NovelToon NovelToon
Senyum Sofi

Senyum Sofi

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:263k
Nilai: 4.9
Nama Author: Eka July

Bayangkan jika kamu memiliki kakak terkeren di kampus, pintar bahkan jenius dan populer tentunya, selain itu ia juga menyangimu dan menjagamu dari siapun yang mendekatimu.

Kakak mu juga memiliki seorang saingan yang tidak kalah keren, tampan dan pintar dari kakak mu dan membuatmu jatuh cinta. Bisahkah kamu memilih antara kakak mu atau laki-laki yang kamu sukai?

Sofi : Jangan perna lepaskan akau kak, meski aku memintanya.

Diori :Kamu adikku apapun yang akan terjadi nanti.

Aktara : Aku mencintai mu Sofi.



PERINGATAN!
TYPO BERHAMBURAN DIMANA-MANA.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eka July, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SS - 23

Diori dan Sofi baru

saja datang ke kantor polisi untuk membesuk ayah mereka, Sofi juga membawakan

makanan yang sengaja Diori dan Sofi masak. Median menyantap makan siangnya

dengan lahap.

“Kok nangis sih sayang?”

Median memberhentikan suapannya lalu menyekat air mata Sofi yang tumpah.

“Gak apa-apa kok Pa,

Sofi  cuma kangen papa, uda lama gak liat

papa makan.” ucap Sofi jujur, walau setiap hari mereka bertermu tapi tetap saja

gadis itu merindukan ayahnya untuk ada di rumah, berbagi cerita denganya,

bermain catur, memasak, memebersihkan rumah atau bercanda bersama, Sofi sangat

merindukan semuanya.

“Uda jangan cengeng, kamu

bikin Papa sedih ni, tiap hari juga kakak anterin ke sini kok.” cetus Diori.

“Maaf.” Sofi menunduk,

ia sama sekali tidak mau membuat siapapun sedih terutama ayahnya.

“Uda gak apa-apa, buka

mulutmu sayang.” ucap Median mengarahkan sendoknya, Sofi dengan semangat

menyambar sedok itu, membuat Diori iri walaupun sudah besar Diori sama manjanya

dengan Sofi.

“Minta suapin sana sama

kak Jesy.” cetus Sofi sambil menjulurkan lidahnya, Diori membulatkan matanya,

Sofi benar-benar ember. Diori bahkan belum sempat bercerita dengan ayahnya

berbeda dengan Sofi yang sudah menceritakan hubungan dengan Aktara dan tentu

saja Median sangat mendukung hubungan itu, Sofi juga sudah mengenalkan Aktara

secara langsung pada ayahnya, walau mereka sudah kenanl sih.

“Oh, namanya Jesy,”

Rudi bergumam lalu melirik ke Diori, Diori hanya membuang mukanya.

“Ini pa kak Jesy.” Sofi

menyodorkan ponselnya, belum sempat Diori melarangnya Median sudah menyambar ponsel

itu.

“Cantik.” gumam Median saat

melihat poto Jesy dan Sofi saat selfi.

Ada sedikit kelegaan di

hati Diori tapi Diori takut Jesy tidak akan mudah menerimah kondisi

keluarganya, walau Jesy sudah mengatakan bisa menerima semuanya.

***

Diori dan Sofi

memutuskan untuk pulang kerena hari sudah mulai sore, mobil itu melaju dengan

kecepatan sedang, tiba-tiba datang truk dari arah berlawanan membuat Diori

membuang stir ke kanan, sehingga mobil itu menabrak pembatas jalan, Sofi sempat

berteriak saat melihat Diori yang di penuhi darah di bagiana wajahnya, selain

itu bagian sebelah kanan  mobil ringsek

membuat Diori terjepit dan tidak sadarkan diri, tiba-tiba semuanya gelap.

Beberapa oranng yang melihat kejadian itu berusaha membantu sebisa mungkin.

***

Sofi membuka matanya

saat mencium bauh obat yang sangat menyengat, semua ruangan itu berwarna putih,

ada beberapa orang yang berdiri di sana Sofi kenal siapa mereka.

