NovelToon NovelToon
Janji Masa Kecil

Janji Masa Kecil

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:624k
Nilai: 4.7
Nama Author: rozh

Menikah adalah impian setiap wanita, tak terkecuali Tiyah Citanin, seorang wanita dewasa berbadan gemuk. Umurnya telah 28 tahun, ia tak memiliki tambatan hati, jadi belum ada yang melamar hingga sekarang.

Dilamar oleh seorang pria yang pertama kali ia lihat, pemuda tampan dengan mobil keren. Tak terlalu berpikir panjang, ia meneruskan kesalahpahaman keluarganya dengan menerima lamaran pria itu.

Pria yang ia nikahi terlalu misterius baginya, ataukah ... ia yang terlalu sering salah paham? Pernikahan mereka dibumbui dengan kesalahpahaman satu sama lain.

Hingga sebuah kenangan dimasa kecil muncul di kepala Tiyah. Janji untuk selamanya bersama.

Apakah pernikahannya akan berlangsung lama? Atau ia mencari pria di masa kecilnya?

Mari simak cerita ini! Karya orisinil Rozh! Hanya ada di aplikasi Noveltoon/Mangatoon.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rozh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Datang Ke Desa

Setelah menggendong Tiyah, Gibran meletakkan seikat bunga mawar merah yang ia beli tadi diatas meja disamping tempat tidur. Bersama secarik kertas yang bertuliskan ucapan maaf dengan seutas puisi pendahuluannya. Kemudian ia membuka baju dan mengambil handuk. Ia masuk kedalam kamar mandi.

Setelah mandi dengan bersih, ia segera memakai pakaiannya. Berjalan mendekati Tiyah yang masih tertidur nyenyak dengan mata sembabnya. Ia kembali mencium pipi dan kening Istrinya itu. Kemudian pergi keluar kamar.

Ia terdiam cukup lama di persimpangan antara menuruni tangga ke ruang tamu bersama Gina dan lainnya atau menuju ruang kerja. Namun akhirnya ia memilih pergi keruang kerja. Ia duduk di kursi, menghidupkan laptop. Kemudian sibuk mengotak-atik laptop itu.

Ia berhenti saat pelayan masuk mengantarkan makanan kedalam ruangan itu. Ia menyomot makanan itu sambil menatap monitor laptop. Tidak terasa, makanan itu habis dilahapnya. Makanan habis, pekerjaan selesai, dan ia mematikan laptopnya setelah itu. Membereskan meja yang berantakan dengan tumpukan beberapa kertas yang sempat ia buka, saat mengotak-atik laptop sedari tadi.

Kemudian ia tersenyum penuh makna. Entah apa yang ia lihat di dalam laptopnya tadi, sebelum ia menutup laptopnya. Mungkinkah melihat wajah istrinya, Tiyah. Ia terlihat begitu bersemangat sambil senyum-senyum sendiri. Kemudian ia berdiri dan mengambil satu buah buku di dalam lemari.

Lemari itu bergerak, bergeser dan terbuka lebar membelah dua seperti pintu. Ia melangkahkan kakinya masuk kedalam ruangan itu walaupun masih terlihat sangat gelap.

Tak... Tak... Tak... Tak... Tak... Tak...

Begitulah bunyi suara lampu yang hidup berurutan secara otomatis diruangan pribadi itu. Sekarang ruangan itu sudah terang benderang dengan cahaya lampu. Ia meneruskan langkahnya maju kedepan. Ia melihat gorden nya terlihat tidak seperti biasa. Ia mengernyitkan keningnya, ia membuka gorden itu.

Gorden itu terlihat berubah, tidak sempurna menutupi nama Aya yang dirangkai dengan lampu-lampu kecil disana. Bahkan jepit rambut bermotif bunga yang berkarat itu juga terlihat tidak seperti biasa, jepit itu berubah posisi.

“Apakah Kepala Pelayan atau Kak Gina masuk kesini?” Gibran berfikir sejenak.

Kemudian ia memegang jepit itu dan tersenyum. Ia kemudian memencet dinding dibawah tulisan yang bertulis Aya itu. Setelah memencetnya, terbuka dan terdorong sebuah laci kedepan. Di dalam laci terdapat beberapa foto. Ia segera mengambil foto-foto itu, kemudian ia menghadap ke kanan.

