NovelToon NovelToon
Takdir Cinta Lyra, Antara Cinta Dan Hidayah

Takdir Cinta Lyra, Antara Cinta Dan Hidayah

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Tamat
Popularitas:2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Bubu.id

PROSES REVISI PUEBI YAA❤❤

Keadaan telah memaksa Lyra hidup jauh dari keluarganya..
Keadaan pula yang telah membuat ia kehilangan cinta pertamanya..
Dan disaat hidayah itu datang..
Lagi-lagi Ia harus melepaskan Cinta kedua dalam hidupnya..
Ia memilih menggenggam Cinta ROBBNYA dibanding Cinta manusia yang semu..

Akankah bahagia menyapa Lyra?
Bagaimana jika orang-orang dalam masa lalunya kembali hadir?
Siapakah yang kelak berani menghalalkan Lyra?
Dan bagaimana kehidupan pernikahan Lyra kelak?

Novelku ini ber*Alur Mundur baru kemudian Maju...
Semoga karya pertamaku mampu diterima dan dinikmati..
Mohon komentar dan dukungan selalu untuk karyaku😉🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bubu.id, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menunggu Kamu

●Lanjuutt yaa👋☺..

●Jangan lupa like, komen, vote dan rate untuk karya Thor ini yaa, happy reading❤❤

🌷🌷🌷

🌻Hembusan angin malam nampak berkali-kali menyapu kelopak mataku. Aku yang memang mudah mengantuk dimanapun, tak menunggu lama bayangan orang-orang dalam angkot yang kunaiki perlahan menghilang dalam kegelapan.

Entah berapa kali kepalaku hendak terjatuh kekanan dan kiri.kubuka mata sesaat dan kembali mataku terpejam tersapu kembali hembusan angin yang melintas. Syukurnya penumpang angkot sedang tak penuh hingga rasa kantukku tak mengganggu orang di sebelahku. Mungkin beberapa orang dikejauhan memperhatikanku, tapi biarlah. Rasa kantuk telah menguasaiku ... biarkan mereka dengan apaapun fikirnya.

Hingga tiba2 angkot yang kunaiiki mengerem mendadak.

"ciittt ...," huhh hampir saja tubuhku terpental untung kesadaranku cepat kembali hingga tanganku mampu menahan bobot tubuhku.

"Ada apa ya mbak?" tanyaku pada wanita yg duduk tak jauh dariku.

"itu, ada pengendara motor tiba2 menyalip di depan mbak," jawabnya antusias.

"Oh ...," saat situasi telah normal kembali, kulihat sekelilingku untuk memastikan posisiku telah sampai mana.

"Taman Aster ... ohh, sudah dekat rupanya. lama juga tadi aku tertidur." gumamku.

Baru kuingat sejak tadi aku belum mengecek ponselku.

Kuraba bagian dalam isi tasku, mencari ponselku berada.

Ini dia, ku buka pengunci layarku.

Oh ... terdapat 20 Miss Call dan 12 pesan yang belum kubuka, gak lain tentu dari satu orang "Mas Dimas".

Kubuka 1 persatu pesan yang kuterima ...

17:10👨"Udah sholat Ashar blm Ly?"

17:15👨"Pada lagi ngapain disana?"

17:21👨"Kamu beli apa aja??"

17:30👨"Ko gak di bales-bales sih pesan mas?"

17:40👨"Kamu nanti pulang jam berapa?"

17:43👨"Mas bete banget di rumah ..."

17:48👨"Mas jemput kamu yaa ..."

18:10👨"Lyyyy."

18:15👨"Jangan lupa sholat Maghrib!!!"

18:20👨"Udah mau pulang belum??"

18:30👨"Duhhhh ... sibuk banget kayaknya nii sampe gak mau di ganggu."

18:40👨"Kalo pulang hati-hati ya Sayang😙"

Duhhh ... mas Dimas marah gak ya? dari tadi hp aku silent gak tau ada pesan&panggilan masuk😣.

Langsung ku ketik layar ponselku mengirim Pesan balasan untuk mas Dimas.

"Maaf, aku baru cek hp mas. Ini aku udah otw pulang. Gpp gak di jemput aku naik angkot."

