NovelToon NovelToon
Nada Cinta Untuk Luna

Nada Cinta Untuk Luna

Status: tamat
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cintapertama / Ibu Pengganti / Pengantin Pengganti / Tamat
Popularitas:710.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: moon

Patah hati terhebat adalah, mencintai seseorang yang sudah tak ada lagi di dunia ini.

Walau 10 tahun telah berlalu, faktanya hati Luna belum mampu merelakan kepergian Evan, kendati 6 tahun sudah ia menjalin kasih dengan Nathan.

Ketika Luna sudah berpasrah dengan takdir diri dan cintanya, semesta seolah kembali berhasil mengaduk perasaannya.

Tiba-tiba ia kembali di pertemukan dengan pria dengan wajah dan suara menyerupai Evan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon moon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#24•

#24

Jam sepuluh malam, Mike tiba kembali di rumahnya, wajah nya kusut, dan tubuhnya pun penat setelah seharian berjibaku dengan pekerjaan. Sebagian lampu di ruangan utama rumah besar tersebut sudah dimatikan, meja makan sudah terlihat bersih pertanda seluruh penghuni rumah sudah menyantap makan malam. 

Mike mendaki satu-persatu anak tangga, tujuannya sekarang adalah kamar Pelangi. Ini hari pertamanya di kantor tanpa panggilan telepon dari Pelangi, setiap kali Mike berada di kantor, Pelangi tak lupa meneleponnya. Minimal tiga sampai lima kali panggilan, namun hari ini tak ada satupun panggilan.

Tiba di depan kamar Pelangi, ia berpapasan dengan Mbak Yuli yang batu saja keluar kamar dengan setumpuk pakaian kotor milik Pelangi. “Eh, Tuan, selamat malam,” sapa Mbak Yuli. 

“Apakah putriku sudah tidur?” tanya Mike yang masih penasaran. 

“Sudah, Tuan, lelap sekali.”

Bukannya senang mendapat jawaban dari Mbak Yuli, Mike justru kian penasaran dengan Pelangi. “Kenapa seharian ini dia tak menelponku? kenapa dia tak menungguku? kenapa ia sudah tidur? padahal aku belum membacakan buku untuknya.”

Mbak Yuli meletakkan sejenak, keranjang berisi pakaian kotor milik Pelangi, “Nona Pelangi tertidur bahkan sebelum kami sampai di rumah, hari ini Nona bertemu dengan teman baru, mereka bermain, membaca buku, makan dengan sangat lahap, bahkan enggan pulang ke rumah sebelum kami berjanji membawanya kembali ke sana.” 

“Kesana itu, kemana?” tanya Mike. 

“Oh, maaf, maksud saya ke rumah Tuan Darren dan Chef Aya, Kakaknya Nyonya Luna.”

Mike menganggukkan kepalanya. “Baiklah, aku mengerti, sekarang istirahatlah.”

“Selamat Malam, Tuan.”

Mike hanya mengangguk sebelum membuka pintu kamar Pelangi. 

Sebuah pemandangan yang cukup menarik perhatian menyambut kedatangan Mike, Pelangi sedang pulas tertidur di pelukan Luna. Tertidur dengan tenang, dan wajahnya pun nampak bahagia, entah kegiatan apa yang seharian tadi apa yang keduanya lakukan. 

Sebuah kesadaran menyeruak, membuat Mike tiba-tiba menyadari satu hal. Bahwa Pelangi membutuhkan sosok Mama, sebagai pengganti Mama kandungnya yang meninggal tak lama setelah Erland menghembuskan nafas terakhir. 

Tapi kenapa harus Luna? Bukankah selama ini hubungan Pelangi dan Valerie juga terlihat dekat dan harmonis? Walau tak ada interaksi lebih layaknya ibu dan anak, tapi Pelangi bahkan begitu tenang, dan penurut, ketika mereka bertiga sedang piknik atau bepergian bersama. 

… 

Dua hari kemudian. 

Berkali kali Pelangi mengagumi bayangan dirinya yang terlihat cantik dalam balutan gaun berwarna baby pink, rambutnya ditata sedemikian rupa dengan hiasan bunga-bunga imitasi dengan warna senada. “Mbak Yuli, apa aku sudah cantik?” kembali gadis kecil tersebut menanyakan paras serta penampilannya. 

Mbak Yuli dengan senang hati mengatakan bahwa, malam ini Pelangi memang terlihat berbeda. Dan yang lebih membuat Mbak Yuli bahagia adalah, karena ini pertama kalinya Pelangi ikut menghadiri acara resmi perusahaan. Karena, biasanya Pelangi selalu di tinggalkan, seolah-olah ia harus disembunyikan dari dunia. Padahal Pelangi adalah salah satu calon penerus perusahaan. 