Meraba sebuah tanda, dan menekannya. Dinding itu bergeser dan terbuka selebar satu meter. Ia masuk kedalam. Ruangan ini kecil, mungkin selebar 3x2 meter. Hanya ada satu buah kursi kayu dan meja kecil yang menghadap ke jendela disana.

Gibran duduk dan meletakkan foto-foto yang ia ambil tadi diatas meja kecil itu. Ia tersenyum mengingat semua kenangan tentang ruangan ini. Ia mulai membuka lembaran-lembaran foto itu.

Matanya tak henti-henti melihat foto bocah tengik yang paling tomboi dari semua bocah-bocah yang ada disampingnya. Bahkan saat ia berfoto bersama dengan bocah laki-laki, ia lebih reseh dan nakal dalam foto itu.

Beberapa tahun yang lalu.

“Ma, Pa. Lihat, Adik dapat piala dari MTQ kusus anak-anak di sekolah.” teriak Gibran kecil sambil berlari sepulang sekolah di Sekolah Dasar (SD).

“Wah, anak Mama sungguh hebat.” Mama Gibran berkata lembut sambil mengusap kepala Gibran yang tersenyum bahagia.

Wanita cantik berwajah oval, bermata bulat, rambutnya ikal bergelombang panjang. Namanya Getri Hermawan, Putri tunggal pasangan Hermawan Kertajaya dan Sukma Wijaya.

“Lihat kakak dong! Bukan cuma dapat piala MTQ, tapi juga juara di kelas. Iya kan, Gina?” ucap Gino saudara laki-laki Gibran mengejek.

“Iya, baru juga dapat sekali. Kita aja sering dapat kok!” tambah Gina.

“Mama, Papa, lihat kak Gino sama kak Gina!” rengek Gibran manja, mengadukan perbuatan kakak-kakak nya.

“Sudah, sudah, jangan gangguin adik kalian lagi.” Papa Gibran menegur mereka. Mereka akirnya tidak mengejek Gibran lagi.

Gino dan Gina akirnya mengalihkan pembicaraan tentang hadiah atas prestasi mereka. Dari dulu, mereka selalu diiming-imingi hadiah atas prestasi yang mereka dapat agar selalu bersemangat. Mereka berharap akan mendapatkan hadiah mainan baru yang lebih keren atau jalan-jalan ke luar negri.

Sedangkan kenyataannya, harapan mereka bertolak belakang dengan hadiah yang diberikan. Mama dan Papa mereka mengajak berlibur ke Desa tempat tinggal Ibu Asuh Getri. Ia menganggapnya sudah seperti ibu keduanya.

Gino dan Gina tidak bersedia pergi, mereka tidak suka disana. “Memangnya desa tempat tinggal Ibu Asuh Mama, jelek ya?” tanya Gibran.

“Gak juga sih, tapi disana susah. Belanja aja harus jalan kaki sampe jauh, becek lagi jalannya, anak-anak disana juga bandel.” jawab Gina.

“Kami disini ajalah sama Nenek dan Kakek.” sambung Gino.

Akirnya hanya Getri dan Gibran berdua yang berlibur ke desa tempat Ibu Asuh Getri Tinggal. Sedangkan Hendru, Papa Gibran berlibur kerumah orangtuanya bersama Gino dan Gina.

Mereka berdua diantar oleh sopir dan 1 orang bodyguard. Perjalanan ke desa itu kurang lebih memakan waktu 5 jam menggunakan mobil. Gibran tak henti-hentinya memandangi pemandangan sepanjang jalan dari dalam kaca mobil. Pemandangan yang begitu indah, hijau dan segar.

Setelah melewati perjalanan yang cukup panjang dan melelahkan, akirnya mereka sampai di depan rumah Ibu Asuh Getri. Gibran dan Getri disambut oleh sepasang tua renta dan seorang bocah yang sama besar dengan Gibran yang bersembunyi malu-malu dibelakang rok sinenek.

“Ayo, silahkan masuk Cah Ayu.” tutur Sang Nenek.

“Iya, Bu.” jawab Getri.