Kutunggu balasan dari Mas Dimas, tapi ... ponselku tetap diam tak bersuara menandakan tak ada balasan darinya😐.

M**ungkin mas Dimas marah padaku, fikirku tak bersemangat.

🌻Pukul 19:15

Pak Supir angkot telah berhasil mengantarku dengan selamat sampai gang kontrakanku.

Dengan lesu kulangkahkan kaki menuju kediamanku.

Semakin dekat kenapa seperti kulihat motor yang tak asing dimataku. Seperti motor mas Dimas.

Kupercepat langkahku ... Kuarahkan pandanganku ke depan kontrakanku dan benar disana ada dia.

Dia Mas Dimasku sedang duduk dimuka kontrakanku, terlihat ia bersama seseorang Mas Rhino??

"Assalamu'alaaikumm," ucapan salamku membuat 2 lelaki di depanku menoleh secara bersamaan.

"Nahh ni dia yang dari tadi ditunggu ...," ujar mas Rhino menggodaku.

Tampak wajahku bersemu mendengar kata-kata mas Rhino ... apaan sih mas Rhino, batinku.

"Oke ... Lyranya udah pulang, aku juga harus pulang kalo begitu. Kapan-kapan kita ngobrol lagi Dimas," ujar mas Rhino.

"Siap Mas," ujar mas Dimas.

Hingga beberapa saat kemudian bayangan Mas Rhino sudah menghilang tak terlihat mata kami.

"Ayo ikut Mas Lyy!!" mas Dimas tiba2 menarik lenganku menuju motornya.

"Ma -u kemana mas??" ujarku heran.

"Mas laper ... temani mas Makan!!!" jawabnya.

Tak menunggu lama, kamipun telah sampai di bakulan Nasi goreng Pasar Warung Bongkok yang berlokasi tak jauh dari kontrakanku.

"Kamu juga pesan ya Ly!!!"

"Aku sudah makan mas," jawabku.

"Oh .... yauda kamu pesan minum aja ya!!"

Kuperhatikan Mas Dimas makan sangat lahap sekali satu persatu sendok dengan cepat masuk kemulutnya. Kasihan entah dari jam berapa ia menungguku dan belum makan pula, kasihan ... batinku.

Dan nasi gorengpun akhirnya telah menghilang dari pandangan kami.

"Alhamdulillah," ujarnya menyudahi makannya.

"Mass, maaf ya ... tadi aku ...," lirihku memulai obrolan dengannya.

"Oke, ayo kita pulang!!!" ujar mas Dimas memotong ucapanku.

Mas Dimas tidak mendengarkanku, apa ia marah??

Motor biru yang kami naiki tak berlama segera membawa kami kembali ke kontrakanku, terparkir cantik di tempatnya semula.

●●●●

Segera kuhampiri mas Dimas setelah sebelumnya kumelepaskan hijab dan mencuci wajahku, tak lupa kubawakan pula teh hangat untuknya. Dan ia kulihat tengah duduk sambil memainkan ponselnya.

Kududukkan diriku di sampingnya, ia bahkan tak melirik kedatanganku, matanya masih asik menatap ponsel ditangannya.

Suasana masih hening.

"Mas ...," aku mulai menyapanya.

"Hmm ...," jawabnya singkat.

Tadi dia baik2 saja saat makan, kenapa sekarang jadi mendiamkanku. Apa ia masih marah dengan kejadian tadi sore? batinku.

"Mas, mas marah sama aku yaa??"

Ia masih tak menjawab.

"Mas ...."

"Mas Dimas ...."

"Mass ... maaf, tadi hp aku silent belum kuaktifkan kembali semenjak bekerja, jadi panggilan dan pesan dari mas aku gak mendengarnya," aku mencoba menjelaskan.

Mas Dimas kemudian menoleh. Ia menatapku tajam, masih tanpa suara, kemudian ...

"Ly, iya mas paham."

"Mas gak marah?"

"Ly ...," ia brujar lagi, menghentikan kata-kata nya. Tak lama kemudian, ia mengambil tanganku dan menggenggamnya.

"Kamu tahu Ly ... terkadang mas takut jika tiba-tiba kamu hilang dari pandangan mas," ujarnya serius menatapku, matanya berkaca dan tatapannya sayu.