“Syukurlah, kamu sudah

sadar sayang, bilang yang mana yang sakit?” Anisa memegangi tangan Sofi,

terpancar jelas wajah khawatir di sana. Aktara dan Abraham baru saja memasuki

kamar itu, karena tadi mereka mengurus soal Diori. Abraham dan Aktara sepakat

untuk tidak memberitahu Median dulu masalah kecelakaan ini, agar tidak membuat

laki-laki itu terbebanai.

“Kak Dio,” Sofi

berbisik, air matanya tiba-tiba jatuh ia takut kakaknya meninggalkannya.

“Didi, gak papa sayang,

dokter lagi menanganinya,” Jelas Abraham, Aktara hanya diam dia tidak berani

mengatakan apa-apa karena tidak sanggup membuat Sofi menjadi sedih.

***

Tiga orang berjalan

menujuh kamar Sofi, mereka juga sempat membuat keributan karena Anda menanyakan

kondisi sahabatnya, tapi di jawab acuh oleh perawat,

“Kalau gak bisa ya

jangan kerja dong, masah keluarga pasien nanya, gak di jawab malah sibuk

becanda, saya bisa tuntut rumah sakit ini!” Teriak Anda tegas, Alif dan Lisa

mengelengkan kepalanya lalu menunduk, meminta maaf.

Alif tahu Anda tidak

seratus persen salah begitu juga perawat disana, tapi karena Anda terlalu

khawatir membuat emosinya gampang tersulut, selain itu perawat di sana memang

tampak sibuk dengan urusan sendiri mengabaikan pertanyaan pasien, seharusnya

tenaga kesehatan harus bisa menenangkan pasien atau keluarga, semua orang pasti

tidak mau kecelakaan atau terluka, salah satu fungsi tenaga kesahatan bukan

hanya mengobatai tapi juga bisa menenangkan pasienya dan keluarganya.

“Uda An, jangan teriak-teriak

ini rumah sakit.” Lisa berbisik

“Gue gak mau ya, nanti

lo teriak-teriak gak jelas di depan Sofi!” Alif memperiangatkan dengan nada

tegas, membuat Anda dan Lisa terdiam, ternyata Alif bisa bersikap dewasa dan

tegas tentunya.

Sofi dan Aktara menoleh

pada pintu saat seseorang mengetuknya, “Sofi!” teriak Alif, Anda dan Lisa

bersamaan, ketiganya langsung berlari kearah Sofi memeluk gadis itu, saat Alif

ingin melakukan hal yang sama seperti yang Anda dan Lisa lakukan, Aktara

memegang bahunya memperingatkan agar Alif tidak melakukanya, selain itu tatapan

tajam dari Aktara membuat laki-laki itu ciut.

“Kamu, gak papa kan? Apa

yang sakit? Pusing gak? Mual? Kamu laper? Gimasih kok bisa kecelakaan? “ Cerocos

Anda tanpa titik koma.

“Kamu itu nanyanya

satu-satu dong” Lisa mengenggol Anda, membuat Sofi tertawa melihat tingkah

sahabatnya itu.

“Gak, papa kok Lis,

kata dokter gue cuma syok, sama lecet-lecet dikit.” Sofi menunjukan luka di

kepalanya dan lengan kirinya, memang cedera yang Sofi alami tidak parah, dokter

malah menkhawatirkan syok yang Sofi alami dari pada lukanya.

“Kak Dio gimana?” Lisa

mulai mewek, bagaimanapun Lisa masi menjadi fans setia Diori sampai detik ini.

***

Diori masih belum

sadarkan diri sejak kecelakaan itu, hampir delapan jam setelah oprasi. Dokter

harus melakukan oprasi tersebut karena menginggat kondisi Diori saat kecekaan

itu, laki-laki itu terjepit di bagian kakinya dan ada retak pada bahu kanannya

walau luka di kepalanya tidak terlalu parah. Selama itu pula Jesy menunggui

Diori di sampingnya. Gadis itu tidak berhenti menangis, berbisik pada Diori memanjatkan

do’a agar kekasihnya cepat sadar, Jesy juga menyatakan cinta dan sayangnya pada

Diori berharap laki-laki itu membuaka matanya.