Gibran dan Getri masuk kedalam rumah. Sedangkan 2 orang yang berada dalam mobil yaitu sopir dan bodyguardnya kembali pulang. Sang Nenek dengan segera meletakkan makanan dan minuman.

“Ini anak siapa, Bu?” tanya Getri pada Ibu Asuhnya yang sudah tua itu.

“Dia cucu saya, kenalkan namanya Dimas.”

“Dimas, ayo salam sama Tante dan putranya. Kalian juga sama besar kelihatannya.” Sang nenek berkata sambil membujuk Dimas kecil agar tidak memegangi roknya terus menerus karena malu bertemu dengan orang baru.

“Oh, namamu Dimas, ya? Namaku Gibran.” ucap Gibran sambil menyodorkan tangannya kearah Dimas.

Uluran tangan Gibran disambut Dimas malu-malu. Setelah berbincang cukup lama, Gibran dan Dimas sudah mulai akrab.

Dimas mengajak Gibran mandi di sungai, airnya begitu bersih, jernih, dan dingin. Sungainya memiliki batu-batu yang cukup kokoh dan licin. Gibran sangat senang. Baginya, ini adalah tempat yang indah.

Gibran menceburkan dirinya kedalam sungai dan hanyut. Walaupun ia bisa berenang. Itu di dalam kolam dirumahnya, sedangkan sungai memiliki arus yang kuat. Ia melihat beberapa bocah menertawakannya, sebelum ia tenggelam.

Ia mencoba minta tolong. Namun perkataannya seolah tercekat dikerongkongan dan tidak bisa keluar. Setelah itu antara setengah sadar. Ia melihat seorang bocah perempuan menghampirinya dan menariknya. Bocah perempuan itu memaki yang lain dan akirnya menarik tubuh Gibran. Teman-teman yang lain akirnya juga membantu menarik ketepi.

1
Nurlita Gunawan
kok jdi janggal sndri bca nyaa...istriku,,suamiku geli2 gimna gtu ya
Rozh: wkwk. rasa norakk ya kakak. hihihihi
total 1 replies
Nurlita Gunawan
gibran pst sigendut pcar sehrinya tiyah dlu.
Sulaiman Efendy
APA ISTRI DIMAS CEWEK YG MANGGILNYA OM..
Sulaiman Efendy
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Sulaiman Efendy
CERITA KARYA OTHOR BAGUS2, CMA TOLONG SELESAIKN NOVEL2 YG CERITANYA MSH GANTUNG, ATAU BLM DIUP
Remember: baca juga 'How i Forgot You'
total 1 replies
Sulaiman Efendy
DIMAS JODOHIN MA RAYA AZA
Sulaiman Efendy
KIRAIIN DIMAS, TERNYATA KHALIL YG SERING JADI KURIR SURAT CINTANYA GIBRAN
Sulaiman Efendy
TERNYATA DION BKN ORG LAIN, TPI KEPONAKKN HENDRU,, NASIB TRAGIS, IBUNYA MELLY DIPERKOSA AYAHNYA HENDRU, LHIRLH BAYI HSIL PRKOSAAN, SI MELLY, DN MELLY PUN DIPERKOSA ARZAM, LAHIRLH DION.. KESALAHANNYA HENDRU TDK CEPAT CERITA KE KLUARGANYA, ATAUPN MNCOBA MNGHUBUNGI ARZAM UNTUK JELASKN SMUANYA, DN SI ARZAM MNYIMPULKN SENDIRI HUBUNGN MELLY & HENDRU,, AKHIRNYA MUNCULLAH TRAGEDI2...
Sulaiman Efendy
MAMPUS LO GIB HDAPI ISTRI LO YG HORMON KHAMILAN NYA LANGKA😂😂😂😂😂😂😂
Sulaiman Efendy
SIALAN, KIRA UDH MMPUS TU SI ARZAM ANJING... TRNYATA MSH HIDUP JUGA..
Sulaiman Efendy
SIAPA LGI NI BUAT MASALAH, APA MUSUH PPA HENDRU
Sulaiman Efendy
RUPANYA KHALIL & RAYA KK BRADIK,,
BAGUS TU KHALIL DINIKAHIN, BIAR GK PLAYBOY LGI..