Aku bingung ... kenapa mas terlintas fikiran seperti itu, toh aku pasti akan tetap disini ... menghilang kemana? ada ada saja, fikirku.

"Jangan begitu lagi ya Ly, selalu kabari keadaanmu saat jauh dari mas!!mas sangat khawatir Ly."

S**etidaknya selama aku masih bersamamu Lyra ... bisik mas Dimas dalam hatinya.

"Iya mas, maaf kan aku yaa!!" ujarku.

"Mas, tadi jam berapa menungguku disini??"

"Jam 7 kurang kayaknya Ly, ada apa??"

"Huhh ... untung aku tadi pulang cepat. Kalau aku pulang sampai malam apa yang akan kamu lakukan mas??" ujarku merasa bersalah padanya.

"Mas akan tetap menunggu kamu!!" jawabnya. terlihat ketulusan diwajahnya.

"Dan mas Rhino, kenapa ia bisa bersama mas??"

"Ia pas lewat dan melihatku Ly tau, dia sempat mengintrogasiku tadi."

"Oya, emang mas Rhino ngomong apa?" tanyaku penasaran.

Kamu siapa?? ngapain tengak tengok di kontrakan adikku. Begitu ujarnya.

"Kamu gak pernah cerita sih punya kakak cowo disini," mas Dimas menggodaku.

"Iya mas Rhino memang baik, ia menganggap aku dan mbak susi adiknya."

"Semoga benar ia hanya menganggapmu adik ...," tambahnya.

"Ihh ... jangan-jangan mas cemburu sama Mas Rhino yaa??" ujarku sambil tersenyum nakal menggoda mas Dimas.

"Iya mas cemburu. Karna dia tinggalnya dekat sama kamu, bisa melihat kamu kapan saja. Sedang mas nggak bisa," jawab mas Dimas terlihat Lucu aku melihat tampangnya yang sedang cemburu dan dan sangat jujur itu.

"Oya, mas besok jadi anter ibu mas checkup??" lanjutku memulai obrolan lagi dengannya.

"iya Ly ...," jawabnya.

aku memang mau anter ibu checkup li, tapi sore. Siangnya mas anter Friss, maaf Lyy belum bisa cerita smua ke kamu, batin mas Dimas.

"Kamu sendiri besok rencana kemana?" ujar mas Dimas lagi.

"Aku ke tempat Mbak dewi leaderku yang nikah mas," ujarku.

"Oh ...," jawabnya.

"Besok ponselnya jangan di silent ya!!"

"Siap mas," ucapku lagi.

Mas Dimas menarik kepalaku ke bahunya.

"Ly, mas senang kenal sama kamu," ia berkata lirih dan sangat dalam tangannya masih menggenggam tanganku.

Mas Dimas kenapa ya? ia sering berkata seolah takut kehilangan dan kami akan berpisah.

"Ly ... jika suatu saat mas membuat kesalahan, apa Lyra mau memaafkan mas?"

"Iya ... pasti lyra akan maafin mas."

"Mas takut Ly, suatu saat kamu akan membenci mas," ia mengeratkan genggamannya.

"Apa sih mas, jangan ngomong yang aneh-aneh ah. Lagian kan mas gak buat salah, dan kalaupun mas salah. Lyra akan maafin ko, karna mas kan juga manusia sama seperti Lyra pasti juga pernah buat salah."

Mas berharap begitu Ly, walau mas sadar smua gak akan semudah itu jika kamu tau kesalahan mas.

"Lyra ... mas sayang sama kamu. Cuma kamu yang ada di hati mas," ucap mas Dimas bersungguh-sungguh sambil menatapku dengan seksama.

"Iya Lyra tau, mas sudah pernah bilang itu." Kuberi senyum terbaikku padanya. menghilangkan kegundahan yang terlihat dimatanya, kegundahan mas Dimas yang aku sendiri sering gak memahaminya ...

"Besok kabari selalu keadaanmu ya, maaf besok kita gak bisa ketemu."

"Iya gpp mas ... bagaimanapun urusan orang tua harus diutamakan," ujarku.