“Sayang, bangun dong,

kamu gak kasian apa sama aku, sama papa kamu, sama Sofi, mereka bakal sedih

kalau liat kamu kayak gini.” bisik Jesy liri.

Sofi memang belum

mengetahui kondisi Diori yang sebenarnya, Aktara mengatakan Diori sedang di

obatai dokter, selain itu Aktara beralasan dokter belum mengizinkan Sofi untuk

turun dari tempat tidurnya atau menemui Diori takut, Sofi syok lagi.

“Sayang, aku liat Sofi

sebentar ya.” Bisik Jesy liri, baru saja gadis itu ingin berdiri tiba-tiba ia

melihat Diori membuka matanya perlahan, Jesy tidak tahu harus mengatakan apa,

ia langsung mencium kening Diori lalu memanggil dokter untuk memeriksa kondisi

kekasinya.

1
Oh Dewi
mampir ah mana tau seru.
Susah banget soalnya nemu novel yang bagus gitu buat di baca.
Terakhir aku baca yang judulnya "(Siapa) Aku Tanpamu)", bagus banget ceritanya tapi yang baca dikit, kasian otornya.
Dan jangan lupa, searchnya pakek tanda kurung
timin
huaa..sumpah cerita.y bgus bangettt👍walau udah baca berulang2 tpi ttp nangis😭😭
Kaka Dwipa
ending Bagus, ceritanya Ga berbelit2
Chika Purnama
keeereeeennn.... cerita mantap.. singkat padat jelas... tidak bertele tele..... nangis terus baca ceritanya.... luar biasa lah.... dari semua novel yg kubaca cuma ini yg the best lah....
Rini
Sad ending...seperti itu lah hidup tak selalu indah!!
Nenden Andria Daffa
nangis bombay thor ending ny
Lizbet
Yaaah sad ending berharap ending nya sofi bahagia tp teernyata sofinya meninggal.....
Yasmine Putri
belum nangkap cerita inti nya...panjang bgt alur cerita nya...tp blm jelas..isinya..
Ira Wati
nangis bacanya
Isnadila29
thor nangis aq bacanya😭😭
Bunga
Aku nggak tau bagaimana caranya menangis
Dao_Sea: izin promo nya thor, hai guys jangan lupa mampir dilapakku yah.

Buat baca cerita Cinta untuk tuan.

💪semangat thor buat nulisnya

makasih
total 2 replies
Lindawati Karliman
knp sih thor ga bkn happy ending ? sgt sedih dan dirasa tdk adil. sofi anak yg baik knp hdpnya jd begini ? 😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭

makasih atas ceritanya...sukses selalu. please laen kali bkn cerita yg happy ending 🙏🙏😅😩
Lindawati Karliman
kok jdnya begini sih, ga rela knp sofi hrs pergi selamanya 😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Lindawati Karliman: oh baik, makasih infonya ya. aku akan baca...sukses selalu
total 2 replies
Lindawati Karliman
sedih bgt .....
Lindawati Karliman
sepertinya alif suka dgn sofi
Lindawati Karliman
ceritanya menarik
Naoki Miki
haii mampir yuk ke krya q 'Rasa yang tak lagi sama'
cuss bacaa jan lupa tonggalkan jejaak🤗
tkn prfil q ajaa yaa😍
vielen danke😘
Haryanty Anthy
novel yg menguras airmata,.. 😭😭😭😭😭
BIDADARIQ 1516: maaf mengganggu klo sempet mampir ya ke novel q judulnya
"cinta pertama tuan mudaku"
thanks 💕
total 1 replies
Dhita Tata
God job thor novel mu bikin air mata ku keluar trus
Dhita Tata
novel mu sungu sukses thor bikin air mata qu mengalir trus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!