BARU TAU LO DICKY KLO SUAMI TIYAH LVLNYA DI ATAS LO.. DN TU GIBRAN SUDH MNCINTAI TIYAH SEDARI KECIL, KRN TIYAH ALAMI SUATU MASALH SAAT BNCANA BANJIR HINGGA LUPA GIBRAN, LUPA DIMAS, HINGGA TIYAH BNYK MNTAN COWOK TRMASUK SI DICKY YG PRMAINKNNYA..
Sulaiman Efendy
TUGAS DIMAS UDH SLESAI BLM HNCURKN USAHA DICKY,
MSKI TIYAH MNOLAK DICKY MNTAH2, TPI TIYAH TTP SALAH KLUAR BRTEMU DICKY TNPA IZIN.. DN SI DICKY KIRA SI KHALIL SUAMI NYA TIYAH, PNTAS SI DICKY BLANG KLO KHALIL BKN LKI2 BAIK2 KRN KHALIL PLAYBOY.. JDI DICKY BLG SUAMI TIYAH BKN LKI2 BAIK..
TPI LO YG DEKATI DN RAYU ISTRI ORG DN INGIN JDI PEBINOR APA LKI2 BAIK, DN LO DLU JUGA JDIKN TIYAH CWEK TARUHAN
Sulaiman Efendy
JADI SI TIYAH INI SI AYAH ATAU AYA, DLU TIYAH JAGOAN, YG SLLU LINDUNGI GIBRAN DARI JESNAN ANAK PAK KADES.. KRN BENCANA BANJIR, MNGKIN TIYAH MLUPAKN SSUATU, TRMASUK LUPA DGN GIBRAN GENDUT. DN DIMAS JUGA SELAMAT DRI BENCANA BANJIR, DN SKRG JDI ASSITEN GIBRAN, DN TIYAH JUGA LUPA SAMA DIMAS.. PADAHAL DIMASLH YG SERING ANTAR SURAT GIBRAN KE TIYAH.
Sulaiman Efendy
AKHIRNYA TERCETUS JUGA APA YG JDI UNEK2 MASALAH RAYA & AYA...
APA KIRA2 JAWABN GIBRAN..

TPI SBAGAI ISTRI. DN SBAGAI WANITA BRSUAMI, TK PANTAS BRJALAN DGN LAKI2 YG BUKAN MAHRAMNYA, BHKAN TNPA DITEMANI, DN TNPA IZIN SUAMI.. APAPUN ALASAN NYA APA YG DILAKUKN TIYAH TTP SALAH... KRN MMBERIKAN CELAH PEBINOR DLM RMH TANGGA NYA
Sulaiman Efendy
TIYAH YG JUGA DIAM GK MAU BRTANYA KE GIBRAN, DN GIBRAN YG JUGA GK PEKA KE PRASAAN ISTRINYA.. SAMA2 GOBLOK, TPI LBH GOBLOK TIYAH...
Sulaiman Efendy
MMG BANDEL DN KERAS KPALA SI TIYAH INI...

DN GIBRAN, KNP GK DICKY YG LO HAJAR, LO SAMPERIN TU KPRUASAHAANNYA..
INI KHALIL & DIMAS YG LO HAJAR..
DN LO JELASIN JUGA TU K TIYAH SIAPA TU RAYA..
Sulaiman Efendy
TIYAH JUGA BIKIN NMBH MASALAH, KNP MSH KLUAR LGI MA DICKY TNPA IZIN GIBRAN..
Sulaiman Efendy
RAYA INI SIAPANYA GIBRAN, KNP GK JAGA PRASAANNYA TIYAH..
TRUS KNP GIBRAN GK PEKA DGN TIYAH,, NTAR TIYAH BLAS SAMA DICKY, MKIN RUNYAM..
Sulaiman Efendy
HRSNYA TIYAH BRTANYA DGN SUAMINYA, SIAPA AYA, SIAPA RAYA, JGN DIAM, DN MNGAMBIL KSIMPULAN SENDIRI, TERUS INGIN MAIN API DGN DICKY, BETUL KATA KHALIL, TIYAH MMG WANITA GOBLOK YG GK BRSYUKUR DPT SUAMI KAYA, DI SAAT USIA 28 BRU GIBRAN YG LAMARNYA..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!