“Nona kecil, sangat cantik,” puji Mbak Yuli. 

“Tapi, aku tidak bisa berjalan.”

“Bukan tidak bisa, tapi sementara dianjurkan duduk di kursi roda. Senin depan kita ke Dokter lagi, jika hasilnya bagus, Nona bisa berjalan kembali seperti semula.” 

Pelangi kembali tersenyum mendengar penuturan Mbak Yuli, “Ayo, Mama pasti sudah menunggu.” 

Pelangi mengangguk senang, kemudian Mbak Yuli mendorong kursi roda Pelangi meninggalkan kamar bercat biru muda serta pink, khas anak perempuan. 

Kedatangan Pelangi bertepatan dengan kedatangan Mike, pria itu sengaja pulang ke rumah, agar bisa hadir bersama dengan sang istri. Namun ia sungguh terkejut, ketika melihat Pelangi sudah rapi dengan penampilannya yang sempurna. Biasanya Mike tak bisa menolak ketika Valerie melarangnya membawa Pelangi, dengan alasan ingin menghabiskan waktu berdua. 

“Papa … aku cantik kan??” Pelangi seketika meminta Mike mengutarakan pendapatnya. 

Mike mengangguk cepat, “iya, anak Papa cantik sekali,” puji Mike, ia segera berlutut, apa Mama yang mendandanimu?” 

“Iya, Pa,”

“Acara ini, mungkin sampai malam, apa kamu tidak masalah?” 

“Jika tidak memungkinkan, aku dan Mbak Yuli, akan membawa Pelangi pulang lebih dulu,” Luna memotong perbincangan Pelangi dan Papa nya. 

Mike menoleh, menatap penampilan Luna yang sungguh menawan serta tak meninggalkan kesan elegannya. Untuk kali pertama Mike terpana melihat penampilan Luna yang sangat jauh berbeda dari hari-hari biasanya. Wanita yang ia anggap remeh ketulusannya, nyatanya menjadi Ibu Peri yang sesungguhnya bagi Pelangi, bahkan kini Ibu Peri tersebut menjelma menjadi sosok bidadari. 

Tubuh Luna ramping sempurna, dalam balutan gaun yang warnanya sengaja ia samakan dengan Pelangi. Gaun berwarna soft pink bergelombag, sementara bagian atas semi terbuka memperlihatkan pahatan indah lekuk leher serta pundak sehalus pualam. Membuat Mike susah payah menelan ludahnya, ia hanya tersenyum aneh ketika menyadari bahwa kedua matanya mulai terpesona dengan penampilan istrinya malam ini. 

“Oh … baiklah,” Jawab Mike susah payah, karena jantungnya mulai berdegup perlahan. 

“Setelanmu sudah aku siapkan,” imbuh Luna. 

“Baiklah, lima belas menit lagi aku siap.” Jawab Mike yang segera berlalu menuju kamar untuk membersihkan diri dan bersiap. 

Luna mengulas senyum di bibir mungilnya, “Pelangi, ayo kita tunggu Papa di bawah.”  

Lima belas menit kemudian, keluarga kecil tersebut sudah siap memasuki mobil yang akan mengantar mereka malam ini. Namun atensi mereka beralih ketika sebuah mobil yang sangat familiar memasuki halaman, yah tak lain tak bukan itu adalah mobil Valerie. 

“Sayang, aku datang, aku akan menjaga Pelangi, sementara kalian pergi,” Valerie datang dengan senyum secerah bunga matahari, bermaksud menawarkan jasa. Padahal ia sudah berniat melakukan cara lamanya untuk mengancam Pelangi. 

“Sepertinya tidak perlu, karena kami akan membawa Pelangi,” jawab Luna, pun dengan senyuman indahnya. 

Seketika senyuman di wajah Valerie musnah seperti tersapu badai topan, ia sungguh tak menyangka bahwa Luna sungguh pintar mengambil hati anak angkat Mike tersebut. Kini citra dirinya di hadapan Pelangi pasti kian memudar. “A… apa?” 

“Pelangi akan ikut bersama kami malam ini,” jawab Mike mempertegas kalimat Luna. 

“Lalu, sia-sia saja kedatanganku, padahal aku ingin menemani Pelangi bermain,” wajah Valerie kini berubah muram. 

Sementara Pelangi? seperti biasa, ia akan memeluk, atau menggenggam erat tangan Luna, ketika Valerie ada di dekatnya. Sungguh respon yang aneh, dan tidak matching jika sandingkan dengan pengakuan Valerie. 

