (yang suka aja)😂

Jangan lupa juga, tinggalkan coment nya ya😄😄😄

Terima kasih sudah mampir..😘😘😘

1
Dewi Fitriani
Kecewa
Dewi Fitriani
Buruk
Andi Rahmawati
Di sambung ya cerita Alan dan alana thor
Aisyah Suyuti
seru
Azril Parmen
Luar biasa
Azril Parmen
Lumayan
The Lovely
Yg dtng siapa sih
The Lovely
Lelah knp ya Alan
The Lovely
Ngapain jg sih tuh 2 Bocil ganggu Alan aja
The Lovely
Penasaran siapa sih anak laki" itu
The Lovely
Gak pnya sopan santun bngt sih tuh Alan sama Alana manggil yg lebih tua nama udh gtu klau mau nyuruh orng gak ada kata tolong walaupun pekerjaan di bwh ayahnya tetap aja gak sopan gak ingat apa sblm ktmu ayahnya mrka itu orng miskin dan tinggal dipanti segala
The Lovely
Cpt kasih tau ayah kalian
The Lovely
Psti kerjaannya kakaknya Yulia deh
The Lovely
Kakaknya Yulia jahat bngt sih
The Lovely
Alan baik bngt ngasih beasiswa ke Harry
The Lovely
So sweet bngt sih Alan sma Alana adiknya
The Lovely
Dasar cwek murahan tuh udh ngaku2 lgi di dpn slh satunya Arthur malah didorong yg ada murka tuh
The Lovely
Kasihan jg Anggita
The Lovely
Sumpah ya Alana itu kekanak2an bngt pake segala ngambek lagi. Lgi jg gk masalah klau ayahnya nikah lagi kan msh muda butuh sosok pendamping jdi anak jngn pada egois
The Lovely
Lagi ngapain jg sih Anggita ikut segala bkin anak2nya Arthur salah paham aja
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!