"Baik-baik dimanapun ya Ly!! dan sampai ketemu Senin Sayang."

Ia merubah posisi duduknya tepat di depanku. Membetulkan rambutku dan membelainya. Tak lama ia menarik kepalaku kedadanya, memajukan sedikit poisisi duduknya dan mendekapku dengan erat.

"maaf, tolong biarkan seperti ini sebentar ya Ly ... " bisik mas Dimas di telingaku.

10 detik... 20 detik...

D**uhh ... sungguh ini gak benar ... Mas tidak jua melepaskanku.

Perlahan Kudorong tubuh mas Dimas sedikit menjauh dariku.

Kuberi senyum kecil padanya "Maaf, sudah ya Mas," lirihku.

Mas Dimas masih duduk di depanku dan terus menatapku.

"Maafkan mas ya Ly ...," ujarnya

Aku mengangguk mengiyakan dengan sedikit senyum yang kupaksakan.

🌻Jam menunjukkan Pukul 20:35

"Sudah malam ... mas pulang dlu ya Ly."

"Sekali lagi maafkan perbuatan mas tadi."

"Iya mass," jawabku.

"Hati2 ya mas," tambahku lagi.

"Assalamu'alaikum Ly.

"Wa'alaikum salam."

Mas Dimas ... maaf, bukan aku gak menyukai pelukan mas tadi. Hanya ... separuh jiwa baikku melarangku menerima perlakuanmu itu.

Segera ku masuk kedalam setelah motor mas dimas tak terlihat lagi.

Ku cek ponselku.

2 pesan tertera disana.

👦"Tadi sampai rumah jam berapa Lyraa?"

👦"Makasih pertemuan tadi sore. Senang bisa berkenalan denganmu."

*Firgie ... ia yang mengirimkanku pesan.

"Aku sampai jam 19:15 tadi Gie," segera kujawab pesan darinya. Sebagai tanda perhatian seorang teman, tidak lebih!!!.

🌷🌷🌷

🌻Semoga pembacaku semakin banyak😍

🌻happy reading❤❤

1
eMakPetiR
saling dukung 🥰
eMakPetiR
Baru kali ini aq menjejak dari kisah di Bandung.. rekomnya kak Sera..
Zaki Mubarok
apakah terjadi sesuatu dgn firgie hingga ia tdk datang hari itu? Apakah firgie kecelakaan?
Zaki Mubarok
sudah kuduga
Zaki Mubarok
apakah firgie?
violet
aku suka karakter firgie, wajahnya juga cakep banget
violet
good job ly
violet
jahat banget kamu Dimas. Klo emang sdh mau menikah dan sdh menerima perjodohan, apapun alasannya, tidak seharusnya kamu memberi harapan pada orang lain, Krn itu akan sangat menyakitkan.... Lebih baik hanya sebatas teman atau bahkan tidak saling kenal, daripada diberi harapan, diberi perhatian tapi akhirnya dijatuhkan...
Bun cie
ceritanya bagus..mengajarkan tentang cinta sejati..keikhlasan..kesabaran.layak banget untuk dibaca👍😍
Hurry Rohmaniyyah
@beautifully painfull one of best novel di NT. gegara baca ini ku JD kangen sama one of the best novel di NT ini. Om Dimas dan Mayra... ku balik baca lagi deh..... 🤭
sukses terus buat bubu.id. Kutunggu lagi next novel nya 😘
Uli Purwanti
ini Mayra yang ketemu Cakra di rumah bandung gak sih?
Rinnie Erawaty
aku baca ini karena ada Cakra nih walau sepintas😄😄😄
Rinnie Erawaty
pasti si Cakra alias Agamnya Anjaaaa
Bundanya Pandu Pharamadina
Dimas Lyra
😭😭😭😭
Bundanya Pandu Pharamadina
Dimas yg terpaksa demi ortunya
😢😢
Bundanya Pandu Pharamadina
mba Susi🤔
Bundanya Pandu Pharamadina
nunggu berbuka puasa baca Lyra
❤❤
Bundanya Pandu Pharamadina
aku favorit dulu👍❤
EndRu
lhah.. mencurigakan nih Mb Susi
EndRu
baru mampir
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!