“Malam ini, pulang dan istirahatlah, besok siang aku janji akan meluangkan waktu makan siang bersamamu.” 

Cup

“Baiklah, aku menunggumu, sampai jumpa besok siang,” tanpa malu, apalagi merasa berdosa Valerie mencium pipi Mike, tak peduli ada anak dan istrinya yang melihat adegan mesra tersebut. 

“Cih… tak tahu malu,” gumam Luna, yang tertangkap di telinga Mbak Yuli, sejujurnya Mbak Yuli pun geram dengan ulah Valerie, namun siapalah dirinya yang tak bisa melakukan apa-apa. 

… 

Kedatangan keluarga kecil CEO perusahaan segera menyedot perhatian para tamu undangan, bukan rahasia umum lagi jika mereka mengetahui siapa wanita yang sering datang bersama Mike. Namun malam ini kehadiran Luna di sisi Mike seketika menarik perhatian semua orang, terlebih Luna tampak sangat akrab dengan Pelangi yang terus menggenggam tangannya. 

“Evan??” sapa seorang pria yang kira-kira usianya sebaya dengan Papa Kevin. Pria tersebut mengulurkan tangannya pada Mike. Dan Mike hanya bisa menyambut uluran tangan tersebut dengan senyum aneh di wajahnya. 

“Maaf, saya Mike,” Bantah Mike. Namun pria tersebut menggeleng dengan senyumnya yang bijaksana. 

“Aku benar kan, Ma?” Pria tersebut meminta persetujuan istrinya. 

“Iya, satu-satunya adik Erland Gunadi, putra kedua Tuan Eric Gunadi, hanyalah Evander Gunadi. Yaitu anda sendiri.” 

.

.

😑 maafkan othor kakak-kakak semua, hari ini sibuk sangat, ada pertemuan di luar rumah, pulang-pulang, lanjut ngeberesin setrikaan yang udah mangkrak seminggu, lanjut cupir dan akhirnya baru bisa nulis dengan tenang 😖🙏🙏🤧

1
Meriam Tehupelasury
🥰
Anonim
Mba’ moon kok bisa plat mobil BL jadi ingat kampung, blm lagi ada ikan kayu
moon: pemanis cerita aja kak /Grin/

sebenarnya itu dibaca B Luna Alexandra. mobil yang akan di hadiahkan nathan ke Luna, tapi keburu di suruh putus sama mama melinda🙊
total 1 replies
Sri Widjiastuti
dibikin mati aja Thor, kecelakaan pesawat🤣🤣
Sri Widjiastuti
obat dr si emak dokter nya tuh.. sukurin
Sri Widjiastuti
akhirnya... dr meyriska ni kaya nya si dalang yg merubah evan menjadi mike
Sri Widjiastuti
sombong nya?? gimana klo sdh tau gimana di val val??
Jingga Pelangi
luar biasa sekali otak cerdas mu bisa bikin byak novel yg superrr bagus dari nama tokoh ,tokoh y alur y..keren semua klop
moon: alhamdulillah, terima kasih atas support dan atensinya, kak. /Whimper/
total 1 replies
Jingga Pelangi
subhanallah kereeen bgtt semua cerita mu torrr
Nur Maidah
good cerita yg alurnya bikin gemes dan penuh teka teki , belum2 sdh mewek
Fani Tsao
semua kubc thr kren bngt
Nadhira💦
Nah...itu jgn2 si evan amnesia
Nadhira💦
ceritanya menarik ... lanjut baca
Nilovar Beik
gak sabar nunggu Valerie kena azabnya othor
Nilovar Beik
berarti memang Evan ya
moon: betul, kak.
tapi dalam kemasan yang hilang ingatan🤭
total 1 replies
Sopi Yani
sangat menarik
fatin Rahman
30/8/2025
Ari Carla
aku baca lara berselimut
baru runut ke semua nya
MSIT
🥰🥰🫰🫰
Hilda Naning
🤗🤗🤩🤩... semua rasa tumpah setiap mbaca karya moon, kisah yg benar"memainkan emosi ada bahagia tangis haru dll... semua karya moon terbaik menurut ku. tak berbelit "sambung menyambung tertata rapih episode pereepisode... 😍😍
moon: alhamdulillah jika berkenan,

terima kasih atas support dan atensinya, kak 😍😍/Whimper//Whimper/
total 1 replies
Shaisusy
Thor, apa judul cerita cita dari darren dan aya?
moon: istri rahasia sang aktor
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!